...'Diantara banyaknya sifat buruk yang kamu lakukan, berbohong adalah yang paling ayah benci.'...
...-Keevano Radityan Khutbi-...
...BSJ 09 : Pembohon...
...****...
Di dalam sebuah ruangan besar milik perusahaan ternama di Jakarta. Seorang pria paruh baya tengah termenung di kursi kebesaranya. Rencananya kursi bak singasana raja ini akan segera ia berikan kepada putra sulungnya, mengingat ia akan melengserkan diri dari dunia bisnis.
Seorang ayah selalu berdoa yang terbaik untuk putra putrinya. Mendoakan disetiap sujudnya,agar putra putrinya bisa belajar dari kesalahan yang ia tuai dahulu. Agar kelak mereka tidak mengikuti jalan buruk yang pernah ia lalui.
Namun nyatanya, petuah 'buah jatuh tidak jauh dari pohonya' itu kini terasa menohok hati kecilnya. Ternyata, tetap saja ada salah satu dari anak anaknya yang mulai mengikuti jalanya yang tidak baik di masalalu. Bedanya, dulu ia salah mengambil langkah ketika sudah menikah. Hingga ia menyakiti dua hati wanita secara bersamaan. Sedangkan sang putra, belum saja komitmen ia dirikan namun perilaku buruknya sudah ia cicil di awal.
Pria paruh baya itu meremas kuat surat kabar, fhoto juga beberapa artikel yang terlampir yang sudah di tarik penyebaranya. Ia paham betul kenapa surat surat kabar itu di tarik secara seketika, mengingat judul yang terpampang jelas di covernya yang di tulis dalam bahasa inggris itu, jika di artikan iyalah 'COE RADITYAN CORP'S SUDAH RESMI BERTUNANGAN DENGAN SEORANG TOP MODEL ASAL BELANDA' atau 'HADIRI ANNIVERSARI KE-5 TAHUN, PASANGAN CEO MUDA DAN TOP MODEL INI TERLIHAT SANGAT SERASI'.
Bukan saja terkejut, ia juga merasa amat kecewa. Belum lagi, sang putra menutupi hubunganya dengan model itu lebih dari lima tahun lamanya. Dianggap apakah dirinya dan sang istri selama ini?
Kemanakan ajaran agama yang sedari dini mereka tanamkan. Apakah ini balasanya untuk mereka. Ini pula lah yang menjadi pemicu si bungsu-Lunar drop kala itu.
Bertahun tahun tinggal di negara orang, ternyata telah membawa banyak perubahan pada sang putra. Lalu, untuk apa putranya itu mengaku tidak memiliki kekasih. Menerima perjodohanya dengan putŕi Dimas tanpa ada keraguan. Apa pria muda itu berencana akan menyakiti gadis sebaik Aurra pasca menikah nanti. Hah, picik sekali pemikiran itu.
Lain dengan dirinya dahulu yang menerima perjodohanya dengan sang istri, kala itu ia tengah menyendiri setelah di tinggal sang tunangan. Oleh karena itu ia menerima perjodohan itu. Namun kehendak tuhan berkata lain, sang mantàn tunangan kembali dan berhasil memporak porandakan hatinya. Membuatnya buta akan cinta, dan menyakiti hati wanita sebaik Arkia Shalfira Mubaraq-istrinya .Lah putranya, apa Radityan muda itu tengah mencoba untuk mempermainkan dua hati wanita sekaligus, dengan cara menikahi salah satunya, dan menyembunyikan yang lainya. Ingin sekali ia menghantamkan pukulan telàk kearah putranya saat ini juga saking marahnya.
"Hallo?"
"..."
"Bawa pulang putra saya kembali ke tanah air. Jika perlu, seret dia."
"..."
Setelah memberi perintah kepada tangan kananya, pria baya itu kembali termenung.
Niat awalnya ingin memperbaiki kesalahan dengan menjodohkan putri dari mantan istrinya itu, dengan putranya sendiri. Kini terasa salah langkah.
