TANTANGAN

Kedua ujung kemeja kotak kuning bergaris hitam yang tidak dikancing berkibar-kibar diterjang angin dari badan tegap Guntur mengendarai sepeda motor sportnya ditengah sejuknya udara kota Bandung pukul 10.20 wib. Berjarak 50 meter lagi sampai rumahnya, ia melihat mobil Pajero sport warna putih nampak keluar dari gerbang rumahnya berbelok kearah kiri lalu menghilang ditikungan Simpang 5.

"Papah!"

Ada bahagia yang tiba-tiba merasuki perasaan Guntur melihat mobil Papahnya baru saja keluar dari rumah walau tidak sempat bertemu. Dihati kecilnya ingin sekali rasanyanya mengungkap tabir yang menyelimuti penyebab papahnya enggan tinggal di rumah.

Diusianya dalam masa transisi menjadi dewasa, Guntur sempat berfikir kalau papahnya memiliki wanita simpanan di luar sana sehingga membuat papahnya tidak pulang-pulang bahkan seperti tidak betah berlama-lama ada di rumah bersama mamahnya.

Prasangka buruk itu kemudian tidak terbukti setelah Guntur menyelidikinya secara diam-diam menyatroni tempat tinggal papahnya yang tanpa disengaja ia temukan saat mengantar Tiara.

"Papah?!" Ucap Guntur dalam hati.

Guntur memperhatikan papahnya dari jarak kurang dari 3 meter dari atas sepeda motornya tanpa melepas helm fullfacenya. Ia hanya memperhatikan penuh tanda tanya saat Tiara memberikan bungkusan didalam kantong kresek hitam yang cukup besar.

Dilihat dari gestur plastik hitam yang tercetak diluarnya sepertinya sebuah kotak berisi makanan. Hmm, kalau bungkusan yang diberikan Tiara itu makanan sangat masuk diakal karena ibunya Tiara memang pengusaha catring yang dipasarkan secara online.

"Mmm, delapan puluh ribu Om." Ucap Tiara setelah melihat hapenya.

"Makasih ya neng. Sama siapa datangnya?" Tanya Aryo sambil mengulurkan uang seratus ribuan.

"Dianter teman kuliah Om, sebentar ya Om." Tiara mencari uang pecahan 20 ribuan di saku celana jeansnya.

"Sudah, sudah kembaliannya buat jajan neng aja ya." Kata Aryo.

"Oh terima kasih banyak loh Om, jadi nggak enak tiap kali nganterin Om selalu ngasih kembaliannya. Ya sudah saya permisi Om, terima kasih banyak ya Om." Ujar Tiara.

Guntur tetap bersembunyi dibalik helmnya sambil memperhatikan Papahnya dan Tiara. Benar dugaan Guntur, Tiara hanya mengantarkan orderan. Awalnya Guntur sempat ber negatif thingking dengan Tiara yang minta diantarkan ke alamat ini.

Sepasang mata Guntur menyelidik situasi didalam rumah melalui kaca yang gordennya terbuka. Ia hanya melihat kursi tamu yang lenggang. Kemudian matanya menelisik sandal dan sepatu yang tertata rapih disandarkan pada tembok dibawah jendela ruang tamu. Tidak ada tanda-tanda barang-barang milik wanita.

"Gun..." sapa Mamah Karmila hendak menutup gerbang rumah.

"Ya Mah..." Guntur terkesiap kaget membuyarkan lemunannya.

"Tadi papah ya Mah? Seru Guntur.

"Iya Gun,"

"Datang kapan Mah?

"Dua jam-an yang lalu," jawab Mamah Karmila bernada kecewa.

"Biar Guntur aja Mah yang tutup gerbangnya," sergah Guntur sambil turun dari sepeda motornya.

Sekilas Guntur melihat raut wajah mamahnya muram. Apa mamah bertengkar sama papah? Guntur hanya menerka-nerka dapam hati.

Setelah menutup gerbang, Guntur berlari kecil menyusul mamah Karmila yang sedang berjalan di halaman.

"Mamah bertengkar?!" Tanya Guntur harap-harap cemas.

