"Didalam sebuah kisah selalu diawali dengan pertemuan. Senang atau tidaknya, itu adalah awal menuju pŕoses yang entah bisa atau tidak kita tebak alurnya."
...BSJ 01 : (Bukan) Pertemuan Pertama...
...****...
Sinar mentari menghiasi langit kota ini sebulan penuh. Memberikan tiap tiap penduduk di penjuru kota menikmati sengatan cahayanya. Dedaunan yang sempat menguning, kini kembali terganti oleh dedaunan baru. Musim yang sudah berganti, membawa hawa tersendiri bagi tiap penikmatnya.
Pagi hari yang cerah ini, dengan riuhan orang orang yang saling bercenkrama di jalanan. Di tambah deru beberapa mesin kendaraan beroda empat, menyambut pagi seorang pemuda tampan yang baru saja bagun dari pulau mimpinya.
"D**ear, kamu sudah bangun?"
Sapa suara lembut yang senantiasa menjadi list wajib yang harus di dengarnya tiap pagi.
"Good morning dear." Ucap suara lembut itu kembali mengalun.
Dari manik jelaganya, ia bisa melihat kekasih hatinya itu tengah sibuk merias dirinya di depan meja rias.
"Hm."
"Bangunlah dear, bukanya kamu harus ke kantor pagi ini?" Ingatkan wanita yang masih berusaha mengenakan anting anting mungil kecuping telinganya tersebut.
"Kamu ada meeting jam 09.00 bukan?"
"Five minute again, okay." Jawab lirih pria bertubuh peluk-able tersebut.
"Baiklah, tapi aku harus pergi dulu dear. Aku ada jadwal pemotretan pagi ini."
Ucap wanita cantik tersebut, sambil tergesa gesa memasang cincin dijari manisnya.
Ia menatap bahagia cincin yang di jadikan lambang cinta sang kekasih kepadanya semalam. Ya, semalam adalah hari jadi hubungan mereka yang ke-lima tahun. Natalia Gracya Kim-patutnya bangga akan hubunganya yang masih bisa bertahan hingga tahun kelima, walaupun goncangan juga ujian bertubi tubi menghampiri hubungan keduanya.
Namun, semua itu dapat mereka lalui hingga saat ini. Hubungan mereka di mulai sejak mereka masih berkuliah diuniversitas yang sama, berlanjut hingga kini. Wanita cantik berdarah Belanda-Korea itu tersenyum kecil, melihat sang kekasih yang masih terlelap diatas ranjang. Pria itu pasti kelelahan pikirnya, oleh karena itu sàng raja belum juga bangun dari alam mimpinya.
"Kalau begitu aku pergi dulu dear. Sarapan ada dimeja makan. See you dear.
Ucapnya sambil memberikan kecukan singkat di udar.
"Hm." Gumam kecil pria yang kini sudah bangun sempurna dari alam mimpinya tersebut.
Dengan sedikit kantuk dikedua kelopak matanya, pria berbalut celana boxer selutut dan kaos oblong polos itu duduk ditempat tidurnya. Menatap kepergian sang kekasih dengan kedua manik tajamnya. Wanita itu, wanita yang sudah resmi menjadi kekasihnya semenjak 5 tahun lalu.
Kisah asmara mereka yang dimulai sejak bangku kuliah. Dimana keduanya sama sama berkuliah di universitas yang sama. Namun saat itu ia berniat memendam rasanya. Saat ia selesai dengan kulias S2 nya, ia memberanikan dirinya untuk mengutarakan perasaan yang selama ini ia pendam. Dan hebatnya lagi, ternyata wanita itu juga mempunyai perasaan yang sama denganya. Semenjak itu mereka merajut kasih, menanggalkan banyaknya tentangan akan perbedaan keyakinan diantara keduanya. Buktinya hubungan mereka bertahan hingga lima tahun lamanya.