Didalam agama sendiri, Menikah dengan saudari tiri hukumnya boleh. Tidak di larang dalam syariat, untuk menikah dengan saudari tiri karena saudari tiri tidak termasuk mahram yang haram di nikahi. Jika diantara keduanya tidak ada hubungan nasab atau saudara susuan yang menjadikan keduanya mahram.
Sèdangkan dalam kasus ini, Aurra adalah putri dari mantan istri Vano-Aurrin. Mereka menikah karena wanita itu beralasan jika bayi yang tengah di kandungnya adalah darah dagingnya, tapi nyatanya darah daging pria lain-yaitu Dimas. Aurra dan Anzar boleh menikah, karena diantara keduanya tidak ada hubungan darah atau saudara susuan. Kecuaĺi jika memang mereka memiliki hubungan darah atauh hubungan susuan, maka haram hukumnya.
Semua itu juga di perjelas dalam sebuah hadist sahih yang tentunya menjadi pertimbanan tentang hukum menikahkan anak tiri dengan anak sendiri.
ﻓﺮﻉ ﻻ ﺗﺤﺮﻡ ﺑ ﻨﺖ ﺯﻭﺝ ﺍﻷﻡ ﻭﻻ ﺃﻣﻪ ﻭﻻ ﺑﻨﺖ ﺯﻭﺝ ﺍﻟﺒﻨﺖ ولا ﺃﻡ ﺯﻭﺟﺔﺍﻷﺏ ولابنتها
“[Cabang bahasan] Tidak diharamkan (menikahi) anak perempuan dari suami ibu, (saudari tiri, persaudaraan karena bapak tiri), tidak haram pula menikahi ibu dari suaminya ibu (nenek tiri), tidak pula anak perempuan dari suaminya anak perempuan (cucu tiri), dan tidak pula istri dari bapak tiri dan anak perempuan dari istri bapak tiri.”
Dalam hadis itu di terangkan jika tidak haram menikahi anak perempuan dari suami ibu (saudara tiri, persaudaraan karena bapak tiri). Sedangkan dalam konteks perjodohan Aurra dan Anzar, keduanya bukan lagi saudara tiri. Mengingat orang tua mereka sudah bercerai, jauh sebelum mereka lahir. Oleh karena itu pula, Vano dan sang istri sepakat menjodohkan putra sulung mereka dangan putri sulung Dimas dan Alm.Aurrin.
Namun, mengingat jalan dusta yang dipilih sang putra untuk membangun sebuah komitmen, membuatnya geram sendiri. Lalu, sekarang apa yang harus ia lakukan.
****
"Lunar kenapa sayang, kok makananya gak di makan?" Tanya wanita paruh baya itu lirih,bsebelum menatap kembali sang putri.
"Gak laper bun."
Beginilah jika Lunar tiba tiba shok, daya tahan tubuhnya bisa langsung drop. Semenjak bangun beberapa jam lalu, gadis tidak henti hentinya menangis. Bibirnya seakan akan terkunci rapat,vmenahan segala sesuatu yang ingin di utarakanya.
"Cerita ya sama bunda, biar Lunarnya lega."
Bujuk sang bunda.
"B-bunda, a-abang..." Lirihnya tersenggal senggal.
"Iya, abang kenapa sayang?"
Lirih Arkia sambil mengelus lembut pucuk khimar sang putri.
"A-abang Anzar.... abang bunda."
"Bang Anzar kenapa sayang?"
"A-bang bohong!"
Deg
Wanita paruh baya itu mulai mengerti. Putrinya ini memang tipikal orang yang sulit menerima sebuah kebohongan. Lalu, putra sulungnya itu membuat kebohongan apa sehingga putri bungsunya sampai terpukul begini.
"A-bang.... punya pa-car bunda."
Deg
Wanita berhijab syar'i itu menatap tak percaya kepada sang putri. Apa maksudnya ini?
