BSJ 11 : Memperbaiki

...'Entah apa yang tengah takdir mainkan, yang pasti ada rasa senang sendiri jika kamu turut serta didalamnya.'...

...-Keevanzar Radityan Az-zzioi-...

...BSJ 11 : Memperbaiki...

...****...

"Makan ya, sayang. Biar cepet sembuh."

Pinta wanita berhijab syar'i tersebut.

"Nanti aja bun, belum laper."

Dalih lawan bicaranya yang masih yang tengah sibuk dengan keyboard di laptopnya.

"Kerjaanya di tunda dulu dek, sekarang makan dulu." Ujar sang bunda, kembali membujuk.

Gadis berhijab syar'i itu akhirnya mengalah.

Ia memang paling tidak bisa menolak permintaan bundanya. Dengan berat ia mengangguk, yang langsung di jawab senyuman sumringah dari sang bunda. Satu mangkok bubur ayam hangat, perlahan lahan mulai ia suapkan kedalam mulutnya. Mengisi lambung yang sejak kemarin kosong tanpa ada sesuap nasi pun yang masuk.

"Bunda juga sudah makan?"

Tanya gadis berhijab baby blue tersebut.

Menelisik gerak gerik sang bunda, yang terlihat tidak bisa dikatakan baik baik saja.

"Iya, nanti bunda makan."

Ujar wanita paruh baya tersebut.

"Tapi bunda harus makan. Biar-"

Ucapan gadis bermanik teduh itu terpotong oleh bunyi decitan pintu yang menarik perhatian mereka.

Diambang pintu, pria tinggi nan gagah itu berdiri. Dengan setelan kemeja biru navy dan celana bahan hitam rapihnya. Namun wajah tampan rupawanya, harus rela terhiasi oleh luka lebam dan luka gores di pelipis kirinya yang tertutup kasa.

"Abang?" Lirih sang bunda, ketika retina matanya menangkap sosok yang enam tahun ini ia rindukan.

Putra sulungnya, berdiri tegap di hadapanya dengan senyum yang tersungging dibibirnya yang terluka. Pria tampan itu berjalan mendekat, meletakkan bingkisan yang di bawanya di atas nakas. Sebelum meraih tangan wanita yang telah melahirkanya 28 tahun silam. Mengecupnya sayang dengan penuh penyesalan.

"Abang, pulang bunda." Lirihnya sambil mengecup punggung tangan sang bunda tak henti henti.

Wanita paruh baya itu mulai menitihkan air matanya. Melihat putranya dalam keadaan seperti ini, tentu bukanlah hal yang mengenakkan. Belum lagi rasa kecewa yang sempat di tuainya, namun apa boleh di kata.

Hati seorang ibu tetaplah sama, lemah ketika melihat buah hatinya tersakiti.

"Maafkan abang bun, abang tahu abang salah."

Lirih pria muda tersebut, sambil bersimpuh dihadapan sang bunda. Tangan kekarnya tak henti hentinya mengengam tangan mungil wanita yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan dirinya.

"Abang salah bun. Abang sudah buat semua orang kecewa." Lirih pria itu pelan. Iris hitam tajamnya perlahan meredup, rapuh serapuh perasaanya kini.

Melihat iris teduh sang adik bungsu yang selalu menatapnya penuh damba, kini iris itu menatapnya penuh luka. Menyiratkan banyak kekecewaan yang di lakukanya telah melukai hati si bungsu. Ia menyesal, telah memilih jalan ini. Apalagi telah mengorbankan keluarganya hanya demi seorang perempuan. Semalaman suntuk, ia merenungkan segalanya. Kesalahan demi kesalahan yang telah ia lakukan. Fakta fakta yang telah ia sembunyikan karena sikap pengecutnya. Ia salah besar selama ini.

Oleh karena itu sekarang saatnya ia memilih. Memilih keputusan yang akan merubah hidupnya kelak. Ia akan melepaskan seseorang, mengorbankan cintanya demi kebahagiaan keluarganya, demi menebus kekecewaan yang telah di tuainya. Ia akan mengakhiri jalinan kasihnya, dengan wanita yang amat di cintainya itu. Karena ia sadar, terlalu banyak halangan yang melintang di antara mereka.

