Seperti biasa Mamah Karmila menyambut Guntur pulang sekolah dengan senyuman hangat dan pelukkan kasih sayang saat membuka pintu besar itu.
"Jalan kaki lagi?" Tanya Mamah Karmila.
"Iya Mah, enakan jalan kaki..." ujar Guntur.
Ibu dan anak itu kemudian masuk setelah Mamah Karmila menutup pintunya kembali.
"Gimana tadi disekolahnya Gun?" Tanya Mamah Karmila berjalan beriringan dengan putranya.
"Baik-baik saja Mah, tapi...." Guntur ragu hendak menceritakan dua kejadian di jalan tadi.
"Tapi apa?" Desak Mamah Karmila.
"Ah, nggak penting Mah. Makan yuk Mah, Guntur laper nih," ucap Guntur sedikit merajuk.
"Kamu diejek teman-teman sekolahmu lagi?!" Tanya Mamah Karmila penasaran.
"Nggak Mah, kalau pun ada yang mengejek juga saya nggak ladenin Mah. Biarkan saja mereka nggak menyukai saya, bodo amat sekarang sih Mah," ujar Guntur.
Mamah Karmila tersenyum haru memandang putra semata wayangnya dengan berjuta perasaan misteri yang tersimpan rapat didalam hatinya terdalam.
"Papah tadi malam nggak pulang ya Mah?" Pertanyaan Guntur mengagetkan Mamah Karmila yang sedang merutuki perasaannya.
"Iya, katanya lagi menangani perusahaan cabang di Surabaya." Ujar Mamah Karmila mendadak raut wajahnya berubah muram.
"Mamah baik-baik saja kan sama Papah?" Tanya Guntur polos.
Kali ini Mamah Karmila benar-benar tertegun dan kaget dengan pertanyaan putranya. Ia memang tidak dalam kondisi baik-baik saja dengan Aryo. Suasana rumah yang besar itu tidak lagi sehangat dan sebahagia saat pertama kali menempati atau tepatnya semenjak kelahiran Guntur, Aryo sepertinya tidak kerasan berlama-lama di rumah.
Tetapi Karmila tidak mengetahui pènyebabnya secara pasti kenapa Aryo lebih sering menginap di kantornya. Bahkan Karmila tidak mengetahui kalau Aryo sengaja membeli sebuah rumah di BTN hanya untuk menghindar berlama-lama melihat Guntur di rumahnya.
Aryo sangat kecewa kalau keturunannya memiliki kelainan padahal tidak ada seorang pun didalam anggota keluarga dirinya ataupun keluarga Karmila yang memiliki riwayat tompel seperti itu. Sikap Aryo yang jarang pulang menimbulkan kecurigaan Karmila. Berbagai prasangka buruk sempat meracuni pikiran Karmila hingga kini yang salah satunya Aryo memiliki WIL, wanita idaman lain! Namun untungnya kecurigaan itu tidak pernah ia ungkapkan, ia simpan saja didalam hatinya.
"Mamah sama Papah baik-baik saja kok, kenapa?" Mamah Karmila mampu berakting menutupi perasaan pahitnya didepan Guntur.
"Guntur heran, Papah sepertinya enggak mau melihat Guntur apalagi sekedar mengajak jalan-jalan di akhir pekan seperti teman-teman Guntur. Kenapa ya Mah, sepertinya Papah nggak sayang sama Guntur..." ucap Guntur namun dengan ekspresi cuek.
"Kata siapa Papah nggak sayang Guntur? Papah sayang kok, ya mungkin karena Papah sibuk dengan masalah pekerjaan kantornya jadi nggak kelihatan sayangnya." Terang Mamah Karmila dengan perasaan terenyuh mengatakan itu.
Jauh didasar hatinya, Karmila merasakan sakit yang ditahannya pada saat mengatakan itu. Tergambar kembali di ingatan Karmila mengingat sikap-sikap Aryo kepada Guntur semenjak dia terlahir dengan memiliki kelainan yang tidak wajar.
"Tapi masa sih Papah jarang sekali pulang dan berlama-lama di rumah, kaya nggak pernah kangen sama anaknya gitu..." Kata Guntur masih cuek sambil mengunyah nasinya.
Karmila tersenyum masam tapi ia sembunyikan dengan berpura-pura menoleh kearah lain. Ingin rasanya menangis karena harus berpura-pura bahagia didepan putranya. Karmila mengingat-ingat kembali awal-awal merasakan perubahan sikap Aryo.
Kesakitan yang teramat sangat saat melahirkan Guntur dengan normal membuatnya merasa trauma untuk kembali memiliki anak. Bayangan lima belas tahun yang lalu saat dirinya melahirkan Guntur kembali membentang di ingatanya. Keanehan putranya sudah terasa pada saat Karmila melahirkannya dengan susah payah dan butuh perjuangan yang ekstra.
"Ayo bu... ngejan yang kuat.... tarik nafas dalam-dalam lagi... iya.. iya... lalu ngejan sekuatnya bu..." ucap Bidan yang mendampingi Karmila melahirkan.
"Saaaaakkkiiitttt.... buuuu..." seru Karmila lirih.
