BSJ 08 : Kekecewaan Putri Radityan

...'Selama ini aku membanggakanmu, menyayangimu juga menjadikanmu contoh idola muda yang pandai dan mapan. Namun apa ini, apa ini balasan dari kekagumanku bang?'...

...-Lunarysah Azzahra Az-zzioi -...

...BSJ 08 : Kekecewaan Putri Radityan...

...****...

Pagi menjelang siang yang cukup ramai di ibu kota negri berjuluk Negri Jiran. Menyambut datangnya seorang gadis cantik berhijab syar'i yang baru saja keluar dari tempatnya menghadiri acara launching 7 novel religi karya sahabatnya-Datok Siti Amainah. Sahabat seperjuanganya semasa berkuliah di Universitas Indonesia dahulu. Ia mendapatkan undangan khusus untuk menghadiri acara launching novel sekaligus meet & great dengan para fans sahabatnya itu.

Selain itu, gadis cantik bermanik hitam teduh itu juga mendapatkan kabar bahagia dan sedih dalam satu waktu pagi ini. Pertama, ia tidak bisa ikut mengantarkan kepergian saudara kembarnya yang hendak memenuhi panggilan negara. Ia merasa sedih, karena kembarannya itu akan pergi dalam kurun waktu yang cukup lama saat ini. Berita baiknya, pernikahan kakak sulungnya akan di selenggarakan bulan depan. Pria itu juga kini sudah dalam perjalanan pulang.

Ketika hendak kembali ke hotel tempatnya menginap, halis tebal gadis cantik itu bertaut. Saat melihat sosik yang familiar di matanya, walaupun sudah bertahun tahun tak berjumpa. Senyum bahagia terpatri di bibirnya, sebelum mengejar sosok yang terlihat lebih dewasa juga tampan dari terakhir kali mereka bertemu. Ia memang tahu jika kakaknya tengah berada di Kuala lumpur, jadi ia sekalian menyengajakan dirinya untuk datang. Selain menghadiri undangan sang sahabat, ia juga ingin memberi suprise kepada sang kakak. Tapi ia tak menyangka jika akan bertemu secara kebetulan dengan kakaknya. Namun, belum sempat ia menyapa.Senyum di bibirnya kandas seketika, saat melihat seorang gadis berdress putih selutut memeluk lengan pria yang familiar di matanya itu mesra.

Dengan rasa keingintahuan yang begitu menggunung, gadis cantik berusia 23 tahun tersebut terus mengikuti keduanya. Ia yakin, jika keduanya ini memiliki hubungan yang tidak biasa biasa saja. Tapi, apa pria itu membohonginya. Membohongi keluarganya selama ini?

Bahkan dia sudah tidak pulang ke rumah semenjak 6 tahun lalu. Tetapi, apa yang dilihatnya ini? Pria itu berjalan jalan santai, menikmati waktu santainya dengan seorang wanita yang ia yakini bukan bukah muhrimnya.

Dengan langkah tergesa gesa, gadis berpakaian staylist dengan balutan syar'i nya itu mengikuti pasangan di hadapanya. Hingga mereka memasuki sebuah kamar bernomor 2020. Sebelum pintu kamar itu tertutup sempurna, ia awalnya hendak memanggil keduanya secara langsung. Namun, sebelum semua itu tearelisasikan, matanya sudah di buat terpaku oleh pemandangan dihadapanya.

Keduanya saling berpelukan, menautkan bibir tanpa ada ikatan yang pasti di mata tuhan. Ia terkejut bukan main, setahunya sosok pria di hadapanya ini mengaku tidak memiliki kekasih pada bundanya waktu itu. Lalu, apakah yang dilihatnya saat ini? Dua orang yang bukan mahrom,melakukan hubungan yang cukup untuk mendekati kata 'zina' mengingat status keduanya.

Melihat orang yang di rindukanya selama enam tahun ini, tentu ia bahagia. Namun niat awalnya yang akan memberikan suprise, harus menerima suprise yang lebih dulu. Ia sengaja datang kesini demi memberi kejutan, karena tahu sang kakak tengah berada di Kuala lumpur, tapi apa ini?

"A-abang....."

Lirihnya dengan suara serak dan bergetar, saat kedua orang berbeda jenis dihadapanya menghentikan tautan panas mereka.

