Aluna yang dari tadi tidak berani menatap balik Alvin begitu kaget ketika pria itu tiba-tiba mencengkeram lehernya. Berani-beraninya ada pria yang berbuat kasar seperti itu kepadanya.
Dengan keras Aluna mendorong Tubuh Alvin agar ia bisa melepaskan cengkraman tangan Alvin dari lehernya. Aluna tidak memperdulikan statusnya sebagai istri seorang Alvin, menurutnya seorang suami tak pantas memperlakukan seperti itu kepada istrinya. Kalau bukan di kantor polisi, Jelas Aluna sudah menonjok wajah Alvin saat itu juga.
"Uhk, Lepaskan! Beraninya kamu berbuat kasar seperti ini terhadap istrimu!" teriak Aluna. Cengkeraman Alvin membuatnya batuk.
Mata Aluna melotot lebar ke arah Alvin, Seakan balas menantangnya. Kalau sampai pria di hadapannya berbuat kasar lagi, bahkan Aluna siap menerkam hidup-hidup Alvin kali ini.
Nafas Aluna begitu memburu setelah Alvin melepaskan tangannya. Dalam pikiran Alvin, Luna hanyalah wanita yang lemah dan tunduk kepadanya.
"Tuan Alvin. Kamu pikir aku adalah wanita yang lemah? Oh, Tidak! Bahkan kelakuan mu tadi mencerminkan kalau kamu tidak menyayangi istrimu!" ketus Aluna.
"Sekali lagi Anda berani berbuat kasar kepadaku! Aku tidak segan akan membalasnya!" ketus Aluna lagi sambil berjalan menjauhi Alvin yang tak membalas ocehannya.
Alvin terdiam tak menyangka kalau istrinya bisa seberani itu kepadanya. Bahkan ia semakin terkesima dengan sikap berani Aluna.
Satu jam kemudian.
Aluna yang kesal kembali ke ruang penyelidikan. Ia sengaja duduk menjauhi Alvin yang sibuk menelepon pengacaranya.
Setelah kejadian itu, Alvin tak berani berbicara kepada Aluna. Sudah berjam-jam lamanya mereka sedang berada di kantor polisi dengan keadaan sama-sama terdiam.
Waktu menunjukkan jam sembilan malam, Tiga jam lagi misi itu akan terlewati. Dan otomatis Aluna tidak bisa menyelesaikan misi hari ini. Aluna begitu kalut terus memandang jam di dinding dengan perasaan tak karuan.
Untungnya pengacara yang dihubungi Alvin segera datang. Pengacara langsung mendatangi polisi memberikan uang jaminan untuk membebaskan Aluna.
Karena masalah itu, surat ijin mengemudi Alvin terpaksa ditahan oleh pihak kepolisian sebagai jaminan. Aluna keluar dari kantor polisi dengan perasaan yang teramat sedih.
"Sebaiknya kita kembali ke rumah sakit nenek sedang menunggumu," ucap Alvin pelan. Ia tidak berani lagi berbuat kasar kepada Aluna. Wanita itu hanya menoleh tak menjawab ucapan Alvin.
Aluna berjalan mengikuti Alvin di belakangnya. Tentu saja ia mau karena ia sudah berjanji kepada nenek kalau ia akan menemaninya malam ini.
Sekarang mereka berdua telah masuk kedalam mobil yang dikendarai sopir pribadinya. Aluna masih mendiamkan Alvin semenjak di dalam kantor polisi sampai sekarang.
Waktunya tinggal tiga jam lagi. Aku tidak akan bisa menyelesaikan misi hari ini. Aku bahkan terlihat begitu menyedihkan. Batin Aluna.
Walaupun diam, wanita itu masih terus berpikir harus melanjutkan misinya atau tidak.
Tidak! Bagaimanapun caranya aku harus tetap menyelesaikan misi hari ini. Batin Aluna begitu optimis.
Aku harus mengambil kartu bank miliknya lagi! Tapi bagaimana caranya? Pasti pria kasar ini tidak akan memberikannya lagi? Baiklah kalau begitu aku akan menggunakan cara yang lain!
Demi menyelesaikan misi hari ini, Aluna berpikir keras mendapatkan kartu itu kembali. Ia yakin kalau memintanya langsung, Alvin pasti tidak akan memberinya.
"Luna! Apa yang sedang kamu lakukan?" Alvin sangat kaget ketika Aluna mendekatkan tubuhnya dan menempelkan tangannya.
Dengan gerakan cepat Aluna memojokkan Alvin yang sedang duduk di sebelahnya. Wanita itu lalu meraba bagian dada Alvin berusaha mencari dompet miliknya. Pikirnya dompet Alvin ada pada saku bajunya.