"Nggak Gun, hanya saja mamah kecewa. Papahmu nggak mau menginap di rumah, mamah heran kenapa papahmu kelihatan nggak kerasan sekali kalau di rumah ," ucap mamah Karmila muram.

"Apa Mamah nggak pernah ngobrol atau nanya sebabnya papah nggak mau tinggal di rumah?" Tanya Guntur.

"Sudah sering mamah komplain begitu dan nanya alasannya tapi papahmu hanya bilang ya nggak ada alasan apa-apa katanya perasaannya nggak betah aja gitu." Ujar mamah Karmila.

"Apa papahmu punya...." ucapan mamah Karmila tercekàt ditenggorokkan. Ia tidak kuasa untuk mengatakan "punya wanitan lain". Tetapi Guntur memahami apa yang disangkaakan mamahnya, buru-buru ia menyanggahnya.

"Mamah jangan berprasangka yang nggak-nggak, Gubtur yakin papah nggak seperti yang mamah sangka, kok mah," sergah Guntur.

"Kamu sepertinya tau Gun?" Mamah Karmila melihat ada sesuatu rahasia yang disimpan Guntur dari sorot matanya.

"Ya Guntur juga ingin cari tau kenapa papah nggak kerasan berlama-lama pulang ke rumah." ujar Guntur meyakinkan mamah Karmila.

Ucapan Guntur sedikit melegakan hati Karmila. Beban prasangka yang selama ini disimpannya sedikit mencair dan meneduhkan perasaannya. Namun pertanyaan penyebab Aryo tidak kerasan di rumah masih menjadi misteri yang belum terungkap atau tepatnya tidak mau diungkap.

Ya, Karmila sendiri meski terasa aneh dengan kondisi rumah tangganya yang tidak utuh tetapi buat dirinya entah mengapa seperti merasa nyaman tanpa ada Aryo di rumah. Sebaliknya pada saat Aryo pulang tiba-tiba muncul kecemasan yang dalam yang berbaur dengan kerinduan.

Pukul 01.12 wib dinihiari Guntur masih memelototi layar monitor komputernya didalam kamar. Google menjadi teman curahan hati satu-satunya untuk bertanya dan Google tak pernah mengeluh apapun yang dipertanyakannya. Mau mencari jawaban apapun semuanya tersedia dengan bermacam-macam versi yang sebagian besar hanya copy paste yang tidak diketahui sumber utamanya.

Maka pantas kiranya jika orang kebanyakan memangilnya Mbah Google karena semua kebutuhan pengetahuan ada didalamnya.

Guntur menuliskan pada kolom pencarian dengan kalimat "penyebab suami tidak betah di rumah" lalu enter. Langsung saja muncul deretan blog-blog maupun web dengan headline sama dengan yang diketik Guntur.

"10 Penyebab Suami Tak Kerasan di Rumah"

"7 Alasan Suami Tak Kerasan di Rumah"

"5 Penyebab Suami Tak Kerasan di Rumah"

Dan masih banyak lagi judul-judul yang serupa dan isinya rata-rata tidak jauh berbeda, kesemua isinya tidak ada yang membuat Guntur tertarik. Rata-rata menyebut isinya sama disebabkan karena konflik dengan pasangannya.

Guntur merasa itu bukan jawaban yang dicarinya karena pada dasarnya rumah tangga orang tuanya baik-baik saja. Papah, mamah dan dirinya selama ini tidak pernah ada pertengkaran.

Sekian lamanua Guntur mencari-cari namun tidak kunjung ada jawaban yang cocok di hatinya. Hingga tanpa disadari Guntur yang sudah kelelahan akhirnya tertidur didepan komputernya. Kepalanya tertelungkup berbantalkan punggung tangan kirinyanya sedangkan tangan kanannya masih memegang mouse.

......................

Guntur berdiri celingukan kesana kemari penuh kebingungan. Pandangannya diedarkan kesetiap penjuru namun sejauh mata memandang selalu saja terbentur pada pepohonan yang besar-besar tinggi menjulang.

"Dimana aku?" ucap Guntur kebingungan.

