Bug!
Karena kesal Aluna menonjok bibir Alvin sampai berdarah. Pria itu benar-benar dibuat takluk oleh wanita yang dianggap lemah olehnya.
Jelas Aluna mampu membuat bibir lelaki itu sampai berdarah, dari kecil Aluna sudah berlatih ilmu bela diri dan berlatih tinju. Bahkan di dunia nyata Aluna bekerja sampingan sebagai seorang penjaga galon. Satu galon besar yang penuh dengan air bisa diangkatnya dengan mudah menggunakan satu tangannya.
Alvin mengusap darah yang keluar dari bibirnya. Untuk pertama kalinya ia di pukul sampai berdarah oleh seorang wanita.
Seusai memukul terlihat rasa bersalah pada diri Aluna. Wanita itu benar-benar sudah habis kesabaran. Menurutnya sekali-kali pria seperti Alvin diberi pelajaran.
"Kenapa kamu mendadak kuat seperti ini? Apa Devan yang mengajarkanmu agar berani meninju ku?"
Alvin tidak berani membalas Aluna yang begitu kuat sekarang.
"Apa? Siapa Devan?" tanya Aluna. Berulang kali ia mendengar Alvin menyebutkan nama pria itu.
Alvin memalingkan mukanya, "Apa kamu pura-pura tak mengenalnya?"
Aluna baru ingat kalau Luna sedang amnesia. Ia menggunakan cara itu agar Alvin memberikan penjelasan kepadanya.
"Ingatanku sedang tidak baik, Tuan. Jelas aku tidak mengenal siapa Devan yang Anda maksud? Apa dia kakak ku?" tanya Aluna penasaran.
Mobil yang mereka tumpangi masih terus melaju. Meskipun mereka sedang bertengkar. Sopir di depan pura-pura tak melihat kedua majikannya yang sedang berseteru.
"Jadi kamu mau tau siapa itu Devan?" ketus Alvin.
Aluna mengangguk, Jelas ia begitu sangat penasaran, "Katakan padaku siapa Devan?"
"Tepatnya Devan adalah selingkuhan mu. Pria yang sengaja ingin merusak rumah tangga kita. Bukannya kemarin malam kamu habis bersamanya?"
Mendengar penjelasan Alvin, Luna begitu terperangah.
Apa mungkin sebenarnya Luna yang bersalah? tanya Aluna dalam hati.
"Apa kamu ingin mengingatnya lagi kalau kamu pernah bermalam bersama Devan di sebuah hotel, sehari sebelum pesta pernikahan kita?" ketus Alvin.
"Apa?" Aluna begitu kaget, "Haish.. Aku tidak yakin aku melakukan hal itu!"
Alvin tersenyum tipis, "Bahkan Aku melihatnya sendiri, apa kamu masih ingin mengelak!"
Aluna yang mendengar itu berusaha membela Luna, sebelum ia ke rumah sakit, ia sempat bertanya banyak kepada sistem bagaimana kepribadian seorang Luna yang ia pakai tubuhnya. Menurut sistem, Luna adalah pria yang setia dan sangat mencintai Alvin. Tuduhan yang Alvin katakan barusan, menurutnya adalah salah paham belaka.
"Kalau kamu melihatnya, Kenapa Anda tak datangin aku langsung waktu itu? Mungkin Anda salah melihat orang, Tuan!" Aluna masih mempercayai kalau Luna adalah wanita baik-baik.
Alvin mendengus kesal, Nyatanya emang dia tak melihat langsung. Ia hanya melihat dari Video yang dikirimkan kepadanya.
"Bahkan aku punya Video saat kamu bersama Devan malam itu!" Alvin memalingkan mukanya tak ingin melihat Aluna.
"Baiklah kalau aku pernah berselingkuh dengan Devan, tunjukan Videonya kepadaku! Aku ingin melihatnya sekarang dan membuktikan kalau tuduhan mu benar!" ketus Aluna kesal.
Pria itu mulai gusar saat Aluna meminta video dirinya bersama Devan. Jelas kalau dia tak ingin melihatnya lagi. Begitu menyakitkan bagi seorang Alvin menyaksikan lagi istrinya bersama pria lain.
"Aku sudah tak ingin berseteru lagi denganmu! Sekarang lebih baik kamu turun dari mobilku!" ketus Alvin.
"Pak, tolong hentikan mobilnya," ucap Alvin lagi kepada sopir pribadinya.
"Aku ingin melihat video itu? Kenapa Anda malah menyuruh ku turun? Apa Anda benar-benar tidak menyayangi istri Anda membiarkan berjalan seorang diri di tengah malam seperti ini!" Aluna benar-benar tak habis pikir dibuatnya.