Si wanita yang terkejut dengan keberadaan gadis berhijab di depan pintu kamarnya itu, tentu saja marah. Karena dia menganggu privasi mereka. Mungkin karena tadi lupa menutup pintu, jadilah gadis asing itu melihat adegan yang barusaja mereka lakukan. Tapi yang membuatnya bingung adalah, kenapa gadis itu menangis?

Lain dengan tatapan penuh keterkejutan dari sang kekasih, yang berdiri mematung di sampingnya.

"Hey, what are you-" Namun belum sempat ucapanya terselesaikan, namun sudah terlebih dulu di sela oleh suara sang kekasihnya.

"L-lunar, i-ini-"

Plakkk

Pembohong tetaplah pembohong. Itu yang sedari kecil Lunar pelajari, Ayah dan Bundanya selalu mengajarkan mereka untuk jujur dalam setiap tindakan. Agar ke depannya mereka dapat selalu hidup tentram tampa harus menyembunyikan sesuatu, tanpa harus mengecewakan seseorang di kemudian hari. Ia sendiri tipikal orang yang tidak suka di bohong, baginya seorang pembohong itu pengecut. Menyembunyikan fakta dibalik sebuah kebohongan.

Pria tampan di hadapanya itu menatap adik gadis dihadapanya tak percaya. Tak peduli seberapa panas rasa perih yang menjalar dipipi kirinya.

"L-lunar, ini tidak-"

"Tidak seperti yang Lunar lihat? Astagfirullah haladzim, abang selama ini ngebohongin kita?"

Tanya suara gadis dihadapanya bergetar, sambil mengusap air matanya kasar. 'kita' maksudnya ia dan keluarganya yang telah pria di hadapanya bohongi.

"Lunar-"

"Abang bohongin Ayah, bunda, bang Van'ar, oma, opa. Bahkan calon istri abang sendiri?"

Selanya lagi.

Gadis cantik berdress putih selutut itu tercengang. Ia bukan tidak paham bahasa Indonesia. Tinggal dan berpacaran bersama sang kekasih yang selama bertahun tahun, membuatnya sedikit demi sedikit mengerti bahasa Indonesia.

"Calon istri?" Selanya, memecahkan keheningan.

"Lunar, abang bisa jelaskan. Ini-"

"Ini àpa bang? abang sudah lupa atau gimana. Semua orang pasti kecewa kalau tahu abang begini. Enam tahun, jadi ini alasanya abang gak pulang kerumah? Karena cewek yang bahkan gak bisa nutupin auratnya dengan sempurna."

Ujarnya getir, sambil kembali menitihkan air mata.

Lunarysah Azzahra Az-zzioi -adalah gadis cerdas juga berani. Jika mudanya sang bunda adalah sosok wanita yang lemah lembut juga memiliki tutur kata yang lembut, sang putri pun sama. Hanya bedanya, Seorang Lunarysah ini tidak mudah tunduk jika dirinya terus diintimidasi. Karena putri Radityan ini adalah gadis yang tipikal berani melawan, jika memang diperlukan.

"LUNAR, CUKUP?!"

Bentak pria dihadapanya kalap, menghiraukan tatapan penuh keterkejutan dari gadis dihadapanya.

"A-abang bentak Lunar?" Lirih Lunar, tak percaya.

"A-bang, bukan bermaksud buat bentak kamu. Tapi-"

"Tapi apa? Tinggal di negri orang selama hampir 12 tahun, buat abang lupa?

Buat abang lupa keluarga, lupa ajaran ayah sama bunda? Lupa kalau Lunar ini adik abang? Abang udah berani bentak Lunar, nanti apa lagi? Main tangan gitu, istigfar bang. Abang udah terlalu jauh berubah." Tanya lunar bertubi tubi.

Entah hilang kemana, sosok sang kakak yang dulu penyayang dan menghargai wanita. Sosok sang abang yang selalu menjunjung tinggi ajaran ìslam yang baik. Menerapkan setiap amalan baik yang diajarkan kedua orang tuànya.

"Kayaknya, abang memang sudah lupa. Atau mungkin, abang sudah berubah." Ujar Lunar datar, menggatikan ekspresi cerianya yang hari ini banya tersingkir.

