BSJ 10 : Gadis Bercadar

...'Mengagumi adalah cara diriku untuk memandangmu. Menjadikanmu objek tak tergantikan, yang terus membuat pusat rotasi berada pada pesonamu.'...

...-Keevanzar Radityan Al-faruq-...

...BSJ 10 : Gadis Bercadar...

...****...

Mengagumi adalah rasa yang tak dapat di imbangi. Tak dapat di jabarkan dengan kata, maupun perumpama. Dirinya memikat bak dewi, penuh pesona yang menghanyutkan duniawi. Dirinya adalah malaikat di balik penutup syar'i. Teduh manik tenangnya menghanyutkan, dengan kedalaman tatapan yang tak terukurkan. Mengangumi baginya adalah rasa yang indah,mengingat jika cintanya telah terikat. Ini bukan soal rasa untuk memiliki yang hakiki. Ini soal rasa mengaguni yang tak tak dapat dipungkiri.

Dengan cara yang indah, tuhan memberinya lukisan takdir. Mempertemukan dua insan yang tanpa sadar menarik perhatian salah satunya. Tak pernah sadar, jika benang takdir telah mengikat, membuat keduanya terjerat lebih dalam dan erat. Inilah kisahnya, kekuatan takdir ikut andil di dalamnya. Membawa banyak lika-liku di dalamnya.

Langit gelap yang malam itu terlihat amat pekat. Tanpa hadirnya bulan, atau bintang yang ikut menyetai. Hanya sejumlah awan yang mengantung di atas sana, mengantarkan udara dingin sekaligus malam ini. Waktu sudah menunjukan pukul 20.20 menit lewat. Ketika gadis cantik berhijab syar'i itu menggoes sepeda miliknya. Melewati jalanan yang cukup sepi malam ini. Setelah menyelesaikan jadwal fiket dan rutinitasnya, gadis itu kini memilih kembali kerumah singgahnya. Tempatnya tinggal, jika ia terlalu lelah untuk pulang kerumah orang tuanya.

Hingga tanpa di duga, dua orang pria menghadangnya di tengah jalan. Menganggunya tepat di jalanan sepi, di dekat taman Reflesia yang malam ini juga terlihat sepi. Setenang mungkin, ia menghadapi kedua preman di hadapanya ini. Ia tidak takut, karena sudah sepatutnya sebagai seorang muslim ia hanya takut kepada tuhanya.

"Maaf bang, saya mau lewat."

Cicit gadis berpenutup wajah syar'i tersebut.

Tanpa mereka sadari, ada seorang pria yang tengah duduk sambil menghisap rokok di bangku taman. Menatap mereka acuh, lagi pula ia tidak ada hubunganya dengan mereka.

"Mau kemana sih dek, buru buru amat?"

Goda salah satu diantara kedua preman tersebut.

"Iya. Sini aja dulu, main bentar sama abang."

Lanjut yang satunya lagi, sambil bergerak hendak menarik lengan gadis di hadapanya. Tetapi gadis tersebut sudah terlebih dahulu menghindar.

"Jangan macam macam ya bang?" Ujar gadis bermanik hazel tersebut.

Ia bukanya takut akan gertakan kedua preman tersebut. Karena ya, dia punya kemampuan untuk menangani gertakan keduanya.

"Halah, jangan sok jual mahal neng. Zaman sekarang, banyak tuh cewek alim yang nyatanya munafik." Ujar preman tersebut sambil tertawa.

"Astagfirullah haladzim." Istigfar gadis tersebut.

"Udah, sini dulu lah." Ujar preman berambut ikal tersebut, sambil meraih pergelangan tangan gadis dihadapanya.

"Gak usah macem macem ya bang."

Ronta gadis tersebut. Ia meronta, karena salah satu preman itu sudah lancang mengenggam pergelangan tanganya.

"Sini aja, kita senang senang dulu."

"Iya, kita main dulu neng. Itung itung-"

Bugh

Belum sempat pria itu menyelesaikan ucapanya, sebuah bogeman telak sudah mengenai rahanya. Membuat sudut bibir pecah seketika.

"Sial*n, berani lo sama ge!" Murka preman tersebut.

Bugh

Lagi, pukulan telak itu mampir dirahang si preman. Pria yang tadi sudah beranjak, berniat untuk membantu karena rasa empatinya sebagai bentuk kemanusiaan, malah dibuat tercengang seketika. Dalam radius beberapa meter ia mematung, menatap ke arah si pelaku hantaman telak tersebut.