Dengan enggan, pria tampan berusia 28 tahun itu berlalu menuju kamar mandi. Berendam air hangat dipagi hari ini, sepertinya cocok untuknya. Seperkian puluh menit berikutnya, ia sudah duduk dimeja makan.Menatap penuh bahagia sarapan yang tertata rapih diatas meja. Sarapan yang pasti dibuat sang kekasih sebelum pergi meninggalkan apartemenya.
Ia memang kelelahan akibat semalam. Pasca pesta Anniversary ke-5 tahun hubungan mereka, di lanjutkan dengan acara dinner dengan keluarga sang kekasih ditempat lain. Jadi pantas saja tubuhnya seakan remuk, pulang dari kantor ia langsung mempersiapkan segalanya kemarin.
Derrt
Derrt
Di tengah acara sarapan paginya, suara notifikasi dari ponsel pintarnya menganggu aktivitasnya. Membuat fokusnya kini beralih.
Bunda👪
Abang kapan pulang?
Abang sudah tidur??
Sudah shalat isya dulu kan bang?
Abang beneran sudah tidur?
Ya sudah, tidur yang cukup ya bang.
Jangan lupa, kalau sempat pulanglah kerumah.
Bunda dan yang lain kangen.
Yasudah, selamat malam putra bunda.
Assalamualaikum.
Rentetan pesan singkat itu seakan menampar sebagian jiwanya. Dari tanggal dikirimnya pesan pesan tersebut, dari kemarin malam. Dan ia baru saja membacanya pagi ini. Jangankan membalas, Anzar baru saja membacanya detik ini.
Dia Keevanzar Radityan Al-faruq-menatap miris fhoto profil yang menampilkan seorang wanita baya berhijab syar'i bersama tiga anaknya disana. Terlihat cantik diusianya yang sudah tidak muda lagi, ia juga terlihat sangat bahagia ketika tersenyum kearah kamera.
Anzar hapal betul, fhoto itu diambil 6 tahun lalu. Tepatnya saat ia merayakan wisuda S2 nya bersama keluarganya. Setelah itu, ia kembali tidak bisa bersama mereka. Enam tahun, enam kali ramadhan juga enam kali idul fitri ia lewatkan tanpa mereka. Enam tahun pula, ia seakan akan menjadi burung yang lupa akan jalan pulangnya.
Ia mengadu nasih di bumi orang lain. Mengembangkan sayap ditanah air orang lain. Bukan Anzar lupa jalan pulang, hanya saja ia tidak bisa memilih untuk saat ini. Jika ia kembali ketanah air, jarak akan memisahkanya dengan sang kekasih. Ya, Anzar menngorbarkan terpisah jauh dari keluarganya agar tetap dekat dengan sang kekasih. Egois memang.
Di dunia ini memang di penuhi orang orang egois. Mungkin Anzar salah satunya. Ia berbohong juga menyembunyikan hubunganya dari orang orang terkasihnya. Pengaruh budaya western dari tempatnya menimba ilmu dulu, setidaknya mempengaruhinya sedikit banyaknya. Tak dapat di pungkiri, banyak berubah dalam dirinya kini. Maksudnya bukan dalam segi negatif ataupun positifnya. Namun yang jelas, terlalu banyak hati yang ia kesampingkan sejak dahulu.
Terlalu banyak kepercayaan yang mulai sedikit demi sedikit ia nodai. Ia dan sang kekasih memang tidak tinggal satu atap, namun terkadang sang kekasih menginap di unitnya. Sebenarnya hubungan mereka juga terbilang hubungan yang normal. Pegangan tangan, pelukan, atau sekedar ciuman itu hal lumrah disana. Namun bagi orang tuanya juga keluarganya, pasti akan kecewa berat jika tahu Anzar sudah berani sampai tahap seperti itu. Tapi itu masih tarap aman, karena mereka tidak sampai berbuat yang melebihi sebatas ciuman. Tak lebih, karena bayangan sang bunda selalu muncul di benaknya. Jika saja ia terlalu jauh melakukan semua hal hal 'itu' dalam hubunganya, ia pasti akan memberikan luka yang mendalam bagi keluarganya, terutama bunda tercintanya.