Pria itu tidak memperdulikan sama sekali ucapan Aluna, ia begitu muak setiap kali membahas masalah Devan.
"Aku bilang turun. Cepat keluar dari mobilku!" teriak Alvin keras ketika mobil sudah berhenti.
"Tuan! Sepertinya Anda sudah salah paham denganku. Apa kita tidak bisa memperbaiki hubungan kita kembali agar lebih harmonis."
"Keluar, jangan membuatku semakin marah lagi!" Tetap saja Alvin menyuruhnya keluar.
Aluna mendengus kesal, bisa-bisanya ada lelaki yang begitu angkuh seperti itu kepada istrinya. Jelas-jelas Alvin bukan pria yang penyayang.
Aluna membuka pintu mobil dengan keras, "Baiklah kalau kamu menyuruh ku keluar, Aku akan keluar sekarang! Lelaki kasar sepertimu tidak pantas menjadi suamiku!" geram Luna. Kakinya melangkah keluar dari dalam mobil.
Tentu saja Alvin membiarkan Aluna keluar dari mobilnya begitu saja, Tak sedikitpun ia melarang istrinya agar tidak jadi keluar.
Setidaknya memohon lah kepadaku kenapa kamu tak melakukan itu, Luna.
Brak!
Dibantingnya pintu mobil dengan keras oleh Aluna.
Sebenarnya Aluna ingin sekali menggunakan kesempatan ini agar bisa meluruskan ke salah pahaman Alvin kepada Luna. Ia yakin kalau Luna bukanlah wanita yang buruk.
Baru keluar dari dalamnya, mobil itu sudah melaju kembali.
"Dasar pria Angkuh! Bisa-bisanya seorang Luna memiliki suami kasar seperti itu!" Aluna masih terus mengoceh sambil berjalan.
Kenapa aku harus menghadapi situasi sulit seperti ini! batin Aluna.
Kakinya terus berjalan di atas trotoar. Suasana malam itu begitu sepi, hanya ada satu dua kendaraan yang melewatinya. Aluna tidak tau harus kemana sekarang, ia terus berjalan sambil terus mengoceh.
"Sepertinya Aku tidak bisa menyelesaikan misi hari ini!" gerutu Aluna masih terus berjalan.
Ia ingin melihat waktu di Handphone milik Luna yang sudah Ia bawa dari rumah, namun Handphone yang dicarinya ternyata tertinggal di mobil.
Aluna kembali menepuk kalung yang Ia pakai.
"Miss K, Apakah aku telah gagal untuk menyelesaikan misi hari ini?" tanya Aluna kepada sistem.
...Sistem menjawab, "Berusahalah, Nona. Anda masih punya sedikit waktu lagi"...
Aluna masih terus meratapi nasibnya. Sambil terus berjalan ke depan, Gadis itu terus mengutuk nasib sial yang di terimanya hari ini.
Tin.. tin.
Suara klakson terdengar dari telinga Aluna. Gadis itu menoleh, Ternyata mobil Alvin sudah ada di sebelahnya.
"Nona Luna, Tuan Alvin menyuruh saya mengantarkan Anda, Nona" ucap sopir pribadi Alvin keluar dari dalam mobil lalu berlari mendekati Aluna.
Senyum merekah terlukis di bibir Aluna.
"Masuklah, Nona. Saya akan mengantar Anda sampai ke rumah sakit," ucap sopir sambil membuka pintu mobil.
Terlihat di dalam mobil itu sudah tidak ada Alvin di dalamnya.
"Tuan Alvin kemana?" tanya Aluna.
"Tuan, Pulang naik taxi, Nona" sahut sopir, "Tuan memerintahkan saya agar kembali menjemput Nona."
Aluna kembali memasuki mobil itu, Dilihatnya Handphone dan kartu bank milik Alvin di kursi yang akan ia duduki. Aluna lalu mengambil kedua benda itu.
Sesaat setelah Aluna turun, Alvin begitu khawatir, terlebih lagi tempat itu begitu sepi. Jarang ada taxi yang lewat. Alvin lalu menyuruh sopir pribadinya agar menghampiri Aluna kembali. Ia lalu pulang dengan menggunakan taxi.
###
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
Nanik Lestari
oh God bencinya diriku dengan si Luna ini
2023-04-08
0
DNK • SLOTH SINN
next
2022-07-03
1
Sisi Tarsun San'ngisa
bukannya dipart sebelumnya Aluna sudah menemuka bukunya Luna, sempet baca kenapa ga ditelusuri lagi
2022-04-15
1