Surprise

“Makasih!” ucap Tania pada Sandy yang telah mengantarkannya hingga depan kost.

“Sama-sama, aku pulang dulu, ya.” Sandy menaiki sepeda motor Rio yang juga ikut mengantarkan Tania dan Nurul.

Tania dan Nurul memasuki kost-annya, mereka merebahkan tubuh di atas tempat tidur mereka sekedar melepas lelah sejenak, sebelum beranjak mandi membersihkan tubuh mereka yang terasa lengket.

“Tan, loe sama Sandy,--“ Nurul tak jadi melanjutkan pertanyaan saat melihat Tania menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Rul, gue nggak tahu entah apa yang saat ini gue rasakan sama Sandy.” Tania menerawang mengingat beberapa kejadian terakhir yang dialaminya bersama Sandy.

“Loe suka sama dia?” tanya Nurul memastikan perasaan sahabatnya.

“Gue nggak tahu, Rul. Yang gue tahu, gue ngerasa nyaman saat berada di dekat dia!” ujar Tania jujur pada sahabatnya.

“Loe yakin? Trus perasaan loe sama bang Reyhan gimana?” tanya Nurul memberi nasehat pada sang sahabat.

“Gue nggak tahu, Rul. Pusing gue kalau mikirin masalah ini. Gue mandi duluan, ya. Gerah!” seru Tania lalu meninggalkan Nurul yang masih belum puas dengan jawaban Tania.

*****

“Rul, loe yakin nggak ikut gue balik ke Padang?” tanya Tania saat membereskan barang bawaannya.

“Iya, gue udah ada rencana sama Eko,” jawab Nurul.

“Loe gitu, sejak jadian sama Eko jadi jarang ikut gue balik ke Padang,” gerutu Tania sendu.

“Bukan gitu, Tan. Kalau gue harus ke Padang tanpa ada tujuan kan sayang biayanya. Mending gue di sini,”jawab Nurul.

“Ya udah deh, gue balik sendirian aja!” seru Tania.

Drrrtt drrrt drrrt.

Ponsel Tania berbunyi pertanda wa masuk. Tania meraih ponselnya. Dia membuka ponselnya, dia melihat chat dari Sandy.

“Kamu jadi ke Padang?”

Tania tersenyum lalu membalas chat dari cowok brondong yang mulai mengisi hatinya.

^^^“Iya,”^^^

^^^“Kamu jadi pulang ke rumah?”^^^

“Iya, ini lagi siap-siap.”

^^^“Eh, gimana kalau barengan aku aja sampe simpang Lubuk Selasih?” ^^^

^^^“Aku kan mau ke Padang,”^^^

“Kamu serius?”

^^^“Iya, biar aku ada temannya sampai sana, Nurul nggak ikut ke Padang.” ^^^

“Oke, aku tunggu di simpang kost-an aku,”

^^^“Oke,” ^^^

Tania menyimpan ponselnya. Senyuman Tania setelah membalas chat Sandy membuat Nurul mulai curiga.

“Kenapa, Tan? Kayaknya seneng banget,” tanya Nurul.

“Gue mau balik sama Sandy sampai simpang kampungnya,” jawab Tania jujur.

“Oh, syukurlah loe ada temannya.” Nurul hanya bisa mengangguk paham.

Sebenarnya, Nurul tak suka melihat kedekatan Tania dan Sandy, tapi dia juga tak bisa berbuat apa-apa. Saat ini yang bisa dia lakukan hanya mendukung dan mensupport apa pun yang menjadi pilihan sahabatnya.

Lagian di mata Nurul, Sandy tak terlalu buruk. Walaupun Nurul sempat mendengar sifat playboy Sandy dari beberapa siswi yang menjadi korbannya, dia hanya mencoba memberi Sandy sebuah kesempatan, jika suatu saat Sandy melukai Tania, maka Nurul sendiri yang akan membuat perhitungan dengannya.

“Gue balik ya, Rul. Loe hati-hati di sini!” ujar Tania pada sahabatnya.

“Iya, aman. Loe juga hati-hati!” Nurul memeluk tubuh Tania, bagaikan Tania pergi berbulan-bulan.

“Lebay deh, gue juga ke Padang Cuma 1 hari kali. Besok gue juga bakal balik lagi!” seru Tania meledek sahabatnya yang tampak sendu.

“Hahaha,” kelakar Nurul.

Tania pun meninggalkan Nurul, dia melajukan scoopy kesayangannya. Dia melewati gang sempit sebelum sampai di jalan raya. Setelah Tania sampai di jalan besar, dia memperhatikan setiap gang setelah pertamina. Sesuai arahan dari Sandy, kostnya tidak jauh dari pertamina.

Sandy tersenyum sambil melambaikan tangannya saat melihat Tania datang, Tania menghentikan scoopynya. Dia turun dari kuda besinya lalu memberikan kendali pada Sandy.

