Sekarang Aluna sudah di dalam mobil. Aluna melihat jam di handphonenya menunjukan pukul sembilan malam. Tiga jam lagi misi hari ini akan berakhir. Aluna tahu tiga jam adalah waktu yang sedikit, sementara Ia harus segera kembali ke rumah sakit.
Beberapa menit kemudian Aluna sudah sampai ke rumah sakit. Wanita itu berjalan sembari terus berbicara kepada sistem.
"Nona waktu tinggal tiga jam lagi! Anda harus mempercepat aksi Anda, Nona" Sistem kembali bersuara.
Aluna yang sudah pasrah hanya bisa mengeluh, "Miss K, bagaimana aku bakalan menyelesaikan misi hari ini dan selanjutnya kalau sifat Alvin kasar seperti itu kepada Luna!"
...Sistem kembali bersuara, "Anda harus lebih bersabar lagi, Nona"...
"Padahal tadi aku berusaha berdamai mencoba meluruskan salah paham Alvin kepada Luna, tapi dia malah menyuruhku keluar dari dalam mobil!"
Justru aku bukanlah orang yang sabar untuk menghadapi lelaki seperti itu! Gumam Aluna.
..."Semangat, Nona. Anda pasti bisa! Anda masih punya waktu tiga jam lagi. Pergunakan waktu itu sekarang!" seru Miss K....
Sambil terus menggerutu Aluna terus berjalan melewati beberapa deret ruang inap. Suasana rumah sakit sudah semakin sepi malam itu. Bahkan hanya terlihat beberapa orang dan perawat yang berlalu lalang di luar ruangan.
Sebentar lagi Aluna sudah sampai ke kamar inap Nenek Alma. Tampak dari kejauhan Aluna melihat Alvin sedang berjalan mendekatinya.
Aluna sangat malas berhadapan dengan Alvin kali ini. Pasalnya Alvin begitu mempersulit Aluna dalam menyelesaikan misinya.
"Luna, Tolong jaga nenek malam ini. Nenek terus saja mencari mu!"pinta Alvin sudah di dekat Aluna.
Walaupun sempat marah dan bertengkar. Alvin menganggapnya sekarang seperti biasa saja saat bertemu dengan Luna kembali. Tidak ada kata maaf yang terlontar dari bibirnya. Pria itu sulit sekali menurunkan harga dirinya.
Apa seperti ini kalau menikah dengan pria seperti es batu? Bahkan tak ada kata maaf sebelum ia meminta tolong kepadaku! Kalau bukan karena nenek yang memintaku. Aku tidak mau menuruti permintaannya. Gerutu Aluna dalam hati.
Alvin menoleh ke arah Aluna, "Aku pergi dulu, Luna. Jaga nenek baik-baik"
Bahkan dia tak mengatakan Terima kasih kepadaku! batin Aluna lagi.
Aluna tidak menjawab iya atau tidak kepada Alvin. Wanita itu hanya melihat sekilas Alvin lalu kembali berjalan ke depan. Aluna begitu kesal karena misinya belum terselesaikan hari ini.
"Luna!"
Pria itu mencoba memanggil nama istrinya karena Luna tak menjawab ucapannya. Namun Aluna tetap berjalan ke depan menghiraukan Alvin.
Jaga dirimu baik-baik Luna. Batin Alvin memandang Aluna yang terus berjalan tak menoleh menjauhinya.
Saat Aluna hendak masuk kedalam ruangan, Helen membuka pintu. Keluar dari dalam ruangan dan berjalan cepat menghampiri Alvin.
"Tuan Alvin," teriak Helen.
Kedua wanita yang saling melihat itu tidak saling menyapa. Helen menghampiri Alvin dan mengacuhkan Aluna.
Alvin yang dari tadi memperhatikan Aluna, Melihat ke arah Helen yang berjalan cepat mendekatinya.
"Tuan, Aku sudah selesai menemani nenek. Bolehkah aku pulang bersama mu?" tanya Helen kepada Alvin.
Alvin masih melihat ke arah Luna.
"Tuan, Aku sudah mengantuk! Tolong antar aku pulang ke rumah sekarang, Aku tidak berani pulang malam-malam begini sendirian," ucap Helen berusaha merayu.
Aluna masih terus memperhatikan mereka berdua. Helen yang wajahnya mirip sekali dengan adiknya di dunia nyata. Terlihat seperti berusaha mencari perhatian Alvin.
