⌑ Episode 19 ⌑

Vivian membuat keputusan sulit, ia memegang erat gagang pistol ditangannya, melihat mereka sedang adu jotos dilantai.

"Kubilang berhenti" seru lagi Vivian namun lagi ia tidak digubris.

Justin dengan teknik nya sekarang berbalik ia memukul wajah Chris hingga hidungnya mengeluarkan darah.

"Kalian pikir aku tidak bisa" kesal Vivian telah diabaikan lagi.

Vivian mengarahkan pistol ke kaca toilet.

SHUNG..

PYAAARRR.. PYAR..

Kaca dengan ukuran besar itu pecah berjatuhan, membuat mereka langsung menghentikan pertikaian melihat kaca pecah karena peluru.

Mereka berdua saling melihat dan kaca itu sungguh pecah berjatuhan.

"Kalian.. Jaga jarak" perintah Vivian dengan pistol mengarahkan kearah mereka.

Dan itu berhasil diikuti oleh mereka berdua, meski tampilan mereka berdua sungguh jauh dari kata rapih, sekarang mereka nampak mengerikan karena darah keluar dari mulut hidung bahkan luka di segala tempat.

Mereka terdiam, Vivian nampak serius dengan mereka berdua, meski luka di pipi dan dahi nya.

Justin pun dengan suka rela mengangkat kedua tangannya, Justin melirik Chris agar mengikutinya, Chris pun sama nya mengangkat tangan nya meski enggan.

"Apa yang kalian lakukan?!!!. Lihat!! Kalian anak kecil? Masa pubertas?!! Ini fasilitas umum.." Teriak Vivian sambil terus menodongkan pistol.

"Hah.. Siapa yang merusak kaca" gurau Chris.

"Diamlah. Aku lakukan untuk menghentikan kalian" balas Vivian.

"Taruh pistolnya" perintah Justin.

"Kau akan berhenti?" Tanya Vivian.

Mereka berdua terdiam tidak ingin menjawab.

"Tuhh kan, aku akan menembak dari kalian jika tidak mau berhenti" ancam Vivian.

"Baiklah.. Taruh itu" angguk Justin lalu melirik Chris.

"Iya.. Taruh itu" copy Chris meski enggan.

Lalu tibalah Cleo membawa dua koper, dan melihat kekacauan ini, dia pun tetap tenang. Disitu Vivian membuang seluruh peluru dicloset.

"Sesuai kesepakatan, aku bawa Vivian" ucap Justin memberikan dua koper tersebut pada Chris.

"Baiklah, gadismu sangat bersemangat" balas Chris menerima koper tersebut.

Setelah Chris berkata seperti itu Vivian sibuk melempar pistol ke tempat urinoir tempat pembuangan air kecil pria.

"Yakkk!" Pekik Chris pasalnya itu miliknya.

Justin pun memegang tangan Vivian dan pergi dari sana, meski tatapan orang melihat keadaan Justin yang mengerikan ia mengabaikan itu.

Sesampai nya Vivian hanya melihat gerak-gerik Justin, baru ingin bertanya Justin seperti menghindarinya melainkan pergi ke ruangan kerjanya.

Vivian hanya diam sembari melihat pintu kerja nya tertutup, bahkan Cleo pun hanya melewatinya dan menuju ke ruang Justin berada.

Disitu Vivian merasa kalau Justin marah dengannya, apa dia tahu sesuatu.

"Silahkan, kamarnya sudah siap" gubris salah satu pengawal Justin menunjukkan kamar nya.

Didalam kamar Vivian hanya diam bukannya membersihkan diri, ia sedang berpikir bagaimana ia selanjutnya.

"Apa ini waktu nya aku pergi?" Monolog Vivian sambil melihat langit diluar sudah gelap.

"Bukan itu yang harus kau pikirkan, bagaimana aku menganti 5 juta dolar, berapa tahun kau harus bekerja untuk menghasilkan uang sebanyak itu" lagi Vivian hanya bisa merutuki dirinya.

...

Ditempat lain Vera yang berjalan ke dalam markas, lalu anak buahnya memberi tahu sesuatu.

"Ketemu.. Di bandara tapi dengan pria lain.. Bukan Justin" ucap anak buahnya.

"Coba lihat" perintah Vera.

"Chris?? Apa yang terjadi? Bukankah seharusnya dia bersama Justin" tanya Vera.

"Iya ternyata.. Justin dan Vivian dua hari yang lalu tiba di Las Vegas" terang satu lagi.

"Las Vegas" ulang Vera.

Lalu pria berbadan tinggi namun kurus mendekat, yaitu Victor.

"Wanita ini..sangat suka berpesta..pasti datang ke acara itu" ucap Victor.

"Aa.. Dia sudah gila membiarkan ku bekerja keras" pungkas Vera.

"Bukannya pergi dengan Justin, kenapa kemari dengan Chris??" Cicit Victor.

"Apa yang ingin direncanakan oleh nya.. Cari informasi yang berguna lagi" perintah Vera dan dipatuhi anak buahnya.