Jika pun di pertahankan, ada yang harus rela berkorban. Mengorbankan keluarga dan kepercayaanya. Halangan terbesar dalam hubungan mereka adalah perbedaan keyakinan. Ia adalah seorang muslim, sedangkan sang kekasih non muslim. Jika memang di antara mereka ada yang rela berpindah kepercayaan, mereka juga harus rela di tentang keluarganya masing masing. Sedangkan bagi Anzar, ia sadar jika keluarga adalah segalanya. Jikapun Nata-sang kekasih bukan jodohnya tak apa, karena tuhan pasti masih mempersiapkan perempuan lain yang akan mendampinginya hingga akhir.

"Bunda, abang minta maaf. Abang salah."

Ujarnya lagi, sambil beralih menatap sang bunda yang sudah berderai air mata.

"Sstt, sudah bang. Ayo berdiri dulu."

Pinta wanita berģamis biru dongker tetsebut, sambil membantu putranya berdiri.

"Bunda."

"Sudah, bunda sudah maafin abang."

Tak dapat di pungkiri memang rasa kecewa yant menghampirinya kini, tetap tetaplah. Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya kita memaafkan sesama. Apalagi ini putra kita sendiri yang tengah meminta maaf.

"Bunda?" Tanya pria itu lagi.

"Bunda sudah maafkan. Karena setiap manusia itu tak luput dari yang namanya lupa dan dosa."

Ujar wanita berhijab syari tersebut lirih.

"Terimakasih bunda."

Tidak ada apapun yang harus Anzar lakukan saat ini, selain memeluk tubuh kurus sang bunda. Sejak kecil ia memang tahu betul, jika bundanya ini sangat baik hati.

Sedangkan Lunar-gadis yang masih berbaring di atas brankar itu menatap sendu kearah keduanya. Jikapun ia memiliki hati sebesar bundanya, pasti ia sudah memaafkan abangnya tersebut. Namun sayang, hatinya tak sebesar itu. Butuh perjuangan panjang untuk menaklukam hatinya yang sudah kecewa.

"Bunda, tentang khitbah itu-" Ujar Anzar menjeda,sambil melepaskan pelukanya.

"-Bagaimana?" Lanjutnya hati hati.

"Ayah dan bunda sudah setuju."

Ujar Arkia, sambil menarik napas dalam dalam.

"Perjodohan ini tidak akan dilanjutkan." Imbuh Arkia.

Deg

Pria tampan itu berdiri mematung, menatap sang bunda yang terlihat menunduk dalam diam. Ia yakin, jika keputusan ini diambil jika ia telah merusak kepercayaan sang bunda.

"Tapi bunda, abang-"

"Ini demi kebaikan kalian kedepannya." Sela wanita paruh baya tersebut.

"Ayah dan bunda pikir, dia terlalu baik untuk kamu."

Deg

Pria muda bermanik tajam itu seakan akan terpaku ditempat. Sebegitu besarkan kekecewaan yang di berikanya, sehingga orang tuanya kini meragukan dirinya.

"Bunda-"

"Dia itu perempuan baik-baik bang. Masalah karier dan harta dia sudah tidak ambil pusing. Cuma jodoh yang tepat yang belum ia miliki."

Lanjut Arkia.

"Bunda dan ayah pikir, karena dia itu gadis yang mandiri dan sederhana di balik kesuksesan kariernya, cocok bersanding dengan kamu. Kami harap abang bisa menjadi imam yang dapat menuntunya, mengayominya, dan menjadi pendamping hidup yang baik baginya. Dia itu terlahir sebagai perempuan istimewa." Tutur Arkia, begitu mendambanya ia kepada calon menantunya.

Tetapi sayang, sepertinya Allah belum mengkehendaki keinginanya dan sang suami untuk mejadikanya sebagai menantu.

"Ayah dan bunda berani mengkhitbah dia untuk menjadi calon istrimu, karena kami yakin dia jodoh terbaik untukmu. Walaupun pada akhirnya, kami ragu jika dia akan bahagia nantinya jika bersamamu."

