SATU PERISTIWA

Pak Suro berjalan didepan keluar dari kamarnya diikuti oleh Kunto, Adi dan Guntur mengekor dibelakangnya menuju ruang tamu. Jauh didasar hati, Pak Suro merasa takjub dengan kemampuan Guntur yang dengan spontan dapat membuatnya sehat kembali hanya dengan menempelkan telapak tangannya saja.

Ada kekuatan halus merayap menyebar menyusuri sel-sel ditubuhnya ketika dadanya ditempelkan telapak tangan Guntur hingga membuatnya merasakan hangat disekujur tubuhnya. Dan yang lebih mencengangkannya lagi, tubuhnya merasakan bugar tidak lagi lemah, lesu akibat sesak nafas dan batuk-batuk.

"Terima kasih banyak mas Guntur sudah mengobati bapak," ucap pak Suro saat semuanya sudah duduk.

Guntur terlihat kikuk dan bingung dengan ucapan terima kasih pak Suro. Dirinya merasa tidak melakukan apapun apalagi dikatakan mengobati, mengobati dengan cara apa? Guntur benar-benar tidak mengerti. Namun Guntur mencoba mengikuti alur suasana saja dan membalas ucapan terima kasih pak Suto dengan tersenyum.

"Jangan panggil saya mas pak, Guntur saja biar nggak sungkan gitu pak, hehehe..." balas Guntur.

"Iya deh, hehehe..." balas pak Suro tertawa kecil.

"O iya pak, pak Suro sepertinya sangat dekat dengan Adi ya," kata Guntur melirik sekilas pada Adi yang duduk disebelah Pak Suro.

Sejenak Pak Suro menatap Adi dengan tatapan penuh sayang sambil menghela nafas panjang. Dari sorot matanya ada keharuan terpancar disana. Adi hanya tertunduk memainkan jari-jarinya diatas pangkuannya.

"Panjang ceritanya Gun. Adi ini sudah bapak anggap sebagai anak sendiri. Dua tahun yang lalu...." kepala Pak Suro menengadah keatas, matanya menerawang menatap langit-langit ruang tamu. Di kepalanya masih terbayang jelas pada sebuah peristiwa.

......................

Malam itu sekitar pukul 21.15 wib Kota Bandung tiba-tiba turun rintik-rintik gerimis. Pak Suro buru-buru membersi buku-bukunya sebelum benar-benar turun hujan. Ia menumpuk buku-buku dagangannya secara asal lalu dimasukkan kedalam dua karung. Dan terakhir melipat terpal yang dijadikan alas untuk menjajakan buku-buku bekasnya.

Pak Suro memanggul dua karung yang berisi buku lalu bergegas menepi ke teras Bandung Indah Plaza untuk berteduh. Ia memperhatikan setiap angkot berwarna hijau yang lalu lalang diarus lalu lintas yang padat. Pak Suro berniat untuk segera menaiki angkot untuk pulang sebelum turun hujan besar. Namun setiap angkot yang ditujunya terlihat selalu penuh penumpang.

Pak Suro berinisiatif pindah tempat ke halte yang berada disisi kiri depan Mall tersebut agar lebih memudahkan melihat angkot serti tidak capek-capek teriak menghentikannya. Ia berjalan sambil memanggul satu karung sedangkan satu karungnya lagi diangkat pada tangan kanannya.

Saat sampai di sudut luar Mall, Pak Suro tertegun mendapati seorang anak berusia belasan tahun sedang tidur beralaskan kardus dengan tubuh mengigil-gigil. Hantinya terenyuh memperhatikan anak kecil itu yang nampaknya sedang sakit.

"Nak, badanmu panas sekali." ucap Pak Suro menempelkan pungung telapak tangannya di kening anak itu.

