Dylan membawa shindy ke toko pakaian, Shindy dibuat bingung apa pekerjaan yang dimaksud Dylan.
"t tuan? ". Shindy yang disuruh mencari gaun pesta malah memutar kepalanya ke Dylan.
Dylan yang sedang serius main ponsel mendongak ke Shindy sambil menaikkan alisnya sebelah.
"sebenarnya kita mau kemana tuan? kenapa memilih gaun pesta? ". tanya Shindy melepas rasa penasarannya.
"diam saja..! banyak bertanya akan memperpendek umurmu..! kau belum melihatku marah kan? ". ancam Dylan dengan datar..
Shindy meneguk salivanya bersusah payah, lalu memutar tubuhnya mencari gaun pesta yang indah menurutnya.
"bodo amat !! uangnya akan aku kerok sampai berlubang cukup dalam! ".batin Shindy dengan dongkol.
Shindy mencari gaun yang termegah dan elegan.
"yang ini aja bu..! ".
"baik nona...! ".
Shindy didandani secantik mungkin hingga para pekerja toko terperangah takjub melihat Shindy. kecantikan tersembunyi Shindy benar-benar bersinar apalagi gaun yang dikenakan shindy gemerlap seperti bintang.
" cantik sekali ". gumam semua yang ada di ruang make up dengan takjub melihat Shindy.
Shindy yang tak nyaman berusaha menaikkan gaunnya yang memperlihatkan bahu nya.
"punggungnya kok terbuka bu? tadi waktu dipatung kayaknya nggak terlalu terbuka begini". tangan mulus Shindy berusaha menaikkan gaun belakangnya.
"itu karna tubuh anda sangat ideal nona jadi terlihat lebih bagus..! ". jawab bu kiki seorang desaigner ternama.
"kalau begitu ganti aja ya bu". memelas Shindy malah terlihat menggemaskan hingga pelayan toko menahan senyumnya sekuat tenaga.
"tapi bandrolnya sudah terlanjur dilepas nona, harga gaun ini sangat fantastis saya bisa rugi besar nona..! nggak akan ada yang percaya kalau gaun ini belum pernah dipakai jika bandrolnya sudah dilepas ".
Shindy tersenyum kikuk dengan melindungi tubuh atasnya.
"kenapa lama sekali...? ". Dylan menerobos masuk ke ruang make up Shindy.
Shindy memutar tubuhnya dengan canggung menutupi bahunya yang terpampang.
Dylan melangkahkan kaki mendekati Shindy, yang lainnya pada mundur meninggalkan Shindy dan Dylan di ruangan itu.
"t.. tuan..?". Shindy masih menutupi tubuh atasnya.
"seleramu pas juga..! ayo kita berangkat sebentar lagi akan malam". Dylan membuka jas nya lalu membalutnya ke tubuh Shindy.
"nanti di acara pesta akan dilepas..! aku akan melunaskan 50% hutangmu jika kamu bisa menyelesaikan misiku..! ". Kata dylan dengan tenang.
Shindy tersenyum menutupi jas Dylan yang menutupi bahunya.
"terimakasih tuan! ". ucap shindy dengan tulus.
Dylan seakan tak peduli dengan ucapan terimakasih Shindy.
"jalan bersama! kalau kau dibelakangku maka jangan salahkan aku kalau kau akan tertinggal ".
Shindy mengangguk sambil mengangkat gaunnya jalan beriringan dengan Dylan.
.
.
"naik pesawat tuan? ". tanya Shindy melihat dirinya berhenti di bandara.
"hmm! kalau naik mobil ke kota sana butuh waktu 5 hari, lebih baik naik pesawat". jawab Dylan santai.
Shindy mengangkat gaunnya mengikuti Dylan sambil mengangguk-ngangguk mengerti.
"tuan? bagaimana mobilnya? ". tanya Shindy melihat mobil Dylan terparkir di halaman bandara.
"nggak akan ada yang berani menyentuh bodi mobilku..! biarkan saja" Dylan menarik pergelangan tangan Shindy.
shindy menutupi wajahnya saat beberapa orang melihatnya tapi membuatnya heran juga penasaran kenapa tak ada yang memotretnya .
.
Shindy duduk manis di dalam pesawat sambil melihat sekeliling dan tak sengaja matanya bertabrakan dengan mata bagus yang segera memalingkan muka.
Shindy mengerjab-ngerjabkan matanya lalu melihat ke arah Dylan yang terlihat acuh memainkan ponselnya yang pastinya dalam mode pesawat.
"kenapa sih? ". gumamnya tak mengerti
walau sekilas bersitatap dengan bagus tapi Shindy tau tatapan itu seperti berkata "ternyata ini orangnya..! " begitulah arti yang ditangkap oleh shindy saat Bagus menatapnya.
sesampainya dibandara kota P, Bagus mengendarai mobil yang sudah ia rental atas nama perusahaan, Dylan dan Shindy dibelakang hanya sibuk dengan pikiran masing-masing,,
hotel mutiara merdeka,
disitulah acara pesta nya digelar.
