...'Jika kita berani mengambil sebuah keputusan, maka kita harus siap pula menerima konsekuensinya.'...
...BSJ 07 : Kabar dari Negri Jiran...
...****...
Mencintai dalam diam itu seperti menari sendirian diantara kabut pagi di sebuah padang rumput yang megah dan indah. Membawa kenyaman juga kepuasan tersendiri, namun keindahan yang sesaat di waktu yang bersamaan. Ada dua hati yang tak pernah saling menyadari, jika diantara salah satunya memendam rasa. Waktu bukanlah sebuah acuan, cinta datang dan berkembang tanpa dapat di presdiksi.
Dia datang dan menetap dalam kurun waktu yang tak dapat di tebak. Hàti yang tak bertuan, mengharapkan sebuah pengakuan. Namun terlambat seperkian detik saja, ia sudah tak lagi dalam jangkauan.
Mencintai dalam diam itu sejujurnya seperti menyayatkan belati pada nadi sendiri. Sudah tahu resiko akan tersakiti, namun tetap hakiki. Bukan soal rasa ingin menyaingi, namun sepenuh hati yang ingin memiliki. Diam bukan berati tak ada gerakan, bukan berarti tak ada niatan. Cinta datang karena kuasa-Nya, menghadirkan rasa untuk sepasang mahluknya. Datang menjerat tak melihat atau merarat. Dia datang seperti angin, berjalan seperti air, indah seperti pelangi, sejuk seperti embun pagi. Begitu kurang lebihnya cinta tak terbalaskan, menabur luka ketika harus merelakan.
Bagi pria muda tampan satu ini, cinta adalah rasa yang mulia. Melingkupi hati dengan suka cita, bukan hasrat tak terkemuka. Dia datang memberi warna, juga juga irama tiap nada. Cintanya ikhlas datang dari yang maha kuasa. Datang dengan sejuta rasa ingin memiliki secara sah dimata agama nan negara. Bukan cinta sesaat yang hanya berdasarkan hasrat sesaat. Usia bukanlah halangan menurutnya, baginya pria matang yang siap menjalin komitmen sudahlah pantas. Karena di sudut pandang manapun, seorang pria muda atau tidaknya dia tetaplah dilahirkan dalam khodrat sebagai pemimpin dan imam dikemudian hari.
Namun apalah daya, diri-Nya yang mendatangkan cinta kepada hati setiap ummatnya, juga menitipkan rasa tersebut di tiap relung hati mahluknya. Kemudian diri-Nya pula yang memiliki hak untuk melukiskan semua jalan takdir mahluknya. Kematian, Rezeki, dan jodoh adalah rahasianya.Milik-Nya yang penuh misteri untuk tiap ukiran takdirnya.
"Abang beneran pergi hari ini?"
Tanya wanita berhijab syar'i yang menatap penuh tanya kepada sang putra.
Sedangkan sang putra, terlihat sibuk memasukkan barang barang miliknya kedalam ransel besarnya. Subuh tadi, ia dapat telpon dari markas. Jika ia dan kawan kawan setimnya di panggil karena ada misi untuk mereka.
"Iya bunda, kira kira sampai satu bulan kedepan, abang gak bakal pulang."
Tuturnya, sambil memasukkan seragam militernya.
"Kok lama banget bang?"
Pria muda itu menghentikan aktivitasnya sejenak, ia faham jika bundanya ini tengah khawatir. Namun apalah daya, tugas negara memanggilnya. Meminta kehadiranya untuk menjalankan tugas untuk melindungi negara.
"Bunda, ini kan misi di luar kota. Berhari-hari abang bakal tinggal di hutan, rawa, gunung ataupun di alam liar lainya. Ini panggilan negara bun, tugas abang."
Wanita paruh baya itu tak kuasa menahan air matanya. Baru kemarin malam putra keduanya ini kembali, dan kini sudah akan pergi lagi. Inilah tugas seorang tentara, siap siaga menjaga keutuhan dan keamanan negara. Harus siap sedia jika negara memanggil mereka.
"Bunda tenang aja, Allah selalu bersama bunda. Belum lagi, doa bunda selalu menyertai abang."
Ucapnya lembut,mencoba meyakinkan sang bunda.
"Tapi, abang pulang kan dipernikahan bang Anzar?"
Deg
Pria muda itu hampir lupa, ia sempat lupa akan fakta jika pernikahan kakaknya itu akan di selenggarakan bulan depan. Anzar abangnya sudah dalam perjalanan pulang ke tanah air, ia juga sudah menyetujui tanggal pernikahanya dengan Aurra bulan depan. Ya, gadis yang lebih awal telah mencuri hati sang adil ketimbang sang kakak yang akan menjadi calon suaminya.
Sebenarnya Van'ar belum ingin menyerah sepenuhnya, pasalnya ia belum melihat keyakinan yang cukup kuat dari pihak kakaknya yang akan mempersunting pujaan hatinya.
Van'ar bukan meragukan keputusan kakaknya, namun ia tidak mau gadis sebaik Aurra jatuh kepelukan pria yang salah-walaupun itu kakaknya sendiri. Van'ar hanya perlu bukti real yang akan membuatnya semakin ikhlas, agar dapat meleoaskan cinta pertamanya tersebut.