Sopir yang sedang mengendarai mobil berpura-pura tidak melihat kedua majikannya.
"Luna," ucap Alvin lagi. Ia yang kaget membiarkan istrinya meraba-raba bagian dadanya.
Sepertinya kamu sedang berusaha merayuku. Batin Alvin tersenyum tipis.
Rambut Aluna yang terurai menutupi matanya. Alvin mulai mencium bau tubuh istrinya yang begitu menggoda Kali ini. Aluna masih terus meraba bagian tubuh milik Alvin karena ia merasa dengan cara seperti itulah ia tidak perlu susah meminta kepada Alvin.
Tiba-tiba.
Srek.
Pria itu begitu bergetar dibuatnya ketika tangan Aluna tidak sengaja menyentuh bagian keras milik Alvin. Wanita yang masih belum paham betul apa yang barusan disentuhnya itu, masih saja terus mencari keberadaan dompet milik Alvin.
Ah.. Kelakuanmu benar-benar membangkitkan nafsuku! Batin Alvin berusaha mengatur nafasnya.
Karena tak kuat, diraihnya pinggang Aluna dan menaikkan tubuh wanita itu ke pangkuannya, "Sebenarnya apa yang sedang kamu cari? Apa kamu sengaja menggodaku?" ucap Alvin sangat pelan di telinga Aluna.
Aluna yang menyadari tubuhnya sudah berada di pangkuan Alvin begitu terperanjat, "Tu-tuan, Lepaskan aku!" ucap Aluna berusaha lepas dari pelukan Alvin.
Tentu saja ini baru pertama kali bagi seorang Aluna diperlakukan seperti itu oleh lelaki.
"Kenapa? Bukankah kita sudah resmi sebagai suami istri? Tidak ada salahnya kalau kita melakukannya di sini," ucap Alvin pelan begitu menginginkan yang lebih dari seorang Aluna.
Dari awal menikah sampai sekarang Alvin belum pernah menyentuh sama sekali tubuh istrinya. Kali ini bau tubuh Aluna membuat hasratnya sebagai seorang laki-laki mendadak bangkit kembali.
Aluna begitu ketakutan ketika tatapan mata Alvin begitu sangat berbeda saat ini.
Sial! Kenapa aku tak bisa melepaskan pelukannya yang begitu sangat kencang kali ini. Batin Aluna.
Alvin mencoba mendekatkan wajahnya ke arah bibir Aluna. Lagi-lagi gadis itu menghiraukannya. Aluna memalingkan mukanya saat Alvin hendak merengkuhnya.
"Tuan! Jangan lakukan!" ucap Aluna pelan.
Tentu saja Aluna tidak menginginkannya, Aluna tidak memiliki perasaan sedikitpun terhadap Alvin.
Melihat itu Alvin begitu tersinggung. Dilepaskannya Aluna dari pelukannya, "Kenapa kamu tidak mau? Apa karena kamu masih mencintai Devan?" ketus Alvin benar-benar marah.
Aluna kembali duduk di kursi sebelah Alvin merapihkan dress yang dipakainya. Wanita itu memegang dadanya kembali mengatur nafas. Ia belum siap melepaskan ciuman pertamanya kepada seorang pria. Walaupun pria dalam dunia novel sekalipun.
Alvin yang duduk bersebelahan dengannya begitu sangat marah kepada Aluna, pria itu terus menghina Aluna berkali-kali.
"Aku sudah tau siapa kamu, Luna! Bahkan kamu tidak lebih dari seorang wanita jala*g. Aku tahu kamu tidak ingin melakukannya kepadaku karena kamu sudah tidak suci lagi. Kamu sudah memberikan keperawanan mu terhadap lelaki lain, Dasar wanita murahan!" ketus Alvin.
Aluna mendengar itu begitu tersinggung, baru sekarang ada laki-laki yang berani mengatakan kata kotor itu kepadanya.
"Anda berkata apa, Tuan?" ucap Aluna menaikkan nada bicaranya.
Alvin tersenyum miring di depan Aluna, "Wanita murahan sepertimu tidak pantas untuk lelaki seperti ku!"
Kata-kata Alvin barusan membuat darah tinggi Aluna kembali naik. Dari tadi ia mencoba menahan diri agar tidak melawan Alvin. Namun sekarang Aluna sudah kehabisan kesabaran. Tangannya mengepal keras.
Bug.
Bogem mentah dari Aluna mendarat ke wajah Alvin.
###
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
Septi Verawati
mantap 👊👊👊
2022-12-07
1
DNK • SLOTH SINN
next thor
2022-07-03
1
anis hanna
tulah mulut tak dijaga
2022-05-09
2