Mereka berjalan ke luar Vera menoleh ke Victor, ia nampak sudah kesal.

"Membutuhkan waktu lama.. Apalagi kita belum tahu lokasi brangkas nya" celetuk Victor.

"Ya terus terang.. Ini karena mu, ayah tidak percaya dengan mu sehingga tidak memberikan apapun padamu, dasar pecandu" Vera melempar kekesalannya pada kakak nya Victor yang seorang pecandu.

"Aishh.. Karena itu aku ikut membantu" balas Victor yang tidak bisa mengelak.

"Kau kakak yang tidak berguna, lebih baik kau diamlah" jawab Vera lalu melengos pergi.

...

Didalam kamar Vivian hanya diam melihat keluar jendela kamarnya, waktu sudah pukul jam 10 malam, sampai saat itu Justin belum menemuinya.

Vivian membuka jendela kamar, disitu tepat Justin masuk melihat Vivian sedang membuka jendela yang ukurannya tubuhnya bisa lewat sana.

Vivian menoleh ke belakang tempat Justin berada. Melihat luka Justin sudah diobati dengan plester.

"Apa tubuhmu baik-baik saja?" Tanya Vivian.

"Iya.. Apa kau berencana kabur?" Jawab Justin lalu mendekat.

"Apa ada yang luka lagi? apa tubuh mu demam?" tanya balik Vivian bukannya menjawab, melainkan khawatir.

"Chris mengatakan apa padamu?" Justin mengalihkan pembicaraan.

"Banyak" singkat Vivian.

"Chris tidak mengincar uangnya, tapi dirimu, apa yang Chris dapatkan?" Tanya Justin dengan lembut.

"Dia beritahu kalau kau berbohong" terang Vivian menatap Justin.

"Kau berbohong soal rumahku, kau bilang rumahnya sudah tidak ada, namun Chris baru dari sana rumah ku masih ada" lanjut Vivian.

"Alasan yang jelas, aku ingin kau tetap disini, disampingku, jadi Chris dapat apa darimu?" Lanjut Justin yang masih bertanya.

"Kau ingin dengar apa dariku?" Balik tanya Vivian sedangkan suasana makin serius.

Mereka bertatapan cukup lama, dalam keheningan, Justin menyampingkan ego nya.

"Tidak.. Kau pasti lelah, cepatlah bersihkan dirimu dan istirahat" ucap Justin dengan nada lembut.

Vivian diam tanpa menjawab, sedangkan Justin keluar dari kamar.

Didalam kamar mandi, Vivian sedang mengeringkan rambutnya didepan cermin.

"Tahan sebentar lagi.. Tapi.. Aku lihat keraguanmu" monolog Vivian mengingat tatapan Justin.

...

Ditempat lain diruang tamu disana ada Chris dengan anak buah kepercayaan nya.

"Bos, kenapa repot-repot menculik nya dipesta?" Tanya nya.

Chris dengan sibuk memakai betadine diwajahnya, dan menutup lukanya.

"Dia menawarkan ku hal yang tidak bisa ku tolak, tapi.. Aku pernah dengar, sekertaris ayah nya mencari tempat, tau tempat nya dimana? disini, in Korea" terang Chris menaruh kaca setelah selesai.

"Bukankah kau mencium sesuatu? Kita bisa dengan mudah mencari tanah miliknya" lanjut Chris.

"Anda mempercayai Vivian? Meski begitu dia juga putri mafia" tanya anak buahnya.

"Aku punya informasi lengkap dirinya, kita bisa unggah kalau dia macam-macam, Jika Justin tahu, selesai sudah" ungkap Chris dengan smirk nya lalu mengambil putung rokok.

...

Setelah selesai Vivian melihat Justin sedang berdiri menatap jendela dengan segelas wine ditangannya.

"Sedang apa disitu?" Gubris Vivian yang melihat Justin.

Justin menoleh lalu menutup jendela, dan berjalan mendekati Vivian.

"Tadi.. Kau benar-benar berpikir akan melarikan diri?" Tanya Justin.

"Ya.. Setelah aku tiba disini, aku merasa seperti beban bagimu, setelah menghabiskan uang 5 juta dolar" terang Vivian.

"Setelah kabur, kau punya rencana?" Tanya Justin malah bertanya itu.

"Aku akan mulai bekerja dimana pun, dulu tidak pernah kulakukan, aku hanya hidup untuk diriku sendiri, dan membayar 5 juta itu" terang Vivian.

"Lukamu sudah diobati?" Tanya Justin yang melihat luka goresan dan lebam didahi dan tulang pipi Vivian.

"Luka ini.. Tidak sebanding dengan apa yang sudah kulakukan padamu" Vivian menunduk.

"Kenapa mengatakan itu? Tubuhmu adalah milikku" ungkap Justin lalu mendekat dan mendekap tubuh Vivian.

Meski hanya perkataan rayuan, Vivian tetap tersenyum dan mengeratkan pelukannya, dan tersenyum di sela-sela pelukan, bahkan aroma maskulin di tubuh Justin merangsang indra nya yang membuat kebahagiaan meningkat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!