Aluna mencari kontak di Handphone milik kepala pelayan berusaha menemukan nomor telepon suaminya di Handphone itu, "Beritahu aku, kamu menamai apa suamiku di sini?" tanya Aluna lagi.
Kepala pelayan yang semula membiarkan handphonenya di tangan Aluna, mendadak berubah pikiran saat ia mengingat lagi kalau Tuan Alvin tidak boleh memberikan apa pun kepada Nona Aluna tanpa ijin darinya. Tuan Alvin sangat berkuasa di rumah itu, dengan melanggar perintahnya sama saja dengan mengundurkan diri.
"Nona, maaf berikan Handphone milikku! Tuan Alvin tidak memperbolehkan siapa pun menghubunginya, Tanpa ijin darinya," ucap kepala pelayan menyerobot Hp di tangan Aluna.
Untuk yang kedua kalinya apa yang ia pegang Aluna diserobot kepala pelayan, "Hai, tidakkah aku disini sebagai majikan mu! Kenapa perlakuan mu seperti tidak sopan dengan aku?" bentak Aluna dingin, Yang ia tahu di mana pun seorang pelayan akan tunduk kepada majikannya, tidak seperti dirinya sekarang.
Kepala pelayan kembali menunduk memasukkan Handphone di sakunya lagi, "Maaf Nona, Saya baru ingat kalau hari ini Tuan Muda sedang bekerja bersama Nona Helen, Tuan paling tidak suka kalau pekerjaannya diganggu. Apalagi nomor yang Nona Luna gunakan adalah nomor Handphone pribadiku, Tuan Muda pasti akan marah besar dan akan memecat ku!" ucap kepala pelayan.
Aluna semakin bingung dengan posisinya di rumah ini, bukankah dia istrinya? Bener-benar membuat bingung Aluna saat ini.
"Jadi sekarang dia sedang berada dengan wanita lain?” tanya Aluna.
"Iya benar Nona, sebaiknya Anda harus kembali ke kamar sebelum Tuan Alvin tahu kalau Anda akan kabur dari rumah ini. Aku takut kekacauan akan terjadi lagi seperti kemarin. Bahkan yang akan kena imbas bukan hanya Nona, tapi semua orang di rumah ini. Saya mohon, kembalilah ke kamar Anda, Nona!" seru kepala pelayan memohon.
Aluna kembali kesal, bagaimana mungkin ia bisa kembali lagi ke kamar itu, sedangkan ia sudah bersusah payah keluar dari kamar yang lebih mirip dengan penjara.
"Aku tidak mau kembali ke kamar itu! Kalian mau membunuhku perlahan dengan mengurungku di kamar!" ketus Aluna.
Kepala pelayan menggelengkan kepalanya, ia tidak mungkin menyeretnya lagi ke kamar seperti tadi karena Aluna pasti akan mendorongnya lagi. Kepala pelayan kemudian memerintahkan dua orang pengawal menarik Aluna agar kembali ke kamar.
"Pengawal, bawa Nona Luna ke kamarnya," seru kepala pelayan kepada dua orang pengawal berpakaian jas berwarna hitam yang sedang berjaga.
Kedua pengawal mendekati Aluna dan akan membawa gadis itu ke kamar lagi.
"Hentikan! Aku tidak ingin masuk ke kamar itu lagi!" teriak Aluna mencoba menghentikan kedua pengawal yang akan menarik tangannya.
Namun kedua pengawal itu tetap saja membawa Aluna ke kamar. Tangan Aluna masing-masing dipegang erat kedua tangan pengawal, "Aku tidak mau masuk kamar itu lagi! Aku mau pulang ke dunia nyata!" racau Aluna.
Ketika akan menaiki tangga, Aluna menggigit salah satu tangan pengawal dengan keras.
"Aaaaa" teriak salah satu pengawal mencoba melepaskan gigitan Aluna di tangannya, "Nona, lepaskan"
Tak.
Setelah menggigitnya Aluna menginjak keras telapak kaki pengawal yang memegang tangan satunya lagi, "Sudah aku bilang aku tidak mau masuk ke kamar!"
Kepala pelayan kembali menggeleng, kali ini kelakuan Nona Luna tidak seperti biasanya, Nona Luna yang bisanya lemah lembut kini berubah seratus delapan puluh derajat, seperti bukan Nona Luna yang mereka kenal.