Awalnya, Arkia dan sang suami berani mengutarakan niat baik mereka karena percaya sang putra adalah pria yang bertanggung jawab, dan akan menjadi imam yang baik bagi Aurra. Namun, kenyataan itu berbanding terbalik dengan realitanya. Jika di hati sang putra ada wanita lain, mereka ragu untuk melanjutkan perjodohan ini. Keraguan mereka bukan tanpa sebab, namun belajar dari kisah dimasalalu. Mereka tidak mau gadis sebaik itu harus tersakiti nantinya.

"Bunda, dengarkan abang dulu." Ujar pria muda itu kembali berujar.

"Bunda, abang minta maaf atas kesalahan dan kebodohan abang selama ini. Tapi bunda, abang sudah berubah pikiran. Abang tahu abang salah, oleh karena itu abang minta tolong beri abang satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semua ini." Pintanya kepada sang bunda.

Anzar tidak bohong, ia akan berusaha memperbaiki semuanya dari awal. Walaupun semua itu belum tentu bisa berjalan sesuai dengan keiinginanya.

"Abang mohon bunda, abang akan melepaskan dia jika abang mengecewakan kalian lagi."

Arkia menatap sendu putra sulungnya. Manik hitam tajamnya sayu, namun memancarkan sejuta keyakinan di sana. Wanita paruh baya itu menghela napasnya berat, sebelum mengutarakan pendapatnya.

"Abang mohon bunda."

****

"Ada apa lagi mas?" Ujar suara lembut yang mengalun dari sekotak susu coklat tersebut. Ah bukan, maksudnya gadis yang tengah berdiri menjulurkan sekotak susu kotak rasa coklat kepadanya.

Pria tampan yang sedari tadi hanya duduk sambil memijit pelipisnya pelan itu mendongrak. Menatap gadis berhijab syar'i yang berdiri dihadapanya.

'Gadis ini lagi?' Gumamnya dalam hati.

Nyatanya yang maha kuasa kembali mendengarkan doanya. Mempertemukan gadis yang tempo hari menolongnya juga menarik perhatianya dalam satu kali pertemuan.

"Ini, silahkan diminum. Kata beberapa pakar gizi, makanan yang mengandung glukosa itu bisa memberi efek senang. Coklat juga mengandung endorfin, berfungsi untuk menurunkan tingkat stres dan rasa sakit." Ujarnya lembut, sambil meletakkan susu kotak tersebut.

"Ini, saya memaksa."

Lanjutnya, sambil menyèrahkan susu kotak tersebut di samping pria yang sudah dua kali di temuinya tanpa sengaja ini.

Tadinya, ia sedang menikmati waktu istirahatnya dengan berjalan santai di rest area di sekitaran Rumah sakit. Hingga manik tajamnya menemukan sosok yang familiar di matanya. Bahkan, kedua kakinya pun terasa refleks berjalan kearahnya.

"Ada apa mas?" Tanyanya tànpa melirik pria di sampingnya, tetapi ia yakin jika pria itu tengah menatapnya.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

Tanya Anzar, pria itu menatap gadis dihadapanya intens. Merasa jika suara dan wajah gadis disampingnya ini tidak familiar.

"Kemarin malam, kita bertemu di taman dan di Alfam*rt. Apa mas lupa?"

"Bukan, selain itu? Apa kita pernah bertemu sebelum itu?" Tanya Anzar penasaran, pasalnya tiap kali iris tajamnya tanpa sangka bersirobak dengan iris hazel gadis itu terasa ada yang familir disana.

"Tidak pernah" Ujar gadis itu datar, sambil memainkan saku snelii dokter yang di kenakannya.

"Benarkah? Rasanya kita pernah bertemu sebelum ini." Ujar Anzar, memang benar. Ia rasa sudah kenal cukup lama dengan gadis ini.

Manik hazelnya yang teduh itu selalu saja berhasil membuat dirinya di lingkupi rasa tenang.

"Tidak, cuma kemarin malam dan sekarang. Tapi entah nanti, cuma Allah yang tahu."

Ujar gadis tersebut, Anzar yakin senyumnya tersungging dibalik penutup hijabnya.

Saku snelli gadis itu bergetar. Ia merogoh benda pipih yang layarnya menyala dari dalam sana.

"Assalamualaikum. Iya, Hallo." Salamnya saat menerima panggilan yang masuk di handphonenya.

