KEMAMPUAN TERSEMBUNYI #1

Matahari pagi ini menyinari kota Bandung dengan cerah. Namun secerah-cerahnya kota Bandung tetap saja udara dingin terasa menusuk hingga masuk pori-pori Guntur dan Kunto yang sedang melaju diatas sepeda motor sportnya menuju kampus.

"Kun sepulang kuliah mampir dulu ke buku loak itu lagi ya," kata Guntur ditengah-tengah menunggu traffic light menyala hijau.

"Ngapain lagi sih Gun?!" seru Kunto dari boncengan.

"Ada perlu nih sama bapak penjual buku," balas Guntur.

Lumayan lama menunggu lampu merah berganti hijau. Persimpangan lampu merah depan gedung sate sangat padat merayap tidak pagi tidak malam selalu ramai. Dulu tahun 90-an sebelum dibangunnya jembatan layang Suropati situasi di persimpangan lampu merah gedung Sate itu justru tidak sepadat sekarang.

Dibangunnya flayover intensitas kendaraan malah menjadi semakin meningkat terutama dari utara arah menuju terminal Ci Caheum. Akibatnya dilokasi tersebut selalu saja padat merayap oleh kendaraan pribadi berbaur dengan angkot dari berbagai jurusan yang lalu lalang dari terminal Ci Caheum maupun yang menuju terminal Ci Caheum.

Setelah lampu hijau menyala Guntur melajukan sepeda motornya hati-hati karena berebutan dengan kendaraan lain yang seenaknya menyalip dari arah belakang.

15 menit kemudian Guntur yang membonceng Kunto sudah sampai di parkiran kampus. Keduanya bergegas berjalan beriringan menuju kelas dengan tergesa-gesa karena tinggal 10 menit lagi kelas Fisika dimulai.

Saat berjalan di lorong kampus Guntur dan Kunto akan melewati sekumpulan mahasiswa senior yang sedang duduk-duduk di buk depan kelas termasuk David beserta dua temannya yang pernah mengeroyok Guntur.

"Gun, jangan lewat sini lah!" sergah Kunto cemas.

"Kenapa emang Kun?" Tanya Guntur tidak mengerti.

"Mereka sering malak jatah preman alias japrem gitu," bisik Kunto karena jaraknya kian mendekat dengan para senior pimpinan David.

"Udah tenang aja Kun, cuekin aja..." ujar Guntur terus melangkah cuek.

Kunto sudah gemetaran saat akan lewat didepan David dan kawan-kawannya. Matanya sekilas melirik kearah David cs dengan perasaan dag-dig-dug pasti akan di palaknya. Satu... dua... ti...... ga, ternyata perkiraan Kunto salah, David dan kawan-kawannya justru langsung menundukkan wajahnya seperti malu manakala Guntur dan dirinya melewatinya.

"Gun, kok tumben para senior itu nggak minta japrem?" Tanya Kunto heran.

"Hehehehe..." Guntur hanya tertawa kecil menjawab pertanyaan Kunto.

Kunto hanya terbengong penuh tanda tanya pertanyaannya hanya dibalas tertawa kecil Guntur. Kunto memang tidak mengetahui penyebab David cs tidak berani memalaknya saat bersama Guntur.

Kriiiiing....

Kriiiiing....

Kriiiiing....

Kunto menghentikan langkahnya mendengar hape disaku celananya berdering, sementara Guntur terus saja melangkah menuju kelas yang tinggal beberapa meter lagi. Kunto segera merogoh saku celananya mengambil hape dan melihat sejenak layarnya.

"Emak?" gumam Kunto.

Hatinya mendadak berdebar-debar melihat panggilan telpon dari Emaknya. Segera ia menekan tombol jawab di hapenya.

"Halo assalamualaikum Mak," ucap Kunto.

"A, Aa secepatnya pulang dulu!" seru suara seorang gadis dari seberang telpon.

"Neng? Naha Neng? Aya naon jeng Emak?!" tanya Kunto panik.

"E, emm.. Emak sakit A," ucap Neng terbata-bata.

"Iya, iya Neng Aa pulang sekarang!" Seru Kunto langsung menutup telponnya.

Kunto bergegas lari menyusul Guntur yang sudah jauh didepannya sambil berteriak memanggilnya,

"Guuuun...! Guntuuur...!"

Guntur langsung menghentikan langkah dan spontan menoleh ke belakang. Kunto datang mendekat dengan nafas terengah-engah.

"Gun, aku nggak masuk kelas ya. Aku harus pulang sekarang, Emak sakit keras kayaknya." Kata Kunto bernada panik.

