...[Misi hari pertama Anda adalah menghabiskan isi kartu bank milik Tuan Alvin. ]...
"Bagaimana mungkin pria kasar itu memberikan kartu bank miliknya kepadaku!" Aluna mendengus kesal.
Wanita itu duduk di tepi kasur sambil terus memikirkan bagaimana cara agar ia bisa mendapatkan kartu bank milik pria yang mendorongnya.
"Katakan padaku bagaimana caranya agar pria itu mau memberikan kartu bank miliknya, apa tadi kamu tidak melihat caranya yang begitu kasar memperlakukanku?" ketus Aluna.
...[Nona, Aluna. Anda harus berusaha sendiri merayu Tuan Alvin agar menyerahkan kartu miliknya. ]...
Aluna kembali berdiri di depan kaca mondar- mandir seperti orang kebingungan. "Merayu? Bahkan aku tidak pandai merayu seperti yang kau katakan! Sebenarnya seperti apa sifat pria itu? Bagaimana mungkin ada suami yang tega mengurung istrinya sendiri di kamar seperti ini!" serunya kesal.
Aluna memandang tubuhnya di depan cermin, jelas tubuh yang ia singgahi tidak sama dengan kepribadiannya. Aluna yang tidak pernah mengenakan dress, terlihat anggun dan feminim. Tidak sama seperti pakaiannya di dunia nyata yang cenderung kasual.
...Miss K kembali berceloteh, [Baiklah, Nona. Aku akan menjelaskan sebagian besar sifat Tuan Alvin terhadap Nona Luna.]...
...[Alvin adalah pria yang paranoid. Sifatnya muda sekali cemburu dan berubah, bahkan dia bisa lebih kejam lagi terhadap Anda hari ini, Nona.]...
Mendengar itu, Aluna langsung membulatkan matanya.
"Lebih kejam bagaimana? Bisa-bisanya wanita secantik ini mau diperistri pria seperti itu. Kepribadiannya tidak sesuai dengan wajahnya yang tampan," racau Aluna sambil terus bercermin.
...[Nona Aluna, Sampai kapanpun Anda tidak akan keluar dari kamar ini sebelum Tuan Alvin yang mengizinkan Anda keluar! Bahkan sepertinya hari ini Tuan Alvin tidak akan memberimu makan. ]...
Mendengar ucapan Miss K barusan membuat emosi Aluna kembali naik. Aluna mengepalkan tangannya tidak terima.
"Apa? Jadi dia tak akan memberiku makan hari ini? Pria yang kejam! Aku tidak bisa tinggal diam! Seenaknya saja pria itu mengurungku disini tanpa memberiku makan sama sekali!" geram Aluna. "Konyol! Kalau seperti ini terus aku bisa mati di sini!"
Gadis itu berdiri sambil menyilang kan tangannya di depan. Ia masih terus berpikir hal apa yang harus ia lakukan agar bisa keluar dari kamar ini.
Aluna masih berdiri di depan cermin, bibirnya yang mengerucut menandakan hatinya sedang tidak baik kali ini. "Baiklah, daripada aku hanya diam di sini, lebih baik aku cepat bertindak!"
Dengan langkah pasti Aluna berjalan menelusuri setiap sudut kamar. Bibir gadis itu tersenyum menyeringai.
"Ok! Aku tidak peduli siapa aku dan dirimu, Tuan! Dengan cara apa pun, hari ini aku akan mencoba mengambil kartu Bank milikmu agar aku bisa kembali pulang ke duniaku!" Aluna berjalan pelan menuju sebuah lemari.
Dengan kedua tangannya dia membuka lemari itu secara lebar. Aluna langsung memilah apa saja yang ia perlukan sekarang.
"Sepertinya aku harus mengganti pakaian wanita ini." Aluna menggelengkan kepalanya tidak menyukai pakaian Luna sekarang. Diraihnya satu setel baju olahraga dan sepatu yang ada di dalam lemari.
"Baik Miss K, misi kamu hari ini akan aku terima!"
Secara cepat Aluna mengganti dress yang dipakainya dengan baju olahraga. Aluna mengikat rambutnya ke atas. Diusapnya pelan kain kasa yang menutup dahinya. Terlihat jelas bekas luka akibat kecelakaan mobil yang menimpanya. Aluna lalu memakai sepatu sport yang ada di etalase lemari.
Aluna memanaskan badannya terlebih dahulu dengan gerakan ringan. Walaupun masih belum percaya seratus persen Aluna mulai meyakini kalau ia memang tidak berada di dalam dunia nyata.
