"Heuh..Kalian benar-benar tidak bisa membantuku sama sekali!" gerutu Aluna mendengus kesal.
Aluna berjalan melewati sekumpulan pelayan yang tengah mengerumuninya. "Anda mau ke mana, Nona?" ujar salah satu pelayan, "Anda tidak boleh keluar dari rumah ini!" seru seorang pelayan lagi menghadang Aluna.
"Aish..Aku tidak punya urusan dengan kalian! Urusanku hanyalah dengan Tuan Muda kalian yang kejam itu. Minggir, beri aku jalan!" cetus Aluna menyingkirkan satu pelayan yang menghalanginya.
"Nona, berhenti! Tuan Alvin akan marah besar!" seru seorang pelayan lagi. Pelayan yang menghadang Aluna ada lima orang.
Para pelayan yang melihat Aluna akan keluar dari pintu, langsung menuju pintu menutupnya dengan badan mereka yang sudah berjejer rapi di depannya.
Tanpa menyerah Aluna yang kesal lalu berbalik mencari akses jalan lain agar bisa keluar dari ruangan itu dan segera mencari pria yang dicarinya. "Baiklah! Aku akan mencari pintu keluar lain," sahut Aluna.
Kakinya melangkah ke arah jendela yang setengah terbuka, dengan gerakan cepat Aluna berlari dan melompati jendela itu.
Hap!
"Sudah aku bilang, aku bisa melewati kalian dengan pintu yang lain!" ucap Aluna mengedipkan satu matanya setelah berhasil melompati jendela itu.
Para pelayan nampak terkejut dan ketakutan, mereka tak mau kena imbas kemarahan dari Tuan Alvin karena membiarkan Aluna kabur.
"Nona, jangan keluar. Tetaplah di sana!" teriak salah satu pelayan. Mereka berlari mengejar Aluna yang pindah ke ruangan sebelah lewat jendela. Rupanya jendela itu terhubung tepat di salah satu restoran yang ada di mansion.
Tuan Alvin sengaja membuat salah satu ruangan di mansion miliknya seperti restoran. Tempat itu sangat megah seperti restoran mewah di luar. Aluna yang baru sampai berdecak kagum melihat isi dari rumah itu.
Bahkan di dalam rumah ini terdapat restoran, Rumah ini benar-benar besar. Aku harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mencari pria itu. Gumam Aluna.
Salah satu kepala pelayan wanita yang mengetahui itu berlari menghampiri Aluna. "Nona, sebaiknya Anda kembali ke kamar. Tuan Alvin pasti sangat marah kalau melihat Anda keluar," tutur kepala pelayan itu lembut.
Kepala pelayan tidak berhenti melihat penampilan Aluna yang tengah berdiri di hadapannya. Bagaimana mungkin seorang wanita lembut bisa berubah secara drastis dalam waktu semalam. Nona Luna yang dia kenal berbanding terbalik dengan yang ia lihat sekarang.
"Siapa Anda? Apa Anda juga pelayan dari pria kejam itu?" tanya Aluna begitu polos. Jelas dia tak mengenal siapa pun di rumah itu kecuali pria yang mendorongnya dan wanita yang berwajah mirip dengan adiknya.
"Apa Nona tidak mengingat apa pun setelah kecelakaan itu?" tanya kepala pelayan. Tadi malam majikannya memang habis terjatuh dari tangga.
Aluna menggaruk kepalanya, dia baru sadar kalau sekarang berada pada tubuh Luna. "Em..Sepertinya begitu! Ingatanku sedikit lemah setelah kecelakaan itu!" sahut Aluna tersenyum simpul.
Setelah mendengar pengakuan Aluna, sepertinya kepala pelayan perempuan itu meyakini kalau Nona mudanya mendadak Amnesia. "Apa Anda benar tak mengenalku, Nona?"
Aluna hanya melontarkan senyum kepada kepala pelayan di depannya sembari menggaruk kan kepalanya yang tak gatal.
Jadi sekarang wanita ini tengah amnesia, pantas saja kelakuannya begitu aneh sekali. Baiklah Nona, Akan aku layani Anda hari ini. Batin kepala pelayan tersenyum licik.
Tiba-tiba saja setelah mendengar Aluna yang amnesia, terlihat sifat asli pelayan utama. Dari dulu pelayan itu memang tidak menyukai kehadiran istri dari majikannya. Aluna yang sangat sopan kepadanya, mendadak diperlakukan kasar setelah mendengar ia amnesia.
"Apa Anda tidak tahu Nona, Tuan muda tidak memperbolehkan nona keluar kamar, kenapa Anda bersikeras keluar?" ketus kepala pelayan.