Pak Suro kebingungan ingin membawanya ke klinik tetapi bagaimana dengan dua karung barang-barang dagangannya. Ia mengedarkan pandangannya kesekitar berpikir untuk menitipkan barang-barangnya. Diseberang jalan sudut samping Mall nampak sebuah warung makan, tanpa pikir panjang Pak Suro bergegas beranjak sambil memanggul karung dan menentengnya menuju warung makan ditengah rintik-rintik gerimis yang belum besar.

"Pak, punten bisa titip barang-barang ini sebentar." ucap Pak Suro pada seorang pria berusia 50 tahuan sepertinya pemilik warung makan.

"Bapaknya mau kemana?" Tanya pria itu sedikit mengerutkan dahinya.

"Saya mau antar seorang anak dulu ke klinik situ,. Kasihan dia tergeletak diemperan Mall tubuhnya demam," jawab Pak Suro.

"Oh, iya iya. Monggo, monggo pak. Taruh sini aja pak," kata pria pemilik warung.

"Hatur nuhun pisan ya pak," ucap pak Suro sambil menaruh dua karung ditempat yang ditunjuk.

Pak Suro menumpuk dua karungnya yang berisi buku-buku bekas jualannya di sudut dekat rollingdoor. Kemudian segera kembali ke tempat anak yang sedang tergolek dengan tubuh menggigil itu.

"Saya tinggal ya pak," kata pak Suro.

"O iya pak. Kalau nanti sudah lewat jam 12 malam ngambil barangnya besok lagi saja ya, soalnya warungnya tutup." ujar pemilik warung.

"Muhun, muhun pak." kata pak Suro lalu bergegas pergi.

Semoga hujannya nggak turun dulu, kasihan anak itu. Begitu ucapnya dalam hati ditengah lari-lari kecilnya. Tak lama kemudian pak Suro sudah kembali ke tempat anak itu tergolek menggigil. Segera ia menggendongnya menuju klinik yang kebetulan tidak begitu jauh. Klinik umun itu berada diseberang jalan dibelakang deretan gedung-gedung distro dan makanan cepat saji Wendy's.

Rintik-rintik hujan perlahan mulai membesar saat ketika pak Suro yabg menggendong anak kecil sampai didepan meja petugas jaga.

"Sus, tolong segera anak ini demamnya tinggi!" kata Pak Suro pada suster jaga.

"Mari ke ruang sini pak," ujar suster mengantarkan ke ruang periksa umum.

Setelah pak Suro membaringkan anak itu, ia pun disuruh untuk menunggu diluar. Didepan ruang periksa, Pak Suro hanya sebentar duduk lalu kembali berdiri melongok-longokkan kepalanya berusaha melihat kondisi anak itu dengan cemas. Namun tidak dapat melihat pandangannya terhalang tirai putih yang menutupi blangkar dimana ia menurunkan anak itu dari gendongannya.

Pak Suro hanya bisa berjalan bolak-balik didepan pintu ruangan itu. Sesekali wajahnya mendongak menatap jam dinding yang berada di atas pintu sebuah ruang rawat didepannya. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 11 malam lebih 12 menit. Sudah 10 menit anak itu berada didalam ruang periksa namun belum juga ada dokter atau suster yang keluar.

Barulah di lima menit kemudian, dokter keluar dari ruang pemeriksaan. Pak Suro langsung memburunya dengan pertanyaan, "Bagaimana kondisinya dok?"

"Bapak siapanya?" dokter balik tanya.

"Saya bapaknya dok," ucap pak Suro sepontan.

Pak Suro sempat kebingungan beberapa detik saat ditanya statusnya. Untung saja dokter itu tidak begitu mempersoalkannya meskipun dia tau kalau pengakuan pak Suro itu bohong.

"Untungnya bapak segera membawanya kemari, kalau tidak mungkin nyawanya bisa terancam. Anak itu menderita sakit maag yang sangat kronis, sepertinya ia jarang makan. Kalau begitu saya permisi dulu pak," ucap dokter.

"Alhamdulillah, anak itu masih terselamatkan." gumam pak Suro.