"Pulang? Naik apa?" Tanya Guntur spontan.

Guntur tahu kalau Kunto tidak mengantongi uang yang cukup buat ongkos pulang. Kunto sendiri kemarin bilang hanya punya uang buat makan dua hari.

Ditanya begitu Kunto langsung terdiam dengan wajah lemas. Kunto menyandarkan punggungnya pada tembok, ia baru sadar kalau dirinya tidak memiliki ongkos pulang.

"Sudah jangan muram begitu Kun. Ayo saya antar kamu Kun," ucap Guntur.

Wajah Kunto langsung terdongak tak percaya menatap wajah Guntur dalam-dalam dengan mulut menganga.

"Apa Gun?!"

"Iya aku antar kamu pulang," ujar Guntur.

Kunto langsung menubruk Guntur saking terharunya. Ia tidak dapat berkata-kata lagi selain ucapan terima kasih dengan suara lirih.

"Ayo Kun, buru...!"

Keduanya langsung balik badan tidak jadi masuk kelas hari ini. Guntur tak sampai hati membiarkan sahabatnya menderita dalam kepanikan dan kebingungan. Dia rela meninggalkan pelajaran Fisika yang paling ia gemari demi membantu Kunto.

......................

Guntur memacu sepeda motor sportnya meliuk-liuk diantara kepadatan lalu lintas disepanjang jalur Ci Caheum menuju desa Jati Asih Kabupaten Sumedang. Terik matahari yang sudah meninggi mencapai titik kulminasinya ketika Guntur yang membonceng Kunto sampai didepan rumah sederahan bercat putih dipadu dengan warna abu-abu tua pada jendela dan kusen-kusen pintunya. Kunto langsung turun dari boncengan Guntur dan berlari memasuki rumahnya.

"Assalamualaikum..!" Seru Kunto sambil membuka pintu.

"Waalaikumsalam..." sahut suara seorang gadis dan suara pria setengah baya.

Kunto bergegas menuju kamar Emaknya yang bersebelahan dengan ruang tamu. Gadis yang dipanggil Neng saat menelpon satu jam yang lalu muncul dari kamar Emak dan hampir saja bertabrakkan dengan Kunto yang datang tergesa.

"A, Emak A...." ucap Neng sembari mencium tangan Kunto.

"Bapak..." Kunto menyalami mencium tangan bapaknya yang duduk disamping ranjang dimana Emaknya berbaring.

"Emak tiba-tiba sakit Kun, padahal pagi tadi Emakmu baik-baik saja. Bahkan sempat mencuci baju, memasak dan menyapu," ucap bapak Kunto dengan suara berat tertahan.

Kunto memandangi wajah Emaknya yang terpejam tidak bergerak. Lalu meraih jemari tangan Emaknya dan menciumnya.

"Mak... Emak, ini Kunto pulang Mak..." ucap Kunto lirih di telinga Emaknya.

Namun Emaknya tak memberikan reaksi apa-apa, hanya pupil kelopak matanya yang nampak bergerak-gerak dalam terpejamnya.

"Kamu naik apa Kun kok cepat pisan sampai rumah. Padahal adikmu telpon satu jam-an yang lalu," ucap Bapaknya mengerutkan keningnya yang sudah keriput.

"Astagfirullah!" ucap Kunto menepak jidatnya.

"O, iya Kunto sama teman Pak. Namanya Guntur, dia baik pisan mau mengantarkan Kunto pulang." jawab Kunto.

"Loh, kamu nggak diajak masuk," ujar bapaknya.

Diteras depan Guntur duduk lesehan bersandar pada tiang rumah sambil memandangi suasana sekelilingnya yang menyuguhkan hamparan sawah yang mulai menguning. Dia hanya tersenyum saat ditinggalkan begitu saja oleh Kunto yang langsung berlari masuk ke rumah.

"Gun, maaf... maaf pisan ya, sampai lupa. Ayo masuk Gun," Kata Kunto muncul di pintu.

"Nggak apa-apa Kun. Gimana kondisi Emakmu?" ucap Guntur sembari beranjak dari duduk lesehannya dan melangkah masuk menyusul Kunto.

"Kata bapak, sakitnya mendadak gitu Gun. Padahal paginya beraktifitas seperti biasanya, mencuci, memasak dan menyapu." terang Kunto dengan wajah muram.

Guntur tiba-tiba terdiam tidak menanggapi penjelasan Kunto. Ia merasakan tubuhnya bergetar hebat ketika matanya menoleh ke ruang tengah. Guntur merasakan ada energi besar sekonyong-konyong bertolak belakang dengan kehadirannya.