"Abang jangan macam macam. Saya gak suka cowok yang beraninya sama cewek, karena di anggap lemah." Ujarnya memperingati dengan nada suara tak kenal takutnya.

Ya, pelaku penghantaman tersebut adalah gadis bercadar. Gadis yang mereka ganggu tadi. Inilah akibatnya, saat meremehkan mahluk pendiam tanpa tahu jadi dirinya. 'Lindeuk, lindeuk japati' kata orang sunda mah. Seperti tidak bisa apa apa di balik kesantunanya, padahal memiliki ketangkasan yang sulit di taklukan.

"Sialan, berani lo nimpuk temen gue."

Ujar preman satunya lagi, saat melihat temanya sudah terkapar di atas aspal, tak sadarkan diri.

"Sini lo cewek sint*ng."

Murkanya, sambil mengarahkan bogemannya ke arah lawan bicaranya.

Bugh

Bugh

Dengan sikap tenang tapi tegas nan tangkas. Gadis itu mengelak pukulan lawannya, membalikkanya dengan mudah dengan pukulan di beberapa bagian tubuh yang ia ketahui ampuh. Ia mengammbil posisi perut kiri, juga totokan di urat sekitar leher. Hasilnya, pria lawan duelnya itu kini tak berkutik di tengah ringisanya.

Gadis cantik itu beristgfar, ia memang tidak seharusnya menyakiti orang lain. Tapi apa boleh buat, keadaan genting ini juga membuatnya harus mengambil tindakan tegas. Kedua preman itu sepertinya salah menganggu seorang gadis yang mereka anggap lemah. Siapa sangka, dibalik balutan syar'i nya yang membuatnya cenderung lebih terlihat lemah lembut, tersimpan kemampuan luar biasa. Pemegang sabuk hitam tingkat dua di cabang olahraga silat putri ini, memang bukan main skill-nya.

Belum lagi selain hobby hiking, mendaki gunung dan aktivitas ekstrim lainya, ia juga menguasai beberapa cabang olahraga beladiri lainya seperti muaithai, karate dan boxing bahkan panahan.

Subhanallah bukan, hobbynya ini sudah terlihat sejak kecil. Mengingat kakek dari ibu sambungnya-Sayla memiliki sebuah perguruan silat. Jadilah semenjak kecil dia mengikuti pelatihan disana. Terlahir sebagai gadis bermasalah pada organ jantung bawaan, tidak pernah menghambat dirinya dalam meraih cita cita. Baginya kelainan itu adalah acuan agar dirinya menjadi pribadi yang lebih baik, di balik kondisi kesehatannya yang buruk.

Awalnya sang ayah melarang putri kecilnya ini mengambil kegiatan berat seperti bela diri, mengingat kondisinya masih lemah dan terkadang labil. Namun seiring dengan berjalanya waktu, tubuh mungil yang dulunya rapuh itu mulai terbiasa dengan akivitas berat yang di lakukanya. Bahkan, sejak duduk di bangku sekolah dasar ia sering mendapatkan mendali emas jika mengikuti perlombaan beladiri, tepatnya silat kategori putri. Walaupun ya, terkadang sang ayah dan ibu sambungya harus rela putrinya itu akan drop di hari berikutnya.

"Maaf ya bang, habisnya abang gangguin saya tadi." Lirihnya pelan, sambil berjongkok didepan lawanya.

"A-ampun neng, kita kapok." Ringis pria yang terhir ia lawan.

Gadis itu menghela napas, sambil merogoh saku gamis yang dikenakanya.

"Ini bang, buat beli obat."

Ujarnya, sambil menyerahkan dua lembar uang pecahan seratus ribu.

"Eh, t-api neng-"

"Udah bang, terima aja. Sekalian sebagai tanda permintaan maaf saya." Ujarnya lembut.

Ia ikhlas memang memberikanya. Karena niat awalnya tidak ingin menyelesaikan semuanya dengan kekerasan.

"T-terimakasih neng."

Ujar preman tersebut, sambil berlalu membawa tubuh sahabatnya yang masih tak sadarkan diri.