"..."

"Iya, saya akan segera datang."

"..."

"Waalaikumsalam." Ujarnya mengakhiri panggilan teleponya, sebelum beranjak dari duduknya.

"Saya duluan mas, ada yang sedang menunggu saya." Ucapnya lembut berpamitan, sambil menangkupkan kedua tanganya didada.

"Eh, itu siapa nama-"

"Assalamualaikum." Ujarnya menyela, sebelum berlalu meninggalkan Anzar yang masih termenung disana.

"...siapa namamu?!" Lanjut Anzar lirih.

Lain kali, iya lain kali jika mereka bertemu kembali ia akan pastikan jika ia mengetahuì nama gadis pemilik iris hazel tersebut.

"Aku ramal, kira akan bertemu lagi lain kali."

Ujar Anzar sambil terkekeh kecil. Ia menjadi ingat salah satu tokoh dalam flim layar lebar yang sempat viral beberapa waktu lalu, sehingga sekretarisnya sendiri sampai tergila gila oleh film tersebut.

Entahlah, intinya hadirnya gadis bermanik hazel itu mampu membuat pikiranya jernih. Sehingga ia bisa berpikir rasional untuk kedepanya, agàr langkah yang di ambilnya tidak salah lagi.

**

To Be Continue

Hohoo....yuk update lagi nihhj😄😄

maaf ya telat, soalnya sibuk ziarah sama bantu jaga kepoakan😅😅 Gimana buat part ini??

yookkk....dikomenn😅

Selamat menunaikan ibadah puasa juga ya bagi yang menjalankan🎉

sukabumi 22 April 2020

17.49

Terpopuler

Comments

Daden Yuliyanti

Daden Yuliyanti

itulah jodoh thor..