Nalurinya mengatakan, kalau energi itu tidak suka dengan kehadirannya di rumah Kunto. Tiba-tiba Guntur merasakan ada hawa menerpa tubuhnya dengan desiran halus hingga membuatnya berdebar dan merinding.

Guntur bingung tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Ia pun hanya bisa diam dan terus menerus merasakan terpaan hawa tak wajar di tubuhnya.

"Andai saja aku bisa melihat..." Gumam Guntur tanpa sadar.

"Apa Gun?!" Tanya Kunto tiba-tiba saat mendengar gumaman Guntur yang duduk di kursi tamu didepannya.

"Boleh aku menengok Emakmu Kun?" Tanya Guntur yang tiba-tiba ingin sekali melihat ke dalam kamar itu.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

🔴JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA🙏

÷÷÷÷÷LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE DAN RATE÷÷÷÷÷

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus bahagia

2023-04-10

0

ſᑎ🎐ᵇᵃˢᵉ

ſᑎ🎐ᵇᵃˢᵉ

Sudah baca beberapa bab...
Keren Kak 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻

2022-09-11

0

khadijahnadirakaila

khadijahnadirakaila

lnjut

2022-07-13

1

lihat semua
Episodes
1 BAYANG-BAYANG TERKUTUK
2 ANEH
3 MENCARI JAWABAN
4 KEKUATAN TERSEMBUNYI
5 MISTERI
6 DENDAM
7 RAHASIA
8 TANTANGAN
9 SADARKAN
10 ALAM GAIB
11 KEMAMPUAN TERSEMBUNYI #1
12 KEMAMPUAN TERSEMBUNYI #2
13 OBSESI
14 MENCARI PETUNJUK
15 SATU PERISTIWA
16 MEMBUKA MATA BATIN
17 TROUBLE
18 KARENA GUNTUR
19 DIA MUNCUL
20 PAPAH ARYO
21 TERCENGANG
22 BAGAI PETIR TAK BERHUJAN
23 MALAM TERKUTUK
24 MALAM KE-1
25 TAPAK KAKI ANEH
26 MENCARI JEJAK 1
27 MENCARI JEJAK 2
28 MENCARI JEJAK 3
29 BANGUNAN MISTERIUS
30 BANGUNAN DIBALIK POHON
31 HARTA BERTUAN
32 REINKARNASI ARYO #1
33 REINKARNASI ARYO #2
34 KARBALA
35 PERINGATAN
36 PENGAKUAN KARBALA
37 NIAT GUNTUR
38 JAWABAN PAK SURO
39 RENCANA JAHAT
40 KARBALA BERULAH
41 KEJAMNYA KARBALA
42 BOS JOMBLO PUNYA RENCANA
43 DEBAR-DEBAR HALUS
44 KARENA ANCAMAN
45 DURI PENGHALANG #1
46 DURI PENGHALANG #2
47 DURI PENGHALANG #3
48 OTAK PEMBUNUHAN
49 TANDA TANYA
50 TEBANG POHON
51 MISTERI BERINGIN
52 PENASARAN
53 MUSUH DALAM SELIMUT
54 ASAL USUL KARBALA
55 REALITA
56 TENTANG KARBALA
57 ANCAMAN MENGINTAI
58 INSIDEN
59 DUA SISI BERBEDA
60 DILUAR NALAR
