...'Selama ini aku membanggakanmu, menyayangimu juga menjadikanmu contoh idola muda yang pandai dan mapan. Namun apa ini, apa ini balasan dari kekagumanku bang?'...
...-Lunarysah Azzahra Az-zzioi -...
...BSJ 08 : Kekecewaan Putri Radityan...
...****...
Pagi menjelang siang yang cukup ramai di ibu kota negri berjuluk Negri Jiran. Menyambut datangnya seorang gadis cantik berhijab syar'i yang baru saja keluar dari tempatnya menghadiri acara launching 7 novel religi karya sahabatnya-Datok Siti Amainah. Sahabat seperjuanganya semasa berkuliah di Universitas Indonesia dahulu. Ia mendapatkan undangan khusus untuk menghadiri acara launching novel sekaligus meet & great dengan para fans sahabatnya itu.
Selain itu, gadis cantik bermanik hitam teduh itu juga mendapatkan kabar bahagia dan sedih dalam satu waktu pagi ini. Pertama, ia tidak bisa ikut mengantarkan kepergian saudara kembarnya yang hendak memenuhi panggilan negara. Ia merasa sedih, karena kembarannya itu akan pergi dalam kurun waktu yang cukup lama saat ini. Berita baiknya, pernikahan kakak sulungnya akan di selenggarakan bulan depan. Pria itu juga kini sudah dalam perjalanan pulang.
Ketika hendak kembali ke hotel tempatnya menginap, halis tebal gadis cantik itu bertaut. Saat melihat sosik yang familiar di matanya, walaupun sudah bertahun tahun tak berjumpa. Senyum bahagia terpatri di bibirnya, sebelum mengejar sosok yang terlihat lebih dewasa juga tampan dari terakhir kali mereka bertemu. Ia memang tahu jika kakaknya tengah berada di Kuala lumpur, jadi ia sekalian menyengajakan dirinya untuk datang. Selain menghadiri undangan sang sahabat, ia juga ingin memberi suprise kepada sang kakak. Tapi ia tak menyangka jika akan bertemu secara kebetulan dengan kakaknya. Namun, belum sempat ia menyapa.Senyum di bibirnya kandas seketika, saat melihat seorang gadis berdress putih selutut memeluk lengan pria yang familiar di matanya itu mesra.
Dengan rasa keingintahuan yang begitu menggunung, gadis cantik berusia 23 tahun tersebut terus mengikuti keduanya. Ia yakin, jika keduanya ini memiliki hubungan yang tidak biasa biasa saja. Tapi, apa pria itu membohonginya. Membohongi keluarganya selama ini?
Bahkan dia sudah tidak pulang ke rumah semenjak 6 tahun lalu. Tetapi, apa yang dilihatnya ini? Pria itu berjalan jalan santai, menikmati waktu santainya dengan seorang wanita yang ia yakini bukan bukah muhrimnya.
Dengan langkah tergesa gesa, gadis berpakaian staylist dengan balutan syar'i nya itu mengikuti pasangan di hadapanya. Hingga mereka memasuki sebuah kamar bernomor 2020. Sebelum pintu kamar itu tertutup sempurna, ia awalnya hendak memanggil keduanya secara langsung. Namun, sebelum semua itu tearelisasikan, matanya sudah di buat terpaku oleh pemandangan dihadapanya.
Keduanya saling berpelukan, menautkan bibir tanpa ada ikatan yang pasti di mata tuhan. Ia terkejut bukan main, setahunya sosok pria di hadapanya ini mengaku tidak memiliki kekasih pada bundanya waktu itu. Lalu, apakah yang dilihatnya saat ini? Dua orang yang bukan mahrom,melakukan hubungan yang cukup untuk mendekati kata 'zina' mengingat status keduanya.
Melihat orang yang di rindukanya selama enam tahun ini, tentu ia bahagia. Namun niat awalnya yang akan memberikan suprise, harus menerima suprise yang lebih dulu. Ia sengaja datang kesini demi memberi kejutan, karena tahu sang kakak tengah berada di Kuala lumpur, tapi apa ini?
"A-abang....."
Lirihnya dengan suara serak dan bergetar, saat kedua orang berbeda jenis dihadapanya menghentikan tautan panas mereka.
Si wanita yang terkejut dengan keberadaan gadis berhijab di depan pintu kamarnya itu, tentu saja marah. Karena dia menganggu privasi mereka. Mungkin karena tadi lupa menutup pintu, jadilah gadis asing itu melihat adegan yang barusaja mereka lakukan. Tapi yang membuatnya bingung adalah, kenapa gadis itu menangis?
Lain dengan tatapan penuh keterkejutan dari sang kekasih, yang berdiri mematung di sampingnya.
"Hey, what are you-" Namun belum sempat ucapanya terselesaikan, namun sudah terlebih dulu di sela oleh suara sang kekasihnya.
