"kak. !!". Nova menerobos masuk ke kamar Dylan dan langsung duduk disamping Dylan.
"apa. ?".
"Daddy kenapa kak? kenapa pak dokter datang kemari? ". tanya Nova ke Dylan seolah kakaknya seorang dokter.
Dylan memutar bola matanya dengan malas.
"daddy cuma kelelahan karna terlalu memaksakan diri untuk bekerja".
"benarkah? ". tanya Nova menyipitkan matanya.
"iya lah..! menurutmu kakak berbohong?".
"sudahlah sana lihat daddy..! apa kata dokter Ades tentang kondisi Daddy..!".
Dylan menonyor kening Nova.
Nova mengangguk membenarkan.
"dasar kakak Arogan dan tak peduli...! ".
umpat Nova pelan.
Dylan hanya menggeleng tak peduli, ia memiliki royalitasnya sendiri. Dylan akan menolong Daddynya dengan cara lain,
"Daddy hanya butuh mommy disampingnya..!". jawaban telak Dylan yang tak bisa Nova sanggah.
Nova berdecih kesal lalu meninggalkan kamar kakaknya.
Dylan mengetuk-ngetuk pelipisnya dengan jari telunjuknya dengan tatapan datar ke buku yang kini ia baca, Dylan menutup buku itu dengan pelan sambil berpikir tentang rencananya..
.
.
meja makan.
"bagaimana keadaan daddy...? ". tanya Dylan.
semua orang beralih ke Dylan
"lumayan..! ". jawab Pasha seadanya.
Kaira menghela nafas disamping Pasha tapi tangannya begitu gesit melayani Pasha makan malam.
Pasha beralih ke Keyzo, dan siempunya tersenyum lebar menunjukkan deretan giginya yang putih.
"besok aku harus keluar kota sayang...! apa kamu mau ikut..? ". tanya Pasha menatap Kaira.
Kaira tersentak.
"tapi kamu belum pulih hubby...! ingat apa kata dokter Ades.. kamu nggak boleh bekerja selama 1 bulan penuh...! "
"lalu perusahaan akan jatuh sayang! ". seru Pasha dengan lembut mengusap kepala Kaira.
Kaira menekuk wajah cantiknya.
"apa perlu papa yang menjalankan perusahaan selama 1 bulan..? ". tanya Matt serius.
"nggak granfa..! kesehatan granfa juga nggak bagus..! ". sambar Nova.
Mely menatap tajam Matt yang berkata seenak jidatnya.
"lalu siapa lagi..? ". sambung Keyzo dengan bingung.
"apa perlu Keyzo? kan kak Dylan atau Kak Nova nggak mau..! ". sambungnya lagi.
semua orang menghela nafas panjang, tak ada yang berselera makan saat ini kecuali Dylan yang terlihat tenang mengunyah makanannya.
"perusahaan sedang sibuk dengan kerja sama yang sudah mencangkup internasional jadi wajar pekerjaan kami banyak sayang..! nggak apa biar aku aja yang melakukannya tapi aku janji nggak akan bekerja berlebihan ".
tutur Pasha dengan tenang menggenggam tangan Kaira dengan mesra.
"Dylan yang ambil alih...! daddy fokus istirahat". ujar Dylan dengan enteng sambil memakan suapan terakhirnya lalu menatap mereka semua satu persatu yang menganga lebar tak percaya dengan kata-katanya.
"kenapa..? ". tanya Dylan menaikkan sebelah alisnya.
"kak Nov.. Kaisha nggak salah dengarkan? ". Kaisha menarik-narik lengan baju Nova.
Nova beralih ke yang lainnya yang sama terkejutnya dengan dirinya.
"Kak..? ". beo Nova, Kaisha dan Keyzo
"hmm? ". sahut Dylan menatap ketiga adiknya bergantian.
"kakak tadi bilang apa..? ". tanya ketiga adik Dylan kompak.
Kaira dan Pasha juga saling pandang heran, tak biasanya putra sulungnya itu mau mengurus perusahaan Mattgroup yang membuat Dylan tak bebas kemana pun.
"perlu di ulang Daddy..? ". tanya Dylan beralih ke Pasha
"kamu yakin son? ". tanya balik Pasha bukannya menjawab pertanyaan dylan.
"ck... daddy hanya perlu istirahat dan pergi refresing sama mommy...! biar Dylan yang mengurus perusahaan selama 2 bulan penuh...! "
"jangan buat Dylan menyesali keputusan Dylan saat ini..! ". Dylan beranjak dari kursinya meninggalkan keluarganya yang masih cengo dengan raut wajah yang berbeda-beda.
"begini cara kakak perhatian sama daddy..! "
gumam Nova tersungut-sungut sambil pergi dari meja makan.
Keyzo dan Kaisha mengangguk mengerti jadinya. kalau Keyzo tentu senang kalau Pasha dan Kaira pergi berlibur dengan begitu ia akan bebas balapan tanpa takut di ketahui Kaira.
"iya benar nak..! apa yang Dylan katakan memang benar.. lebih baik kalian pergilah berlibur selama 1 bulan penuh..!".
Mely setuju usulan Dylan yang mau Pasha menenangkan fikiran.
"apa perlu kita ke negara E juga mah..? biar tau dimana aja tempat tinggal Kaira dan cucu-cucu kita dulu..! ". bisik Matt
Mely melebarkan matanya dengan berbinar, tapi binar matanya redup melihat Kaisha dan Keyzo tinggal sendirian di mansion.