Tidak ada satupun mahluk hidup yang ditemui Guntur. Kalau ditengah hutan kenapa bersih sekali tidak ada semak belukar maupun alang-alang. Kaki tempatnya berpijak hamparan rumput hijau yang sangat bersih dan indah.

Dalam kebingungannya Guntur melangkah mendekati pohon besar didepannya. Kemudian ia duduk menggelosoh dan bersandar pada akarnya yang menonjol keluar. Kepalanya tengadah tidak nampak langit yang terlihat hanyalah daun-daun dan dahan yang yang menjulang memayungi tempatnya duduk.

Sedetik kemudian tiba-tiba hembusan angin menerpa halus wajahnya. Guntur merasakan hembusan angin itu sangat menyejukkan. Lalu terdengar suara sember dan besar menggema disekitarnya.

"Anakku, kamu tidak usah mencari-cari sebab Aryo tidak mau tinggal di rumah! Biarkan dia seperti itu dan ibumu akan baik-baik saja!"

"Siapa anda?!" Guntur terperangah kaget sambil beringsut memojok diakar pohon.

Kepalanya menengok kesana kemari mencari-cari sumber suara yang terasa begitu dekat namun tidak menemukan seseorang pun disekitarnya.

"Aku adalah bapakmu yang sebenarnya..."

"Tidak! Tidak! Bapakku papah Aryo! Papah Aryo! Papah Aryooooooo....! Guntur berteriak sejadi-jadinya.

Tok...

Tok...

Tok...

Tok...

"Guuun! Guntuuur....!"

Guntur terjaga dari tidurnya, langsung celingkukkan dalam setengah sadarnya. Ia mengucek-ngucek matanya lalu kembali melihat sekelilingnya.

Tok...

Tok...

Tok...

"Guuuun...!"

Guntur bergegas beranjak dari kursinya menuju pintu, lalu membukanya. Didepan pintu kamarnya Mamah Karmila sudah berdiri dengan raut wajah cemas langsung menelisik wajah dirirnya.

"Mamah..." ucap Guntur tertegun.

"Kamu kenapa nak?" Tanya Mamah Karmila penuh cemas meneliti sekujur tubuh Guntur dari ujung kaki hingga wajah.

"Memang kenapa Mah?" Tanya Guntur bingung.

"Mamah dengar kamu manggil-manggil papahmu," ujar Mamah Karmila.

Guntur menyandarkan tubuhnya pada pintu kamar yang terbuka sambil meraupkan tangannya. Ia baru teringat dengan mimpi yang barusan dialaminya.

"Oh, anu Mah tadi Guntur ketiduran di meja komputer, hehehehe..." ujar Guntur sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Oh... Ya sudah mamah tidur lagi, kamu juga tidur ya Gun..." ucap mamah Karmila.

"Iya mah..."

Mamah Karmila pun berlalu dari hadapan Guntur. Pikirannya seketika mengingat peristiwa yang ada didalam mimpinya. Ucapan suara tanpa rupa yang terakhir itu terus menggantung didalam pikirannya.

"Aku adalah bapakmu yang sebenarnya..."

"Aku adalah bapakmu yang sebenarnya..."

"Aku adalah bapakmu yang sebenarnya..."

Beberapa saat Guntur termangu-mangu mencerna kalimat itu. Ah, hanya mimpi! Guntur berusaha tidak menanggapi ucapan dalam mimpi itu atau lebih tepatnya ia berusah menolak pengakuan kalau dirinya bukanlah anaknya Papah Aryo. Lalu siapa yang mengaku bapaknya itu?

......................