"Lunar kecewa sama abang."

Final gadis itu, sambil berlalu meninggalkan dua pasang manusia yang masoh mematung tersebut.

"Lunar!"

"Lunar?!"

Sayup sayup iya masih bisa mendengar panggilan sang kakak yang meriaki namanya. Namun ia memilih berlalu, tanpa berniat berbalik sedikitpun. Ia kecewa, amatlah kecewa dengan perubahan drastis yang dialami oleh kakaknya sendiri.

"Arrrgg" Geram pria tampan tersebut frustasi.

Ia salah, tentu saja. Pengecut seperti dirinya memang harus menanggung semua konsekuensi atas perbuatanya.

"Kamu hutang banyak penjelasan sama aku!"

Ujar suara sang kekasih, penuh penekanan.

**

Sementara itu, gadis cantik yang bermanik hitam teduh itu langsung kembali ke kamar hotelnya. Menelpon seseorang, untuk memesankan tiket pesawat yang berangkat paling awal ke Jakarta. Ia ingin pulang, ingin segera menghambur kepelukan sang bunda. Sungguh sakit rasanya, bak di tikam belati dari seseorang yang tak terduga.

Ia pikir, abangnya pria yang bertanggung jawab seperti kakak kembaranya. Bekerja demi meraup pundi pundi rupiah, tanpa bermain main dengan wanita yang bukan muhrimnya. Ia pikir Anzar-sang kakak begitu. Tetapi nyatanya, jangankan ia bertanya, melihat saja ia sudah mendapatkan jawabanya. Perempuan berpakaian terbuka menurutnya tadi, adalah kekasih sang kakak. Jika tidak pun, kenapa mereka terlihat begitu dekat.

Awalnya ia pernah mendengar dari sahabatnya yang menetap di New york, jika kakaknya itu menjalin hubungan dengan model cantik asal belanda. Bahkan, anniversery hubungan mereka yang kelima pun di siarkan oleh media lokal. Awalnya ia menyangkal tentang kebenaran tersebut. Tapi kini ia yakin, terlebih lagi menurut sang sahabat berita tentang mereka selalu hilang tanpa jejak setelah beberapa jam di publikasikan. Seakan-akan memang seseorang tengah menyembunyikan gosip tentang hubungan keduanya.

Sampai di Jakarta, gadis yang masih bergelut dalam kemelut kekecawaan itu, segera memesan taxi online untuk mengantarkan dirinya pulang. Sesak di dadanya harus segera terobati, dengan cepat tentunya. Tiba di kediaman keluarga Radityan, gadis itu langsung meraih kopernya. Menariknya kasar sambil berderaian air mata. Sesak di dadanya sungguh sudah memuncak, mengingat perlakuan kakak tertuanya beberapa saat yang lalu.

"Assalamualaikum, bunda...." Lirihnya, ketika berhasil memasuki mansion keluarganya.

Keluarga besar Radityan yang tadinya sedang berkumpul sambil mengbrol ringan, langsung diam sejenak saat kedatangan si bungsu-Lunar.

"Lunar, ada apa? Kenapa menangis?"

Sapa sang bunda yang terlihat amat terkejut.

"Bunda, a-abang......"

Lirihnya tersenggal senggal, sebelum kegelapan menghantamnya. Merenggut kesadaranya seketika yang langsung membuat keluarganya terkejut bukan main.

"Mas, Lunar?!"

Dengan cepat pria paruh baya itu mengangkat tubuh mungil putrinya. Membawanya segera kerumah sakit, mentingat keadaan sang putri yang sudah terlihat sangat pucat pasi.

****

"Putri bapak dan ibu hanya mengalami shok berat. Sepertinya pasien baru saja mendapatkan berita yang amat mengejutkan, hingga membuatnya shok tanpa sadar. Tekanan darahnya juga rendah, itulah yang memicu putri anda tak sadarkan diri." Tutur pria bersnelli dokter yang tadi menganani sang putri.

"Saya sarankan agar nona Lunar badrest untuk hari ini. Mengingat pasien juga sepertinya amat tertekan." Lanjutnya.

