⌑ Episode 13 ⌑

Diruang VIP Justin mulai menyadari kenapa Vivian lama sekali belum kembali, ia pun bertanya pada Cleo, dia pun mencari anak buahnya.

Di lorong toilet, Vivian yang mulai kesal dengan celoteh pria didepannya ini.

"Sudah kubilang--"

"Dia belum tahu rupanya, siapa dirimu sesungguhnya" sela pria tersebut yang menurunkan pistolnya serta langsung dihadiahi tatapan tajam oleh Vivian.

"Makannya lebih baik diam dan ikuti perkataanku" lanjut pria tersebut dan datanglah dua pria lagi.

"Jika Justin tahu, kau tidak hidup lagi"  timpali lagi pria tersebut sambil memundurkan langkahnya  digantikan anak buahnya yang maju.

"Siàlán.. Kau membawa dua pria untuk melawan wanita, baiklah.. Cobalah, kupastikan kau melewatkan makan siangmu" ucap Vivian yang memundurkan langkahnya pelan.

Tanpa tunggu lagi pria yang kiri ingin mencoba mengangkat dirinya, namun Vivian dengan kuat memelintir tangan pria tersebut dan menendang kakinya membuat pria itu kesakitan.

Karena melihat seperti itu pria yang satu nya lagi mengeluarkan pisau lipat, dan ingin menyerang Vivian dengan cepat Vivian menghindari pisau tersebut dan merebut nya dengan cepat, satu pria lagi ingin menghajarnya, tangan Vivian yang cepat badan nya berjongkok dan menggoreskan pisau dikaki pria tersebut, dan memukul tulang rusuk pria satu lagi.

Tak ingin lama Vivian pun dengan jurus jujitsu nya ia menaiki tubuh pria tersebut di leher nya dalam satu gerakan pria tersebut tumbang.

Pria yang tadi menodongkan pistolnya hanya menghela nafasnya berat baru ingin ikut campur mendengar suara orang yang akan datang, ia pun pergi.

Melihat teman nya pria satu nya lagi ingin kabur, dengan pisau lipat Vivian melempar pisau tersebut.

SUK

BRUGG

Tepat mengenai punggung sebelah kiri pria tersebut langsung tumbang.

Vivian berjalan mendekati pria tersebut, dan menarik pisau nya dari tubuh pria tersebut, darah segar mengalir tanpa henti, pria tersebut sudah banyak kehilangan darah.

"Semoga surga menerimamu.. Amin" ucap nya lalu mengambil sapu tangan di belakang saku pria tersebut.

Dan ia mengelap bagian gagang pisau dengan sapu tangan tersebut dan menaruh pisau tersebut ditangan pria satu lagi meski ujung tersebut dilumuri darah.

Dengan santai Vivian masuk kembali ke toilet dan membuang sapu tangan tersebut ke dalam closet.

Dan melewati dua pria malang tersebut tanpa menoleh lagi. Saat diluar keadaan yang sama Casino yang ramai.

Cleo datang menghampirinya.

"Justin mencarimu" ucap Cleo.

Dan Vivian kembali keruangan, melihat Justin yang sudah berpamitan oleh partner bisnisnya dengan menenteng koper kecil berwarna abu-abu.

Saat mereka keluar terdapat orang medis dan polisi, kejadian tersebut membuat perhatian mereka kesana.

"Apa ada yang mati?" Tanya Justin.

"Kurasa begitu" jawab Cleo.

Tanpa disadari mereka pria suruhan Chris memasangkan alat pelacak dibagian bawah koper, dan itu sukses karena tidak ada yang menyadari.

Dan benar ada seseorang dalam tandu yang ditutupi kain putih dan satu orang lagi ia diborgol. Tanpa sengaja tangan pria dalam tandu terlihat yang ada tato disana.

Justin melihat itu, Vivian yang saat itu nampak biasa saja malah ia melihat Justin yang nampak terkejut dengan kejadian tersebut.

"Ada orang mati, mereka bahkan tidak terganggu sama sekali, tidak sopan" ucap Vivian melihat orang masih asik bermain.

Justin yang tahu siapa mereka, dari organisasi apa,  ia menoleh ke Cleo.

"Apa mereka mengikuti kita?" Tanya Justin.

"Sekarang mending kita pergi" ucap Cleo.

Vivian hanya mengikuti pergi dari sana, menuruni tangga melihat mobil sudah disiapkan, Vivian yang tak bertanya lagi hanya diam mengikuti.

Sampai mobil melaju, ia bernafas lega.

"Setelah kutahu.. Disana adalah tempat yang berbahaya" ujar Vivian melihat Justin.

Namun Justin seperti sedang memikirkan sesuatu bahkan pernyataan Vivian tidak digubris oleh nya.

"Tadi bukanya kau pergi ke toilet?" Tanya Justin pada Vivian.

DENG

Cleo yang mendengar nya langsung mendelik ke belakang.

"Ooya aku pergi kesana" jawab Vivian.

"Kau bertemu dengan mereka?" Tanya lagi Justin.

