Aluna menuruti kemauan Nenek Alma yang memintanya datang ke rumah sakit lagi. Kali ini, Aluna diantar seorang sopir untuk sampai ke rumah sakit.
Sesaat setelah Aluna pergi, Helen yang berada di rumah sakit menelepon kepala pelayan.
"Pelayan Sum, Apa Luna sudah pulang?" tanya Helen di telepon kepada kepala pelayan.
Kepala pelayan menjawabnya di telepon, "Benar, Nona. Tapi sekarang Nona Luna sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit lagi, Nona"
"Apa barang-barangnya sudah dikembalikan?" tanya Helen lagi.
"Benar, Nona. Hanya saja sepertinya, Nona Luna tidak akan jadi bercerai dengan Tuan Alvin," sahut Pelayan Sum.
"Apa? Bukankah kemarin Luna meminta kalian mengemas barang-barangnya karena ingin bercerai dengan Tuan Alvin! Bagaimana mungkin wanita itu berubah pikiran secepat itu!" ucap Helen di telepon mendengus kesal.
Pelayan Sum kembali menjawab, "Sepertinya Nona Aluna berubah pikiran. Nona Luna bilang kalau ia masih mencintai Tuan Alvin dan tidak akan bercerai."
Mendengar itu, Helen yang merasa kesal tiba-tiba langsung menutup teleponnya. Ia merasa usahanya sia-sia selama ini.
Jadi wanita itu tidak jadi bercerai dari Alvin! batin Helen.
Dari jauh terlihat dua orang petugas polisi lalu lintas berjalan kearahnya, "Selamat sore, Nona" sapa keduanya.
Helen menatap heran kepada dua polisi yang mendekatinya, "Sore," jawabnya singkat.
"Kami dari petugas kepolisian lalu lintas ingin bertemu dengan Tuan Alvin." Salah satu polisi itu menunjukan kartu identitas polisi mereka.
"Kenapa dengan Tuan Alvin?" tanya Helen melihat balik.
"Tadi siang kami melihat mobil milik Tuan Alvin berkali-kali melanggar lalu lintas. Di lihat dari CCTV kami, mobil Tuan Alvin melaju dengan kecepatan tinggi. Ini sangat membahayakan untuk pengendara lainnya, Nona. Bisakah kami bertemu dengan Tuan Alvin sekarang," ucap salah satu polisi.
Helen kembali mengingat kejadian tadi siang, "Baik, Pak. Saya akan memanggil Tuan Alvin sebentar," sahut Helen berjalan memasuki kamar inap Nenek Alma kembali.
Semua ini pasti gara-gara wanita sialan itu! batin Aluna.
"Tuan Alvin," ucap Helen mendekati Alvin yang sedang duduk menemani neneknya.
Helen lalu berbisik di telinga pria itu, "Ada dua orang petugas kepolisian mencari Anda, Tuan!"
Mendengar petugas kepolisian mencarinya, Alvin langsung meminta ijin neneknya keluar sebentar. Alvin berjalan keluar ruangan menghampiri dua petugas kepolisian.
"Apa Anda mencari ku?" tanya Alvin mendekati dua orang berseragam polisi.
"Benar, Tuan! Menurut data yang kami cari, Anda adalah pemilik mobil berwarna merah dengan nomor polisi xxxx, Tadi siang petugas kami melihat mobil Anda menerobos lapu merah dan banyak melanggar rambu lalu lintas," jelas salah satu polisi.
Alvin mengangguk mengiyakan kalau ia adalah pemilik mobil itu, "Pak, Saya mohon maaf karena posisi kami sedang sangat darurat. Nenek kami sedang mengalami serangan jantung. Saat itu kami harus segera menolongnya. Istri saya terpaksa mengendarainya dengan kecepatan tinggi demi menolong nenek."
"Kami tidak bisa mentolerir itu semua, Tuan. Anda harus ikut bersama kami untuk proses penyelidikan," ucap salah satu polisi.
"Pak, Yang mengendarai mobil itu adalah Nona Luna," sela Helen.
Petugas kepolisian menjawab, "Tetap saja Tuan Alvin bersama Nona Luna harus kami bawa untuk dimintai keterangan atas pelanggaran yang sudah kalian buat."
Alvin mendengar itu sangat keberatan karena neneknya sedang sangat membutuhkan Luna, "Pak, Saya akan mempertanggung jawabkan pelanggaran yang dilakukan istri saya. Bisakah istri saya tetap di sini. Nenek kami sangat membutuhkannya," ucap Alvin memohon.