Kedua preman itu sudah pergi. Dengan langkah pelan, gadis itu menghampiri sepedanya yang sedari tadi teronggok di samping jalan. Menaikinya, sebelum melajukanya kembali. Sadar akan kehadiran orang lain selain dirinya, gadis bermanik hazel itu menoleh. Menatap pria gagah walaupun ada luka lebam di sekujur wajahnya, yang tengah berdiri mematung beberapa meter darinya. Ia menghela napas kecil, pasti pria itu melihatnya sedari tadi. Pikirnya.

"Mari, mas."

Ujarnya ramah, sambil membunyikan lonceng di sepedanya. Sebelum berlalu, dengan goesan kecil di pedal sepeda miliknya. Meninggalkan pria yang masih mematung disana.

"Angel?!"

Gumam pria tampan itu tanpa sadar, setelah objek di hadapanya telah berlalu. Hilang di tikungan depan, tertutup oleh rimbunya pepohonan.

Entah mengapa, bibir kissable-nya spontan menggumamkan kata 'angel'. Mungkin karena saking terpukauanya oleh skill gadis yang sempat ia ragukan keberanianya tadi. Bahkan, ia juga hendak menolongnya tadi. Tetapi hasilnya, ia malah yang diberikan suprise.

Amazing pokoknya, melihat kepalan tangan mungil berbalut sarung tangan pink itu menghantamkan bogeman telak kearah pria yang bertubuh jauh lebih besar darinya. Bukan saja menarik perhatian dari balik kemahiranya, ternyata gadis itu juga berhati mulia. Tanpa sadar, sudut bibirnya terangkat. Membentuk sebuah senyuman tipis, dari kekaguman yang baru saja menyelimuti hati kecilnya.

Ah, dia harap bisa bertemu dengan gadis bercadar itu lagi. Jika Allah mengkehendaki tentunya.

****

"Yang mana ini?"

Dumel seorang pria tampan tersebut. Menatap penuh kebingungan kearah jejeran botol yang ia yakini antiseptic tersebut.

"Yang hijau atau yang biru?"

Bingungnya, sambil membandingkan dua botol kecil pembersih luka tersebut.

Niat awalnya dia ingin membiarkan luka luka yang bersarang di wajah rupawanya ini, namun ia mengurungkan niatnya. Akhirnya ia berhenti di Alfam*rt terdekat, untuk membeli beberapa cairan pembersih luka, kasa steril, dan juga kapas. Walaupun ia sendiri tidak hapal bentuk dari benda benda tersebut. Jika saja ia meminta bantuan kasir, ia pasti tidak akan mematung kebingungan seperti ini. Tapi sayang, ego menggunungnya mengalahkan niatnya.

"Bukan yang itu mas, yang botolnya hijau aja. Yang biru itu kadar alkoholnya tinggi."

Ujar suara lembut dari arah sampingnya menyela.

"Eh, mas yang tadi ya?" Cicit gadis berhijab syar'i tersebut kecil dari balik cadarnya.

Dia menatap pria di hadapanya kini terkejut, begitu juga dengan pria di hadapanya yang juga terlihat terkejut. Pria rupawan itu berdehem kecil, mengurai keterkejutan di antara wajah tampanya.

"Hm."

"Mau beli antiseptic mas?"

Tanyanya, melihat raut kebingungan di wajah rupawan yang penuh luka lebam tersebut.

"Masnya kenapa, bisa terluka begitu?"

Tanyanya lirih, sambil menatap jajaran rak berisi antiseptic dan beberapa cairan lainya.

"Berkelahi?" Tebaknya, karena si empunya tak kunjung menjawab.

"Hm."

Mendengar jawaban itu, gadis berhijab syar'i itu mengangguk. Kemudian meninggalkan pria yang masih berdiri di hadapanya itu, menuju meja kasih.

"Totalnya jadi 285 ribu dek." Ujar si mbak kasir ramah, padahal gadis di hadapanya itu bisa menebak jika usia mereka sebaya. Hanya saja Aurra yang tubuhnya mungil dan berwajah baby face serta bermanik hazel, selalu bisa mengelabuhi orang lain, tanpa sadar.

"Terimakasih, sampai jumpa lagi dek."

Ujar si mbak kasih tadi.

Sedangkan pria rupawan tadi untuk kesekian kalinya di buat termenung, karena belanjaanya di bayarkan sekalian oleh gadis tadi.

"Hey."