Senyum datar gadis itu terlukis di wajahnya. Gadis dengan tinggi 165 centimeter dengan berat 58 Kg itu berjalan mendekati pintu. "Aku tidak akan membiarkanmu menindas ku, Tuan!"
Dari kecil Aluna terlahir sebagai gadis yang kuat. Aluna memiliki kemampuan berlari kencang dan ahli dalam berbagai olahraga lainnya, dia juga menguasai sedikit ilmu beladiri. Di dunia nyata pekerjaan berat sudah biasa dia lakoni, bahkan karena saking terbiasanya tangannya sedikit berotot dan kakinya sangat kuat.
Sekarang gadis itu sedang berdiri tidak jauh dari pintu. Memakai pakaian olahraga dan sepatu sport, Aluna mulai mengatur napasnya.
"Baiklah aku akan mendobrak pintu ini!" ucap Aluna, dia lalu memasang kuda-kuda, melebarkan kakinya sebahu dan mengepalkan kedua tangannya. Sebelum mendobrak, Aluna memundurkan langkahnya lalu berlari kencang mendekati pintu.
"AAAAA!" teriaknya keras.
BRAK!!
Dengan sekali tendangan, Aluna berhasil membuat pintu itu terbuka. Hampir saja tubuhnya jatuh ke lantai.
"Akhirnya berhasil juga," gumam Aluna mengusap wajahnya dengan lengannya sembari mengatur nafasnya. "Fiuh ...."
Aluna kembali melemaskan kaki dan tangannya, Sekarang masih ada rintangan satu lagi. Aluna telah berdiri di atas balkon kamarnya, dia sedang berpikir bagaimana caranya ia bisa turun dari balkon lantai dua yang sekarang ia pijak.
Tak menunggu waktu lama, gadis itu kembali nekat. Balkon yang berada di lantai dua akan dilaluinya. Aluna menuruni balkon dengan melompati pagar besi lalu menginjakkan kakinya di kotak pembuangan AC yang ada di samping balkon. Sekarang dia sedang berdiri di kotak itu.
Selanjutnya untuk sampai di lantai bawah, dIa harus melompat setinggi tujuh meter dari atas. Aluna kembali mengatur strategi agar bisa mendarat dengan sempurna ke lantai satu.
"Baiklah, Hal seperti ini tidak sulit bagi seorang Aluna, Fiuh..." ucap Aluna pelan.
Beberapa pelayan rumah tangga yang ada di bawah, tampak terkejut melihatnya berdiri di atas balkon lalu meneriakinya.
"Nona ... apa yang sedang Anda lakukan? Tetap di atas, Nona! Anda bisa terjatuh!" teriak seorang pelayan kepadanya.
Aluna yang melihat itu balik meneriakinya. "Minggir, Jangan berdiri di situ. Kamu bisa kena tubuhku!"
Gadis yang mengidolakan Bruce Lee itu sebentar lagi akan melompat dari lantai dua ke lantai satu. Sementara pelayan yang melihatnya sangat ketakutan. Bagaimana mungkin seorang Nona Luna yang ia kenal lembut berperilaku seperti lelaki.
Bug.
Lompatan yang indah berhasil dilakukan Aluna dengan mudah. Aluna kembali meregangkan kakinya.
"Akhirnya, sampai juga ke lantai satu," ucap Aluna puas.
Para pelayan yang melihat perilaku Aluna sangat terkaget. Mereka tidak menyangka kalau yang di depan mereka adalah majikannya.
"No-nona Luna, kenapa Anda sampai lompat dari lantai atas?" tanya seorang pelayan.
Aluna melihat beberapa pelayan itu sekilas. "Apa kalian pelayan di rumah ini?"
Para pelayan mengangguk menjawab pertanyaan Aluna.
"Kalau begitu, katakan padaku di mana Tuan Anda sekarang? Aku ingin menemuinya," ucap Aluna tenang bertanya kepada salah satu pelayan yang masih terbengong melihatnya.
Tidak ada yang menjawab. Beberapa pelayan mulai ketakutan mereka saling melihat satu sama lain. Semua pelayan tidak ada yang berani menjawab pertanyaan Aluna.
"Aish.. Apa kamu tidak mendengar ku, hah! Sekarang katakan pada kau di mana Tuanmu?" tanya Aluna bertambah keras.
###
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentarnya.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
DNK • SLOTH SINN
next
2022-07-03
1
Msahlan Msahlan
selanjutnya
2022-05-12
1
Bundanya M Arya
lanjut tour
2022-04-07
2