"Sayang?" pekik Tania tak menyangka Reyhan berada di tempat yang sama dengannya.
Reyhan tersenyum lalu memeluk tubuh sang kekasih.
Dari kejauhan ada sepasang mata yang panas melihat Tania sedang berpelukan dengan seorang pria yang tidak dikenalnya.
"Aku kangen sama kamu," ucapnya.
"Sampe kamu ngikutin aku ke sini?" tanya Tania heran.
"Nggak juga sich, aku ada project bikin video wisata kabupaten Pesisir Selatan. Itu kliennya." Reyhan menunjuk ke arah resto pondok bambu.
Di sana terlihat Mario sahabat Reyhan dan tiga orang yang tidak dikenal oleh Tania.
"Owh," lirih Tania.
Ada rasa kecewa terbesit di hati Tania, dia merasa Reyhan sekarang sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia tak memiliki waktu untuk Tania.
"Aku juga kangen sama kamu, udah lama kita nggak ketemu! Setiap aku pulang ke Padang, kamu selalu sibuk dengan pekerjaan." Tania menggerutu.
Reyhan merupakan seorang photografer yang merintis pekerjaannya dari nol, saat ini dia telah memiliki studio pribadi.
Studio photo miliknya sudah terkenal di kota Padang. Terlebih saat ini banyak instansi yang membutuhkan jasa photography untuk membuat film dokumenter, sehingga usahanya semakin maju.
"Tania! Tania! Tania!" Nurul memanggil-manggil sahabatnya khawatir karena tiba-tiba sang sahabat menghilang begitu saja.
"Sayang, Nurul nyariin aku! Aku balik gabung sama mereka, ya!" ujar Tania pada sang kekasih.
"Oke, kamu hati- hati, ya! Aku bentar. lagi mau balik kok. Pertemuannya sudah selesai," ujar Reyhan.
Tania mengangguk, "Nanti kalau mau pulang kasih tahu aku, ya!" ujar Tania manja.
"Oke, Sayang!" ucap Reyhan lalu mengecup sekilas puncak kepala Tania.
Tania pun meninggalkan Reyhan, dia melangkah menuju tempat Nurul yang kebingungan mencari dirinya.
Sedangkan Reyhan kembali bergabung dengan teman-temannya.
Priiiitt priiiitt priiiitt
Pak Fauzi membunyikan peluit untuk mengumpulkan semua rombongannya.
Para siswa pun melangkah mendekati posisi Pak Fauzi berada.
"Hari ini kita akan mengadakan perlombaan banana boat, di sana sudah tersedia sembilan banana boat." pak Fauzi menunjuk ke arah pinggir pantai yang di sana telah berjajar 9 armada banana boat
"Kita akan membagi peserta 9 kelompok. Para utusan kelas silahkan berkumpul ke depan!" perintah pak Fauzi.
Pak Fauzi membagi kelompok siswa. "Berhubung kita di sini juga di dampingi guru PPL. Kita juga akan membagi mereka satu orang dalam satu kelompok," ujar Pak Fauzi sambil tersenyum ke arah para mahasiswa PPL.
"Hah? Serius?" teriak beberapa mahasiswi yang enggan basah dengan air laut.
"Iya, agar hati kita dapat menyatu dengan para siswa," tambah Pak Fauzi.
Lalu Pak Fauzi membagi mahasiswa PPL ke kelompok yang sebelumnya sudah di baginya.
Lagi dan lagi Tania berjodoh dengan Sandy. Dia satu kelompok dengan siswa aneh yang menyukainya.
Sandy tersenyum bahagia.
"Ini yang loe mau kan, San?" bisik Rio yang berdiri di samping Sandy.
"Ini namanya jodoh, Yo. Tuhan mendukung gue buat ngedeketin dia." Ulasan senyum Sandy di tangkap Tania saat mengetahui mereka satu kelompok.
"Tuhan, apa yang kau rencanakan?" gumam Tania di dalam hati.
"Jika sudah siap, silakan berdiri di boat kalian!" perintah Pak Fauzi.
Mereka pun melangkah menghampiri banana boat.
"Tuhan. berpihak padaku, kita itu berjodoh," bisik Sandy yang berdiri tepat di belakang Tania.
Tania menoleh ke arah Sandy.
"Ini hanya kebetulan saja," balas Tania datar.
Petugas banana boat membagikan pelampung pada masing-masing peserta.
Mereka memasang pelampung itu lalu memasangkannya ke tubuh mereka.
Dengan menggunakan rompi pelampung, permainan banana boat akan aman dari berbagai bahaya.
Setelah mereka memasang rompi pelampung di tubuh mereka. Petugas memberi aba-aba untuk menaiki banana boat.