Inilah dirinya, Keevanzar Radityan Al-faruq yang kini mulai meniti selangkah demi selangkah untuk hidup terbaik demi masa depanya. Namun, dibalik image seorang CEO hebat dan juga kekasih seorang model terkenal Natalia Gracya Kim, ia pada dasarnya adalah seorang putra yang mulai merangkap menjadi seorang pengecut karena belum berani mengungkap tabiatnya selama tinggal jauh dari keluarganya selama ini.
Inilah dia, dengan segala kebohongan yang mendasari hubungan asmaranya lima tahun ini. Lancarnya hubunganya, tanpa ada satu pun pihak keluarganya yang tahu akan semua itu.
**
"Stop here. Okay, thank you mr."
Ucap lembut gadis berhijab Syar'i yang baru saja keluar dari taxi yang di tumpanginya tersebut.
Gamis semi peachnya yang longgar berkibar kibar dengar santainya saat ternena hembusan angin. Hijab panjang juga cadar yang menutupi sebagian wajahnya, nyatanya mampu membuatnya menjadi pusat perhatian saat ini. Di negara ini memang cuku awam bagi warganya saat melihat seseorang yang berpakaian tertup sepertinya.
Belum lagi issu tentang ******* dan beberapa lembaga yang terkait di dalamnya, membuat sebagian orang orang seperti mereka terkadang menatap penuh selidik kepada umat muslim yang tertutup sepertinya.
Namun, bukanlah Aurra Putri Haidan yang takut akan lontaran tatapan mengintimidasi namanya, gadis berusia 28 tahun itu selalu tenang dan santun dalam berbagai situasi yang terasa menyudutkanya. Menuntut ilmu lebih dari lima tahun di London, Inggris. Membuatnya menjadi terbiasa akan tatapan penuh selidik akan orang orang yang baru pertama kali bertemu denganya.
Gadis cantik bermanik hazel teduh itu menghembuskan napasnya pelan. Sebelum melangkahkan kaki mungilnya yang terbalut sepatu slip on berwarna putih.
RADITYAN CROP'S
Nama perusahaan yang terpangpang di depan pintu masuk gedung yang tinggi menjulang tersebut. Ia datang kesini bukan tanpa alasan, ia singgah kemari untuk menemui seseorang yang berjanji akan bertemu denganya di lobby perusahaan cabang milik Radityan Crop's yang ada di Indònesia.
Aurra tahu, perusahaan ini milik keluarga suami bundanya-Arkia. Semenjak dulu, Aurra memang sudah sangat akrab dengan Arkia sejak kecil. Oleh karena itu jangan heran jika ia memanggil Arkia dengan panggilan 'bunda'. Aurra juga mendengar, bahwa putra sulung Kia yang kini menjabat sebagai CEO di perusahaan besar ini. Keevarzar-ah Aurra ingat nama anak laki laki yang dulu pernah bermain kerumahnya beberapa kali saat masih di Bandung. Tetapi itu sudah berpuluh puluh tahun lamanya, Aurra saja sudah lupa akan wajah putra sulung Arkia tersebut.
Bruk
"Astagfirullahaladzim, maaf saya tidak sengaja Mr." Ucap Aurra refleks, sambil menjauhkan tubuhnya yang tanpa sengaja menabrak dada bidang milik pria yang menjulang tinggi di hadapanya kini.
"Hm, tidak masalah." Ucap suara bariton berat itu datar.
Aurra mundur dua langkah, sebelum mendongrakkan wajahnya sejenak. Menatap wajah pemilik tubuh tinggi tegap yang tidak sengaja tertabrak oleh dirinya.
Karena ketidak sengajaanya berbahasa Indonesia tadi, Aurra juga menjadi tahu jika pria dihadapanya ini pasih berbahasa Indonesia.
"Maaf mr, tadi saya tidak sengaja menabrak anda." Ucap lirih suara lembutnya kembali melantun.