"Apa nenek sudah baikan?" tanya Alvin kepada Helen. Matanya masih terarah pada Aluna di depan pintu. Jarak antara mereka hanya beberapa meter.
"Sudah, Tuan. Aku sangat lelah malam ini!" Helen menggandeng lengan Alvin. Mencoba menjauh berbalik arah meninggalkan rumah sakit. Bahkan Alvin membiarkan wanita itu menggandengnya.
Benar-benar wanita berbulu rubah. Bisa-bisanya ia menggandeng tangan suami orang lain di depan istrinya. Apa wanita itu sudah buta tidak melihatku di sini! batin Aluna kesal terus melihat ke arah mereka berdua.
Tentu saja Helen sengaja melakukan itu di depan Aluna. Ia tak peduli dengan perasaan Luna sama sekali. Helen terus menggandeng lengan Alvin menuju arah pulang. Senyum liciknya ia lontarkan di hadapan Luna.
Alvin jelas tidak akan menolak ajakan ku, Luna! Harusnya kamu menyadari itu.
Aluna yang melihat senyum licik Helen terlihat begitu geram. Bisa-bisanya ada wanita semacam itu di dunia novel.
"Baiklah Miss K, sepertinya aku memang harus menyelesaikan setiap misi yang kamu berikan. Aku benar-benar ingin merubah kehidupan Luna yang menyedihkan disini."
Aluna merasa tertantang ketika melihat kelakuan Helen. Ia benar-benar termotivasi mau merubah novel yang menyedihkan ini dengan novel romantis seperti yang diinginkan sistem kepadanya.
Gadis itu lalu meraih gagang pintu, Lalu membukanya pelan.
"Selamat malam, Nek" sapa Aluna begitu memasuki kamar inap.
Seperti biasa Nenek Alma begitu senang ketika Aluna datang.
"Malam Luna, Apa urusan kalian sudah selesai?" tanya nenek.
"Sudah, Nek. Maaf aku baru bisa menemani sekarang" sahutnya.
Aluna mendekati Nenek Alma yang dari tadi menunggunya. Di sebelah nenek ada seorang wanita berpenampilan elegan sedang duduk. Wanita itu mendekati Aluna.
"Luna, Sebenarnya ada yang ingin aku katakan," ucapnya kepada Aluna.
Aluna balas tersenyum, jelas ia tidak tahu siapa wanita yang berbicara kepadanya. Dari raut muka wanita itu sepertinya tidak bersahabat.
"Luna, Kemari nak. Nenek kangen sekali dengan mu!" ucap Nenek menyela pembicaraan mereka berdua.
Wanita yang berbicara kepada Aluna adalah ibunya Alvin, mertua perempuannya. Clara Wiratama nama wanita itu, Ia tidak menyukai Luna sejak menikah dengan Alvin.
Aluna yang hendak menjawab terpaksa mendekati nenek kembali.
"Aku juga kangen, Nek. Apa nenek sudah baikan?" Aluna memeluk tubuh wanita tua itu yang sudah dianggap neneknya sendiri.
Hanya nenek yang menghargai Aluna disini. Ia yakin nenek akan membantunya menyelesaikan misi yang diberikan sistem.
"Aku sudah agak baikan, Luna. Dari tadi nenek sangat bosan di kamar ini dengan dua wanita itu, Mereka sama sekali tidak bisa menghiburku sama sekali!" ucap Nenek Alma menyindir Nyonya Clara, menantunya.
Nenek Alma ingin sekali duduk namun tubuhnya sulit digerakkan, "Biar aku sedikit naikkan kasurnya, Nek. Agar nenek bisa duduk dengan nyaman," ucap Aluna. Nenek Alma tersenyum mengangguk.
Aluna lalu membantu Nenek Alma dengan menaikkan kasur rumah sakit agar wanita tua itu bisa duduk bersandar.
"Terima kasih, Luna. Kamu memang sangat perhatian tidak seperti wanita itu," ucap Nenek Alma, "Sebaiknya kamu pulang saja, Luna sudah datang kemari!"
Nyonya Clara tidak berani membalas Nenek Alma, Ia hanya diam. Tentu saja wanita itu senang tidak perlu merawat Nenek Alma.
"Pulanglah, aku sudah tidak membutuhkanmu," ucap nenek lagi.
###
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
HarleyQueen
definisi mau hasil bagus tapi nggak mau bantu 😌🤣
2022-03-19
1
anime.wibu 😘
next kak 😁
2022-03-18
1
ria aja
knp juga klw ga suka d batalin aja prjodhan
2022-03-17
1