Sandy membantu beberapa siswi untuk menaiki banana boat tersebut. Begitu juga dengan Tania, dengan telaten Sandy membantu Tania memasang pelampung nya.
"Eh, ini kayaknya sobek deh. Ganti punya aku aja," ujar Sandy hendak membuka pelampung miliknya saat melihat tali pengikat pelampung yang hendak putus.
"Nggak usah, aku pake ini aja, lagian kita mainnya cuma sebentar." Tania menolak tawaran Sandy.
"Jika sudah selesai, silakan naik ke atas boat masing-masing!" perintah Pak Fauzi menggunakan pengeras suara.
"Kamu yakin?" Sandy merasa khawatir.
"Iya, gak apa-apa. Yuk, naik!" ajak Tania.
Semua peserta pun menaiki banana boat mereka.
Masing-masing banana boat diikat ke sebuah Speedboat yang akan menarik mereka.
Mereka akan ditarik ke tengah lautan, lalu dijatuhkan saat hampir sampai di pinggir pantai.
Peserta yang paling banyak bertahan itulah pemenangnya.
Tania duduk di depan Sandy. "Pegang erat-erat, dan jangan takut. Aku akan selalu ada jagain kamu," bisik Sandy membuat hati Tania berbunga-bunga.
Tania merasa dirinya sangat berarti bagi Sandy. Entah rasa apa yang kini hinggap di hatinya. Dia merasa bahagia mendengar ucapan Sandy.
"Permainan dimulai!" teriak Pak Fauzi memberikan aba-aba.
Petugas yang membawa *s*peedboat pun melajukan speedboat mereka, mereka melajukan di mulai dengan pelan-pelan lalu semakin lama semakin kencang.
Saat hampir sampai di pinggir pantai, mereka memutar haluan sehingga banana boat miring yang membuat beberapa peserta terjatuh ke dalam laut.
Sandy dan Tania masih bertahan dengan beberapa teman mereka walau sudah ada dua orang yang terjatuh.
Begitu juga di kelompok lain sebagian telah jatuh ke air sedang sebagian lagi masih bertahan.
"Pegang erat-erat!" teriak Sandy pada teman-teman sekelompoknya yang masih bertahan.
Speedboat kembali melaju ke tengah laut, menarik banana boat yang masih berisi. beberapa orang di sana.
Saat mereka berada di tengah, kaki Tania tiba-tiba kram, membuat dia kehilangan keseimbangan.
Tania terjatuh begitu saja ke dalam laut.
"Aaw!" pekik Tania.
Sandy kaget saat melihat Tania jatuh, dia melompat ke dalam laut.
Tania yang tidak bisa berenang berusaha menggerak-gerakkan tubuhnya cemas.
Di saat itu tali pelampung Tania putus. Sehingga pelampung terlepas di tubuhnya. Rasa panik yang melanda Tania membuat dirinya pingsan dan tenggelam.
Melihat Tania yang tenggelam, Sandy panik, dia langsung melepaskan pelampung di tubuhnya.
Dia berenang mencari tubuh Tania yang terus menjauh ke dasar laut.
Dia terus berenang semakin cepat saat melihat tubuh Tania. Dia meraih tubuh mungil guru yang disukainya itu.
Semua siswa dan guru pembimbing yang ikut panik melihat Sandy dan Tania tak kunjung muncul ke permukaan.
Nurul histeris memanggil nama sahabatnya, Eko berusaha menenangkan Nurul.
Dua orang petugas juga ikut menyelam mencari Tania dan Sandy.
Reyhan yang hendak menaiki boat penasaran melihat suasana tegang menyelimuti para siswa.
"Ada apa, Pak?" tanya Reyhan pada pemilik boat yang akan ditumpanginya.
"Kayaknya ada siswa yang tenggelam," jawab pemilik boat tersebut.
Setelah dapat meraih tubuh Tania, Sandy berusaha berenang ke permukaan laut dan membawanya ke pinggir pantai.
Dia menggendong Tania ke pantai, semua siswa menghampiri mereka
Sandy memompa dada Tania agar dia sadar. Berkali-kali usaha itu di lakukannya tapi Tania masih belum sadarkan diri.
Sandy teringat dengan pelajaran yang didapatnya saat belajar sebagai anggota UKS. Dia bersiap hendak memberikan nafas buatan.
"Hentikan!" teriak seseorang membuat semua mata tertuju pada suara asing yang tidak mereka kenal.
Bersambung...
Readers yang baik hati mohon dukungan nya dengan meninggalkan jejak...
Rate...
Like...
Komentar...
Hadiah...
dan
Vote...
Terima kasih🙏🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments
Yukity
hadir Thor👍🏼😍
2022-01-12
0
Mr.Cho
😘😘
2022-01-03
0
Azfa Humaira
kereeen
2022-01-02
0