Pria bermanik tajam itu menatap perempuan di hadapanya langsung, suara lembutnya yang membuat pria itu langsung menatapnya. Untuk sejenak manik tajamnya beradu pandang dengan manik hazel teduh milik lawan bicaranya kini. Hening diantara keduanya, pertemuan kedua iris ini mengingatkan keduanya akan pertemuan yang pernah terjadi diantara keduanya.
'Astagfirullahaladzim, maafkan hambamu ini ya-Allah.' Batin Aurra sambil memutuskan kontak mata diantara keduanya.
Pria dihadapanya pun sama halnya dengan Aurra. Ia menggaruk tegkuknya yang tak gatal, merasa kikuk akan atmosfir diantara keduanya.
"Sekali lagi saya, minta maaf Mr. Saya benar benar tidak sengaja." Tuturnya lembut, masih dengan tutur kata santun khas miliknya.
Belum sempat pria dihadapanya itu menjawab, sebelum sebuah suara mengintrupsi keduanya.
"Dèar?" Panggil suara familiar yang kini datang kearah mereka berdua.
"Nata?"
Nampak jelas raut keterkejutan di wajah si pria. Pasalnya tadi sang kekasih bilang ada pemotretan pagi ini, lalu kenapa sekarang dia ada disini.
Cup
"Suprise."
Ucapnya manja, sambil mengecup singkat pipi sang kekasih di hadapan Aurra.
Ekspresi Aurra, jangan ditanya lagi. Gadis berhijab syar'i itu refleks mengalihkan pandanganya keobjek lain.
'Astagfirullahaladzim.' Gumamnya berulang ulang.
Si pria-Keevanzar Radityan Al-faruq. Menatap akward, keadaan ketiganya kini. Entah mengapa melihat gadis dihadapanya itu memalingkan wajahnya saat Nata-sang kekasih menciumnya, membuat sebagian hatinya terasa tertampar.
"Saya minta maaf soal tadi. Jika Mr sudah memaafkanya terimakasih. Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu." Pamit Aurra tanpa mau kembali menatap sepasang kekasih dihadapanya.
"Assalamualaikum."
Salamnya sebelum menangkupkan kedua tanganya di dada, sebelum berlalu.
"Wa-alaikum salam."
Cicit Anzar kecil, sambil memusatkan pandanganya kepada punggung mungil gadis berhijab syar'i tersebut.
"Hey Dear, apa yang kamu lihat?"
Tanya Nata-wanita yang kini tengah bergelayut manja dilengan kokohnya tersebut.
"Tidak,cuma sesuatu yang menarik." Ucapnya tanpa sadar.
'Ada yang menarik dari sorot mata teduhnya.' Lanjutnya dalam hati.
Yeah, sesuatu yang menarik bagi Anzar. Sorot mata hazel itu, suaranya, aura mempesonanya, semuanya terasa menarik bagi sebuah pertemuan pertama. Bahkan Anzar rasa mereka sudah pernah bertemu sebelumnya. Atau mungkin, akan ada pertemuan berikut berikutnya lagi.
Padahal, tanpa ia sadari sebuah poros lingkaran takdir tengah bekerja. Menjerak setiap individu yang nantinya akan ikut ambil bagian dalam kisahnya. Menarik setiap unsur yang akan ia aduk dalam sebuah pintalan takdir sebelum di beri tambahan bumbu ujian dalam prosesnya.
**
To Be Continue
Holla....readerss🖑🖑
Gimana buat pembukaanya??
Ada yang mau komen gak nih??
Cus lah, kritik saran dan dukunganya. Author tunggu😊😊
Bonus visual Nata
Ok, sampai jumpa di part berikutnya.
Sukabumi 11 April 2020
20.22
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Fa Rel
kok anzar smaa kayak.bapaknya🙄
2022-06-07
2
Tengku Nafisa
jejak ayahnya nih tertinggal
2021-11-17
1
Afseen
anzar sdh mlukai kluarganya trutama bundanya masa milih pacar daripada kluarga, coba klo sdh khilngan kluarganya slama2nya apa dia akn mnysal ato senang kli ya krna gk akn ada yg mlarang hubungannya sma pacarnya
2021-04-14
1