Arkia maupun Vano sang suami mengangguk. Mengingat sejak kecil putrinya ini sangat rawan terkena shok dan anemia. Terlebih lagi jika Lunar mendengar sesuatu yang terlalu mengejutkan, ataupun spontan yang sulit di terima oleh dirinya. Gadis manis itu pasti akan mudah pingsan. Pernah sekali, saat SMA. Waktu itu ia baru pulang dari sekolah, dan tiba tiba mendapat kabar jika abangnya-Van'ar mengalami kecelakaan. Spontan gadis itu menangis tersedu sedu, hingga membuatnya sulit bernapas dan pingsan seketika karena otaknya tidak menerima pasokan oksigen yang cukup.

"Kamu kenapa sayang?"

Lirih wanita berhijab syar'i teŕsebut, sambil mengenggam tangan mungil sang putri.

Padahal sudah lama sekali, semenjak Lunar pingsan karena shok tiba tiba. Arkia-sebagai seorang ibu hapal betul, jika gadisnya ini tengah memilikì tekanan. Tapi apa?

Sebagai seorang ayah, Keevano tentu tidak tinggal diam, melihat sang putri terbaring lemah seperti itu. Belum lagi sang istri yang terlihat sangat mencemaskan keadaan putri mereka. Dengan segera, ia meraih smartphone miliknya. Menghubungi tangan kananya, agar mencari tahu penyebab dropnya putri gadisnya.

"Hallo, Aoi!"

"...."

"Tolong selidiki, apa saja yang di lakukan putri saya selama berada di Malaysia."

"..."

Iya yakin, jika ada yang tidak beres dengan putrinya selama berada di Malaysia.

**

To Be Continue

Hayoooo,gimana nih??

Cung ah, tim A) Anzar atau tim B)Va'ar

jangan lupa like, vote sama komen ya:)

Sukabumi 21 April 2020

10.00

Terpopuler

Comments

Neyla Zalfa

Neyla Zalfa

ngarep tim b hhj

2020-12-02

2

Arninyon

Arninyon

kecewa berat q thor sama anzar..

