...'Bagaimana rasa itu bisa tumbuh, jika rupanya pun aku tak tahu.'...
...-Keevanzar Radityan Al-faruq-...
...BSJ 13 : Mengejar...
...****...
Melepaskan mungkin adalah jalan terbaik untuk meraih sesuatu yang memang membutuhkan pengorbanan. Melepaskan memang tak semudah mendapatkan. Yang lebih sulit lagi selain melepaskan adalah melupakan. Jalinan kasih yang sudah terjalin bertahun tahun lamanya, tidak mudah untuk di lupakan. Belum lagi kenangan dan momen yang bertahun tahun telah di lalui bersama menjadi momok yang sulit untuk move on. Sesulit apapun melepaskan seseorang, niscaya pengorbananmu itu akan berbuah hasil yang baik jika memang apa yang kamu kejar memang baik.
Bagi Keevanzar Radityan Al-Faruq-melupakan cinta pertama sekaligus pengalaman pertamanya itu tidak mudah. Butuh waktu lama untuk melupakanya, ataupun lepas dari bayang bayang momen tentangnya. Yang sulit itu bukan saja melepaskanya, tetapi juga melupakan dirinya plus dengan momen yang terekam di benaknya.
Tapi inilah pilihanya, ia melepaskan seorang yang sangat dikasihinya demi orang orang yang lebih dicintainya. Beranjak dari keterpurukan akibat patah hati, pria tampan berusia 28 tahun itu kini berdiri menopang tubuhnya. Siap menyongsong masa depan dengan calon jodohnya yang telah ditentukan.
Hufftt
Sudah dua hari berlalu, dan semuanya masih tergambar jelas dalam benaknya kala mantan kekasihnya itu menangis tersedu sedu. Pria tampan itu menguyar rambutnya, sambil sesekali memijitnya kasar berharap bayangan pilu itu hilang dari benaknya. Melirik sebuah nota di atas meja kerjanya, pria itu berpikir sejenak.
'Hm, bagaimana kalau aku dan dia makan siang bersama sebagai awal masa penjajakan?' Batinya.
Dengan cepat, ia mengetikkan beberapa huruf di atas keyboard touchscree-nya. Kemudian mendelete-nya, menulisnya ulang, delete. Terus begitu hingga berulang ulang. Lagi, ia menguyar rambutnya frustasi. Sulit sekali untuk mengetahui tentang identitas calon istrinya ini. Adiknya-Lunar bilang jika calon istrinya itu tidak punya akun media sosial, kecuali whastapp juga instagram. Itupun akun instagram fake atau bodong, sebagài akun untuk ia bergabung di persatuan dokter Indonesia yang memiliki akun instagram mandiri.
Lagi lagi Anzar dibuat penasaran oleh sosok Aurra Putri Haidan, yang hanya ia hafal nama tanpa wajahnya ia tahu. Bahkan, bunda dan adiknya atau keluarganya pun tidak ada yang memberinya fhoto calon istrinya tersebut. Apa mereka sengaja?? Ahk, bingung dirinya.
Setelah kepindahan dari New York ke tanah air selesai diurus oleh orang orang suruhan ayahnya, ia kini mulai bekerja sebagai CEO pengganti sementara di perusahaan inti RADITYAN CORP'S.
"Ah, aku penasaran dengan wajahmu. Apa secantik namamu?" Gumanya kecil, sambil menatap pesan singkat yang akhirnya berhasil ia kirimkan untuk kesekian kalinya.
Sementara itu di lain tempat, gadis berhijab syar'i berwarna baby gray itu terlihat tengah membuka pakaian steril khas prosedur operasional yang di gunakan saat jadwal operasi. Bibir mungilnya yang tertutup oleh penutup hijab, tak henti hentinya mengucapkan hamdalah. Pasca operasi yang di lakukanya sukses dilaksanakan, gadis itu memang selalu terbiasa membaca hamdalah berulang ulang.
Derrt
Derrt
Getaran benda pipih berwarna abu abu didalam lokernya tersebut, kini berhasil mencuri perhatianya.
+62187XXXXX
Ini aku, apa kamu nanti siang ada waktu luang?
Jika ada, temui aku di caffe XX dekat bundaran Hotel HI, jam 12.00 nanti.
Kening gadis itu menyerngit, ketika membaca pesan singkat yang masuk kedalam handphonenya, yang tertanda dari nomer tidak di kenal.
+6218XXXXX
Aku ingin membicarakan tentang pernikahan kita.
Deg
'Pernikahan kita?' Barulah cadis berhijab syar'i itu kini hafal siapa yang mengirimkan pesan singkat tersebut. Ternyata calon suaminya, yang rupanya saja ia sudah lupa. Apalagi kontaknya, ia tidak tahu sama sekali. Maka wajar, jika ada nomer tak dikenal mengajaknya bertemu membuatnya bingung.
Me:
Iya, Insaallah saya datang.
Karena waktu istirahat nanti ia ada waktu senggang, gadis cantik itu menyetujui permintaan calon suaminya tersebut. Karena bagaimanapun juga mereka butuh berbicara walaupun secuap kata, sebelum mengikat ikrar bersama nantinya.
Pukul 11.50 Waktu Indonesia bagian barat, gadis itu sudah on the way menuju tempat yang dimaksud. Ia juga sudah berpesan kepada suster Santi agar mengosongkan sejenak waktu praktiknya jika ia terlambat. Jikapun ada yang mendesak, ia menyuruh suster Santi untuk segera menelponya.