"Abang bohongin kita, bunda. L-lunar lihat abang lagi c-iuman sama cewek itu."
Deg
Astagfirulallah haladzim, wanita paruh baya itu langsung mengucapkan istigfar berkali kali. Sulit sekali menerima pernyataan putrinya ini. Namun, mengingat kerapuhan dari manik teduh putrinya, ia bisa meyakini jika pernyataan ini ada benarnya. Tapi, kenapa putranya itu tega berbohong? Berbohong kepadanya, juga suami dan anggota keluarga yang lainya.
"B-bunda" Panggil lirih sang putri, sambil menggoncang-goncang lengan wanita paruh baya tersebut.
"Jangan menangis bunda, Lunar gak suka lihatnya." Lanjut gadis cantik tersebut.
Arkia menggeleng, menyangkal jika ia telah menangis. Namun apalah daya, cairan bening itu telah merembes melewati kelopak matanya.
"Bunda tidak menangis sayang." Dalihnya, sambil tersenyum kearah sang putri.
"Bunda gak bisa bohong ya!"
Goda sang putri sambil terkekèh diantara tangisnya.
"Bunda pasti kecewakan? Lunar aja sampai kecewa banget." Lanjutnya.
Wanita paruh baya itu masih terdiam. Jika benar putra sulungnya itu telah menjelma menjadi seorang pembohong, hilanglah sudah ajaran syariat islam yang baik yang telah ia tanamkan sejak dini.
"Terus sekarang gimana bunda? Lunar gak mau mbak Aurra juga kecewa karena calon suaminya pembohong kayak abang." Ujar Lunar, yang langsung menohok hati kecil Arkia. Benar juga, pernikahan mereka akan di langsung kan bulan depan. Jika di hitung hitung, tinggal 2 minggu lagi.
Segala persiapan memang sudah hampir rampung disiapkan. Karena memang, pernikahan putra putrinya tersebut akan di laksanakan secara sederhana. Barulah nanti acara besarnya di acara berikutnya, yaitu acara resepsi. Untuk akad sendiri, kedua keluarga sudah menyetujuinya agar di selenggarakan secara sederhana saja.
"Lunar gak mau abang nyakitin perempuan sebaik mbak Aurra, bun."
Tangis gadis itu kembali pecah, mengingat bagaimana jadinya jika yang melihat semua itu adalah Aurra. Pasti hati perempuan baik hati itu akan tersakiti.
"Kita berdoa kepada Allah saja sayang, semoga kita diberi petunjuk untuk menyelesaikan semua ini." Ucap Arkia pelan.
Sesungguhnya ia juga bingung, bagaimana nantinya. Ia juga tidak mau membuat gadis yang sudah dianggap sebagai putrinya sendiri itu kecewa. Belum lagi ia juga tidak mau membuat orang tua dan keluarga gadis itu kecewa, terutama Dimas dan Sayla.
**
"Ck, kenapa semuanya jadi begini?" Frustasi pria yang tengah menghisap tembakau dan nikotin tersebut.
Sesekali ia menjambak rambut hitamnya kasar. Menahan perih sudut bibirnya yang robek, juga memar yang mendera di seluruh tubuhnya yang di akibatkan oleh kemurkaan sang ayah.
Pria tampan itu menatap jalanan di hadapanya nanar, sambil sesekali kepulan asap dari nikotin yang di apit dua jarinya menguar kemana mana. Ia juga tak peduli dengan luka robek di pelipisnya, yang kini mengeluarkan cairan kental berbau amis dari sana.
Otaknya tengah blank sekarang. Bingung juga menyesal. Ia harus memutar otak, bagaimana cara memperbaiki semua ini. Belum lagi, ia tadi meninggalkan sang kekasih tanpa pamit setelah pertengkaran dasyat terjadi diantara keduanya. Ia tahu wanita itu pasti tengah menangis kini, tetapi apalah dayanya kini. Sang ayah sudah menyuruh anak buahnya untuk menyeretnya pulang ke tanah air.
