⌑ Episode 17 ⌑

Tangan nya terikat tak ingin nyerah Vivian menjulurkan lidahnya agar lakban dimulutnya terlepas lalu mencoba membuka penutup matanya, dan berhasil menaikan penutup matanya.

Ternyata ia berada di rumah yang besar, lalu dari arah tangga terlihat seorang pria tampan wajahnya seperti karakter manhwa pahatan yang sempurna sangat perfect dan berjalan bak model dengan kaki jenjang nya.

"Apa dia yang menculik ku? Kenapa ganteng?" Ucap pelan Vivian yang terpesona sesaat, lalu saat pria itu hampir mendekat Vivian menutup kembali penutup matanya.

Pria tersebut duduk didepan Vivian tak lupa ia menaruh satu pistol dimeja, lalu mendengus melihat penutup mata yang sudah terlihat miring.

"Buka lah" perintah pria tersebut, lalu penutup matanya pun terbuka.

Vivian langsung melihat pria di belakang pria tampan tersebut, pria yang ada di Casino.

"Oh? Kau.." Reflek Vivian.

Pria tampan tersebut membuka ponselnya dan mendial nomor disana lalu mendekatkan ke telinganya.

Dipesta Justin memasuki mobil lalu ada telfon dari ponsel lipat yang di tas Vivian. Tanpa pikir langsung mengangkatnya.

"Oh.. Kau mengangkatnya?" Sahut suara pria yang nadanya nampak senang namun mengejek.

"Chris.. Itu kau?" Tebak Justin.

"Iya.. Lama tidak berjumpa.. Wanita mu sungguh aman.. Kau sudah siapkan uangnya?" Jawab dengan percaya diri.

"Jangan sentuh dia.. Aku akan siapkan" ucap Justin.

Vivian mendengarnya namun hanya bisa diam, sedangkan Chris bersenang-senang dengan menyinggung kelemahan orang lain.

"Mau berapa?" Tantang Justin.

"Nanti kukirim jumlahnya, aku akan negoisasi dengan wanita ini.. Tubuhnya harus dihargai berapa.." Smrik Chris tanpa mendengar jawaban dari Justin pun langsung mematikan sambungan telfon.

"Tidak disangka.. Justin Mau mengeluarkan uang demi wanita tak berguna seperti mu" remeh Chris.

Vivian mendengus menahan tawa.

"Setidaknya aku tidak meminta uang dari orang lain" balas Vivian dengan remeh.

Chris marah namun ia tak terpancing, membiarkan wanita ini menguasai.

"Seharusnya kau khawatirkan dirimu, bagaimana Justin tau kau sebenarnya, kau juga keturunan Mafia" jelas Chris yang tahu asal usul Vivian.

"Jangan sebut itu, aku bukan bagian dari mereka" dingin Vivian ia memang membencinya.

"5 juta dollar" ceplos Chris.

"Li.." Terperangah Vivian lalu ia melepas ikatan ditangannya dengan mudah lalu menghitung dengan jari.

Chris tidak terkejut Vivian telah lepas dari ikatan nya.

"Sepadan dengan dirimu" ujar Chris yang membuka bungkus rokok dan ingin mengambil satu.

Sebelum dinyalakan Vivian merebut rokok tersebut lalu wajahnya mendekat.

"Jangan Justin.. Dan rahasiakan tentangku darinya" pintar Vivian dengan serius.

"Sepertinya cinta kalian sangat dalam, membuatku muak" balas Chris.

"Gantinya.. Akan kuberi tahu, alasan aku mendekati Justin" ucap Vivian dengan serius.

"Eiii.. Siapapun bisa dekat dengan nya, untuk itu.. 5 juta dolar" Chris mengetik diponselnya lalu dengan cepat kilat terkirim ke ponsel yang dipegang Justin. Ia nampak tidak tertarik dengan omongan Vivian.

"Kau tahu siapa ayahku, dan saudara tiri ku, mereka yang memerintah ku, mengacaukan kalian berdua" terang Vivian.

"Kalau itu aku tau" pede Chris lalu menyuruh anak buahnya.

Lalu tak lama seorang wanita nampak wajahnya lebam, dan pucat tangannya diikat terlihat jelas bekas ikatan ditangannya.

"Kau pasti kenal.. Sapa lah.. Giselle pasti senang" smrik Chris.

"Hahh.. Kau seperti binatang.. Lepaskan dia, tahu dia tidak salah, 5 juta dolar, nyawa dia" tanpa sengaja itu keluar dari mulut Vivian serta reflek tangannya meremas satu batang rokok.

"Beraninya bernegosiasi denganku, ketika membuat kesalahan" Chris mengambil pistol dimeja dan memainkannya bahkan sesekali mengarahkan ke Vivian.

"Apa yang kau inginkan? Bukan hanya uang kan" celetuk Vivian.

"Sekarang bisa diajak bicara" Chris memberikan kode agar bawa Giselle.

"Sudah kubilang, aku punya gantinya bahkan kau bisa dapat lebih dari 5 juta dolar itu" ujar Vivian menyakinkan.

"Baiklah, aku ingin dengar" malas Chris.

"Victor dan Vera menemui ku di Korea mereka mengancam ku, disitulah Vera mempunyai rencana agar kalian saling salah paham, aku hanya mengikuti rencana nya, tapi ada hal besar di balik itu.. Kalung Diamond" ucap Vivian jujur.