Panggilnya, sambil menyusul gadis di hadapanya yang tengah membuka pintu keluar.

"Biar lukanya saya obati mas, saya seorang dokter. Sudah kewajiban saya merawat seorang pasien." Ujarnya lembut, kembali membuat pria itu kagum akan suprise yang diberikanya.

"Itu rumah saya."

Tunjuknya kepada rumah kecil di sebrang jalan. Rumah singgah miliknya tepatnya.

"Biar saya obati sekalian sama luka lebamnya. Kalau di biarkan, besok bisa menjadi lebam."

Tuturnya, sambil menempelkan kompres berisi es batu.

Pria dihadapanya itu sedikit meringis. Di bawah pohon mangga, yang kala itu tengah berbunga. Tepat di depan rumah singgah si dokter berhijab syar'i tersebut, untuk kedua kalinya seorang Keevanzar Radityan Khutbie-di buat kagum dalam satu waktu bersamaan.

Dengan cekatan dan perlakuan lembutnya, gadis itu menolongnya. Mengobati luka robek di pelipisnya. Entah siapa dia, namanya pun Anzar lupa tanyakan hingga ia pamit undur diri dari sana. Yang ia yakini, menatap sejenak saja manik hazel teduh itu rasanya menenangkan. Seakan familiar dengan manik hazel cantiknya.

Setidaknya, ia sempat mengagumi gadis bercadar itu dalam satu kali pertemuan. Entahlah, mungkin nanti ada pertemuan berikut berikutnya lagi.

****

To Be Continue

Selamat sore readers😄😄

Hayoo.... Aku update lagi🤗🤗

Lagi happy buat update ini, jadinya ya semangat 45. Hayoo.... gimana buat part ini?

Ada yang mau komen?

Cusss, jangan lupa vote dan like ya😄😄

Sukabumi 22 April 2020

17.35

Terpopuler

Comments

Elya Abelya

Elya Abelya

Jika takdir bisa di ubah seenggaknya Van'ar sama Aurra aja;)
Bukannya apa laki² macam Anzar itu gak cocok banget buat Aurra