Tidak lama kemudian pintu ruang periksa itu terbuka disusul sebuah blangkar didorong oleh seorang suster yang tadi mengantarkan pak Suro.

"Sus, mau dibawa kemana anak ini?!" sergah pak Suro mengikuti suster yang terus mendorong blangkar.

"Ke ruang perawatan pak, di kamar Kemuning. Bapak bisa ikuti saya ya," ucap suster terus mendorong blangkar menyusuri lorong klinik.

......................

Pak Suro menghela nafas panjang lalu mengusap-usap kepala Adi yang duduk disebelahnya. Adi terus menunduk namun dikedua matanya nampak jelas mulai berkaca-kaca.

"Adi ini hidup sebatang kara Gun. Dia sebelum ketemu bapak sehari-harinya membantu orang-orang membawakan belanjaan di mall ke mobil hanya untuk bisa makan dan bertahan hidup." terang pak Suro.

"Setelah bapak memutuskan mengangkat Adi sebagai anak, lalu bapak meminta tolong sama teman bapak yang bekerja dipercetakkan koran untuk mendapatkan pekerjaan. Karena Adi masih dibawah umur jadi belum bisa dipekerjakan akhirnya satu-satunya jalan hanya menjadi loper untuk sementara waktu hingga Adi berusia 17 tahun." Ungkap Pak Suro.

Guntur dan Kunto menatap dengan perasaan terenyuh penuh haru mendengar cerita pak Suro yang ternyata Adi itu adalah anak angkatnya. Dihati Kunto merasa bersyukuŕ karena hidupnya jauh lebih baik dari Adi. Dirinya merasa pernah mengeluhkan kondisi ekonomi keluarganya yang hanya sebagai petani biasa dan tidak bisa mengirimkannya uang untuk membayar kos namun ternyata diluar sana masih banyak orang-orang yang hidupnya tidak seberuntung dirinya yang masih memiliki keluarga lengkap, ada bapak, emak serta Neng adiknya.

Guntur menatap Adi penuh rasa iba, hatinya tergerak ingin sekali untuk mengangkat menjadi adiknya dan membawanya tinggal bersamanya. Tetapi disisi lain ia melihat ada kebahagiaan pada kehidupan Adi dan pak Suro. Apabila mereka dipisahkan, Adi tinggal bersamanya pastilah akan membuat pak Suro sedih karena bakal hidup sendirian di rumah ini dan itu Guntur tidak ingin merusaknya.

"O iya, ngomong-ngomong ada perlua apa ya Guntur nyari bapak?" Tanya Pak Suro.

......................

🔴THANKS SUDAH MENGIKUTI KISAHNYA

👍JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA, LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORIT DAN RATE ☆5 DONG....🙏

÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷÷

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus sehat

2023-04-10

0

Ganuwa Gunawan

Ganuwa Gunawan

tor.. sebener nya.. bpk gaib nya s guntur.. jahat apa baek sih tor..??

