Tidak Menerima dan Tidak Menolak

Sandy menoleh ke arah suara pria yang berteriak padanya. Sang pria melangkah menghampiri Tania, dia memberikan napas buatan untuk sang kekasih.

“Uhuk-uhuk!” Tania terbatuk dan mengeluarkan banyak air dari mulutnya.

“Syukurlah kamu sudah sadar,” lirih Reyhan.

Tania yang baru tersadar, dia mengingat kejadian yang baru saja menimpanya. Dia langsung memeluk Reyhan dengan erat.

“Aku takut,” lirih Tania.

“Kamu tenang saja, aku ada di sini untuk kamu!” ucap Reyhan berusaha menenangkan kekasihnya.

Sandy menatap kesal ke arah Reyhan yang begitu perhatian pada wanita yang disukainya. Namun, dia tak biasa berbuat apa-apa karena dia sadar posisinya saat ini.

“Kamu ikut pulang sama aku, ya!” ajak Reyhan pada Tania.

Tania hanya diam, dia menoleh ke arah Sandy yang menunjukkan ekspresi tak suka dengan keberadaan Reyhan.

Pak Fauzi dan beberapa guru pun mulai menghampiri Tania.

“Kamu baik-baik saja, Tania?” tanya Pak Fauzi khawatir.

Tania mengangguk, “ Aku baik-baik saja, Pak,” jawab Tania.

“Pak, saya abang Tania. Dengan kondisi Tania saat ini, bolehkah saya membawanya pulang?” tanya Reyhan pada Pak Fauzi.

Tania menarik tangan Reyhan, dia menggelengkan kepalanya tak setuju dengan usulan Reyhan. Dia juga merasa tak enak dengan Sandy yang telah menyelamatkannya.

“Tania, kamu harus pulang sama aku! Aku tak ingin terjadi hal-hal yang buruk lagi padamu.” Reyhan terus berusaha membujuk Tania.

“Nggak usah, kamu kan sibuk.” Tania membantah Reyhan.

Pak Fauzi dan beberapa guru yang lain masih diam melihat perdebatan antara Tania dan Reyhan.

“Bang Rey, aku yang akan menjaga Tania.” Nurul yang sedari tadi hanya diam mulai membuka suara.

“Kamu yakin bisa jaga Tania?” tanya Reyhan meragukan Nurul.

“Iya, Bang!” jawab Nurul.

“Mungkin lebih baik, Tania ikut kami, karena dia pergi bersama kami, maka sebaiknya dia juga pulang bersama kami!” ujar Pak Fauzi bijak membuat Sandy mengembangkan senyumannya.

Reyhan melihat senyuman Sandy yang sulit diartikan itu, dia melirik ke arah Tania.

“Kamu yakin nggak ikut sama aku?”tanya Reyhan lagi memastikan.

Tania mengangguk.

“Ya sudah, kalau gitu aku tinggal kamu, ya!” ujar Reyhan lalu dia berdiri diikuti oleh Tania dengan bantuan Nurul.

“Reyhan mengelus lembut kepala Tania sebelum dia benar-benar pergi meninggalkan Tania bersama rombongannya.

Setelah tragedi jatuhnya Tania, Pak Fauzi dan guru-guru memutuskan untuk melanjutkan acara puncak yaitu pengumuman juara seluruh kompetisi yang diadakan oleh OSIS.

Semua siswa diarahkan untuk berkumpul, mereka duduk membuat setengah lingkaran. Pak Fauzi dan beberapa guru serta panitia kompetisi berdiri di tengah-tengah mereka.

Pak Fauzi dan rekannya Buk Yeni membacakan hasil dari kompetisi yang telah mereka laksanakan. Sorak sorai para siswa saat kelas mereka terpanggil sebagai juara terdengar heboh dan riuh.

Perwakilan dari kelas berdiri di depan berbaris sesuai dengan urutan perlombaan yang telah dibacakan. Sandy juga ikut berdiri ke depan karena tim futsal kelasnya juara 1 dalam tournament.

Tania menatap kagum pada Sandy, ada sesuatu yang menyelinap dihatinya. Sandy yang sedari tadi hanya memandang pada Tania membuat jantung Tania berdetak saat mata mereka beradu pandang.

“Tan, loe ada apa dengan Sandy?” tanya Nurul yang menyadari tingkah sahabatnya.

“Mhm, maksud loe?” tanya Tania gugup.

“Gue ngerasa ada sesuatu di antara loe dan Sandy,” tebak Nurul.

“Perasaan loe aja, mana mungkin ada sesuatu di antara gue dan dia, loe kan tahu gue punya bang Reyhan,”ujar Tania.

“Baguslah kalau begitu,” lirih Nurul.

Setelah semua pemenang kompetisi dibacakan, para guru membagikan hadiah yang telah mereka sediakan pada pemenang. Acara pun selesai dan mereka pun kembali ke pantai Carocok dan akan melanjutkan perjalanan menuju Puncak Mandeh untuk menikmati sunset.

