Prolog

سم الله الرحمن الرحيم

bismi-lāhi ar-raḥmāni ar-raḥīmi

"Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Kita awali semua niat baik dihari ini."

**

Cerahnya mentari pagi hari ini, menyambut kesibukan seorang wanita yang tengah melepas kepergian putra sulungnya. Sang fajar yang sudah meninggi, membuatnya harus menerima kenyataan sedih dipagi hari ini. Setahun yang lalu ia juga merasakan rasa sèdih seperti ini, saat akan melepas kepergian putra sulungnya tersebut. Terlebih lagi, kini putranya itu akan benar benar pergi dalam kurun waktu yang cukup lama.

Ramainya bandara internasional Soekarno Hatta pagi ini, akan menjadi saksi bisu kepergian putra tampanya ini.

"Van'ar belum juga datang bun?" Tanya sang putra.

Wanita yang masih terlihat cantik walaupun sudah berkepala empat itu menggeleng. Putra keduanya memang tidak datang bersama mereka tadi. Van'ar-sang putra tadi izin untuk pergi kerumah sahabatnya terlebih dahulu. Pemuda itu bilang, ia ada jadwal presentasi dimata pelajaran Sejarah hari ini. Karena ia kemungkinan akan terlambat masuk, Van'ar berinisiatif memberikan makalah yang akan di presentasikan kepada sahabatnya, karna ia kebetulan bertugas meng-print out makalah hasil kerja kelompok mereka.

"Belum, mungkin sebentar lagi bang."

Sementara itu, seorang pemuda berseragam putih biru baru saja turun dari ojol pesanannya. Setelah membayar ojol pesananya, pemuda itu berlari tergesa gesa sambil melirik arloji hitam yang bertengger apik dipergelangan tangan kirinya.

Bruk

"Astagfirullahaladzim, maaf. Saya gak sengaja kak!" Ucapnya merasa tak enak kepada perempuan yang baru saja ia tabrak.

"Tidak apa apa."

Lirih suara lembut nan merdu yang dilontarkan dari perempuan berhijab syar'i pulus mengenakan penutup wajah tersebut.

"Sekali lagi saya minta maaf ya kak, saya buru buru jadi tidak hati hati." Ucap Van'ar sambil membantu menegakkan koper milik perempuan tersebut.

"Ra, kamu tidak apa apa?" Tanya pria baya yang menghampiri keduanya tersebut.

"Aurra tidak apa apa Di." Ucapnya lembut.

"Om Dimas?" Panggil Van'ar terkejut.

Sama halnya dengan Van'ar, pria baya yang di panggil namanya itu juga dibuat terkejut oleh panggilan pemuda rupawan dihadapanya ini. Manik hitam tajamnya terasa familiar, tapi siapa dia?

"Kamu-" Jeda Dimas sejenak, mencoba mengingat ingat kembali.

"Saya Keevan'ar om, putra kedua ayah Vano dan bunda Kia." Ucap Van'ar memperkenalkan diri.

Pria tampan berkacamata itu langsung tersenyum hangat, saat ingatanya kini berputar tepat pada tebakanya.

"Kamu.... sikembar?" Tanyanya ragu.

"Iya om, saya Keevan'ar abangnya Lunar."

Dimas kini ingat, pemuda ini yang dulunya bayi kembar yang sangat imut saat pertama kali ia menggendonya. Ketika itu Van'ar maupun Lunar masih bayi, dan kini mereka sudah tumbuh dewasa setelah 12 tahun berlalu. Terakhir ia bertemu dengan pemuda ini sekitar empat tahun lalu. Oleh karena itu, Dimas sempat tak mengenali pemuda gagah yang kini berdiri tegap dihadapanya.

"Kamu sudah besar ya, om sampai tidak mengenalimu!" Ujar Dimas, sambil memegang bahu pemuda dihadapanya.

"Kamu sekolah dimana sekarang van?"

"Saya sekolah di Golden Start Internasional Junior High School atau biasanya di sebut SMP GSI om."

"Wah, udah SMP ya. Lunar juga?"

"Iya om, kita satu sekolah." Ujar Van'ar ramah.