"dengar kan tugasmu !". Dylan berkata serius.
Shindy mengangguk sambil memutar kakinya ke arah Dylan.
"lawanku saat ini memiliki kelebihan dengan cara nya yang bisa mengorek informasi saingannya tapi kelemahannya tak bisa melihat perempuan, kau harus berdiri disampingku sambil mengingat secarik informasi saat dia menunjukkan proposal kerja nya padamu..! "
Shindy dengan serius mendengarkannya.
"apa tuan tidak bisa mengingatnya kalau ada berkas penting didepan anda ? "
"ck..! dia tau kelebihanku bisa mengingat buku setebal apapun hanya dalam waktu 10 menit jadi menurutmu dia akan menunjukkan proposal kerjanya padaku? ".
Shindy melebarkan cengirannya. "saya mengerti tuan..!".
"saat kau memperkenalkan diri katakan saja kau sekretarisku dan bagus asisten kepercayaanku? mengerti..?? "
"mengerti tuan".
Shindy menyerahkan jas Dylan, Dylan memakainya lalu merapikan dasinya.
.
.
semua mata tertuju pada Dylan di depan, dibelakangnya ada shindy dan Bagus.
semua mata seakan terhipnotis dengan ketampanan Dylan calon penguasa MattGroup datang ke kota ini, semua wanita yang masih sendiri alias jomblo sudah pasti jatuh cinta pada Dylan. sosok Dylan adalah impian semua wanita baik janda maupun yang masih ting-ting.
"disana tuan! ". seru Bagus menunjuk sopan pemilik acara pesta ini.
Dylan melirik Shindy yang segera mendekati Dylan, mereka jalan sejajar ke arah saingan bisnis Dylan. sementara Bagus berpencar dari Dylan dan Shindy.
Dylan tersenyum tipis nyaris tak terlihat. "sepertinya dia tertarik padamu! ".
"hal itu lebih memudahkan tugas saya tuan" jawab Shindy dengan pelan.
"bagus..! buat dirimu berguna ".
Shindy memaksakan bibirnya untuk tersenyum ke Dylan, mereka bersitatap sebentar lalu kembali menatap pria yang tak jauh dari mereka sedang menatap Shindy tak berkedip,,
Shindy menatap mata pria itu hingga konsentrasi pria itu buyar begitu saja.
"Pak Willy..? ". Dylan menjentik tangannya di depan Willy hingga pria itu tersadar dan beralih ke Dylan.
"siapa tuan? kekasih anda? ". tanya Willy yang melupakan tujuan awalnya hendak mengorek informasi Dylan..
"perkenalkan nama saya shindy, sekretaris tuan Melviano". Shindy memperkenalkan diri dengan sopan.
Willy mengulurkan tangannya ke Shindy, demi tujuannya Shindy menjabat tangan Willy, Shindy memaksakan diri untuk tersenyum saat ibu jari willy mengusap punggung tangannya. jika wanita panggilan mungkin akan terpancing berbeda dengan Shindy malah tak nyaman.
"apa anda sudah makan nona shindy? ". tanya Willy dengan senyum menggodanya.
Dylan menatap datar pria itu yang sudah menginjak umur 30 tahunan walau masih berstatus jomblo tapi tetap tak sesuai untuk Shindy yang terlihat masih segar dan fresh..
Shindy menggeleng kepalanya melihat ke Dylan,
"ayo kita ke rekan bisnisku yang lain"
ajak Dylan.
Shindy mengikuti Dylan tapi langkahnya terhenti saat pergelangan tangannya di genggam oleh Willy, Shindy langsung menarik ujung jas Dylan hingga siempunya berhenti melirik tangan Shindy.
Dylan menatap shindy yang tampak serius, ia melihat tangan willy yang tengah membelai tangan mulus Shindy
Dylan mendekati Willy yang berani menyita waktunya.
"kau mau membuang waktuku? bukankah ini perayaan kerja sama perusahaan? aku ingin menyapa rekan ku tapi kau malah membuang waktuku...! ". Senyum miring Dylan begitu menakutkan.
Willy melangkah mundur setelah melepaskan tangan Shindy.
"tuan" Shindy menarik ujung jas Dylan berusaha menenangkan amarah pria itu yang tak suka waktunya terbuang sia-sia.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Mira Wahyuni
Dylan panas 😃😃 bilang dong kalau cemburu 😁😁
2022-05-12
3
Baseng Lah
lanjut thor......
2022-01-05
1
Vina Pembriyani
lanjut thor🥰🥰semangaaattttt
2021-12-28
5