Saat berada di Puncak Mandeh, Semua siswa diberi kebebasan untuk melakukan berbagai hal. Tania masih merasa lemah, dia hanya duduk di sebuah bangku panjang yang menghadap ke arah barat bersama Nurul.

“Rul, bisa ikut aku sebentar?” Tiba-tiba Eko datang menghampiri mereka dan mengajak Nurul ke suatu tempat.

“Tapi, Ko.Aku harus menjaga Tania.” Nurul mencoba menolak.

“Gue nggak apa-apa kok,” ujar Tania membiarkan sang sahabat dibawa pergi oleh Eko.

Sandy mendapati Tania yang sedang duduk sendiri menatap keindahan langit jingga yang ada di hadapannya. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Sandy langsung menghampiri Tania.

“Hai, kamu sendiri?” tanya Sandy pada Tania.

“Mhm,” gumam Tania.

“Boleh aku temani?” tanya Sandy.

Tania mengangguk menjawab pertanyaan Sandy.

Sandy pun duduk di samping Tania, Gadis itu menoleh pada pria yang lebih muda darinya 4 tahun darinya.

Dia menatap wajah tampan yang satu hari ini telah banyak melakukan berbagai hal untuk dirinya.

“Apakah aku mulai menyukainya?” gumam Tania di dalam hati.

“Jangan menatapku seperti itu, nanti kamu bisa jatuh cinta padaku,” ujar Sandy dengan pe-denya.

“Cih, pe-de banget sich!” seru Tania.

“Percaya diri itu penting bagi pria sepertiku,” balas Sandy membuat Tania terdiam.

“Tania,” lirih Sandy memanggil nama Tania tanpa menggunakan kata ‘buk’.

Tania mengernyitkan dahinya, dia tak menyangka siswanya yang satu ini berani memanggil namanya tanpa embel-embel.

Sandy meraih tangan Tania.

“Aku sudah pernah bilang sama kamu, aku suka sama kamu.” Sandy kembali mengutarakan isi hatinya.

“Tapi...--” Tania membantah ucapan Sandy.

Namun, belum sempat Tania melanjutkan ucapannya, Sandy meletakkan telunjuknya di bibir seksi Tania.

“Aku sadar, umur kita terpaut jauh, kamu lebih tua dariku. Namun, apa pun itu aku akan tetap menyukaimu.” Sandy berusaha menyakinkan Tania.

“San, aku nggak bisa jawab apa-apa tentang pernyataanmu, tapi aku ngerasa nyaman saat berada di dekatmu.” Lirih Tania tak menolak dan tidak menerima ungkapan hati Sandy.

Sandy tersenyum, baginya status pacaran atau tidak tak penting yang penting saat ini baginya dia bisa mendekati Tania. Dan hal itu telah membuat hatinya bahagia.

“Entah apa yang ada dirimu, aku merasa ada yang beda pada dirimu. Apakah aku benar-benar jatuh cinta?” gumam Sandy di dalam hati.

Mentari senja telah tenggelam di ufuk barat, meninggalkan cahaya kemerahan yang berganti dengan gelapnya malam. Semua siswa di perintahkan untuk menaiki bus yang masih setia menanti mereka.

Sandy melangkah beriringan dengan Tania menaiki bus, melihat Tania bersama Sandy, Nurul memilih untuk bersama Eko, dia mencoba memberi ruang untuk Sandy dan Tania.

Nurul sadar, Sandy telah banyak melakukan berbagai hal untuk sahabatnya itu. Dan tak ada salahnya dia memberi waktu untuk Sandy bersama sang sahabat.

Di dalam bus Sandy menggenggam erat tangan Tania, dia memberi kehangatan dalam dinginnya malam. Sandy juga menyelimuti tubuh tania dengan jaket miliknya, hingga Tania dapat tertidur pulas dalam perjalanan pulang ke desa. Dia merebahkan kepalanya di bahu kekar milik Sandy.

Bersambung...

Readers yang baik hati mohon dukungan nya dengan meninggalkan jejak...

Rate...

Like...

Komentar...

Hadiah...

dan

Vote...

Terima kasih🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

SEBAGAI PECINTA WANITA YG LBH TUA, KITA SATU SERVER SANDY, MAJU TERUS, JGN DULIKAN REYHAN, MRK BKN SUAMI ISTRI, JDI MSH BSA DI TIKUNG, SLAMA JANUR KUNING BLM LAYU DN MLENGKUNG, TANIA MSH BSA DIDEKATI SIAPAPUN.. KCUALI TANIA ISTRI ORG, HARAM HUKUMNYA GANGGU ISTRI ORG..

2023-06-18

0

Nastio Iman

Nastio Iman

ceritamu s3lalu thebes

2022-01-04

0

Azfa Humaira

Azfa Humaira

seru

2022-01-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!