2020-12-14

2

Arninyon

Arninyon

tetap semangat thor.. ganbate

2020-11-09

1

Lisa Sasmiati

Lisa Sasmiati

tambah semangat ya thor

2020-08-23

2

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan tokoh
2 Prolog
3 BSJ 01 : (Bukan) Pertemuan Pertama
4 BS 02 : Pria Berbaret
5 BSJ 03 : Keluarga Radityan
6 BSJ 04 : Calon Mantu
7 BSJ 05 : Ķeputusan
8 BSJ 06 : Ada yang Pecah, tapi Bukan Kaca
9 BSJ 07 : Kabar dari Negri Jiran
10 BSJ 08 : Kekecewaan Putri Radityan
11 BSJ 09 : Pembohon
12 BSJ 10 : Gadis Bercadar
13 BSJ 11 : Memperbaiki
14 BSJ 12 : Melepaskan
15 BSJ 13 : Mengejar
16 BSJ 14 : Kabar sang Kapten
17 BSJ 15 : Aye Aye Kapten
18 BSJ 16 : Waktu
19 BSJ 17 : Sigap, Siap, Sedia membantu
20 BSJ 18 : Rasa yang hadir
21 BSJ 19 : Pulang Membawa Risalah Hati
22 BSJ 20 : Datang untuk mengambil
23 BSJ 21 : Memilih Pergi
24 BSJ 22: Kacau
25 BSJ 23 : R U M I T
26 BSJ 24 : Datangnya Putra Yang Lain
27 BSJ 25 : Permintaan Terakhir
28 BSJ 26 : Budak Cinta
29 BSJ 27. Menaklukan Hati
30 BSJ 28 : Jawaban Dari Pemilik Hati
31 BSJ 29 : falling In Love With Capten
32 BSJ 30 : MISS YOU FROM 2.958 mdpl
33 BSJ 31 : Awal Kehancuran
34 BSJ 32 : Bom Waktu
35 BSJ 33 : And, BOOM
36 BSJ 34 : Seni Adalah Ledakkan
37 BSJ 35 : Puing Puing Reruntuhan
38 BSJ 36 : Tak Semudah Itu, Bambang
39 BUKAN UPDATE!!
40 BSJ 37 : Ikrar Janji Suci
41 BSJ 38 : Pedang Pora Wedding
42 BSJ 39 : GG Bersaudara
43 BSJ 40 : Sweeth Couple VanRa
44 BSJ 41 : Kejutan Kecil VanRa
45 BSJ 42 : Kota Kembang Berjuta Rasa
46 BSJ 43 : Harapan dan Bunga Mimpi
47 BSJ 44 : Ada Yang Tersembunyi
48 BSJ 45 : Comback, Again
49 BSJ 46 : Gawat, Darurat
50 BSJ 47 : Alasan Kepulangan
51 BSJ 48 : Lantunan Merdu Sang Biglear
52 BSJ 49 : Kepossesivan Sang Binglear
53 BSJ 50: Ditampar Oleh Fakta
54 BSJ 51 : Jangan Cemburu, Mas Mas Sùami
55 BSJ 52 : Tidak Ada Habisnya
56 BSJ 53 : Stalker
57 BSJ 54 : Bumu Rindu Ayamu
58 BSJ 55 : Everytime (VanRa Part)
59 BSJ 56 : Kejutan Anniversary Bikin Ngeri
60 BSJ 57 : Diatas Langit, Masih Ada Langit
61 BSJ 58 : Terjebak
62 BSJ 59 : Cerita Karma is Real
63 BSJ 60 : Ayamu Pengen Dimanja
64 BSJ 61 : Friendzone
65 BSJ 62: 4 Bulanan Bumu
66 BSJ 63 : Anzar Sudah Taken???
67 BSJ 64 : USG
68 BSJ 65 : Adanya Prioritas
69 BSJ 66 : Kamu Berarti
70 BSJ 67 : Datangnya Cinta Masalalu
71 BSJ 68 : Pelakor dan Pembinor
72 BSJ 69 : Dimana Kau Berada, Kekasih Hati???
73 BSJ 70 : Awal Kepergian
74 BSJ 71 : Pergi yang Membawa Duka
75 BSJ 72 : Jatuhnya Batasan Rindu
76 BSJ 73 : Dari Sang Biglear
77 BSJ 74 : Ikatan
78 BSJ 75 : Paham yang Salah')
79 BSJ 76 : Pulang
80 BSJ 77 : Janggal
81 BSJ 78 : Misteri Senyuman
82 BSJ 79 : Overall
83 BSJ 80 : Kupu Kupu malam
84 BSJ 81 : Ari-ri Ari
85 BSJ 82 : Habis Gelap
86 BSJ 83 : Triple Dating
87 BSJ 84 : Ci Bungsu Kecewa
88 BSJ 85 : Bunga Cinta
89 BSJ 86 : Wedding Day
90 BSJ 87 : Bintang Lain
91 BSJ 88 : Manten Cembukur
92 BSJ 89 : Para Jomblo
93 BSJ 90 : Honeymoon Minimalis
94 BSJ 91 : Honeymoon Sungguhan
95 BSJ 92 : The Cute Couple
96 BSJ 93 : Ayah Siaga
97 BSJ 94 : Selamat datang Arsyad & Arra
98 BSJ 95 : Lentera Jannah
99 BSJ 96 : Ribetnya Pernikahan Aisyah ini
100 BSJ 97 : (Epilog) Quality Time