Ia memang hafal dengan Dimas, dikarenakan dulu saat rumah mereka masih di Bandung, Van'ar dan Lunar sering diajak main kerumah dokter baik ini. Namun saat Vano dan Kia memutuskan untuk pindah rumah ke Jakarta, mereka tidak pernah bertemu kembali. Van'ar juga sering mengajak orang tuanya main ke Bandung untuk bermain kerumah Dimas.

Spot paforit Van'ar adalah kolam ikan mujair milik Dimas di belakang rumahnya. Semenjak kecil, Van'ar selalu diajak memancing oleh Dimas. Oleh karena itu, Van'ar jadi akrab dengan Dimas karena kesamaan hobby mereka akan dunia memancing.

Van'ar juga tiba-tiba menjadi rindu akan putri Dimas yang dulu selalu berbaik hati menemaninya dan Lunar bermain. Seingatnya, putri Dimas itu seusia dengan abangnya-Anzar. Gadis mungil yang selalu menutup syar'i auratnya semenjak kecil. Jika diingat ingat, putri Dimas itu juga sangat akrab dengan bundanya. Bahkan ia juga memanggil bundanya dengan sebutan 'bunda' pula.

"Oh iya, om mau kemana?"

Tanya Van'ar, pasalnya mereka bertemu di bandara.

Jika tidak mau pergi kesuatu tempat, ia pasti akan menjemput seseorang. Karena begitu umumnya orang berpikiran tentang pergi ke bandara. Jika tidak pergi plus melepaskan, ya pasti menunggu kedatangan seseorang.

"Om mau mengarntar putri om."

Kata Dimas, sambil menatap Van'ar yang terlihat terkejut.

"Ini Aurra, putri om. Kamu ingatkan?"

Deg

Pemuda berusia 12 tahun itu menelan salivanya susah payah. Jadi perempuan yang ditabraknya tadi putri Dimas, gadis yang secara tidak langsung ia rindukan sejak dahulu. Sungguh kebetulan yang tak terduga.

"Ini kak Aurra?" Tanyanya pelan.

Bisa dilihat olehnya, gadis bercadar itu tengah tersenyum di balik kain penutupnya. Mata hazel indah yang teduh dengan sejuta pesonanya itu kini sudah menjelma menjadi gadis yang tentu cantik dimatanya. Tak ada yang banyak berubah, bahkan tinggi badan mereka kini hampir sama.

"Iya, Aurra mau meneruskan pendidikanya di luar negri Van." Katanya, sambil mengusap lembut ujung khimar sang putri.

Sama halnya dengan sang abang, ternyata gadis ini juga akan menuntut ilmunya diluar negri. Terbesit rasa tak iklas didadanya, baru saja mereka berjumpa semenjak bertahun tahun lamanya, kini ia akan berpisah lagi dengan gadis yang usianya lima tahun diatasnya ini.

Bunyi suara informasi pemberangkatan calon penumpang, mengembalikan kesadaran pemuda tampan tersebut. Ia ingat tujuan utamya berada disini, mengantar kepergian sang kakak.

"Om, kayaknya saya harus pergi. Bunda sama yang lain pasti udah nunggu."

"Iya, titip salam buat orangtuamu ya van."

Pemuda jangkung itu tersenyum.

"Iya om, buat kak Aurra hati hati dijalan. Semoga selamat sampai tujuan." Ungkapnya sambil tersenyum kecil.

Entah mengapa pagi ini ia menjadi Van'ar yang berbeda. Banyak tersenyum dan juga banyak berekspresi, hanya karena bertemu dua orang ini. Lebih tepatnya si pemilik mata hazel cantik itu.

"Terimakasih." Jawab siempunya Nama, sambil menganggukkan kepalanya.

"Kalau gitu Van'ar duluàn ya om."

Jedanya, sambil meraih punggung tangan Dimas untuk disalaminya.

"Asalamuaikum." Uluk salamnya.

"Waalaikumsalam."

Diantara kesedihan harus mengantarkan sang kakak pergi untuk beberapa tahun lamanya, ada kesenangan sendiri yang muncul di hati pemuda yang baru saja bertemu orang orang dari masa kecilnya itu. Siapa sangka, diantara ketertarikan yang ada, Van'ar tidak pernah melupakan ketertarikannya kepada gadis bermanik teduh tersebut.