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus bahagia

2023-04-10

0

LANANG MBELING

LANANG MBELING

kok gak seperti yang satunya bang. yang ini upnya lama

2021-12-28

1

NADIRAH

NADIRAH

Thor kok up nya lambat sih
bikin aku penasaran lah thor

2021-12-23

7

lihat semua
Episodes
1 BAYANG-BAYANG TERKUTUK
2 ANEH
3 MENCARI JAWABAN
4 KEKUATAN TERSEMBUNYI
5 MISTERI
6 DENDAM
7 RAHASIA
8 TANTANGAN
9 SADARKAN
10 ALAM GAIB
11 KEMAMPUAN TERSEMBUNYI #1
12 KEMAMPUAN TERSEMBUNYI #2
13 OBSESI
14 MENCARI PETUNJUK
15 SATU PERISTIWA
16 MEMBUKA MATA BATIN
17 TROUBLE
18 KARENA GUNTUR
19 DIA MUNCUL
20 PAPAH ARYO
21 TERCENGANG
22 BAGAI PETIR TAK BERHUJAN
23 MALAM TERKUTUK
24 MALAM KE-1
25 TAPAK KAKI ANEH
26 MENCARI JEJAK 1
27 MENCARI JEJAK 2
28 MENCARI JEJAK 3
29 BANGUNAN MISTERIUS
30 BANGUNAN DIBALIK POHON
31 HARTA BERTUAN
32 REINKARNASI ARYO #1
33 REINKARNASI ARYO #2
34 KARBALA
35 PERINGATAN
36 PENGAKUAN KARBALA
37 NIAT GUNTUR
38 JAWABAN PAK SURO
39 RENCANA JAHAT
40 KARBALA BERULAH
41 KEJAMNYA KARBALA
42 BOS JOMBLO PUNYA RENCANA
43 DEBAR-DEBAR HALUS
44 KARENA ANCAMAN
45 DURI PENGHALANG #1
46 DURI PENGHALANG #2
47 DURI PENGHALANG #3
48 OTAK PEMBUNUHAN
49 TANDA TANYA
50 TEBANG POHON
51 MISTERI BERINGIN
52 PENASARAN
53 MUSUH DALAM SELIMUT
54 ASAL USUL KARBALA
55 REALITA
56 TENTANG KARBALA
57 ANCAMAN MENGINTAI
58 INSIDEN
59 DUA SISI BERBEDA
60 DILUAR NALAR
61 TAK HABIS PIKIR
62 DIBURU
63 MISTERI
64 TERJEBAK
65 SERGAP
66 MISTERI GUNTUR
67 GEGER GUNTUR
68 EMPATI
69 TEKA-TEKI GUNTUR
70 SISI LAIN
71 TRANSISI
72 SISI LAIN KARBALA
73 KEANEHAN TERUNGKAP 1
74 KEANEHAN TERUNGKAP 2
75 KUNTO HILANG
76 PANIK
77 PENCARIAN
78 KUNTO BERADA
79 UPAYA PARANORMAL
80 WUJUD KARBALA
81 KUNTO DITEMUKAN
82 PERMINTAAN GUNTUR
83 BENDA DARI ALAM LAIN
84 ALAM LAIN
85 KEJUTAN