"L-lunar, i-ini-"
Plakkk
Pembohong tetaplah pembohong. Itu yang sedari kecil Lunar pelajari, Ayah dan Bundanya selalu mengajarkan mereka untuk jujur dalam setiap tindakan. Agar ke depannya mereka dapat selalu hidup tentram tampa harus menyembunyikan sesuatu, tanpa harus mengecewakan seseorang di kemudian hari. Ia sendiri tipikal orang yang tidak suka di bohong, baginya seorang pembohong itu pengecut. Menyembunyikan fakta dibalik sebuah kebohongan.
Pria tampan di hadapanya itu menatap adik gadis dihadapanya tak percaya. Tak peduli seberapa panas rasa perih yang menjalar dipipi kirinya.
"L-lunar, ini tidak-"
"Tidak seperti yang Lunar lihat? Astagfirullah haladzim, abang selama ini ngebohongin kita?"
Tanya suara gadis dihadapanya bergetar, sambil mengusap air matanya kasar. 'kita' maksudnya ia dan keluarganya yang telah pria di hadapanya bohongi.
"Lunar-"
"Abang bohongin Ayah, bunda, bang Van'ar, oma, opa. Bahkan calon istri abang sendiri?"
Selanya lagi.
Gadis cantik berdress putih selutut itu tercengang. Ia bukan tidak paham bahasa Indonesia. Tinggal dan berpacaran bersama sang kekasih yang selama bertahun tahun, membuatnya sedikit demi sedikit mengerti bahasa Indonesia.
"Calon istri?" Selanya, memecahkan keheningan.
"Lunar, abang bisa jelaskan. Ini-"
"Ini àpa bang? abang sudah lupa atau gimana. Semua orang pasti kecewa kalau tahu abang begini. Enam tahun, jadi ini alasanya abang gak pulang kerumah? Karena cewek yang bahkan gak bisa nutupin auratnya dengan sempurna."
Ujarnya getir, sambil kembali menitihkan air mata.
Lunarysah Azzahra Az-zzioi -adalah gadis cerdas juga berani. Jika mudanya sang bunda adalah sosok wanita yang lemah lembut juga memiliki tutur kata yang lembut, sang putri pun sama. Hanya bedanya, Seorang Lunarysah ini tidak mudah tunduk jika dirinya terus diintimidasi. Karena putri Radityan ini adalah gadis yang tipikal berani melawan, jika memang diperlukan.
"LUNAR, CUKUP?!"
Bentak pria dihadapanya kalap, menghiraukan tatapan penuh keterkejutan dari gadis dihadapanya.
"A-abang bentak Lunar?" Lirih Lunar, tak percaya.
"A-bang, bukan bermaksud buat bentak kamu. Tapi-"
"Tapi apa? Tinggal di negri orang selama hampir 12 tahun, buat abang lupa?
Buat abang lupa keluarga, lupa ajaran ayah sama bunda? Lupa kalau Lunar ini adik abang? Abang udah berani bentak Lunar, nanti apa lagi? Main tangan gitu, istigfar bang. Abang udah terlalu jauh berubah." Tanya lunar bertubi tubi.
Entah hilang kemana, sosok sang kakak yang dulu penyayang dan menghargai wanita. Sosok sang abang yang selalu menjunjung tinggi ajaran ìslam yang baik. Menerapkan setiap amalan baik yang diajarkan kedua orang tuànya.
"Kayaknya, abang memang sudah lupa. Atau mungkin, abang sudah berubah." Ujar Lunar datar, menggatikan ekspresi cerianya yang hari ini banya tersingkir.
"Lunar kecewa sama abang."
Final gadis itu, sambil berlalu meninggalkan dua pasang manusia yang masoh mematung tersebut.
"Lunar!"
"Lunar?!"
Sayup sayup iya masih bisa mendengar panggilan sang kakak yang meriaki namanya. Namun ia memilih berlalu, tanpa berniat berbalik sedikitpun. Ia kecewa, amatlah kecewa dengan perubahan drastis yang dialami oleh kakaknya sendiri.
"Arrrgg" Geram pria tampan tersebut frustasi.
Ia salah, tentu saja. Pengecut seperti dirinya memang harus menanggung semua konsekuensi atas perbuatanya.
"Kamu hutang banyak penjelasan sama aku!"
Ujar suara sang kekasih, penuh penekanan.
**
Sementara itu, gadis cantik yang bermanik hitam teduh itu langsung kembali ke kamar hotelnya. Menelpon seseorang, untuk memesankan tiket pesawat yang berangkat paling awal ke Jakarta. Ia ingin pulang, ingin segera menghambur kepelukan sang bunda. Sungguh sakit rasanya, bak di tikam belati dari seseorang yang tak terduga.