Entah semenjak kapan, yang pasti Van'ar sekarang masih meyakini ia memiliki ketertarikan kepadanya. Entah karena masa cinta monyetnya di masa masa putih biru, atau ketertarikan yang akan bertahan hingga beranjak dewasa nanti. Entahlah, cuma Allah yang tahu akan semua itu.

Pesawat tujuan Jakarta-New york itu sudah lepas landas. Membawa dua orang buah hati dari dua keluarga, yang siap menyongsong masa depan diantara kerasnya hidup dinegri orang. Sulitnya barang berjuang di tanah orang, jauh dari rumah. Keduanya akan mengarungi kerasnya hidup, demi kehidupan yang layak mereka cecapi dari hasil kerja kerasnya saat ini.

\=\=\=\=Universitas Harvard candridge, massachusetts, Amerika Serikàt.\=\=\=\=

Pagi hari yang cerah, menyambut ribuan bakal calon mahasiswa didik baru di universitas yang popoler didunia pendidikan tersebut. Ribuan umat berbeda suku, agama, ras, warna kulit juga bahasa kini berkumpul dalam sebuah aula besar di universitas tersebut. Ini adalah hari pertama penyambutan bakal calon mahasiswa baru, sebelum nantinya memasuki masa ospek.

Di antara banyaknya manusia yang berlalu lalang,pemuda yang sudah setahun belakangan menge yam pendidikan diuniversitas tersebut, menagkap sebuah objek yang begitu mencolok dimatanya. Seorang gadis berhijab syar'i yang berdiri di arah jam 9 darinya. Mengobrol santai dengan seorang dosen dari universitasnya.

Ia tahu, dari penampilanya gadis itu bukan mahasiswa Hardvard se-tingkatanya atau pun kakak seniornya. Ah, mungkin calon mahasiswa baru pikirnya.

"Hey Keevan, sedang apa kamu disini?"

Sapa seorang gadis cantik yang mengalihkah pandanganya.

"Tidak ada." Jawabnya datar.

"Mr.Breakllien mencarimu. Katanya ada urusan penting." Ujar gadis berwajah khas orang Eropa tersebut.

"Hm."

"Kalau begitu, ayo pergi."

Ajak gadis bernama Laura tersebut, yang tak lain adalàh Asdos dari dosen yang memanggil pemuda tampan bermanik tajam tersebut.

Pemuda tampan itupun memilih berlalu, mengikuti teman satu angkatanya. Meninggalkan rasa penasaranya akan gadis berhijab syar'i yang berhasil menarik sebagian perhatianya.

***

Ruangan yang kini hening dan senyap akan suara bising itu, terlihat diisi oleh lebih dari 120 mahasiswa jurusan managemen bisnis.

Sorotan cahaya dari proyektor, menjadi satu satunya cahaya yang kini menerangi ruangan tersebut. Di atas podium, berdiri seorang dosen besar dari universitas kesehatan ternama dari Inggris. Beliau di undang sebagai tamu kehormatan sebagai motivator.

Dosen muda yang masih aktif mengajar di Universitas King's college London itu sengaja diundang karena kejeniusanya didunia managemen bisnis sekaligus kepandaianya di dunia medis. Seperti hidup di dua dunia, pria berusia awal 30-an tahun itu juga begitu terkenal akan kejeniusanya di dalam mengembangkan bisnis juga profesinya di dua jalur yang berbeda.

"Itu Asisten dosennya motivator kita hari ini ya?" Bisik seorang perempan asal New york tersebut.

"Iya, syar'i sekali cara berpakaianya."

Komentar perempuan lainya.

"Iya, aku dengar dia satu angkatan dengan kita."

"Iya, dengar dengar dia juga gadis jenius asal Indonesia. Dia pernah memenangkan tes lulus beasiswa berprestasi di universitas kita, tapi dia menolak tawaran itu."

"Oh iya, aku ingat. Gadis berçadar dari Asia itu yang menolak tiga universitas yang terkenal juga kan?"

"Iya. Dari sekian banyak universitas yang sudah ia ikuti tes beasiswa berprestasinya, cuma Universitas King's college London, di Inggris yang akhirnya dipilih."

"Benarkah? Berarti dia itu pintar sekali ya."

Pemuda tampan yang sedari tadi mencuri dengar pembicaraan tersebut menyerngitkan alisnya. Apa benar gadis bercadar itu berasal dari tanah air yang sama denganya?

