Meski begitu Cleo akan bilang baik-baik saja dan memberi argumen jika mereka pasti tidak akan menyerang orang yang tidak bersangkutan.
Tetap saja bagi Justin ia merasa wanita itu akan diserang, Cleo mengalihkan pemikiran Justin.
"Bos, Kurasa mereka tahu kalau anda kesini" ucap Cleo.
"Mereka sudah mengikutiku semenjak turun dari pesawat" terangnya.
Ditempat lain Vivian masih merapihkan rumahnya, sampai ia selesai menyapu dan mengelap.
"Mereka orang aneh merusak rumah orang lain demi kepentingan sendiri" rutuk Vivian.
DAK DAK DAK
Seseorang menggedor pintu sangat tidak sabaran, membuat Vivian mengkerut kan keningnya, cara nya sangat tidak sopan saat ingin bertamu.
"Siapa itu" Vivian membuka pintu nya.
Raut wajahnya langsung terkejut, pria bertubuh tegap serta membawa orang lain lagi. Mereka menerobos masuk begitu saja. Ada yang unik mereka memiliki tato naga dipunggung tangan.
"Apa yang kalian lakukan?! Keluar! Masuk tanpa ijin adalah melanggar aturan" teriak Vivian membela dirinya.
"Seharusnya kau yang melanggar, menyembunyikan seseorang di rumah termasuk dalam menyembunyikan pelaku berarti kaki tangan dari pelaku" terang pria tegap tersebut.
"Aku tidak tahu apapun! Ini rumah pribadi! Keluar" membela lagi.
PLAKK
"Arrrrrkkkkkk"
****BRUG****
Pria tersebut menampar Vivian sampai ia terperosok ke pinggir sofa. Lalu menjambak rambut Vivian rasa sakit menyebar dari kulit kepalanya.
"Aaa.. Lepas" mencoba melepaskan.
"Dimana pria itu?" tanya pria itu.
"Aku tak paham apa maksudmu" kesal Vivian.
"Jàlãñg ini" kesal pria itu.
PLAAAKK
Tubuh Vivian tersungkur membuat pipinya lebam karena terbentur lantainya.
"Telfon dia, dia pasti datang karena kekasihnya dalam bahaya" smirk nya membuat Vivian ketakutan.
"Jangan khawatir, aku akan menebas kepala kekasihmu itu" senyum pria itu nampak menakutkan.
"Keluar dari rumahku" masih tetap pada pendiriannya mengusir mereka.
Mereka hampir melayangkan lagi pukulan, namun Vivian langsung takut, mereka pun tak segan-segan mengikat tubuh Vivian.
"Ooiiii!!! Justin?!! Ini coba lihat" pria itu mengarahkan kamera ponselnya melihat Vivian.
Vivian nampak ketakutan dari matanya, dilayar ponsel bahkan Justin melihat itu.
"Terserah padamu, wanita itu tidak ada sangkut pautnya denganku" ucap nya dalam tayangan video call tersebut.
Membuat Vivian terkejut sekaligus sangat kesal, ini kah balasan setelah menolong nya dan bahkan membuat keadaan rumah nya hancur.
"Benarkah? Kalau begitu aku akan melakukan hal gila dengannya" merangkul pundak Vivian yang saat itu ia nampak ketakutan, terlebih dia seorang wanita.
Dibelakang tangannya berupaya melepaskan dirinya, pria itu masih bicara dengan Justin.
"Datanglah sendiri, sebelum kau melihat wanita ini mati dengan na'as, you understand?" pria tersebut langsung mematikan panggilan video call nya.
"Bos.. Kalau dia tidak datang bagaimana?" tanya anak buahnya.
"Kita buat jaminan, coba lihat dimana kamera.." mengklik tombol kamera.
Kamera ponsel tersebut menyoroti Vivian, Vivian menunduk dalam menghalau wajahnya dari pria tersebut.
"Lihat!! Tubuh ini.. Sangat menggoda" menjambak rambut Vivian membuatnya mendongak saat itu rasa kulit kepalanya terasa terbakar.
"Kulit putihnya bisa membunuhmu" mereka menyorot bagian leher Vivian hingga ke dada nya dan terus sampai kebawah.
"Hmm!!" Vivian mencoba memberontak.
"Ini cukup" pria itu menyimpan video tersebut.
*
*
*
Justin menggebrak meja yang jadi bayangannya menjadi kenyataan, Vivian dalam bahaya.
"Aku harus kesana sendiri" pungkas Justin sambil berdiri dan berjalan ingin keluar.
"Bos.. Jangan, kesana sama saja bunuh diri" Cleo melarangnya.
"Lalu, kau ingin membiarkan orang lain tak bersalah mati lagi karena ku?" bentak Justin.
"Bos.. Anda tidak seperti ini" Cleo mengingatkan.
"Dia penyelamat ku, aku hampir mati dimakan beruang karena mencium darahku, tapi gadis itu menyelamatkanku meski dia tidak mengenalku" jelas Justin lalu kemudian pergi.
"Bos.. Aku akan mengawal dari belakang seperti biasa" ujar Cleo.
"Baiklah, terimakasih" ucap Justin melanjutkan jalannya.