Petugas polisi tetap saja menyuruh Aluna dan Alvin dibawa ke kantor polisi.
"Maaf tidak bisa, Tuan. Pengendara juga harus kami bawa ke kantor polisi," jawab petugas polisi.
Helen yang ada di samping Alvin tersenyum di hatinya begitu mendengar polisi akan menangkap Luna. Ia yakin Luna akan mendapatkan hukuman dari polisi.
Rasakan kamu Luna! batin Helen tersenyum senang.
Seorang gadis yang mengenakan dress selutut sedang berjalan lemas ke arah mereka. Aluna merasa tidak nyaman mengenakan pakaian itu.
Dari jauh Aluna melihat Alvin sedang berbicara dengan petugas kepolisian.
Saat kaki Aluna beberapa langkah lagi memasuki kamar inap Nenek Alma, Helen yang melihatnya memanggilnya lantang. Wanita itu sengaja memanggil keras Aluna agar petugas polisi menangkapnya.
"Nona Luna, Kebetulan Anda datang kali ini," ucap Helen begitu keras. Karena saking kerasnya beberapa orang tengah melihat ke arah mereka.
Termasuk dua orang polisi tadi yang mendengarnya langsung mendekati Aluna.
Kedua polisi itu mendekati Aluna, mengelilinginya.
Aluna yang sedang berdiri diam begitu tercengang.
"Apa Anda yang bernama Luna? Pengemudi yang mengendarai mobil Tuan Alvin tadi siang?" tanya salah satu polisi.
Aluna yang kebingungan mengangguk pelan.
"Anda harus ikut kami ke kantor polisi karena Anda melanggar lalu lintas tadi siang," seru petugas polisi lagi.
Apa? Aku harus ke kantor polisi! Kalau begini ceritanya, bagaimana mungkin aku bisa menyelesaikan misi hari ini. Penyelidikan pasti akan memakan waktu beberapa jam. Bahkan hari pertama pun aku tidak bisa menyelesaikan misi ini. Benar-benar hari yang buruk untukku! Batin Aluna berpikir keras.
Alvin yang melihat itu mendekati Aluna, "Pak, Biar aku saja yang mempertanggungjawabkannya. Nenek sangat membutuhkan Luna di sini," ucap Alvin memohon kembali kepada polisi.
"Tuan, Biar Nenek Alma aku yang menjaganya. Lagi pula aku sangat senang bisa dekat dengan nenek Anda, Tuan" sela Helen menenangkan kekhawatiran Alvin.
"Kami tetap harus membawa Nona Luna, Tuan"
Petugas polisi tetap saja harus membawa Aluna. Gadis itu berdiri pasrah di depan mereka semua.
"Kalau begitu ijinkan istriku menemui nenekku sebentar! Nenekku sedang ingin sekali bertemu dengannya," ucap Alvin.
Alvin mendekati Aluna, dengan gerakan lembut tangannya tiba-tiba memeluk pinggang Aluna. Wanita yang dipeluknya langsung tersentak mendapati kelakuan Alvin kepadanya. Matanya menatap wajah tampan Alvin yang berdiri memeluknya.
Tentu saja Aluna baru kali ini dipeluk olehnya, Aluna yang biasanya tidak mau disentuh laki-laki di dunia nyata. Kali ini membiarkan Alvin menyentuh pinggangnya, ada perasaan lain di hatinya. Entahlah itu apa! menurut Aluna.
Helen yang melihat Alvin memeluk Aluna begitu tertegun. Baru kali ini Alvin berperilaku seperti itu terhadap istrinya, Helen menatap tidak suka ke arah Aluna.
"Aku minta waktu lima menit untuk menemui nenekku, setelah itu kami akan ikut Anda ke kantor polisi, Benarkah Luna?" ucap Alvin kepada dua orang polisi di depannya.
Aluna masih belum bisa mengatur nafasnya ketika tubuhnya berkontak langsung dengan Alvin, pria yang tampan disebelahnya. Baru dipeluk saja sudah tak karuan apalagi melakukan kontak fisik lainnya.
Alvin lebih mempererat pelukannya kepada Aluna karena wanita itu dari tadi diam saja.
"Be-betul pak! beri waktu kami lima menit saja," ucap Aluna menghembuskan nafasnya pelan.
###
Jangan lupa tinggalkan like dan komentarnya.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 293 Episodes
Comments
Made Tarini35
aku kesel sama luna GK keren terlalu lembek
2024-09-21
0
ran
wanita jalang kali
2023-10-09
0
ria aja
next
2022-03-16
1