2020-09-16

5

Aishwarya Ray

Aishwarya Ray

Kasian van'ar.... 😢

2020-09-07

3

rosi

rosi

azzar bakal nyesel

2020-07-15

3

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan tokoh
2 Prolog
3 BSJ 01 : (Bukan) Pertemuan Pertama
4 BS 02 : Pria Berbaret
5 BSJ 03 : Keluarga Radityan
6 BSJ 04 : Calon Mantu
7 BSJ 05 : Ķeputusan
8 BSJ 06 : Ada yang Pecah, tapi Bukan Kaca
9 BSJ 07 : Kabar dari Negri Jiran
10 BSJ 08 : Kekecewaan Putri Radityan
11 BSJ 09 : Pembohon
12 BSJ 10 : Gadis Bercadar
13 BSJ 11 : Memperbaiki
14 BSJ 12 : Melepaskan
15 BSJ 13 : Mengejar
16 BSJ 14 : Kabar sang Kapten
17 BSJ 15 : Aye Aye Kapten
18 BSJ 16 : Waktu
19 BSJ 17 : Sigap, Siap, Sedia membantu
20 BSJ 18 : Rasa yang hadir
21 BSJ 19 : Pulang Membawa Risalah Hati
22 BSJ 20 : Datang untuk mengambil
23 BSJ 21 : Memilih Pergi
24 BSJ 22: Kacau
25 BSJ 23 : R U M I T
26 BSJ 24 : Datangnya Putra Yang Lain
27 BSJ 25 : Permintaan Terakhir
28 BSJ 26 : Budak Cinta
29 BSJ 27. Menaklukan Hati
30 BSJ 28 : Jawaban Dari Pemilik Hati
31 BSJ 29 : falling In Love With Capten
32 BSJ 30 : MISS YOU FROM 2.958 mdpl
33 BSJ 31 : Awal Kehancuran
34 BSJ 32 : Bom Waktu
35 BSJ 33 : And, BOOM
36 BSJ 34 : Seni Adalah Ledakkan
37 BSJ 35 : Puing Puing Reruntuhan
38 BSJ 36 : Tak Semudah Itu, Bambang
39 BUKAN UPDATE!!
40 BSJ 37 : Ikrar Janji Suci
41 BSJ 38 : Pedang Pora Wedding
42 BSJ 39 : GG Bersaudara
43 BSJ 40 : Sweeth Couple VanRa
44 BSJ 41 : Kejutan Kecil VanRa
45 BSJ 42 : Kota Kembang Berjuta Rasa
46 BSJ 43 : Harapan dan Bunga Mimpi
47 BSJ 44 : Ada Yang Tersembunyi
48 BSJ 45 : Comback, Again
49 BSJ 46 : Gawat, Darurat
50 BSJ 47 : Alasan Kepulangan
51 BSJ 48 : Lantunan Merdu Sang Biglear
52 BSJ 49 : Kepossesivan Sang Binglear
53 BSJ 50: Ditampar Oleh Fakta
54 BSJ 51 : Jangan Cemburu, Mas Mas Sùami
55 BSJ 52 : Tidak Ada Habisnya
56 BSJ 53 : Stalker
57 BSJ 54 : Bumu Rindu Ayamu
58 BSJ 55 : Everytime (VanRa Part)
59 BSJ 56 : Kejutan Anniversary Bikin Ngeri
60 BSJ 57 : Diatas Langit, Masih Ada Langit
61 BSJ 58 : Terjebak
62 BSJ 59 : Cerita Karma is Real
63 BSJ 60 : Ayamu Pengen Dimanja
64 BSJ 61 : Friendzone
65 BSJ 62: 4 Bulanan Bumu
66 BSJ 63 : Anzar Sudah Taken???
67 BSJ 64 : USG
68 BSJ 65 : Adanya Prioritas
69 BSJ 66 : Kamu Berarti
70 BSJ 67 : Datangnya Cinta Masalalu
71 BSJ 68 : Pelakor dan Pembinor
72 BSJ 69 : Dimana Kau Berada, Kekasih Hati???
73 BSJ 70 : Awal Kepergian
74 BSJ 71 : Pergi yang Membawa Duka
75 BSJ 72 : Jatuhnya Batasan Rindu
76 BSJ 73 : Dari Sang Biglear
77 BSJ 74 : Ikatan
78 BSJ 75 : Paham yang Salah')
79 BSJ 76 : Pulang
80 BSJ 77 : Janggal
81 BSJ 78 : Misteri Senyuman
82 BSJ 79 : Overall
83 BSJ 80 : Kupu Kupu malam
84 BSJ 81 : Ari-ri Ari
85 BSJ 82 : Habis Gelap
86 BSJ 83 : Triple Dating
87 BSJ 84 : Ci Bungsu Kecewa
88 BSJ 85 : Bunga Cinta
89 BSJ 86 : Wedding Day
90 BSJ 87 : Bintang Lain
91 BSJ 88 : Manten Cembukur
92 BSJ 89 : Para Jomblo
93 BSJ 90 : Honeymoon Minimalis
94 BSJ 91 : Honeymoon Sungguhan
95 BSJ 92 : The Cute Couple
96 BSJ 93 : Ayah Siaga
97 BSJ 94 : Selamat datang Arsyad & Arra
98 BSJ 95 : Lentera Jannah
99 BSJ 96 : Ribetnya Pernikahan Aisyah ini
100 BSJ 97 : (Epilog) Quality Time