"Diamond?" Mulai tertarik.

"Sekarang kau mulai tertarik?" Tanya Vivian.

"Ceritakan lagi" perintah Chris.

"Keluarga Justin mencuri Diamond Safir blue milik ayahku, dan ternyata kalung itu jalan menuju brangkas rahasia milik ayahku yang telah ia timbun bertahun-tahun" terang Vivian yang mengambil es batu dan menaruhnya digelas.

"Brangkas rahasia.. Tapi kenapa Victor menyuruh mu? Dia bisa saja membantai ke rumah Justin" alasan masuk akal.

"Setelah ayah tidak ada, organisasi tidak begitu baik, banyak orang yang terbunuh, dan kabur, mereka kekurangan. Tapi hebatnya kau bagaimana bisa tahu aku? Ayahku sudah sangat menutup rapat tentang diriku" Vivian menuang whiskey ke dalam gelas.

"Ada banyak jalan bisa kau tempuh, bangkai yang ditutup lama-lama bisa tercium busuknya" jelas Chris mengambil gelas dari tangan Vivian.

"Tidak heran, kau sangat hebat tentang menggali informasi" pungkas Vivian.

"Jadi.. Dimana kalung itu sekarang?" Tanya Chris.

"Sudah ku berikan padanya" terang Vivian meski berkata bohong.

"Kau bercanda" Chris mulai kesal.

"Mereka belum menemukan brangkas nya, namanya juga rahasia, lokasinya pun masih rahasia" tutur Vivian.

"Cari mereka" perintah Chris pada orang suruhannya.

"Ada dua kunci untuk mengakses nya, satu kalung Diamond, dan satu lagi adalah kunci yang dipegang oleh Vera. Aku tidak tertarik dengan harta itu, kau bisa ambil bagian disana" terangnya sambil melipat kakinya.

"Bagaimana jika mereka sudah menemukannya?" Tutur Chris.

"Kau bisa mencurinya, bukannya kau biasa melakukan itu?. Menurut mereka dalam brangkas nya jumlah nya 900 miliar dolar atau bahkan lebih" jelas Vivian.

Tak lama anak buahnya datang memberitahu keberadaan Victor.

"Benar ada di Korea, kabarnya mereka membayar peretas" terang anak buahnya.

Chris hanya mengangguk.

"Pesan kan tiket, jangan lupa untuk tamu" perintah Chris.

"Sekarang sudahkan, aku telah memberi tahu segalanya" terang Vivian.

"Selalu ada jaminan ketika memulai negoisasi, kalau kau berbohong" Smirk Chris.

"Aku tidak bohong, buka ICloud milikku, disitu ada gambar nya" tutur Vivian.

Setelah memasukkan kode benar disana terdapat gambar kalung tersebut dan kunci milik Vera.

"Ini kunci nya?" Tanya Chris.

"Benar, kuncinya sangat unik bukan" angguk Vivian.

Chris menutup laptopnya lalu tersenyum.

"Saat nya berangkat" ucap Chris lalu anak buah nya menuntun Vivian untuk berjalan ke mobil.

"Sekarang lepaskan aku.. Bukankah tadi kau meminta uang pada Justin?" Peringat Vivian.

"Sudah kuberi tahu untuk bertemu di Korea" ucapnya dengan santai.

"Hahh.. Seharusnya aku tidak percaya  dengan omongan Mafia" sesal Vivian namun bicara dengan pelan.

***

Pesawat yang berbeda namun satu tujuan, Justin yang memakai Jet pribadi sedangkan Chris memakai pesawat komersial meski seluruh class bisnis sudah dibeli oleh nya.

Vivian hanya menghela nafasnya ketika orang kaya melakukan hal ini, padahal class bisnis kursinya masih kosong.

"Jika dibandingkan bukankah Justin lebih unggul? Dari pada dirimu?" Singgung Vivian membuat Chris menurunkan tabletnya.

"Kau meremehkan aku?" Celetuk Chris.

"Tidak, aku bisa melihatnya.. Justin memiliki organisasi lebih kuat, bahkan banyak, sedangkan kau.. Sangat akurat dalam informasi, jika kalian masih bergabung.. Kurasa organisasi kalian sangat ditakuti" terang Vivian.

"Atau kau memang telah lama ingin berpisah dari Justin, dari situ Vera melihatnya" lanjut Vivian ia mengatakan apa yang Vera katakan.

"Jàlãñg satu itu" celetuk Chris mendengar nama Vera.

"Benar, meski saudara tiri, aku juga tidak suka dengan nya" angguk Vivian.

"Tapi.. Kenapa kau sangat santai? Ini masalah waktu tentang Justin akan tahu siapa dirimu, dia bahkan bisa lebih kejam" pungkas Chris.

"Benar, dia bisa bersifat kejam, tapi.. Dia akan terlihat sexy. Aku sudah gila"  Vivian membayangkan wajah Justin ketika mengarahkan pistol padanya bahkan memori tentangnya terputar di otak yang tanpa henti. Oh sekarang mantranya benar-benar bekerja, seharusnya dia tidak melibatkan perasaannya.

Terpopuler

Comments

민🍊

민🍊

makasih sudah mampir🥰

2023-08-18

0

Resty Yunintias Mahadure

Resty Yunintias Mahadure

next thor......
semngat.... 💪💪💪

2023-08-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!