Gadis cantik berhijab syar'i tersebut duduk di bilik dekat kaca. Mengapa ia memilih bilik tersebut, karena bilik itu menyuguhkan pemandangan ramainya jalanan kota ini. Caffe dengan nuansa single or couple ini memang memiliki dekorasi yang unik. Restoran Jepang yang menyajikan makanan khas Jepang, dengan tempatnya yang di dekorasi berbentul bilik yang didalamnya dapat menampung muatan 2-4 orang. 5 menit sudah berlalu, tetapi pria yang mengaku sebagai seseoeang yang ingin membicarakan pernikahan itu belum juga kunjung muncul.
"Mbak, mau pesan apa?"
Tanya pelayan caffe yang menghampiri bilik yang di tempati Aurra.
Gadis itu tersenyum kecil kepada wanita di hadapanya. Ini sudah lebih dari 30 menit dan ia belum juga memesan apa apa.
"Ice boba greentea, sama rice Japan's smoke chieken. Itu aja mbak!"
Waiters itu mengangguk, sebelum mencatan pesanan Aurra dan pamit undur diri. 10 menit kemudian makanan pesanan Aurra sudah diantarkan, tak terasa sudah 45 ia menunggu sosok calon suaminya tersebut.
Hingga detik ke-60 menit pun, pria itu belum juga muncul. Getaran dari saku gamisnya, membuat gadis itu mengalihkan pandanganya. Merogoh handphone miliknya yang terus bergetar. Muncul nama Sus.Santi yang tertera disana.
"Assalamualaikum. Iya, Hallo."
"Dokter Aurra, maaf menganggu."
"Iya, tidak apa-apa sus. Ada apa suster Santi?"
"Begini dokter, di UGD sedang menangani 40 pasien kecelakaan beruntun, dan kami kekurangan staf medis. Soalnya Dokter Andre dan Dokter Hans sedang ada jadwal operasi. Sekarang tinggal ada Dokter AKbar, Dokter Jihan dan Dokter Bianca. Kami kekurangan staf medis, terutama dokter bedah."
Gadis cantik itu mengangguk mengerti, sebelum menjawab meng-iyakan jika ia akan segera kembali. Bahkan makanan yang ia pesan pun belum sempat ia sentuh. Karena bagi Aurra panggilan ini adalah unsur terpenting yang harus segera ia penuhi. Nyawa banyak orang tengah menunggu di selamatkan, telat seperkian detik saja bisa mengakibatkan fatal hingga kematian. Aurra tidak bisa membiarkan itu semua terjadi. Ia rela kehilangan kesempatan bertemu calon suaminya, dari pada harus kehilangan satu nyawa yang amat berharga.
'Maaf, saya pergi terlebih dahulu. Maaf jika ketika anda datang, saya sudah pergi. Saya ada jadwal praktik mendadak, ada pasien yang membutuhkan penanganan saya. Semoga anda mengerti. Terimakasih'
-Aurra-
Bunyi note yang tertera diatas meja yang tadi di tempati oleh Aurra. Sebelum pergi, gadis itu memang meninggalkan sepucuk surat. Setidaknya, ketika pria itu datang dia sudah menjelaskan alasan kepergianya, lagi pula setelah ini handphone miliknya akan berakhir di loker kerjanya.
Decitan pintu caffe tak lama kemudian terdengar. Memperlihatkan seorang pria gagah dengan setelan formal berwarna dark bluenya yang membalut tubuh profosionalnya. Manik elangnya menatap keseluruh penjuru, mencari sosok yang kiranya telah ia buat menunggu lama. Setelah bertanya kepada salah satu waiters, ia langsung mendatangi loker dekat kaca yang tadi ditunjukan si pelayan.
Kosong,itulah yang menyambutnya kini. Dengan tatapan gusar, ia mendudukkan dirinya sejenak. Meraih sebuah note yang tertinggal diatas meja, membaca dengan seksama. Anzar-pria tampan itu merutuki dirinya sendiri, setelah menungggu dirinya yang telat hampir satu jam lamanya, calon istrinya itu kini tidak ada lagi di tempat. Adiknya pernah bilang, jika calon istrinya itu seorang dokter. Dan, ia tahu betul jika waktu adalah segalanya bagi seorang dokter dan dengan bodohnya ia telah menyianyiakan waktu yang baik itu karena keterlambatanya.
Anzar menguyar rambutnya frustasi, niat hati ini memulai penjajakan dari acara makan siang ini, ia malah membuat calon istrinya itu menunggu kedatanganya. Ia juga tidak berniat terlambat, hanya saja salah satu client dari Jerman mengajaknya makan siang bersama tadi. Jadilah mereka makan siang bersama, padahal Anzar sudah gelisah memikirkan calon istrinya yang pasti menunggu kedatanganya.
'Ahk, kenapa jadi begini?' Batinya frustasi.
**
To Be Continue
Hallo selamat pagi semua😄😄
Hayooo,gimana buat part ini komentarnya?
Sudah hari kedua shaum, semoga di lancarkan lagi ya bagi yang menjalankanya, Amiin.
Ok, jangan lupa vote dan like ya😙😙
Tencuu💖
Sukabumi 25 April 2020
08.32
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Afseen
kok kbetuln aku baca skarang pas hari kedua puasa ya thor, tp ini thun 2021 hehe..😁😁😁
2021-04-14
2
chybie abi moetziy
❤❤❤❤❤
2020-11-27
1
Septy Cweet
wah...wah.....gak jodoh,...tapi akhirnya nyesel
2020-10-11
3