Begitu besarkah pesonanya, sehingga bayak dari teman seangkatanya yang memperbicarakanya. Pemilik manik hazel jernih nan teduh yang menutup hampir seluruh permukaan wajahnya itu, membuat sebagian orang terkagum kagum akan rumor tentang kèjeniusanya, juga terpana akan pesona manik teduhnya yang memikat.

Mungkin Anzar juga termasuk golongan orang orang yang terpesona pada pandangan pertama pada gadis berhijan syar'i ini. Gadis yang merupakan salah satu mahasiswi di Universitas King's college London, Inggris itu nyatanya punya sejuta pesona yang sulit di tolak. Hanya karena melihat manik hazel teduhnya, tak lebih.

Namun bagi Anzar ketertarikan itu hanya murni ketertarikan biasa. Tanpa tahu benang takdir yang akan mengikat keduanya dibeberapa hari, minggu, bulan ataupun tahun ke depan.Karena tidak ada yang tahu, apa yang kita abaikan kini bisa jadi memiliki jalinan benang takdir yang kuat dengan kita di kemudian hari.

**

To Be Continue

Holla....readerss😄😄

I'am come back againnn😅😅

Gimana guys....ada yang mau kritik dan saran nih buat prologgg??

Maaf juga kalau masih banyak typo ya readers🙏🙏

Apa mau komen jejak aja gitu??