"bagaimana sayang? kalau kamu nggak mau, aku bisa istiharat dikamar aja..! ". tanya Pasha dengan serius menangkup pipi Kaira.
Kaira melihat ke Pasha dan menatap wajah tampan suaminya yang terlihat jelas kantung matanya bahkan bibir Pasha masih memucat tak semerah delima.
"nggak apa mommy..! bawa daddy liburan aja ! Keyzo baik-baik aja di sini.. ".
"kenapa mommy sama daddy berfikir kalau kami masih anak-anak..? Kaisha bisa jaga diri kok setidaknya nggak akan keluar mansion tanpa seizin kak Nov atau Kak Dylan..! ".
Kaisha menatap keluarganya bergantian.
"kamu nggak mau ikut sayang? ". tanya Mely berpindah tempat duduk disamping Kaisha
Kaisha tersenyum lebar.
"nanti disorot publik granma...! Kaisha masih mau bebas tanpa ada penjilat kata kak Dylan..! "
semua tersenyum mendengar perkataan ceria Kaisha.
.
.
keputusan diambil Mely,
Pasha dan Kaira akan pergi ke negara E bersama Mely dan Matt, waktunya tak ditentukan sebab Kaira tak tega meninggalkan anak-anaknya walau sudah dewasa.
"sayang..? ". Kaira memeluk Dylan putra pertamanya yang menjadi tempat sandaran kedua anak perempuannya. (Kaisha dan Nova).
"iya mommy..! Dylan baik-baik aja. mommy harus gemuk kembali dari sana..! ". Dylan menyalami Kaira dan mengecup kening Kaira dengan lembut.
Pasha menepuk pundak Dylan yang tersenyum tipis
"percaya lah sama Dylan Daddy..! Dylan janji akan menjaga amanat daddy dengan baik.. "
ujar Dylan dengan serius tersirat senyum tipis di akhir perkataannya.
Pasha tersenyum.
"daddy percaya sama mu son..! kamu adalah kebanggaan kami semua..! jaga adik-adikmu dengan baik..! kalau perlu beri pengawal bayangan untuk Nova dan Kaisha..! "
"tanpa daddy suruh Dylan akan melakukannya Daddy..! pulihkan kesehatan daddy jaga pola makan dengan baik dan istirahat yang cukup.. "
Dylan berkata panjang lebar dengan tulus
semua yang mendengarnya tersenyum, termasuk adik-adik Dylan yang memang sangat mengagumi kakaknya itu.
setelah perpamitan Dylan dan yang lainnya mengantarkan keluarganya kebandara, Kaisha dan Keyzo memakai topeng wajah dan masker menutupi wajah mereka supaya tak di lihat orang lain.
Dylan merangkul Nova dan Kaisha disisi kiri dan kanannya, disamping Kaisha ada Keyzo yang melambai sekali ke arah pesawat pribadi MattGroup sedang bersiap lepas landas.
"ayo kita kembali..! ". ajak Dylan
ketiga adiknya dengan patuh mengikuti perintah Dylan, mereka sangat patuh pada Dylan karna kakak mereka sangatlah disiplin dan tak suka dibantah, hal itu hanya mengundang amarah iblis Dylan aja.
.
.
malam hari
"Keyzo mau kemana..? ". tanya Dylan dengan dingin.
Keyzo yang terciduk langsung tersenyum lebar menunjukkan deretan giginya yang putih sambil mengusap tengkuknya yang tak gatal.
"jangan keluar...! ". ancam Dylan dengan tatapan tajamnya.
Keyzo berbalik dengan terpaksa menyeret kakinya ke arah lift menuju kamarnya.
Dylan meneguk segelas air minumnya, lalu mengambil 1 botol air mineral besar untuk dibawa ke kamarnya.
"udah jam 11 malam masih aja keluar mansion..! "
gumam Dylan menggeleng kepalanya.
bagaimana pun nakalnya Keyzo suka balapan kalau Dylan melarang keluar maka Keyzo tak akan berani keluar Mansion sebab kakaknya akan menghukumnya lebih berat kalau dilakukan.
Keyzo tak balapan hanya berkumpul bersama rekan-rekan balapannya sebagai perayaan kemenangan mereka bulan ini.
"huuh...! ". Keyzo merebahkan tubuhnya di ranjang kingsize nya.
ia tak marah dengan perintah Dylan, memang ia salah pergi larut malam bukan hanya Dylan, Pasha, mommy nya pun bakal lebih marah besar kalau tau. tapi bisa apa kalau sudah teman yang ngajak berkumpul.
Keyzo mengirim pesan di group pertemanannya.
"Sorry. ! ". Pesan Keyzo singkat.
hanya pesan singkat itu saja, semua teman-teman Keyzo akan langsung faham situasi Keyzo. walau tak ada yang tau keluarga asli Keyzo tapi teman-teman nya Keyzo hanya tau kalau Keyzo tak diizinkan balapan oleh keluarganya.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Truely Jm Manoppo
good job Dylan
2024-07-11
0
Ros Mawati
semangat thoor
2022-03-22
2
@shiha putri inayyah 3107
keren banget sih ceritanya,,, 👍👍👍
bikin makin semangat bacanya....😘😘😘🌹🌹🌷🌷🌷
2022-02-09
1