61 TAK HABIS PIKIR
62 DIBURU
63 MISTERI
64 TERJEBAK
65 SERGAP
66 MISTERI GUNTUR
67 GEGER GUNTUR
68 EMPATI
69 TEKA-TEKI GUNTUR
70 SISI LAIN
71 TRANSISI
72 SISI LAIN KARBALA
73 KEANEHAN TERUNGKAP 1
74 KEANEHAN TERUNGKAP 2
75 KUNTO HILANG
76 PANIK
77 PENCARIAN
78 KUNTO BERADA
79 UPAYA PARANORMAL
80 WUJUD KARBALA
81 KUNTO DITEMUKAN
82 PERMINTAAN GUNTUR
83 BENDA DARI ALAM LAIN
84 ALAM LAIN
85 KEJUTAN
86 SIKAP KARMILA
87 CURIGA
88 WANITA BERGAUN MERAH
89 DILEMA
90 KATA PAK SURO
91 PERMINTAAN WANITA BERGAUN MERAH
92 DIMENSI WANITA BERGAUN MERAH
93 JUAL RUMAH
94 ILUSI
95 ILUSI 2
96 KOK BISA BEGITU
97 TAKLUK
98 RUMAH BARU DAN LAMA
99 RUMAH TAHFIZ
100 PERISTIWA MENGIKAT
101 GUNTUR CURIGA
102 BUNTU
103 FIRASAT
104 MENGHILANGNYA SANTRI
105 UCAPAN
106 TAK ADA PETUNJUK
107 TAK TAHU DIMANA
108 KONEKSIFITAS
109 TERGUNCANG
110 TUNTUTAN
111 SIASAT
112 PENYEBAB KARMILA KESAKITAN
113 JANGAN DI TEBANG!
114 TEROR MASA LALU
115 DEPRESI
116 TERGIUR
117 KENA BATUNYA
118 PILIHAN BERAT
119 TRAGEDI PUTRI
120 TRAGEDI PUTRI 2
121 TRAGEDI PUTRI 3
122 TRAGEDI PUTRI 4
123 UPAYA TERAKHIR
124 DILUAR NALAR
125 NASIB PUTRI
126 EGO DAN DAMPAK
127 TANDA BAHAYA
128 REZEKI ATAU PETAKA
129 KELEMAHAN KARBALA
130 MULAI MENEBANG
131 PROSESI MENEBANG
132 KESALAHAN
133 DAN AKHIRNYA
134 DUA SISI
135 SAMA PERSIS
136 NIAT TERSEMBUNYI
137 RASA TERPENDAM
138 SIASAT TERSEMBUNYI
139 KECURIGAAN KI WAYAN
140 WAKTU YANG TEPAT
141 KEANEHAN
142 PERLAWANAN
143 DUGAAN
144 KENAPA KI ?
145 PERINGATAN
146 DEPRESI
147 KEJADIAN di RS
148 KEJADIAN di RS 2
149 TAMPARAN KERAS
150 AJAK PAK SURO
151 PEMBUKTIAN
152 ANCAMAN
153 2 ORANG TERKAPAR
154 DISKUSI
155 DISKUSI 2
156 TEGANG
157 COBA-COBA
158 MENOLAK
159 PERINGATAN ke- 1
160 KONEKSI
161 PERINGATAN 2
162 BARU SADAR
163 KORBAN
164 HASIL OTOPSI
165 STORY USTAD SOFYAN
166 SUARA ANEH
167 NASIB KUNTO
168 NASIB KUNTO 2
169 KONDISI KUNTO
170 BENAK GUNTUR
171 REAKSI KUNTO
172 REAKSI KUNTO 2
173 KATA PAK SURO
174 KATA PAK SURO 2
175 JIWA KUNTO
176 JIWA KUNTO 2
177 PENGHAKIMAN
178 RENCANA PAK SURO
179 RENCANA PAK SURO 2
180 REAKSI TAK TERDUGA
181 KEMAMPUAN TAK SEBANDING
182 BERTEMU GUNTUR
183 RENCANA JAHAT
184 HERAN DAN MEMBINGUNGKAN
185 DIMANA KUNTO?
186 LENYAP
Episodes