"Aku bosan berada di kamar!" seru Aluna, pandangannya tiba-tiba teralihkan ketika seorang pelayan membawa ayam goreng melewatinya. "Wah sepertinya ayam gorengnya lezat, bolehkah aku memakannya?" Aluna meraih ayam goreng di piring yang dibawa salah satu pelayan, dia pikir dengan menjadi nyonya di rumah itu, apa saja bisa dia peroleh dengan mudah.
Baru sebentar ayam goreng itu diraih Aluna, kepala pelayan mengambil ayam ditangan Aluna yang hampir masuk ke mulutnya. "Nona, Tuan muda belum boleh menyuruh Anda makan"
Aluna yang sudah hampir menggigit ayam goreng nampak terbengong dengan kelakuan pelayan di depannya. Gadis yang sedang kelaparan itu menatap ayam goreng dengan air liur yang hampir menetes.
"Anda seharusnya berada di kamar! Jangan mempersulit pekerjaanku. Atau aku akan menggunakan cara kasar untuk Anda!" kepala pelayan menarik tangan Aluna agar ikut dengannya. Menurutnya dengan memperlakukan Aluna seperti itu, tak akan membuat Tuan Mudanya marah kepadanya.
Aluna yang masih memandang lapar ayam goreng sangat kaget ketika kepala pelayan menyeretnya yang sedang duduk. "Apa yang akan kamu lakukan?"
Kepala pelayan dengan kasar menarik lengan Aluna. "Masuklah ke dalam kamar Anda. Agar amnesia Anda segera sembuh, Nona!" ketus kepala pelayan. dia sangat puas bisa mengerjai majikannya. Kepala pelayan menariknya menuju anak tangga.
Sekencang apa pun pelayan itu memegangnya, Aluna dengan mudah menghempaskan tangan kepala pelayan. "Lepaskan Aku! Bukan begini caranya memperlakukan majikan mu, hah!" Aluna melotot tepat di depan muka kepala pelayan. Dia terlihat marah, di dunia nyata tidak ada yang berani melawannya apalagi sampai menyeretnya seperti itu.
Aluna mendorong dengan kasar tubuh wanita itu hingga terjatuh ke lantai. "Beraninya kamu menarik tanganku!"
"No-nona," ucap kepala pelayan terbata. Ia tidak menyangka ternyata wanita yang ia kenal memiliki sifat lembut, kini mampu menghempaskan tangannya dengan mudah. Bahkan tubuhnya terasa sakit sampai terjatuh.
Kenapa Nona Luna mendadak kuat? tanya kepala pelayan di dalam hati.
Aluna berdiri angkuh di hadapan kepala pelayan.
"Begini kah, kamu memperlakukan aku sebagai majikan mu? Apa kamu tidak ingat kalau aku adalah istri dari tuan kalian." Aluna menarik dagu kepala pelayan dengan satu jari telunjuknya. Jelas ia tidak terima diperlakukan seperti itu.
Kepala pelayan yang terjatuh dilantai langsung menunduk ketakutan. Dia masih belum percaya wanita di depannya berubah secepat itu.
"Bukankah aku majikan mu? Aku bisa saja memecat mu sekarang dengan mudah." Aluna menjentikkan jarinya.
"Ma-maafkan saya, Nona!" kepala pelayan memohon sambil berlutut d hadapan Aluna. "Anda boleh menghukumku tapi tolong jangan memecat aku, Nona!" pintanya lagi.
Aluna mendengus kesal. "Baiklah kalau begitu!" Aluna tersenyum menang. "Berikan aku sebuah handphone agar aku bisa menghubungi suamiku," ucap Aluna.
Kepala pelayan yang menunduk, mendongak ke atas melihat majikan wanitanya. "Bukankah Anda punya Handphone sendiri, Nona!" seru kepala pelayan kembali menunduk.
Aluna tampak berpikir sejenak.
"Mmm, tadi siang Handphone aku disita suamiku! Biasa, mungkin suamiku terlalu cemburu denganku!" seru Aluna tersenyum berusaha memberikan alasan agar kepala pelayan tidak mencurigainya.
Kepala pelayan lalu mengambil Handphone di saku bajunya, dia lalu memberikan Handphone kepada Aluna dengan terpaksa.
"Terima kasih, sekarang beri tahu aku berapa nomor suamiku?" tanya Aluna sambil mengecek handphone yang diberikan kepala pelayan.
###
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
DNK • SLOTH SINN
next thor
2022-07-03
1
Bernadeth Graciela
udh minjem nanya pulak ngakak Thor🤣
2022-05-31
2
Triang
,,,
2022-05-18
2