2022-05-18

1

LANANG MBELING

LANANG MBELING

bang sooiiiiim update dong hehheh

2022-01-02

3

lihat semua
Episodes
1 BAYANG-BAYANG TERKUTUK
2 ANEH
3 MENCARI JAWABAN
4 KEKUATAN TERSEMBUNYI
5 MISTERI
6 DENDAM
7 RAHASIA
8 TANTANGAN
9 SADARKAN
10 ALAM GAIB
11 KEMAMPUAN TERSEMBUNYI #1
12 KEMAMPUAN TERSEMBUNYI #2
13 OBSESI
14 MENCARI PETUNJUK
15 SATU PERISTIWA
16 MEMBUKA MATA BATIN
17 TROUBLE
18 KARENA GUNTUR
19 DIA MUNCUL
20 PAPAH ARYO
21 TERCENGANG
22 BAGAI PETIR TAK BERHUJAN
23 MALAM TERKUTUK
24 MALAM KE-1
25 TAPAK KAKI ANEH
26 MENCARI JEJAK 1
27 MENCARI JEJAK 2
28 MENCARI JEJAK 3
29 BANGUNAN MISTERIUS
30 BANGUNAN DIBALIK POHON
31 HARTA BERTUAN
32 REINKARNASI ARYO #1
33 REINKARNASI ARYO #2
34 KARBALA
35 PERINGATAN
36 PENGAKUAN KARBALA
37 NIAT GUNTUR
38 JAWABAN PAK SURO
39 RENCANA JAHAT
40 KARBALA BERULAH
41 KEJAMNYA KARBALA
42 BOS JOMBLO PUNYA RENCANA
43 DEBAR-DEBAR HALUS
44 KARENA ANCAMAN
45 DURI PENGHALANG #1
46 DURI PENGHALANG #2
47 DURI PENGHALANG #3
48 OTAK PEMBUNUHAN
49 TANDA TANYA
50 TEBANG POHON
51 MISTERI BERINGIN
52 PENASARAN
53 MUSUH DALAM SELIMUT
54 ASAL USUL KARBALA
55 REALITA
56 TENTANG KARBALA
57 ANCAMAN MENGINTAI
58 INSIDEN
59 DUA SISI BERBEDA
60 DILUAR NALAR
61 TAK HABIS PIKIR
62 DIBURU
63 MISTERI
64 TERJEBAK
65 SERGAP
66 MISTERI GUNTUR
67 GEGER GUNTUR
68 EMPATI
69 TEKA-TEKI GUNTUR
70 SISI LAIN
71 TRANSISI
72 SISI LAIN KARBALA
73 KEANEHAN TERUNGKAP 1
74 KEANEHAN TERUNGKAP 2
75 KUNTO HILANG
76 PANIK
77 PENCARIAN
78 KUNTO BERADA
79 UPAYA PARANORMAL
80 WUJUD KARBALA
81 KUNTO DITEMUKAN
82 PERMINTAAN GUNTUR
83 BENDA DARI ALAM LAIN
84 ALAM LAIN
85 KEJUTAN
86 SIKAP KARMILA
87 CURIGA
88 WANITA BERGAUN MERAH
89 DILEMA
90 KATA PAK SURO
91 PERMINTAAN WANITA BERGAUN MERAH