Jadi disinilah dia kini berada, entah taman apa namanya. Yang pasti taman ini cukup sepi. Berhubung sudah bertahun tahun ia pergi, ia menjadi lupa akan beberapa hal mengenai tempat ini. Mungkin karena pembangunan insfrastuktur yang sudah maju, dirinya menjadi bingung sendiri berada disini.
Ketika tengah asik melamun, mata tajamnya menatap kearah seorang gadis berhijab syar'i yang tengah mengendarai sepeda miliknya. Dua orang pria berbadan kekar terlihat tengah menganggunya di sana. Awalnya ia acuh, lagipula gadis itu juga bukan siapa siapanya. Lama lama rasa empatinya muncul, saat gadis itu mulai risih dengan kelakuan dua orang yang dapat ia simpulkan adalah seorang preman.
"Maaf bang, saya mau lewat." Cicit gadis berpenutup wajah syar'i tersebut.
"Mau kemana sih dek, buru buru amat?"
Goda salah satu diantara kedua preman tersebut.
"Iya. Sini aja dulu, main bentar sama abang."
Lanjut yang satunya lagi, sambil bergerak hendak menarik lengan gadis di hadapanya. Tetapi gadis tersebut sudah terlebih dahulu menghindar.
"Jangan macam macam ya bang?" Ujar gadis bermanik hazel tersebut.
"Halah, jangan sok jual mahal neng. Zaman sekarang, banyak tuh cewek alim yang nyatanya munafik." Ujar preman tersebut sambil tertawa.
"Astagfirullah haladzim." Istigfar gadis tersebut.
"Udah, sini dulu lah."
Ujar preman berambut ikal tersebut, sambil meraih pergelangan tangan gadis dihadapanya.
"Gak usah macem macem ya bang." Ronta gadis tersebut.
"Sini aja, kita senang senang dulu."
"Iya, kita main dulu neng. Itung itung-"
Bugh
Belum sempat pria itu menyelesaikan ucapanya, sebuah bogeman telak sudah mengenai rahangnya. Membuat sudut bibir pecah seketika.
"Sial*n,berani loe sama ge!" Murka preman tersebut.
Bugh
****
To Be continue
Huahh.... selamat pagi menjelang siang readers😄😄
Update lagi nih, hayooo.... di fanel terakhir siapa hayooo ituuu....
Cuss, di like, vote sama komentarnya ya buat part ini. Ku tunggu🖑🖑
Ikuti akun @NRisma juga ya😄😄
Atau IG Karisma022
Sukabumi 22 April 2020
10.46
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
chybie abi moetziy
kecewa sm Anjar..., pake bgt yaa... othor ny demen beud ngaduk2 hatiku.... blm ilang rs kcwa ku krna pa Al gx Ama key. meski udh berbulan bulan lalu... msh inget sakit nya tuh.. skrng d hadepin Ama Anjar yg kaya gtu.... nangis aku th nenk...!!!!
sumpah cerita mu tu bgs, berhasil mengaduk perasaanku. bikin aku jungkir balik. tp suka takut baca lanjutannya karena terlanjur kecewa ma kelKuan bang Anjar, truz aurra nya Merit Ma van'ar... sedih sebenernya....
jadi baca novel mu ini mesti nyiapin hati yg setebal baja. udh jatuh cinta Ama Anjar soale akunya... udh patah hati duluan... tp serius keren ceritamu.!!!!
aku baca dikit dikit aja ngilangin rasa penasaran, gx papa lama jg ya... 😘😘
2020-11-11
4
Lisa Sasmiati
yaaaa..h
2020-08-23
3
Larra
Ngga tau tuh nama pacar si anzar,kayak nya nata deh bukan laura.Tapi buat apa di inget juga toh dia nya pelakor
2020-04-22
9