101 BONUS VISUAL + CUAP CUAP AUTHOR!!
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pengenalan tokoh
2
Prolog
3
BSJ 01 : (Bukan) Pertemuan Pertama
4
BS 02 : Pria Berbaret
5
BSJ 03 : Keluarga Radityan
6
BSJ 04 : Calon Mantu
7
BSJ 05 : Ķeputusan
8
BSJ 06 : Ada yang Pecah, tapi Bukan Kaca
9
BSJ 07 : Kabar dari Negri Jiran
10
BSJ 08 : Kekecewaan Putri Radityan
11
BSJ 09 : Pembohon
12
BSJ 10 : Gadis Bercadar
13
BSJ 11 : Memperbaiki
14
BSJ 12 : Melepaskan
15
BSJ 13 : Mengejar
16
BSJ 14 : Kabar sang Kapten
17
BSJ 15 : Aye Aye Kapten
18
BSJ 16 : Waktu
19
BSJ 17 : Sigap, Siap, Sedia membantu
20
BSJ 18 : Rasa yang hadir
21
BSJ 19 : Pulang Membawa Risalah Hati
22
BSJ 20 : Datang untuk mengambil
23
BSJ 21 : Memilih Pergi
24
BSJ 22: Kacau
25
BSJ 23 : R U M I T
26
BSJ 24 : Datangnya Putra Yang Lain
27
BSJ 25 : Permintaan Terakhir
28
BSJ 26 : Budak Cinta
29
BSJ 27. Menaklukan Hati
30
BSJ 28 : Jawaban Dari Pemilik Hati
31
BSJ 29 : falling In Love With Capten
32
BSJ 30 : MISS YOU FROM 2.958 mdpl
33
BSJ 31 : Awal Kehancuran
34
BSJ 32 : Bom Waktu
35
BSJ 33 : And, BOOM
36
BSJ 34 : Seni Adalah Ledakkan
37
BSJ 35 : Puing Puing Reruntuhan
38
BSJ 36 : Tak Semudah Itu, Bambang
39
BUKAN UPDATE!!
40
BSJ 37 : Ikrar Janji Suci
41
BSJ 38 : Pedang Pora Wedding
42
BSJ 39 : GG Bersaudara
43
BSJ 40 : Sweeth Couple VanRa
44
BSJ 41 : Kejutan Kecil VanRa
45
BSJ 42 : Kota Kembang Berjuta Rasa
46
BSJ 43 : Harapan dan Bunga Mimpi
47
BSJ 44 : Ada Yang Tersembunyi
48
BSJ 45 : Comback, Again
49
BSJ 46 : Gawat, Darurat
50
BSJ 47 : Alasan Kepulangan
51
BSJ 48 : Lantunan Merdu Sang Biglear
52
BSJ 49 : Kepossesivan Sang Binglear
53
BSJ 50: Ditampar Oleh Fakta
54
BSJ 51 : Jangan Cemburu, Mas Mas Sùami
55
BSJ 52 : Tidak Ada Habisnya
56
BSJ 53 : Stalker
57
BSJ 54 : Bumu Rindu Ayamu
58
BSJ 55 : Everytime (VanRa Part)
59
BSJ 56 : Kejutan Anniversary Bikin Ngeri
60
BSJ 57 : Diatas Langit, Masih Ada Langit
61
BSJ 58 : Terjebak
62
BSJ 59 : Cerita Karma is Real
63
BSJ 60 : Ayamu Pengen Dimanja
64
BSJ 61 : Friendzone
65
BSJ 62: 4 Bulanan Bumu
66
BSJ 63 : Anzar Sudah Taken???
67
BSJ 64 : USG
68
BSJ 65 : Adanya Prioritas
69
BSJ 66 : Kamu Berarti
70
BSJ 67 : Datangnya Cinta Masalalu
71
BSJ 68 : Pelakor dan Pembinor
72
BSJ 69 : Dimana Kau Berada, Kekasih Hati???
73
BSJ 70 : Awal Kepergian
74
BSJ 71 : Pergi yang Membawa Duka
75
BSJ 72 : Jatuhnya Batasan Rindu
76
BSJ 73 : Dari Sang Biglear
77
BSJ 74 : Ikatan
78
BSJ 75 : Paham yang Salah')
79
BSJ 76 : Pulang
80
BSJ 77 : Janggal
81
BSJ 78 : Misteri Senyuman
82
BSJ 79 : Overall
83
BSJ 80 : Kupu Kupu malam
84
BSJ 81 : Ari-ri Ari
85
BSJ 82 : Habis Gelap
86
BSJ 83 : Triple Dating
87
BSJ 84 : Ci Bungsu Kecewa
88
BSJ 85 : Bunga Cinta
89
BSJ 86 : Wedding Day
90
BSJ 87 : Bintang Lain
91
BSJ 88 : Manten Cembukur
92
BSJ 89 : Para Jomblo
93
BSJ 90 : Honeymoon Minimalis
94
BSJ 91 : Honeymoon Sungguhan
95
BSJ 92 : The Cute Couple
96
BSJ 93 : Ayah Siaga
97
BSJ 94 : Selamat datang Arsyad & Arra
98
BSJ 95 : Lentera Jannah
99
BSJ 96 : Ribetnya Pernikahan Aisyah ini
100
BSJ 97 : (Epilog) Quality Time
101
BONUS VISUAL + CUAP CUAP AUTHOR!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!