Mereka pun berangkat dengan Sandy yang membawa sepeda motor, dan Tania duduk berbonceng dengannya.

*****

Sejak hari itu Tania dan Sandy semakin dekat. Sandy sering datang ke kost Tania sekedar menghabiskan waktu sore. Seperti sore ini Tania dan Sandy tengah asyik mengobrol santai di depan kost Tania. Sedangkan Nurul sedang pergi bersama Eko.

“Tania!” panggil Reyhan yang tiba-tiba datang ke kost Tania.

“Sayang?” Tania kaget melihat kedatangan sang kekasih tanpa kabar sedikitpun.

Reyhan menatap tak suka pada Sandy, dia sudah melihat kedekatan kekasihnya dengan pria yang waktu itu hendak memberi napas buatan pada kekasihnya.

“Kamu ke sini nggak bilang-bilang?” tanya Tania berusaha mengalihkan tatapan tajam sang kekasih pada pria yang sudah mulai mengisi hari-harinya.

“Agar kamu bisa menyembunyikan semua ini dariku?” tanya Reyhan meminta penjelasan tentang apa yang dilakukan Sandy di kost Tania.

“Kamu salah paham, dia adalah siswaku. Aku sudah menganggapnya sebagai adik.” Tania melingkarkan tangannya pada lengan Reyhan agar Reyhan tak tersulut emosi melihat kedekatannya dengan sang siswa.

“Maaf, Kak. Aku pamit dulu,” ujar Sandy pamit meninggalkan Tania dan Reyhan.

Dia sadar posisinya saat ini adalah orang ketiga antara Tania dan kekasihnya, dia lebih memilih untuk menghindar.

Sandy menaiki sepeda motor bututnya, dan berlalu begitu saja.

Tania menarik tangan Reyhan uuntuk duduk di bangku panjang yang ada di depan kost Tania tempat dia duduk bersama Sandy sebelum kedatangan Reyhan.

“Sayang, kamu marah sama aku?” tanya Tania pada kekasihnya yang masih diam menahan amarahnya.

Reyhan menatap dalam pada sang kekasih, dia mencari cinta yang biasa ada untuknya dari bola mata Tania.

“Sayang, segitu marahnya kamu padaku?” Tania mulai merajuk melihat Reyhan yang masih terbawa emosi.

“Hhhuftt!” Reyhan menghela napasnya panjang.

Dia mulai menguasai dirinya. Dia langsung menarik tubuh Tania ke dalam pelukannya.

“Aku kangen sama kamu,” lirih Reyhan.

Tania membalas pelukan itu.

“Aku juga kangen sama kamu,” lirih Tania.

“Kamu kenapa datang ke sini nggak bilang-bilang aku?” tanya Tania setelah melepaskan pelukannya.

“Kebetulan aku ada projects di daerah sini, jadi aku mampir. Rencananya mau kasih surprise buat kamu, ternyata malah aku yang dapat surprise,” ujar Reyhan menyindir Tania.

“Maksud kamu?” tanya Tania tidak suka dengan ucapan Reyhan.

“Nggak apa-apa, lupain aja!” seru Reyhan.

“Kita pergi makan, yuk!” ajak Reyhan mengalihkan pembicaraan.

Tania mengangguk menyetujui ajakan Reyhan, untuk saat ini Tania harus memberi perhatiannya pada Reyhan agar Reyhan tidak mencurigai hubungannya dengan Sandy.

“Aku ganti baju dulu ya, Sayang.” Tania berlalu masuk ke dalam kost-annya.

Setelah Tania mengganti pakaiannya, dia kembali dengan penampilan layaknya seorang ABG yang masih berumur 17 tahun. Dia memakai kaos santai dan celana jeans, dan tak lupa rambutnya di ikat tinggi asal membuat penampilannya seperti seorang remaja walau umurnya sudah menginjak 20 tahun.

“Yuk!” ajak Tania pada sang kekasih yang masih terpesona dengan penampilannya.

Reyhan merasa, penampilan Tania tidak seperti biasanya.

“Ada yang beda dari penampilanmu, Salahkah aku mempertanyakan alasan kamu berpenampilan seperti ini?”

Bersambung...

Readers yang baik hati mohon dukungan nya dengan meninggalkan jejak...

Rate...

Like...

Komentar...

Hadiah...

dan

Vote...

Terima kasih🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

🅻ᵒʷᵉˡˡʸⁿ​᭄

🅻ᵒʷᵉˡˡʸⁿ​᭄

semangat up..

2022-02-27

0

~°•●Dee_K●•°~

~°•●Dee_K●•°~

pelangi's love story hadir thor

2022-01-16

0

Nastio Iman

Nastio Iman

gue suka

2022-01-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!