"Insaallah buñda, abang nanti usahain pulang."
Ujarnya, meninggalkan keraguanya.
Dengan berat hati, wanita patuh baya itu mengikhlaskan kepergian sang putra. Mendoakanya dengan seksama, agar keselamat selalu menyertai putranya di manapun ia berada. Di lain sisi ia bahagia putra sulungnya akan membina rumah tangga, di sisi lain ia juga harus mengikhlaskan kembali sang putra memenuhi panggilan negara. Entahlah, rasanya saat ini sangatlah berat untuk melepas kepergian sang putra.
"Kenapa berat sekali melepaskanmu kali ini, nak." Gumam Arkia-menahain air matanya saat melepaskan kepergian sang putra.
Di sisi lain, sejalan dengan kepergian putra Kedua mereka, datang sang putra sulung ke negri Jiran, Malaysia. Pria tampan dengan balutan pakaian casual tersebut berjalan santai, sambil menarik koper hitam miliknya. Sunglass hitam bertengger apik di hidung bangirnya, sambil sesekali melirik sang kekasih yang tengah memeluknya lenganya possesive.
"Orang orang disini ramah ramah ya, dear?"
Ucap sang kekasih, mengalunkan suara lembutnya.
"Iya, orang asia memang cenderung seperti itu."
Jawab si pria, santai.
Keduanya terlihat amat bahagia, menikmati acara liburan bersamanya. Sekalian juga menghadiri acara pernikahan sahabat sekaligus collegan bisnis si pria yang tinggal di Kuala lumpur, Malaysia.
Rencananya, mereka berdua akan menghabiskan 3 hari dua malam, selama tinggal di negri jiran tersebut. Liburan sambil melepas penat, karena keduanya memang jarang pergi berlibur bersama. Bahkan Anzar-si pria mengkesampingkan fakta jika ia akan menikah dalam waktu dekat ini. Rencananya, ia juga akan mencari waktu yang tepat untuk membicarakanya dengan sang kekasih. Dan mungkin, kesempatan kali inilah waktu yang paling tepat.
Bodoh memang, ia saja belum sempat pulang selama lebih dari 6 tahun lama, dengan alasan sibuk. Lalu ini, dia malah asik berlibur bersama sang kekasih. Entahlan Anzar sendiri belum bisa meninggalkan wanita yang tengah memeluknya kini.
"Hotelnya, bagus ya dear?"
Ucap sang kekasih terpesona, saat melihat ke luar jendela hotel mereka yang menyuguhkan pemandangan eksotis negara yang mayoritas penduduknya orang melayu tersebut.
"Hm."
"Aku senang deh, kita akhirnya bisa liburan bareng." Ucapnya, sambil memeluk tubuh alot sang kekasih.
"Aku juga." Jawab si pria.
Entah siapa yang memulai, tetapi kini keduanya sudah saling menatap, menyiratkan rasa cinta yang mendalam lewat tatapan mereka. Hingga tanpa sadar, keduanya sudah saling menautkan bibir. Menyalurkan rasa sayang sekaligus bahagia secara bersamaan. Hanyut dalam suasanya sunyi diantara kebahagiaan yang membuncah didada.
Tapi, tanpa di sadari oleh mereka.
Seorang gadis yang terlihat cantik dan staylis dengan pakaian syar'i nya, menatap keduanya tak menyangka. Dari manik hitam teduhnya, mengalir dengan tanpa diduga cairan bening miliknya. Sungguh, hatinya hancur diberikan pukulan telak yang mengecewakan ini.
Melihat orang yang dirindukanya selama enam tahun ini, tentu ia bahagia. Namun niat awalnya yang akan memberikan suprise, harus menerima suprise yang lebih dulu. Ia sengaja datang kesini demi memberi kejutan, karena tahu sang kakak tengah berada di Kuala lumpur, tapi apa ini.
"A-abang....."
Lirihnya dengan suara serak dan bergetar, saat kedua orang berbeda jenis di hadapanya menghentikan tautan panas mereka.
Si wanita yang terkejut dengan keberadaan gadis berhijab didepan pintu kamarnya itu tentu saja marah, karena dia menganggu privasi mereka. Mungkin karena tadi lupa menutup pintu, jadilah gadis asing itu melihat adegan yang barusaja mereka lakukan. Tapi yang membuatnya bingung adalah, kenapa gadis itu menangis?
Lain dengan tatapan penuh keterkejutan dari sang kekasih, yang berdiri mematung disampingnya.
"Hey, what are you-" Namun belum sempat ucapanya terselesaikan, namun sudah terlebih dulu di sela oleh suara sang kekasihnya.
"L-lunar,i-ini-"
Plakkk
**
To Be Continue
Morning guys👏👏
Hayooo gimana buat part ini???
Cus ah, vote dan juga komentarnya ya😊😊
Ok, sampai jumpa di part berikutnya😄😄
Sukabumi 20 April 2020
10.05
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Afseen
rasain! kpergok!
2021-04-14
2
nakraja
hancur.. 💔
2020-10-31
3
Septy Cweet
huuuuuuu
2020-10-11
2