101 BONUS VISUAL + CUAP CUAP AUTHOR!!
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pengenalan tokoh
2
Prolog
3
BSJ 01 : (Bukan) Pertemuan Pertama
4
BS 02 : Pria Berbaret
5
BSJ 03 : Keluarga Radityan
6
BSJ 04 : Calon Mantu
7
BSJ 05 : Ķeputusan
8
BSJ 06 : Ada yang Pecah, tapi Bukan Kaca
9
BSJ 07 : Kabar dari Negri Jiran
10
BSJ 08 : Kekecewaan Putri Radityan
11
BSJ 09 : Pembohon
12
BSJ 10 : Gadis Bercadar
13
BSJ 11 : Memperbaiki
14
BSJ 12 : Melepaskan
15
BSJ 13 : Mengejar
16
BSJ 14 : Kabar sang Kapten
17
BSJ 15 : Aye Aye Kapten
18
BSJ 16 : Waktu
19
BSJ 17 : Sigap, Siap, Sedia membantu
20
BSJ 18 : Rasa yang hadir
21
BSJ 19 : Pulang Membawa Risalah Hati
22
BSJ 20 : Datang untuk mengambil
23
BSJ 21 : Memilih Pergi
24
BSJ 22: Kacau
25
BSJ 23 : R U M I T
26
BSJ 24 : Datangnya Putra Yang Lain
27
BSJ 25 : Permintaan Terakhir
28
BSJ 26 : Budak Cinta
29
BSJ 27. Menaklukan Hati
30
BSJ 28 : Jawaban Dari Pemilik Hati
31
BSJ 29 : falling In Love With Capten
32
BSJ 30 : MISS YOU FROM 2.958 mdpl
33
BSJ 31 : Awal Kehancuran
34
BSJ 32 : Bom Waktu
35
BSJ 33 : And, BOOM
36
BSJ 34 : Seni Adalah Ledakkan
37
BSJ 35 : Puing Puing Reruntuhan
38
BSJ 36 : Tak Semudah Itu, Bambang
39
BUKAN UPDATE!!
40
BSJ 37 : Ikrar Janji Suci
41
BSJ 38 : Pedang Pora Wedding
42
BSJ 39 : GG Bersaudara
43
BSJ 40 : Sweeth Couple VanRa
44
BSJ 41 : Kejutan Kecil VanRa
45
BSJ 42 : Kota Kembang Berjuta Rasa
46
BSJ 43 : Harapan dan Bunga Mimpi
47
BSJ 44 : Ada Yang Tersembunyi
48
BSJ 45 : Comback, Again
49
BSJ 46 : Gawat, Darurat
50
BSJ 47 : Alasan Kepulangan
51
BSJ 48 : Lantunan Merdu Sang Biglear
52
BSJ 49 : Kepossesivan Sang Binglear
53
BSJ 50: Ditampar Oleh Fakta
54
BSJ 51 : Jangan Cemburu, Mas Mas Sùami
55
BSJ 52 : Tidak Ada Habisnya
56
BSJ 53 : Stalker
57
BSJ 54 : Bumu Rindu Ayamu
58
BSJ 55 : Everytime (VanRa Part)
59
BSJ 56 : Kejutan Anniversary Bikin Ngeri
60
BSJ 57 : Diatas Langit, Masih Ada Langit
61
BSJ 58 : Terjebak
62
BSJ 59 : Cerita Karma is Real
63
BSJ 60 : Ayamu Pengen Dimanja
64
BSJ 61 : Friendzone
65
BSJ 62: 4 Bulanan Bumu
66
BSJ 63 : Anzar Sudah Taken???
67
BSJ 64 : USG
68
BSJ 65 : Adanya Prioritas
69
BSJ 66 : Kamu Berarti
70
BSJ 67 : Datangnya Cinta Masalalu
71
BSJ 68 : Pelakor dan Pembinor
72
BSJ 69 : Dimana Kau Berada, Kekasih Hati???
73
BSJ 70 : Awal Kepergian
74
BSJ 71 : Pergi yang Membawa Duka
75
BSJ 72 : Jatuhnya Batasan Rindu
76
BSJ 73 : Dari Sang Biglear
77
BSJ 74 : Ikatan
78
BSJ 75 : Paham yang Salah')
79
BSJ 76 : Pulang
80
BSJ 77 : Janggal
81
BSJ 78 : Misteri Senyuman
82
BSJ 79 : Overall
83
BSJ 80 : Kupu Kupu malam
84
BSJ 81 : Ari-ri Ari
85
BSJ 82 : Habis Gelap
86
BSJ 83 : Triple Dating
87
BSJ 84 : Ci Bungsu Kecewa
88
BSJ 85 : Bunga Cinta
89
BSJ 86 : Wedding Day
90
BSJ 87 : Bintang Lain
91
BSJ 88 : Manten Cembukur
92
BSJ 89 : Para Jomblo
93
BSJ 90 : Honeymoon Minimalis
94
BSJ 91 : Honeymoon Sungguhan
95
BSJ 92 : The Cute Couple
96
BSJ 93 : Ayah Siaga
97
BSJ 94 : Selamat datang Arsyad & Arra
98
BSJ 95 : Lentera Jannah
99
BSJ 96 : Ribetnya Pernikahan Aisyah ini
100
BSJ 97 : (Epilog) Quality Time
101
BONUS VISUAL + CUAP CUAP AUTHOR!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!