2020-11-09

3

Septy Cweet

Septy Cweet

sedih

2020-10-11

2

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan tokoh
2 Prolog
3 BSJ 01 : (Bukan) Pertemuan Pertama
4 BS 02 : Pria Berbaret
5 BSJ 03 : Keluarga Radityan
6 BSJ 04 : Calon Mantu
7 BSJ 05 : Ķeputusan
8 BSJ 06 : Ada yang Pecah, tapi Bukan Kaca
9 BSJ 07 : Kabar dari Negri Jiran
10 BSJ 08 : Kekecewaan Putri Radityan
11 BSJ 09 : Pembohon
12 BSJ 10 : Gadis Bercadar
13 BSJ 11 : Memperbaiki
14 BSJ 12 : Melepaskan
15 BSJ 13 : Mengejar
16 BSJ 14 : Kabar sang Kapten
17 BSJ 15 : Aye Aye Kapten
18 BSJ 16 : Waktu
19 BSJ 17 : Sigap, Siap, Sedia membantu
20 BSJ 18 : Rasa yang hadir
21 BSJ 19 : Pulang Membawa Risalah Hati
22 BSJ 20 : Datang untuk mengambil
23 BSJ 21 : Memilih Pergi
24 BSJ 22: Kacau
25 BSJ 23 : R U M I T
26 BSJ 24 : Datangnya Putra Yang Lain
27 BSJ 25 : Permintaan Terakhir
28 BSJ 26 : Budak Cinta
29 BSJ 27. Menaklukan Hati
30 BSJ 28 : Jawaban Dari Pemilik Hati
31 BSJ 29 : falling In Love With Capten
32 BSJ 30 : MISS YOU FROM 2.958 mdpl
33 BSJ 31 : Awal Kehancuran
34 BSJ 32 : Bom Waktu
35 BSJ 33 : And, BOOM
36 BSJ 34 : Seni Adalah Ledakkan
37 BSJ 35 : Puing Puing Reruntuhan
38 BSJ 36 : Tak Semudah Itu, Bambang
39 BUKAN UPDATE!!
40 BSJ 37 : Ikrar Janji Suci
41 BSJ 38 : Pedang Pora Wedding
42 BSJ 39 : GG Bersaudara
43 BSJ 40 : Sweeth Couple VanRa
44 BSJ 41 : Kejutan Kecil VanRa
45 BSJ 42 : Kota Kembang Berjuta Rasa
46 BSJ 43 : Harapan dan Bunga Mimpi
47 BSJ 44 : Ada Yang Tersembunyi
48 BSJ 45 : Comback, Again
49 BSJ 46 : Gawat, Darurat
50 BSJ 47 : Alasan Kepulangan
51 BSJ 48 : Lantunan Merdu Sang Biglear
52 BSJ 49 : Kepossesivan Sang Binglear
53 BSJ 50: Ditampar Oleh Fakta
54 BSJ 51 : Jangan Cemburu, Mas Mas Sùami
55 BSJ 52 : Tidak Ada Habisnya
56 BSJ 53 : Stalker
57 BSJ 54 : Bumu Rindu Ayamu
58 BSJ 55 : Everytime (VanRa Part)
59 BSJ 56 : Kejutan Anniversary Bikin Ngeri
60 BSJ 57 : Diatas Langit, Masih Ada Langit
61 BSJ 58 : Terjebak
62 BSJ 59 : Cerita Karma is Real
63 BSJ 60 : Ayamu Pengen Dimanja
64 BSJ 61 : Friendzone
65 BSJ 62: 4 Bulanan Bumu
66 BSJ 63 : Anzar Sudah Taken???
67 BSJ 64 : USG
68 BSJ 65 : Adanya Prioritas
69 BSJ 66 : Kamu Berarti
70 BSJ 67 : Datangnya Cinta Masalalu
71 BSJ 68 : Pelakor dan Pembinor
72 BSJ 69 : Dimana Kau Berada, Kekasih Hati???
73 BSJ 70 : Awal Kepergian
74 BSJ 71 : Pergi yang Membawa Duka
75 BSJ 72 : Jatuhnya Batasan Rindu
76 BSJ 73 : Dari Sang Biglear
77 BSJ 74 : Ikatan
78 BSJ 75 : Paham yang Salah')
79 BSJ 76 : Pulang
80 BSJ 77 : Janggal
81 BSJ 78 : Misteri Senyuman
82 BSJ 79 : Overall
83 BSJ 80 : Kupu Kupu malam
84 BSJ 81 : Ari-ri Ari
85 BSJ 82 : Habis Gelap
86 BSJ 83 : Triple Dating
87 BSJ 84 : Ci Bungsu Kecewa
88 BSJ 85 : Bunga Cinta
89 BSJ 86 : Wedding Day
90 BSJ 87 : Bintang Lain
91 BSJ 88 : Manten Cembukur
92 BSJ 89 : Para Jomblo
93 BSJ 90 : Honeymoon Minimalis
94 BSJ 91 : Honeymoon Sungguhan
95 BSJ 92 : The Cute Couple
96 BSJ 93 : Ayah Siaga
97 BSJ 94 : Selamat datang Arsyad & Arra
98 BSJ 95 : Lentera Jannah
99 BSJ 96 : Ribetnya Pernikahan Aisyah ini
100 BSJ 97 : (Epilog) Quality Time
101 BONUS VISUAL + CUAP CUAP AUTHOR!!