Ia pikir, abangnya pria yang bertanggung jawab seperti kakak kembaranya. Bekerja demi meraup pundi pundi rupiah, tanpa bermain main dengan wanita yang bukan muhrimnya. Ia pikir Anzar-sang kakak begitu. Tetapi nyatanya, jangankan ia bertanya, melihat saja ia sudah mendapatkan jawabanya. Perempuan berpakaian terbuka menurutnya tadi, adalah kekasih sang kakak. Jika tidak pun, kenapa mereka terlihat begitu dekat.
Awalnya ia pernah mendengar dari sahabatnya yang menetap di New york, jika kakaknya itu menjalin hubungan dengan model cantik asal belanda. Bahkan, anniversery hubungan mereka yang kelima pun di siarkan oleh media lokal. Awalnya ia menyangkal tentang kebenaran tersebut. Tapi kini ia yakin, terlebih lagi menurut sang sahabat berita tentang mereka selalu hilang tanpa jejak setelah beberapa jam di publikasikan. Seakan-akan memang seseorang tengah menyembunyikan gosip tentang hubungan keduanya.
Sampai di Jakarta, gadis yang masih bergelut dalam kemelut kekecawaan itu, segera memesan taxi online untuk mengantarkan dirinya pulang. Sesak di dadanya harus segera terobati, dengan cepat tentunya. Tiba di kediaman keluarga Radityan, gadis itu langsung meraih kopernya. Menariknya kasar sambil berderaian air mata. Sesak di dadanya sungguh sudah memuncak, mengingat perlakuan kakak tertuanya beberapa saat yang lalu.
"Assalamualaikum, bunda...." Lirihnya, ketika berhasil memasuki mansion keluarganya.
Keluarga besar Radityan yang tadinya sedang berkumpul sambil mengbrol ringan, langsung diam sejenak saat kedatangan si bungsu-Lunar.
"Lunar, ada apa? Kenapa menangis?"
Sapa sang bunda yang terlihat amat terkejut.
"Bunda, a-abang......"
Lirihnya tersenggal senggal, sebelum kegelapan menghantamnya. Merenggut kesadaranya seketika yang langsung membuat keluarganya terkejut bukan main.
"Mas, Lunar?!"
Dengan cepat pria paruh baya itu mengangkat tubuh mungil putrinya. Membawanya segera kerumah sakit, mentingat keadaan sang putri yang sudah terlihat sangat pucat pasi.
****
"Putri bapak dan ibu hanya mengalami shok berat. Sepertinya pasien baru saja mendapatkan berita yang amat mengejutkan, hingga membuatnya shok tanpa sadar. Tekanan darahnya juga rendah, itulah yang memicu putri anda tak sadarkan diri." Tutur pria bersnelli dokter yang tadi menganani sang putri.
"Saya sarankan agar nona Lunar badrest untuk hari ini. Mengingat pasien juga sepertinya amat tertekan." Lanjutnya.
Arkia maupun Vano sang suami mengangguk. Mengingat sejak kecil putrinya ini sangat rawan terkena shok dan anemia. Terlebih lagi jika Lunar mendengar sesuatu yang terlalu mengejutkan, ataupun spontan yang sulit di terima oleh dirinya. Gadis manis itu pasti akan mudah pingsan. Pernah sekali, saat SMA. Waktu itu ia baru pulang dari sekolah, dan tiba tiba mendapat kabar jika abangnya-Van'ar mengalami kecelakaan. Spontan gadis itu menangis tersedu sedu, hingga membuatnya sulit bernapas dan pingsan seketika karena otaknya tidak menerima pasokan oksigen yang cukup.
"Kamu kenapa sayang?"
Lirih wanita berhijab syar'i teŕsebut, sambil mengenggam tangan mungil sang putri.
Padahal sudah lama sekali, semenjak Lunar pingsan karena shok tiba tiba. Arkia-sebagai seorang ibu hapal betul, jika gadisnya ini tengah memilikì tekanan. Tapi apa?
Sebagai seorang ayah, Keevano tentu tidak tinggal diam, melihat sang putri terbaring lemah seperti itu. Belum lagi sang istri yang terlihat sangat mencemaskan keadaan putri mereka. Dengan segera, ia meraih smartphone miliknya. Menghubungi tangan kananya, agar mencari tahu penyebab dropnya putri gadisnya.
"Hallo, Aoi!"
"...."
"Tolong selidiki, apa saja yang di lakukan putri saya selama berada di Malaysia."
"..."
Iya yakin, jika ada yang tidak beres dengan putrinya selama berada di Malaysia.
**
To Be Continue
Hayoooo,gimana nih??
Cung ah, tim A) Anzar atau tim B)Va'ar
jangan lupa like, vote sama komen ya:)
Sukabumi 21 April 2020
10.00
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Neyla Zalfa
ngarep tim b hhj
2020-12-02
2
Arninyon
kecewa berat q thor sama anzar..
2020-11-09
3
Septy Cweet
sedih
2020-10-11
2