86 SIKAP KARMILA
87 CURIGA
88 WANITA BERGAUN MERAH
89 DILEMA
90 KATA PAK SURO
91 PERMINTAAN WANITA BERGAUN MERAH
92 DIMENSI WANITA BERGAUN MERAH
93 JUAL RUMAH
94 ILUSI
95 ILUSI 2
96 KOK BISA BEGITU
97 TAKLUK
98 RUMAH BARU DAN LAMA
99 RUMAH TAHFIZ
100 PERISTIWA MENGIKAT
101 GUNTUR CURIGA
102 BUNTU
103 FIRASAT
104 MENGHILANGNYA SANTRI
105 UCAPAN
106 TAK ADA PETUNJUK
107 TAK TAHU DIMANA
108 KONEKSIFITAS
109 TERGUNCANG
110 TUNTUTAN
111 SIASAT
112 PENYEBAB KARMILA KESAKITAN
113 JANGAN DI TEBANG!
114 TEROR MASA LALU
115 DEPRESI
116 TERGIUR
117 KENA BATUNYA
118 PILIHAN BERAT
119 TRAGEDI PUTRI
120 TRAGEDI PUTRI 2
121 TRAGEDI PUTRI 3
122 TRAGEDI PUTRI 4
123 UPAYA TERAKHIR
124 DILUAR NALAR
125 NASIB PUTRI
126 EGO DAN DAMPAK
127 TANDA BAHAYA
128 REZEKI ATAU PETAKA
129 KELEMAHAN KARBALA
130 MULAI MENEBANG
131 PROSESI MENEBANG
132 KESALAHAN
133 DAN AKHIRNYA
134 DUA SISI
135 SAMA PERSIS
136 NIAT TERSEMBUNYI
137 RASA TERPENDAM
138 SIASAT TERSEMBUNYI
139 KECURIGAAN KI WAYAN
140 WAKTU YANG TEPAT
141 KEANEHAN
142 PERLAWANAN
143 DUGAAN
144 KENAPA KI ?
145 PERINGATAN
146 DEPRESI
147 KEJADIAN di RS
148 KEJADIAN di RS 2
149 TAMPARAN KERAS
150 AJAK PAK SURO
151 PEMBUKTIAN
152 ANCAMAN
153 2 ORANG TERKAPAR
154 DISKUSI
155 DISKUSI 2
156 TEGANG
157 COBA-COBA
158 MENOLAK
159 PERINGATAN ke- 1
160 KONEKSI
161 PERINGATAN 2
162 BARU SADAR
163 KORBAN
164 HASIL OTOPSI
165 STORY USTAD SOFYAN
166 SUARA ANEH
167 NASIB KUNTO
168 NASIB KUNTO 2
169 KONDISI KUNTO
170 BENAK GUNTUR
171 REAKSI KUNTO
172 REAKSI KUNTO 2
173 KATA PAK SURO
174 KATA PAK SURO 2
175 JIWA KUNTO
176 JIWA KUNTO 2
177 PENGHAKIMAN
178 RENCANA PAK SURO
179 RENCANA PAK SURO 2
180 REAKSI TAK TERDUGA
181 KEMAMPUAN TAK SEBANDING
182 BERTEMU GUNTUR
183 RENCANA JAHAT
184 HERAN DAN MEMBINGUNGKAN
185 DIMANA KUNTO?
186 LENYAP
Episodes