92 DIMENSI WANITA BERGAUN MERAH
93 JUAL RUMAH
94 ILUSI
95 ILUSI 2
96 KOK BISA BEGITU
97 TAKLUK
98 RUMAH BARU DAN LAMA
99 RUMAH TAHFIZ
100 PERISTIWA MENGIKAT
101 GUNTUR CURIGA
102 BUNTU
103 FIRASAT
104 MENGHILANGNYA SANTRI
105 UCAPAN
106 TAK ADA PETUNJUK
107 TAK TAHU DIMANA
108 KONEKSIFITAS
109 TERGUNCANG
110 TUNTUTAN
111 SIASAT
112 PENYEBAB KARMILA KESAKITAN
113 JANGAN DI TEBANG!
114 TEROR MASA LALU
115 DEPRESI
116 TERGIUR
117 KENA BATUNYA
118 PILIHAN BERAT
119 TRAGEDI PUTRI
120 TRAGEDI PUTRI 2
121 TRAGEDI PUTRI 3
122 TRAGEDI PUTRI 4
123 UPAYA TERAKHIR
124 DILUAR NALAR
125 NASIB PUTRI
126 EGO DAN DAMPAK
127 TANDA BAHAYA
128 REZEKI ATAU PETAKA
129 KELEMAHAN KARBALA
130 MULAI MENEBANG
131 PROSESI MENEBANG
132 KESALAHAN
133 DAN AKHIRNYA
134 DUA SISI
135 SAMA PERSIS
136 NIAT TERSEMBUNYI
137 RASA TERPENDAM
138 SIASAT TERSEMBUNYI
139 KECURIGAAN KI WAYAN
140 WAKTU YANG TEPAT
141 KEANEHAN
142 PERLAWANAN
143 DUGAAN
144 KENAPA KI ?
145 PERINGATAN
146 DEPRESI
147 KEJADIAN di RS
148 KEJADIAN di RS 2
149 TAMPARAN KERAS
150 AJAK PAK SURO
151 PEMBUKTIAN
152 ANCAMAN
153 2 ORANG TERKAPAR
154 DISKUSI
155 DISKUSI 2
156 TEGANG
157 COBA-COBA
158 MENOLAK
159 PERINGATAN ke- 1
160 KONEKSI
161 PERINGATAN 2
162 BARU SADAR
163 KORBAN
164 HASIL OTOPSI
165 STORY USTAD SOFYAN
166 SUARA ANEH
167 NASIB KUNTO
168 NASIB KUNTO 2
169 KONDISI KUNTO
170 BENAK GUNTUR
171 REAKSI KUNTO
172 REAKSI KUNTO 2
173 KATA PAK SURO
174 KATA PAK SURO 2
175 JIWA KUNTO
176 JIWA KUNTO 2
177 PENGHAKIMAN
178 RENCANA PAK SURO
179 RENCANA PAK SURO 2
180 REAKSI TAK TERDUGA
181 KEMAMPUAN TAK SEBANDING
182 BERTEMU GUNTUR
183 RENCANA JAHAT
184 HERAN DAN MEMBINGUNGKAN
185 DIMANA KUNTO?
186 LENYAP
Episodes