Updated 186 Episodes

1
BAYANG-BAYANG TERKUTUK
2
ANEH
3
MENCARI JAWABAN
4
KEKUATAN TERSEMBUNYI
5
MISTERI
6
DENDAM
7
RAHASIA
8
TANTANGAN
9
SADARKAN
10
ALAM GAIB
11
KEMAMPUAN TERSEMBUNYI #1
12
KEMAMPUAN TERSEMBUNYI #2
13
OBSESI
14
MENCARI PETUNJUK
15
SATU PERISTIWA
16
MEMBUKA MATA BATIN
17
TROUBLE
18
KARENA GUNTUR
19
DIA MUNCUL
20
PAPAH ARYO
21
TERCENGANG
22
BAGAI PETIR TAK BERHUJAN
23
MALAM TERKUTUK
24
MALAM KE-1
25
TAPAK KAKI ANEH
26
MENCARI JEJAK 1
27
MENCARI JEJAK 2
28
MENCARI JEJAK 3
29
BANGUNAN MISTERIUS
30
BANGUNAN DIBALIK POHON
31
HARTA BERTUAN
32
REINKARNASI ARYO #1
33
REINKARNASI ARYO #2
34
KARBALA
35
PERINGATAN
36
PENGAKUAN KARBALA
37
NIAT GUNTUR
38
JAWABAN PAK SURO
39
RENCANA JAHAT
40
KARBALA BERULAH
41
KEJAMNYA KARBALA
42
BOS JOMBLO PUNYA RENCANA
43
DEBAR-DEBAR HALUS
44
KARENA ANCAMAN
45
DURI PENGHALANG #1
46
DURI PENGHALANG #2
47
DURI PENGHALANG #3
48
OTAK PEMBUNUHAN
49
TANDA TANYA
50
TEBANG POHON
51
MISTERI BERINGIN
52
PENASARAN
53
MUSUH DALAM SELIMUT
54
ASAL USUL KARBALA
55
REALITA
56
TENTANG KARBALA
57
ANCAMAN MENGINTAI
58
INSIDEN
59
DUA SISI BERBEDA
60
DILUAR NALAR
61
TAK HABIS PIKIR
62
DIBURU
63
MISTERI
64
TERJEBAK
65
SERGAP
66
MISTERI GUNTUR
67
GEGER GUNTUR
68
EMPATI
69
TEKA-TEKI GUNTUR
70
SISI LAIN
71
TRANSISI
72
SISI LAIN KARBALA
73
KEANEHAN TERUNGKAP 1
74
KEANEHAN TERUNGKAP 2
75
KUNTO HILANG
76
PANIK
77
PENCARIAN
78
KUNTO BERADA
79
UPAYA PARANORMAL
80
WUJUD KARBALA
81
KUNTO DITEMUKAN
82
PERMINTAAN GUNTUR
83
BENDA DARI ALAM LAIN
84
ALAM LAIN
85
KEJUTAN
86
SIKAP KARMILA
87
CURIGA
88
WANITA BERGAUN MERAH
89
DILEMA
90
KATA PAK SURO
91
PERMINTAAN WANITA BERGAUN MERAH
92
DIMENSI WANITA BERGAUN MERAH
93
JUAL RUMAH
94
ILUSI
95
ILUSI 2
96
KOK BISA BEGITU
97
TAKLUK
98
RUMAH BARU DAN LAMA
99
RUMAH TAHFIZ
100
PERISTIWA MENGIKAT
101
GUNTUR CURIGA
102
BUNTU
103
FIRASAT
104
MENGHILANGNYA SANTRI
105
UCAPAN
106
TAK ADA PETUNJUK
107
TAK TAHU DIMANA
108
KONEKSIFITAS
109
TERGUNCANG
110
TUNTUTAN
111
SIASAT
112
PENYEBAB KARMILA KESAKITAN
113
JANGAN DI TEBANG!
114
TEROR MASA LALU
115
DEPRESI
116
TERGIUR
117
KENA BATUNYA
118
PILIHAN BERAT
119
TRAGEDI PUTRI
120
TRAGEDI PUTRI 2
121
TRAGEDI PUTRI 3
122
TRAGEDI PUTRI 4
123
UPAYA TERAKHIR
124
DILUAR NALAR
125
NASIB PUTRI
126
EGO DAN DAMPAK
127
TANDA BAHAYA
128
REZEKI ATAU PETAKA
129
KELEMAHAN KARBALA
130
MULAI MENEBANG
131
PROSESI MENEBANG
132
KESALAHAN
133
DAN AKHIRNYA
134
DUA SISI
135
SAMA PERSIS
136
NIAT TERSEMBUNYI
137
RASA TERPENDAM
138
SIASAT TERSEMBUNYI
139
KECURIGAAN KI WAYAN
140
WAKTU YANG TEPAT
141
KEANEHAN
142
PERLAWANAN
143
DUGAAN
144
KENAPA KI ?
145
PERINGATAN
146
DEPRESI
147
KEJADIAN di RS
148
KEJADIAN di RS 2
149
TAMPARAN KERAS
150
AJAK PAK SURO
151
PEMBUKTIAN
152
ANCAMAN
153
2 ORANG TERKAPAR
154
DISKUSI
155
DISKUSI 2
156
TEGANG
157
COBA-COBA
158
MENOLAK
159
PERINGATAN ke- 1
160
KONEKSI
161
PERINGATAN 2
162
BARU SADAR
163
KORBAN
164
HASIL OTOPSI
165
STORY USTAD SOFYAN
166
SUARA ANEH
167
NASIB KUNTO
168
NASIB KUNTO 2
169
KONDISI KUNTO
170
BENAK GUNTUR
171
REAKSI KUNTO
172
REAKSI KUNTO 2
173
KATA PAK SURO
174
KATA PAK SURO 2
175
JIWA KUNTO
176
JIWA KUNTO 2
177
PENGHAKIMAN
178
RENCANA PAK SURO
179
RENCANA PAK SURO 2
180
REAKSI TAK TERDUGA
181
KEMAMPUAN TAK SEBANDING
182
BERTEMU GUNTUR
183
RENCANA JAHAT
184
HERAN DAN MEMBINGUNGKAN
185
DIMANA KUNTO?
186
LENYAP

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!