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pengenalan tokoh
2
Prolog
3
BSJ 01 : (Bukan) Pertemuan Pertama
4
BS 02 : Pria Berbaret
5
BSJ 03 : Keluarga Radityan
6
BSJ 04 : Calon Mantu
7
BSJ 05 : Ķeputusan
8
BSJ 06 : Ada yang Pecah, tapi Bukan Kaca
9
BSJ 07 : Kabar dari Negri Jiran
10
BSJ 08 : Kekecewaan Putri Radityan
11
BSJ 09 : Pembohon
12
BSJ 10 : Gadis Bercadar
13
BSJ 11 : Memperbaiki
14
BSJ 12 : Melepaskan
15
BSJ 13 : Mengejar
16
BSJ 14 : Kabar sang Kapten
17
BSJ 15 : Aye Aye Kapten
18
BSJ 16 : Waktu
19
BSJ 17 : Sigap, Siap, Sedia membantu
20
BSJ 18 : Rasa yang hadir
21
BSJ 19 : Pulang Membawa Risalah Hati
22
BSJ 20 : Datang untuk mengambil
23
BSJ 21 : Memilih Pergi
24
BSJ 22: Kacau
25
BSJ 23 : R U M I T
26
BSJ 24 : Datangnya Putra Yang Lain
27
BSJ 25 : Permintaan Terakhir
28
BSJ 26 : Budak Cinta
29
BSJ 27. Menaklukan Hati
30
BSJ 28 : Jawaban Dari Pemilik Hati
31
BSJ 29 : falling In Love With Capten
32
BSJ 30 : MISS YOU FROM 2.958 mdpl
33
BSJ 31 : Awal Kehancuran
34
BSJ 32 : Bom Waktu
35
BSJ 33 : And, BOOM
36
BSJ 34 : Seni Adalah Ledakkan
37
BSJ 35 : Puing Puing Reruntuhan
38
BSJ 36 : Tak Semudah Itu, Bambang
39
BUKAN UPDATE!!
40
BSJ 37 : Ikrar Janji Suci
41
BSJ 38 : Pedang Pora Wedding
42
BSJ 39 : GG Bersaudara
43
BSJ 40 : Sweeth Couple VanRa
44
BSJ 41 : Kejutan Kecil VanRa
45
BSJ 42 : Kota Kembang Berjuta Rasa
46
BSJ 43 : Harapan dan Bunga Mimpi
47
BSJ 44 : Ada Yang Tersembunyi
48
BSJ 45 : Comback, Again
49
BSJ 46 : Gawat, Darurat
50
BSJ 47 : Alasan Kepulangan
51
BSJ 48 : Lantunan Merdu Sang Biglear
52
BSJ 49 : Kepossesivan Sang Binglear
53
BSJ 50: Ditampar Oleh Fakta
54
BSJ 51 : Jangan Cemburu, Mas Mas Sùami
55
BSJ 52 : Tidak Ada Habisnya
56
BSJ 53 : Stalker
57
BSJ 54 : Bumu Rindu Ayamu
58
BSJ 55 : Everytime (VanRa Part)
59
BSJ 56 : Kejutan Anniversary Bikin Ngeri
60
BSJ 57 : Diatas Langit, Masih Ada Langit
61
BSJ 58 : Terjebak
62
BSJ 59 : Cerita Karma is Real
63
BSJ 60 : Ayamu Pengen Dimanja
64
BSJ 61 : Friendzone
65
BSJ 62: 4 Bulanan Bumu
66
BSJ 63 : Anzar Sudah Taken???
67
BSJ 64 : USG
68
BSJ 65 : Adanya Prioritas
69
BSJ 66 : Kamu Berarti
70
BSJ 67 : Datangnya Cinta Masalalu
71
BSJ 68 : Pelakor dan Pembinor
72
BSJ 69 : Dimana Kau Berada, Kekasih Hati???
73
BSJ 70 : Awal Kepergian
74
BSJ 71 : Pergi yang Membawa Duka
75
BSJ 72 : Jatuhnya Batasan Rindu
76
BSJ 73 : Dari Sang Biglear
77
BSJ 74 : Ikatan
78
BSJ 75 : Paham yang Salah')
79
BSJ 76 : Pulang
80
BSJ 77 : Janggal
81
BSJ 78 : Misteri Senyuman
82
BSJ 79 : Overall
83
BSJ 80 : Kupu Kupu malam
84
BSJ 81 : Ari-ri Ari
85
BSJ 82 : Habis Gelap
86
BSJ 83 : Triple Dating
87
BSJ 84 : Ci Bungsu Kecewa
88
BSJ 85 : Bunga Cinta
89
BSJ 86 : Wedding Day
90
BSJ 87 : Bintang Lain
91
BSJ 88 : Manten Cembukur
92
BSJ 89 : Para Jomblo
93
BSJ 90 : Honeymoon Minimalis
94
BSJ 91 : Honeymoon Sungguhan
95
BSJ 92 : The Cute Couple
96
BSJ 93 : Ayah Siaga
97
BSJ 94 : Selamat datang Arsyad & Arra
98
BSJ 95 : Lentera Jannah
99
BSJ 96 : Ribetnya Pernikahan Aisyah ini
100
BSJ 97 : (Epilog) Quality Time
101
BONUS VISUAL + CUAP CUAP AUTHOR!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!