*
*
*
Dirumah Vivian pria dengan anak buahnya malah berpesta minuman, bahkan menyiramnya ke Vivian.
"Waahhh.. Bos ini bukannya mahal?" ujar anak buahnya melihat botol wishky.
"Kau cukup kaya dengan mempunyai minuman ini" mereka bahkan tak ragu membukanya dan menenggak nya melewati tenggorokan mereka.
Tangan Vivian hampir terlepas ikatannya dengan menggesekkan ke pinggiran kayu yang didekat sofa.
Namun tiba-tiba.. Terdengar suara lolongan serigala.
AUUUUUU... HUG HUG..
Setelah mendengar lolongan serigala mereka terdiam.
"Bos.. Seperti nya ada suara serigala" ujar anak buahnya.
"Aku juga dengar!" bentak pria dipanggil Bos itu.
SEK
Ikatan ditangan Vivian terlepas, lalu ia dengan cepat berlari menuju pintu.
"Hei!! Tangkap!!!" teriak Bos tersebut.
Lalu anak buahnya yang tinggi besar langsung mensergap tubuh mungil Vivian hingga ia terangkat.
"Arrrrgghhhh!!! Lepas!!!" teriak melengking Vivian sambil berontak.
BRUGG
Vivian dijatuhkan ke ranjang nya ia pun langsung ketakutan.
"Sekali lagi berusaha kabur, akan ku ledakkan kepala mu" ujar nya.
"Kenapa kau melakukan ini?! Aku tidak salah apapun!" teriak Vivian.
Tangan Vivian meraih botol wine lalu ia melayangkan ke pria yang dipanggil Bos tersebut.
PYAAARRR
Suara pecahan kaca sungguh membuat kaget, pecahan botol tersebut berantakan berada dibawah.
Terlihat sudut dahi nya pria tersebut mengeluarkan darah, dan itu membuatnya makin naik pitam.
"Wanita sîàlãñ" kesalnya mengambil serpihan kaca lalu menggores cepat lengan Vivian.
SAKK
"Arrggghh!!! Hegh.. Hegh.." Vivian terengah-engah menahan sakit perih lengan nya yang terluka.
Lalu pria tersebut mencengkram ke-rah baju Vivian membuatnya sedikit berjinjit.
"Aku mengaku salah.. Maafkan aku.. Hiks" sedih Vivian.
SUNGGG.... PYYAARRR
Sebuah tembakkan membuat botol minuman yang ditaruh dimeja pecah, lalu pria itu tersenyum karena tahu siapa yang akan datang.
BRUG
Pria tersebut membuang Vivian begitu saja bahkan wajahnya hampir mengenai nakas samping tempat tidur.
Vivian membuka laci terdapat satu-satunya foto kedua orang tuanya lalu ia memasukkannya ke dalam ßrå nya.
"Dia datang!!! Siapkan" seruan pria tersebut.
Anak buahnya yang patuh pun langsung mengeluarkan senapan dan pistol tak lupa amunisi mereka juga lengkap, Vivian hanya bersembunyi di sela-sela meja.
Diluar pria berdiri dengan menantang dengan dua pistol ditangannya.
"Wanita itu dimana?" tanya Justin.
"Didalam, tanpa sehelai apapun.. Haha" pria itu mengejek.
"Sehelai kau menyentuh ujung rambutnya kau tidak akan melihat sinar matahari lagi" pungkas Justin.
"Turunkan pistol mu" ucap pria itu yang menodongkan senapannya pada Justin.
Justin dengan datar menunjukkan dua pistolnya lalu perlahan menaruhnya ditanah, mereka semakin maju untuk mengambil pistol ditanah tersebut.
SUNGGG...CAB..
Satu anak buahnya tumbang, sekarang dengan cepat Justin mengambil pistolnya kembali dan menembak semua anak buahnya hingga tak tersisa.
Suara pistol yang bersautan membuat di persembunyian Vivian menutup telinganya.
Bahkan bau darah amis memenuhi sana, wajah mengerikan tergeletak ditanah yang dingin.
"Huh" Justin menghela nafasnya sejenak.
Namun tanpa diketahui Justin ada satu anak buah yang melarikan diri. Saat Justin melewati mayat itu masih ada yang bergerak, dengan santainya Justin menarik pelatuk tersebut.
Justin masuk kedalam rumah dan melihat rumah keadaan sangat berantakan.
Melihat sekeliling lalu terdengar suara nafas disebelah kiri tepatnya dibawah meja, Justin berjalan perlahan dibawah meja Vivian sedang bersembunyi dengan ketakutan.
Justin berjongkok matanya melihat lurus Vivian yang sedang menunduk.
"Vi?" panggil Justin.
Vivian yang tadi nya takut, setelah mendengar namanya dipanggil perlahan mendongak matanya melihat siluet Justin ada didepannya.
Mereka saling melempar pandangan namun Justin malah tersenyum, tatapan Vivian nampak penuh harap dan lega karena ada yang menyelamatkan dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
@riska
Thor up lagi dong bagus banget cerita nya gw penasaran banget kelanjutan nya semangat Thor
2023-01-05
1
PCJKKM...
lanjuttt thor bagusss ceritanyaaaa.... baru kali ini aku baca novel
2022-01-30
1