Updated 186 Episodes

1
BAYANG-BAYANG TERKUTUK
2
ANEH
3
MENCARI JAWABAN
4
KEKUATAN TERSEMBUNYI
5
MISTERI
6
DENDAM
7
RAHASIA
8
TANTANGAN
9
SADARKAN
10
ALAM GAIB
11
KEMAMPUAN TERSEMBUNYI #1
12
KEMAMPUAN TERSEMBUNYI #2
13
OBSESI
14
MENCARI PETUNJUK
15
SATU PERISTIWA
16
MEMBUKA MATA BATIN
17
TROUBLE
18
KARENA GUNTUR
19
DIA MUNCUL
20
PAPAH ARYO
21
TERCENGANG
22
BAGAI PETIR TAK BERHUJAN
23
MALAM TERKUTUK
24
MALAM KE-1
25
TAPAK KAKI ANEH
26
MENCARI JEJAK 1
27
MENCARI JEJAK 2
28
MENCARI JEJAK 3
29
BANGUNAN MISTERIUS
30
BANGUNAN DIBALIK POHON
31
HARTA BERTUAN
32
REINKARNASI ARYO #1
33
REINKARNASI ARYO #2
34
KARBALA
35
PERINGATAN
36
PENGAKUAN KARBALA
37
NIAT GUNTUR
38
JAWABAN PAK SURO
39
RENCANA JAHAT
40
KARBALA BERULAH
41
KEJAMNYA KARBALA
42
BOS JOMBLO PUNYA RENCANA
43
DEBAR-DEBAR HALUS
44
KARENA ANCAMAN
45
DURI PENGHALANG #1
46
DURI PENGHALANG #2
47
DURI PENGHALANG #3
48
OTAK PEMBUNUHAN
49
TANDA TANYA
50
TEBANG POHON
51
MISTERI BERINGIN
52
PENASARAN
53
MUSUH DALAM SELIMUT
54
ASAL USUL KARBALA
55
REALITA
56
TENTANG KARBALA
57
ANCAMAN MENGINTAI
58
INSIDEN
59
DUA SISI BERBEDA
60
DILUAR NALAR
61
TAK HABIS PIKIR
62
DIBURU
63
MISTERI
64
TERJEBAK
65
SERGAP
66
MISTERI GUNTUR
67
GEGER GUNTUR
68
EMPATI
69
TEKA-TEKI GUNTUR
70
SISI LAIN
71
TRANSISI
72
SISI LAIN KARBALA
73
KEANEHAN TERUNGKAP 1
74
KEANEHAN TERUNGKAP 2
75
KUNTO HILANG
76
PANIK
77
PENCARIAN
78
KUNTO BERADA
79
UPAYA PARANORMAL
80
WUJUD KARBALA
81
KUNTO DITEMUKAN
82
PERMINTAAN GUNTUR
83
BENDA DARI ALAM LAIN
84
ALAM LAIN
85
KEJUTAN
86
SIKAP KARMILA
87
CURIGA
88
WANITA BERGAUN MERAH
89
DILEMA
90
KATA PAK SURO
91
PERMINTAAN WANITA BERGAUN MERAH
92
DIMENSI WANITA BERGAUN MERAH
93
JUAL RUMAH
94
ILUSI
95
ILUSI 2
96
KOK BISA BEGITU
97
TAKLUK
98
RUMAH BARU DAN LAMA
99
RUMAH TAHFIZ
100
PERISTIWA MENGIKAT
101
GUNTUR CURIGA
102
BUNTU
103
FIRASAT
104
MENGHILANGNYA SANTRI
105
UCAPAN
106
TAK ADA PETUNJUK
107
TAK TAHU DIMANA
108
KONEKSIFITAS
109
TERGUNCANG
110
TUNTUTAN
111
SIASAT
112
PENYEBAB KARMILA KESAKITAN
113
JANGAN DI TEBANG!
114
TEROR MASA LALU
115
DEPRESI
116
TERGIUR
117
KENA BATUNYA
118
PILIHAN BERAT
119
TRAGEDI PUTRI
120
TRAGEDI PUTRI 2
121
TRAGEDI PUTRI 3
122
TRAGEDI PUTRI 4
123
UPAYA TERAKHIR
124
DILUAR NALAR
125
NASIB PUTRI
126
EGO DAN DAMPAK
127
TANDA BAHAYA
128
REZEKI ATAU PETAKA
129
KELEMAHAN KARBALA
130
MULAI MENEBANG
131
PROSESI MENEBANG
132
KESALAHAN
133
DAN AKHIRNYA
134
DUA SISI
135
SAMA PERSIS
136
NIAT TERSEMBUNYI
137
RASA TERPENDAM
138
SIASAT TERSEMBUNYI
139
KECURIGAAN KI WAYAN
140
WAKTU YANG TEPAT
141
KEANEHAN
142
PERLAWANAN
143
DUGAAN
144
KENAPA KI ?
145
PERINGATAN
146
DEPRESI
147
KEJADIAN di RS
148
KEJADIAN di RS 2
149
TAMPARAN KERAS
150
AJAK PAK SURO
151
PEMBUKTIAN
152
ANCAMAN
153
2 ORANG TERKAPAR
154
DISKUSI
155
DISKUSI 2
156
TEGANG
157
COBA-COBA
158
MENOLAK
159
PERINGATAN ke- 1
160
KONEKSI
161
PERINGATAN 2
162
BARU SADAR
163
KORBAN
164
HASIL OTOPSI
165
STORY USTAD SOFYAN
166
SUARA ANEH
167
NASIB KUNTO
168
NASIB KUNTO 2
169
KONDISI KUNTO
170
BENAK GUNTUR
171
REAKSI KUNTO
172
REAKSI KUNTO 2
173
KATA PAK SURO
174
KATA PAK SURO 2
175
JIWA KUNTO
176
JIWA KUNTO 2
177
PENGHAKIMAN
178
RENCANA PAK SURO
179
RENCANA PAK SURO 2
180
REAKSI TAK TERDUGA
181
KEMAMPUAN TAK SEBANDING
182
BERTEMU GUNTUR
183
RENCANA JAHAT
184
HERAN DAN MEMBINGUNGKAN
185
DIMANA KUNTO?
186
LENYAP

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!