"Miss K, kalau begini caranya bagaimana aku bisa menghabiskan rekening Tuan Alvin, kalau untuk menemuinya saja sangat susah!" ucap Aluna keras menepuk tangannya ke kalung yang ada di lehernya.
Sensor kalung kembali menyala setelah ditepuk Aluna beberapa kali.
...[Ada apa Nona?] tanya Miss K....
"Miss K, Bagaimana caraku agar bisa menemui Tuan Alvin, kenapa pelayan disini akan memasukkan aku lagi ke kamar! Apa aku seperti peliharaan di rumah ini!" Aluna benar kesal. Baru kali ini ia diperlakukan seperti seorang tawanan.
Kepala pelayan dan dua orang pengawal nampak bingung melihat Majikannya berkata sendiri. Mereka mencoba mencari siapa yang sedang diajak bicara Aluna.
Rupanya Sistem hanya dapat di dengar oleh Aluna sendiri, Aluna terlihat seperti orang tidak waras di mata mereka karena berbicara sendirian.
"Nona, Anda sedang berbicara kepada siapa?" tanya kepala pelayan masih mencari siapa yang sedang diajak Aluna berbicara.
Aluna dengan enteng menjawabnya, "Memangnya kalian dari tadi tidak mendengar kalau kalung ini dapat berbicara, Lihatlah sensor di kalung ini yang menyala, menandakan kalau ada sesuatu di kalung ini!"
Kepala pelayan dan kedua pengawal saling berpandangan, mereka larut dalam pikiran masing-masing, "Kami tak mendengar apa pun, Nona. Bahkan saya tidak tahu kalau Nona sedang berbicara kepada siapa," sahut kepala pelayan.
Aluna tidak percaya kepada mereka karena tidak mendengar suara dari sistem, " Miss K, Benarkah mereka tak bisa mendengar suaramu?" tanya Aluna.
Sistem tertawa mendengar ucapan Aluna barusan.
...[Ha...ha... Benar Nona, Hanya Anda yang dapat mendengar suaraku!]...
"Masa bodoh, mereka dapat mendengar kamu atau tidak! Sekarang katakan padaku bagaimana caranya agar pria itu datang kemari menemui ku? Bukankah kamu bilang, kalau aku tidak menyelesaikan misi itu hari ini maka aku tidak akan bisa melanjutkan ke misi yang selanjutnya?" tanya Aluna kesal menatap tiga orang di depannya secara bergantian. Ia tidak peduli tanggapan dari tiga orang itu tentangnya.
Sistem kembali bersuara.
...[Anda betul, Nona! Hari ini Anda harus menyelesaikan misi hari pertama. Kalau tidak, Anda tetap berada di hari yang sama. Tidak akan berubah! Sekarang sudah jam satu siang, Nona. Anda masih punya waktu sampai jam dua belas malam agar Anda bisa menghabiskan rekening milik Tuan Alvin. Pergunakan waktu Anda sebaik-baiknya, Nona.]...
Mendengar itu Aluna mondar-mandir tak karuan di depan mereka bertiga. Kepala pelayan dan dua orang pengawal tidak berani menarik Aluna masuk ke kamar lagi. Mereka masih memantau gerak-gerik Aluna agar tidak kabur dari rumah
"Jangan biarkan Nona Aluna keluar dari rumah ini. Sepertinya jiwanya sedang labil, bahkan ia berperilaku aneh hari ini. Berarti benar Nona Luna sedang mengalami Amnesia, Kita jangan sampai lengah. Kalau Nona Aluna sampai kabur, Tuan Alvin akan membunuh kita," bisik kepala pelayan kepada salah satu pengawal.
Aluna yang mendengar mereka saling berbisik terlihat curiga, "Apa kalian sedang membicarakan ku?" tanya Aluna ketus.
Ketiga orang di depannya kembali menunduk dan diam tidak berani berkata-kata lagi.
Kemudian Aluna duduk di kursi restoran di rumah itu sembari berpikir.
Kenapa aku harus mendapati situasi sulit seperti ini? Bisa-bisanya aku terjebak ke dunia novel yang mengerikan seperti ini! Aku kira kehidupan novel yang sering Ara bacakan kepadaku hanyalah sebuah karangan belaka. Batin Aluna.
###
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
Made Tarini35
terlalu bodoh
2024-09-21
0
Nanik Lestari
Banyak omong
2023-04-07
0
RJ 💜🐑
aluna bodoh banget
2022-10-13
1