"Tidak.. Memangnya aku pergi ke toilet pria?" Bantah Vivian.

"Syukurlah" lega Justin.

"Setelah ku ingat, dia pria itu kan? Gangster yang memporak-porandakan rumahku, aku ingat dengan tato nya" ucap Vivian padahal ia sudah tahu, dan akting nya cukup bagus.

"Benar, dia pria yang berbahaya" terang Justin.

"Tapi yang penting adalah ini.. lihat apa yang kutemukan" menunjukkan satu keping bitcoin.

"Dari mana kau ambil ini? Kau mencurinya?" Tanya Justin yang mendengus senyum.

"Mencuri?! Tidak kok! Tadi di toilet ada wanita, tapi tak sengaja aku memergokinya sedang mengeluarkan banyak kepingan ini dari dada nya, bukan kah mengejutkan?" Cerita Vivian.

"Jadi.. Wanita itu memberimu ini supaya kau tutup mulut? Kau tahu itu melanggar, kau bisa tidak boleh diijinkan lagi kesana" tutur Justin.

"Kenapa aku harus kesana sendiri? Sudah seperti ini aku tidak lagi penasaran" bantah Vivian.

"Apa kau tahu satu keping ini berapa nilainya?" Tanya Justin yang mengambil kepingan tersebut.

"Tidak tahu, yang pasti mahal kan" geleng Vivian.

"29 ribu US dollar, sangat banyak jika harga nya sedang naik nya kau bisa jadi kaya" terang Justin dan memberikan lagi kepingan tersebut para Vivian.

"Apa aku jual saja?" Tutur Vivian dengan senyum merekah.

Justin hanya menggeleng, Vivian yang sadar ini bukan jalan yang tadi.

"Ini bukan jalan yang tadi" monolog Vivian yang melihat jalan yang ramai.

Tak ambil panjang, Vivian melihat lagi bitcoin ditangan nya, dan melirik pria disampingnya.

'Nanti.. Suatu saat kau akan tahu diriku.. Ini belum saatnya, aku tidak ingin berpisah dulu' batin Vivian bergantian melihat bitcoin nya.

"Begitu suka nya dengan itu? Mau lagi? Aku bisa memberimu banyak" tutur Justin melihat Vivian memegangi koin itu.

"Tidak perlu, cukup satu, namun berarti--" perkataan Vivian terpotong karena melihat sesuatu yang menyala merah dibawah koper yang Justin bawa.

Tanpa pikir lagi, Vivian mengangkat koper tersebut dan mengambil benda kecil yang terdapat lampu merah kecil. Justin yang melihat itu juga nampak terkejut.

"Apa ini milikmu?" Tanya Vivian sambil menyodorkan benda tersebut.

"Alat pelacak, seseorang ada yang memasang kan ini" ucap Justin yang mengambil alat tersebut, lalu ia membuka jendela mobilnya dan membuang benda tersebut, dengan cepat ban mobil lain telah meremukkan benda tersebut.

"Apa karena orang tadi? Mereka kah yang menempelkannya?" Tuduh Vivian yang hanya berspekulasi.

"Bisa saja, bisa dipercepat" Justin memerintahkan pengemudi untuk mempercepat laju mobil mereka.

Tak lama mereka sampai di bandara lagi, tak percaya ia memakai baju malam ke bandara.

"Kau bercanda? Kita akan pergi lagi?" Tanya Vivian sambil berjalan masuk bandara.

"Sayangnya aku tidak sedang bercanda, ayo percepat langkahmu" jawab Justin yang matanya selalu was-was.

Saat didalam pesawat pun lepas landas baru sehari disini, tidak baru beberapa jam disini mereka pergi lagi.

"Jujurlah.. Kita kemana lagi? Apa kau terus bersembunyi?" Vivian tuntut jawaban dari Justin.

"Supaya tidak bosan, aku siapkan buku untuk mu" memberikan paper bag, didalam terdapat 5 buku.

"Ohh.. Kapan kau menyiapkan ini?" Senang Vivian mengeluarkan buku dalam paperbag.

Sadar ia menatap Justin.

"Kau tahu aku tidak mudah disogok oleh buku ini" tutur Vivian.

"Aku tahu, ini" memberikan tablet nya.

"Kita berada disini, jalur yang ditempuh.. Kau bisa lihat" tutur Justin pada aplikasi jalur pesawat.

"Las Vegas? 10 jam!" Melihat waktu yang ditempuh membuat Vivian menghela nafasnya.

"Biasanya sampai 19 jam 30 menit, tapi.. kita bisa sampai dengan cepat" tutur Justin.

"Untuk menghabiskan waktu, mau menonton film yang belum kita selesaikan?" Tawar Justin.

"Tidak usah, aku mau ganti baju" lesu Vivian yang berjalan menuju belakang kabin untuk mengganti pakaiannya.

Ditempat lain pria tadi sedang menelfon.

"Maaf, aku kehilangannya, dia pasti sudah mengetahui nya" ucapnya.

"Eungg..kembalilah, sepertinya aku tahu tujuan mereka kemana" tutur dari sebrang telfonnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!