"Ayo bu Mila, sedikit lagi. Kepalanya sudah terlihat. Ngejan yang kuat buuu..."
Entah apa yang menyebabkan bayi Karmila begitu sulit untuk keluar dari rahimnya. Rasa sakit yang berkepanjangan selama proses melahirkan itu Karmila sempat berucap dalam hatinya, nggak mau hamil lagi, Kapok!
Sampai pada akhirnya dengan sisa-sisa tenaganya Karmila mengejan dengan sekuat-kuatnya hingga pinsan bersamaan bayinya keluar.
"Owa.. owa.. owa..."
Tangisan bayi Karmila terdengar sangat berbeda ditelinga Bidan dan seorang perawat yang mendampinginya. Suara tangisan bayi itu mendirikan bulu kuduk mereka.
"Kok merinding ya bu dengar tangisan bayi itu.." bisik Suster.
"Iya, saya juga merasakannya Sus." timpal Bidan.
"Apa karena ada tompel di tangannya ya," ujar Suster lancang.
"Hussssttt...!"
Suara tangisan Guntur bayi seperti mengandung kekuatan gaib hingga membuat Bidan dan perawat itu sesaat saling berpandangan tersirat pertanyaan yang sama soal keanehan bayi itu.
"Mah, saya ke kamar ya..." ucap Guntur beranjak meninggalkan meja makan.
Memori saat proses melahirkan Guntur itu langsung hilang oleh ucapan Guntur, "Iya sayang," sahut Mamah Karmila tersenyum pahit memandangi punggung Guntur menuju kamarnya.
Karmila masih terhanyut dengan pikirannya yang masih dipenuhi dengan terkaan-terkaan penyebab Aryo berubah sikapnya setelah kelahiran anak pertamanya. Guntur BALITA memang berbeda dengan anak-anak seusianya. Ia cenderung pendiam namun sangat penurut sama kedua orang tuanya, tidak pernah meminta macam-macam.
Aryo sendiri sudah berusaha untuk bisa menerima kenyataan dengan keadaan Guntur dengan segala tingkah laku anehnya. Tetapi upayanya agar ia ikhlas dan menyayangi putranya itu selalu saja kandas.
"Guuuun, lihat Papah bawa apa...?" Aryo menyodorkan mainan mobil-mobilan remot dengan berharap putranya akan sangat senang.
"Ayo nak, terima itu. Mobil-mobilannya bagus loh..." ucap Mamah Karmila.
"Mainan apa ini Pah, Guntur nggak suka!" Guntur melempar jauh mobil-mobilan remot yang dibeli Aryo dengan harga mahal.
"Naaak, nggak baik seperti itu.." ucap Mamah Karmila lembut.
Raut wajah Aryo seketika terenyuh, ada perasaan sakit yang menusuk hatinya. Upaya untuk membuat putranya senang akhirnya sia-sia. Usahanya agar bisa menyayangi Gubtur itu justru malah membuat Aryo benar-benar frustasi ternyata sia-sia.
"Anak yang aneh," gumam Papahnya dalam hati.
Mendapati kenyataan memiliki anak seperti Guntur yang dipandang aneh, membuat Aryo merasa kecewa dan terpukul. Bahkan ia merasa malu jika harus memperlihatkannya kepada karyawan-karyawan kantornya apalagi dengan relasi-relasinya. Karena itu keberadaan Guntur selalu disamarkannya dengan mengaku belum memiliki keturunan padahal usia pernikahannya sudah menginjak tahun ke-16.
Ada kisah yang disembunyikannya dibalik raut wajah Karmila yang masih nampak cantik meski sudah melahirkan satu putra bernama Guntur Gumilang Satriaji. Bahkan Aryo Satriaji, suaminya pun tidak mengetahuinya kalau Karmila memiliki kisah terkutuk semenjak menempati rumah ini. Karmila mengalami peristiwa terkutuk yang sama sekli tidak dikehendakinya.
Dan Karmila berjanji kisah suram itu tidak akan diceritakannya pada siapapun, ia akan simpan rapat-rapat didalam hatinya tanpa ada seorang pun yang tau termasuk suaminya. Bila mengingat itu ada perasaan ngeri namun juga sejujurnya Karmila merasakan sensasi yang membuatnya terpuaskan. Namun terkadang muncul pènyesalan manakala mèlihat Guntur menderita karena ia memiliki tompel hitam berbulu di lengannya.
Guntur memiliki wajah ganteng diatas rata-rata khas orang Indonesia banget. Wajahnya lebih condong mirip dengan wajah ibunya yang cantik. Tapi bukan berarti Guntur keibu-ibuan loh ya, dia asli lelaki tulen. Namun yang menjadi ganjalan dihatinya hanya satu, yakni di tangan kirinya terdapat tompel hitam ditumbuhi rambut halus yang sangat besar melingkar dipunggung tangannya.
Sampai usianya yang menginjak 15 tahun, ganjalan dihati Guntur masih belum mendapatkan jawabannya.
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
Anggraeni Dina
next
2023-07-08
1
fifid dwi ariani
trus sehat
2023-04-10
0
Roroazzahra
next
seru nih
2022-08-13
1