Updated 186 Episodes

1
BAYANG-BAYANG TERKUTUK
2
ANEH
3
MENCARI JAWABAN
4
KEKUATAN TERSEMBUNYI
5
MISTERI
6
DENDAM
7
RAHASIA
8
TANTANGAN
9
SADARKAN
10
ALAM GAIB
11
KEMAMPUAN TERSEMBUNYI #1
12
KEMAMPUAN TERSEMBUNYI #2
13
OBSESI
14
MENCARI PETUNJUK
15
SATU PERISTIWA
16
MEMBUKA MATA BATIN
17
TROUBLE
18
KARENA GUNTUR
19
DIA MUNCUL
20
PAPAH ARYO
21
TERCENGANG
22
BAGAI PETIR TAK BERHUJAN
23
MALAM TERKUTUK
24
MALAM KE-1
25
TAPAK KAKI ANEH
26
MENCARI JEJAK 1
27
MENCARI JEJAK 2
28
MENCARI JEJAK 3
29
BANGUNAN MISTERIUS
30
BANGUNAN DIBALIK POHON
31
HARTA BERTUAN
32
REINKARNASI ARYO #1
33
REINKARNASI ARYO #2
34
KARBALA
35
PERINGATAN
36
PENGAKUAN KARBALA
37
NIAT GUNTUR
38
JAWABAN PAK SURO
39
RENCANA JAHAT
40
KARBALA BERULAH
41
KEJAMNYA KARBALA
42
BOS JOMBLO PUNYA RENCANA
43
DEBAR-DEBAR HALUS
44
KARENA ANCAMAN
45
DURI PENGHALANG #1
46
DURI PENGHALANG #2
47
DURI PENGHALANG #3
48
OTAK PEMBUNUHAN
49
TANDA TANYA
50
TEBANG POHON
51
MISTERI BERINGIN
52
PENASARAN
53
MUSUH DALAM SELIMUT
54
ASAL USUL KARBALA
55
REALITA
56
TENTANG KARBALA
57
ANCAMAN MENGINTAI
58
INSIDEN
59
DUA SISI BERBEDA
60
DILUAR NALAR
61
TAK HABIS PIKIR
62
DIBURU
63
MISTERI
64
TERJEBAK
65
SERGAP
66
MISTERI GUNTUR
67
GEGER GUNTUR
68
EMPATI
69
TEKA-TEKI GUNTUR
70
SISI LAIN
71
TRANSISI
72
SISI LAIN KARBALA
73
KEANEHAN TERUNGKAP 1
74
KEANEHAN TERUNGKAP 2
75
KUNTO HILANG
76
PANIK
77
PENCARIAN
78
KUNTO BERADA
79
UPAYA PARANORMAL
80
WUJUD KARBALA
81
KUNTO DITEMUKAN
82
PERMINTAAN GUNTUR
83
BENDA DARI ALAM LAIN
84
ALAM LAIN
85
KEJUTAN
86
SIKAP KARMILA
87
CURIGA
88
WANITA BERGAUN MERAH
89
DILEMA
90
KATA PAK SURO
91
PERMINTAAN WANITA BERGAUN MERAH
92
DIMENSI WANITA BERGAUN MERAH
93
JUAL RUMAH
94
ILUSI
95
ILUSI 2
96
KOK BISA BEGITU
97
TAKLUK
98
RUMAH BARU DAN LAMA
99
RUMAH TAHFIZ
100
PERISTIWA MENGIKAT
101
GUNTUR CURIGA
102
BUNTU
103
FIRASAT
104
MENGHILANGNYA SANTRI
105
UCAPAN
106
TAK ADA PETUNJUK
107
TAK TAHU DIMANA
108
KONEKSIFITAS
109
TERGUNCANG
110
TUNTUTAN
111
SIASAT
112
PENYEBAB KARMILA KESAKITAN
113
JANGAN DI TEBANG!
114
TEROR MASA LALU
115
DEPRESI
116
TERGIUR
117
KENA BATUNYA
118
PILIHAN BERAT
119
TRAGEDI PUTRI
120
TRAGEDI PUTRI 2
121
TRAGEDI PUTRI 3
122
TRAGEDI PUTRI 4
123
UPAYA TERAKHIR
124
DILUAR NALAR
125
NASIB PUTRI
126
EGO DAN DAMPAK
127
TANDA BAHAYA
128
REZEKI ATAU PETAKA
129
KELEMAHAN KARBALA
130
MULAI MENEBANG
131
PROSESI MENEBANG
132
KESALAHAN
133
DAN AKHIRNYA
134
DUA SISI
135
SAMA PERSIS
136
NIAT TERSEMBUNYI
137
RASA TERPENDAM
138
SIASAT TERSEMBUNYI
139
KECURIGAAN KI WAYAN
140
WAKTU YANG TEPAT
141
KEANEHAN
142
PERLAWANAN
143
DUGAAN
144
KENAPA KI ?
145
PERINGATAN
146
DEPRESI
147
KEJADIAN di RS
148
KEJADIAN di RS 2
149
TAMPARAN KERAS
150
AJAK PAK SURO
151
PEMBUKTIAN
152
ANCAMAN
153
2 ORANG TERKAPAR
154
DISKUSI
155
DISKUSI 2
156
TEGANG
157
COBA-COBA
158
MENOLAK
159
PERINGATAN ke- 1
160
KONEKSI
161
PERINGATAN 2
162
BARU SADAR
163
KORBAN
164
HASIL OTOPSI
165
STORY USTAD SOFYAN
166
SUARA ANEH
167
NASIB KUNTO
168
NASIB KUNTO 2
169
KONDISI KUNTO
170
BENAK GUNTUR
171
REAKSI KUNTO
172
REAKSI KUNTO 2
173
KATA PAK SURO
174
KATA PAK SURO 2
175
JIWA KUNTO
176
JIWA KUNTO 2
177
PENGHAKIMAN
178
RENCANA PAK SURO
179
RENCANA PAK SURO 2
180
REAKSI TAK TERDUGA
181
KEMAMPUAN TAK SEBANDING
182
BERTEMU GUNTUR
183
RENCANA JAHAT
184
HERAN DAN MEMBINGUNGKAN
185
DIMANA KUNTO?
186
LENYAP

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!