Cuslah....jangan lupa komen,dan bantu dukung yaa readess🤗🤗

Pokoknya Author ILY All readers😙😙

Bonus visual Van'ar pas 17 tahun

Sukabumi 11 April 2020

14.42

Terpopuler

Comments

Erni Fitriana

Erni Fitriana

novel yg bikin nagih...nyesel aku tuh baru ketemu kamu🙏

2022-09-28

2

Erni Fitriana

Erni Fitriana

cekidot thorrrr

2022-09-28

2

YuWie

YuWie

masih agak2 bingung dg nama2nya

2022-06-21

1

lihat semua
Episodes
1 Pengenalan tokoh
2 Prolog
3 BSJ 01 : (Bukan) Pertemuan Pertama
4 BS 02 : Pria Berbaret
5 BSJ 03 : Keluarga Radityan
6 BSJ 04 : Calon Mantu
7 BSJ 05 : Ķeputusan
8 BSJ 06 : Ada yang Pecah, tapi Bukan Kaca
9 BSJ 07 : Kabar dari Negri Jiran
10 BSJ 08 : Kekecewaan Putri Radityan
11 BSJ 09 : Pembohon
12 BSJ 10 : Gadis Bercadar
13 BSJ 11 : Memperbaiki
14 BSJ 12 : Melepaskan
15 BSJ 13 : Mengejar
16 BSJ 14 : Kabar sang Kapten
17 BSJ 15 : Aye Aye Kapten
18 BSJ 16 : Waktu
19 BSJ 17 : Sigap, Siap, Sedia membantu
20 BSJ 18 : Rasa yang hadir
21 BSJ 19 : Pulang Membawa Risalah Hati
22 BSJ 20 : Datang untuk mengambil
23 BSJ 21 : Memilih Pergi
24 BSJ 22: Kacau
25 BSJ 23 : R U M I T
26 BSJ 24 : Datangnya Putra Yang Lain
27 BSJ 25 : Permintaan Terakhir
28 BSJ 26 : Budak Cinta
29 BSJ 27. Menaklukan Hati
30 BSJ 28 : Jawaban Dari Pemilik Hati
31 BSJ 29 : falling In Love With Capten
32 BSJ 30 : MISS YOU FROM 2.958 mdpl
33 BSJ 31 : Awal Kehancuran
34 BSJ 32 : Bom Waktu
35 BSJ 33 : And, BOOM
36 BSJ 34 : Seni Adalah Ledakkan
37 BSJ 35 : Puing Puing Reruntuhan
38 BSJ 36 : Tak Semudah Itu, Bambang
39 BUKAN UPDATE!!
40 BSJ 37 : Ikrar Janji Suci
41 BSJ 38 : Pedang Pora Wedding
42 BSJ 39 : GG Bersaudara
43 BSJ 40 : Sweeth Couple VanRa
44 BSJ 41 : Kejutan Kecil VanRa
45 BSJ 42 : Kota Kembang Berjuta Rasa
46 BSJ 43 : Harapan dan Bunga Mimpi
47 BSJ 44 : Ada Yang Tersembunyi
48 BSJ 45 : Comback, Again
49 BSJ 46 : Gawat, Darurat
50 BSJ 47 : Alasan Kepulangan
51 BSJ 48 : Lantunan Merdu Sang Biglear
52 BSJ 49 : Kepossesivan Sang Binglear
53 BSJ 50: Ditampar Oleh Fakta
54 BSJ 51 : Jangan Cemburu, Mas Mas Sùami
55 BSJ 52 : Tidak Ada Habisnya
56 BSJ 53 : Stalker
57 BSJ 54 : Bumu Rindu Ayamu
58 BSJ 55 : Everytime (VanRa Part)
59 BSJ 56 : Kejutan Anniversary Bikin Ngeri
60 BSJ 57 : Diatas Langit, Masih Ada Langit
61 BSJ 58 : Terjebak
62 BSJ 59 : Cerita Karma is Real
63 BSJ 60 : Ayamu Pengen Dimanja
64 BSJ 61 : Friendzone
65 BSJ 62: 4 Bulanan Bumu
66 BSJ 63 : Anzar Sudah Taken???
67 BSJ 64 : USG
68 BSJ 65 : Adanya Prioritas
69 BSJ 66 : Kamu Berarti
70 BSJ 67 : Datangnya Cinta Masalalu
71 BSJ 68 : Pelakor dan Pembinor
72 BSJ 69 : Dimana Kau Berada, Kekasih Hati???
73 BSJ 70 : Awal Kepergian
74 BSJ 71 : Pergi yang Membawa Duka
75 BSJ 72 : Jatuhnya Batasan Rindu
76 BSJ 73 : Dari Sang Biglear
77 BSJ 74 : Ikatan
78 BSJ 75 : Paham yang Salah')
79 BSJ 76 : Pulang
80 BSJ 77 : Janggal
81 BSJ 78 : Misteri Senyuman
82 BSJ 79 : Overall
83 BSJ 80 : Kupu Kupu malam
84 BSJ 81 : Ari-ri Ari
85 BSJ 82 : Habis Gelap
86 BSJ 83 : Triple Dating
87 BSJ 84 : Ci Bungsu Kecewa
88 BSJ 85 : Bunga Cinta
89 BSJ 86 : Wedding Day
90 BSJ 87 : Bintang Lain
91 BSJ 88 : Manten Cembukur
92 BSJ 89 : Para Jomblo
93 BSJ 90 : Honeymoon Minimalis
94 BSJ 91 : Honeymoon Sungguhan
95 BSJ 92 : The Cute Couple
96 BSJ 93 : Ayah Siaga
97 BSJ 94 : Selamat datang Arsyad & Arra
98 BSJ 95 : Lentera Jannah
99 BSJ 96 : Ribetnya Pernikahan Aisyah ini
100 BSJ 97 : (Epilog) Quality Time
101 BONUS VISUAL + CUAP CUAP AUTHOR!!
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Pengenalan tokoh
2
Prolog
3
BSJ 01 : (Bukan) Pertemuan Pertama
4
BS 02 : Pria Berbaret
5
BSJ 03 : Keluarga Radityan
6
BSJ 04 : Calon Mantu
7
BSJ 05 : Ķeputusan
8
BSJ 06 : Ada yang Pecah, tapi Bukan Kaca
9
BSJ 07 : Kabar dari Negri Jiran
10
BSJ 08 : Kekecewaan Putri Radityan
11
BSJ 09 : Pembohon
12
BSJ 10 : Gadis Bercadar
13
BSJ 11 : Memperbaiki
14
BSJ 12 : Melepaskan
15
BSJ 13 : Mengejar
16
BSJ 14 : Kabar sang Kapten
17
BSJ 15 : Aye Aye Kapten
18
BSJ 16 : Waktu
19
BSJ 17 : Sigap, Siap, Sedia membantu
20
BSJ 18 : Rasa yang hadir
21
BSJ 19 : Pulang Membawa Risalah Hati
22
BSJ 20 : Datang untuk mengambil
23
BSJ 21 : Memilih Pergi
24
BSJ 22: Kacau
25
BSJ 23 : R U M I T
26
BSJ 24 : Datangnya Putra Yang Lain
27
BSJ 25 : Permintaan Terakhir
28
BSJ 26 : Budak Cinta
29
BSJ 27. Menaklukan Hati
30
BSJ 28 : Jawaban Dari Pemilik Hati
31
BSJ 29 : falling In Love With Capten
32
BSJ 30 : MISS YOU FROM 2.958 mdpl
33
BSJ 31 : Awal Kehancuran
34
BSJ 32 : Bom Waktu
35
BSJ 33 : And, BOOM
36
BSJ 34 : Seni Adalah Ledakkan
37
BSJ 35 : Puing Puing Reruntuhan
38
BSJ 36 : Tak Semudah Itu, Bambang
39
BUKAN UPDATE!!
40
BSJ 37 : Ikrar Janji Suci
41
BSJ 38 : Pedang Pora Wedding
42
BSJ 39 : GG Bersaudara
43
BSJ 40 : Sweeth Couple VanRa
44
BSJ 41 : Kejutan Kecil VanRa
45
BSJ 42 : Kota Kembang Berjuta Rasa
46
BSJ 43 : Harapan dan Bunga Mimpi
47
BSJ 44 : Ada Yang Tersembunyi
48
BSJ 45 : Comback, Again
49
BSJ 46 : Gawat, Darurat
50
BSJ 47 : Alasan Kepulangan
51
BSJ 48 : Lantunan Merdu Sang Biglear
52
BSJ 49 : Kepossesivan Sang Binglear
53
BSJ 50: Ditampar Oleh Fakta
54
BSJ 51 : Jangan Cemburu, Mas Mas Sùami
55
BSJ 52 : Tidak Ada Habisnya
56
BSJ 53 : Stalker
57
BSJ 54 : Bumu Rindu Ayamu
58
BSJ 55 : Everytime (VanRa Part)
59
BSJ 56 : Kejutan Anniversary Bikin Ngeri
60
BSJ 57 : Diatas Langit, Masih Ada Langit
61
BSJ 58 : Terjebak
62
BSJ 59 : Cerita Karma is Real
63
BSJ 60 : Ayamu Pengen Dimanja
64
BSJ 61 : Friendzone
65
BSJ 62: 4 Bulanan Bumu
66
BSJ 63 : Anzar Sudah Taken???
67
BSJ 64 : USG
68
BSJ 65 : Adanya Prioritas
69
BSJ 66 : Kamu Berarti
70
BSJ 67 : Datangnya Cinta Masalalu
71
BSJ 68 : Pelakor dan Pembinor
72
BSJ 69 : Dimana Kau Berada, Kekasih Hati???
73
BSJ 70 : Awal Kepergian
74
BSJ 71 : Pergi yang Membawa Duka
75
BSJ 72 : Jatuhnya Batasan Rindu
76
BSJ 73 : Dari Sang Biglear
77
BSJ 74 : Ikatan
78
BSJ 75 : Paham yang Salah')
79
BSJ 76 : Pulang
80
BSJ 77 : Janggal
81
BSJ 78 : Misteri Senyuman
82
BSJ 79 : Overall
83
BSJ 80 : Kupu Kupu malam
84
BSJ 81 : Ari-ri Ari
85
BSJ 82 : Habis Gelap
86
BSJ 83 : Triple Dating
87
BSJ 84 : Ci Bungsu Kecewa
88
BSJ 85 : Bunga Cinta
89
BSJ 86 : Wedding Day
90
BSJ 87 : Bintang Lain
91
BSJ 88 : Manten Cembukur
92
BSJ 89 : Para Jomblo
93
BSJ 90 : Honeymoon Minimalis
94
BSJ 91 : Honeymoon Sungguhan
95
BSJ 92 : The Cute Couple
96
BSJ 93 : Ayah Siaga
97
BSJ 94 : Selamat datang Arsyad & Arra
98
BSJ 95 : Lentera Jannah
99
BSJ 96 : Ribetnya Pernikahan Aisyah ini
100
BSJ 97 : (Epilog) Quality Time
101
BONUS VISUAL + CUAP CUAP AUTHOR!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!