Dylan akhirnya terbebas dari hukuman Kaira, ia berjalan tenang keluar dari ruangan kerja Pasha.
Kaira duduk di bangku kebesaran suaminya..
"hubby.. aku rindu..! " gumam Kaira dengan putus asa.
Pasha sedang mengurus pekerjaannya di luar negri dengan segala kekuatannya pasha meninggalkan keluarga tercintanya..
Kaira memejamkan matanya meredakan rasa penasarannya apa yang terjadi dengan putranya..
"kenapa anakku yang satu itu suka kabur? dan parahnya nggak pernah bilang pergi kemana..?" gerutu Kaira dengan heran.
.
Dylan di hadang oleh Kaisha,, "kakak..? "
Dylan beralih ke Kaisha dan tersenyum melihat boneka yang ia beli sudah ada ditangan adiknya..
"kamu suka dek? ". tanya Dylan dengan senyuman hangatnya.
"suka..! sangat suka,, makasih ya kakak! Kaisha sayang kakak". dengan manja Kaisha memeluk kakaknya..
Dylan tersenyum lebar.
"kamu harus belajar menembak Kaisha..! kakak nggak mau kamu jadi gadis lemah"
Kaisha mengerucutkan bibirnya, "Karna Kaisha cantik dan imut? ".
"hmmm...! ". balas Dylan dengan deheman sambil melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Kaisha mengekori kakaknya dengan memeluk boneka barunya,, "kenapa Kaisha harus berlatih? hanya karna Kaisha cantik dan imut? "
"karna gadis cantik dan imut banyak didekati laki-laki hidung belang ". jelas Dylan dengan santai merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"kan ada kakak sama daddy belum lagi ada kak Keyzo dan kak Nova..! " elas Kaisha
Dylan mengusap kepala adiknya yang tengah menyandarkan dagunya di tepi ranjangnya.,, "nggak ada alasan dek..! kamu mau kena marah granfa? "
Kaisha lagi-lagi pasrah sambil menekuk wajah cantiknya..
"iya.. Kaisha akan belajar menembak terus belajar beladiri ya..! biar kakak senang"
Dylan tersenyum puas,, "bagus dek..! kamu harus bisa beladiri setidaknya mengulur waktu sampai bantuan datang"
Kaisha memaksakan diri untuk tersenyum.
"apa kamu kesal karna dunia nggak tau siapa kamu dek? ". tanya Dylan serius.
Kaisha menatap mata kakaknya yang biru laut sama seperti dirinya.
"hmm?? "
"kamu kesal bilang sama kakak! ". tanya Dylan sekali lagi.
Kaisha menggeleng kepalanya dengan pelan,, "Kaisha tau kakak maupun daddy akan melakukan yang terbaik untuk melindungi Kaisha..! lagian Kaisha nyaman kok hidup tanpa di ketahui publik dan hidup tentram dengan topeng wajah yang kakak berikan"
Dylan tersenyum mengacak rambut adik terbungsu nya..
"kak Nova ngapain? ". tanya dylan
"biasa kak..! kak Nov kan emang suka main komputer, matanya ke komputer terus...! " jawab Kaisha dengan nada jengkel.
Dylan terkekeh,, "itu sebabnya kamu harus jadi komputer dulu baru dilirik kakakmu yang satu itu.. "
Kaisha melototkan matanya,, "nggak mau..! "
"kenapa? " tanya Dylan gemas mencubit pipi Kaisha.
"nanti yang perhatikan Kaisha cuma kak Nova bukan kak Dylan, kak Keyzo atau daddy, mommy ". jawab Kaisha mulai membayangkan kalau dirinya jadi komputer.
Dylan tergelak, adiknya yang paling kecil itu emang polos dan menggemaskan berbeda dengan Nova yang selalu mengomel dan mengomelinya persis seperti Kaira, tapi rasa sayang Dylan pada nova juga sama, malah lebih suka menggoda Nova dibanding Kaisha yang lebih di manja..
"kakak ngapain sih kabur terus? " tanya Kaisha penasaran.
Dylan memejamkan matanya,, "kakak hanya mencari ketenangan"
kaisha mendengus mendengarnya,, "udah kebas telinga Kaisha mendengar alasan kakak... mungkin mommy bosan mendengar penjelasan kakak"
Dylan tersenyum, Kaisha yang melihat kakaknya memejamkan mata nya pun menarik nafas panjang. Kaisha bangkit dan mengecup kening kakaknya.
"kakak tidurlah..! Kaisha keluar... ". seru Kaisha dibalas anggukan oleh Dylan yang tersenyum sambil memejamkan mata.
Kaisha keluar dari kamar Dylan dan berlari masuk kekamarnya sambil memeluk boneka bobanya dikamar Kaisha sudah penuh dengan aneka macam boneka boba yang berbeda warna..
Dylan berusaha untuk tertidur tapi bayangan gadis yang tengah bermain di tepi pantai langsung muncul dibenaknya..
Dylan membuka matanya dengan kaget,, "kenapa lagi? aku nggak membunuhnya kan? kenapa aku teringat padanya? "
Dylan bangkit memijit pelipisnya sendiri, ia langsung beranjak masuk kekamar mandi dan banyak berpikir di bawah pancuran shower nya..
"kenapa gadis itu bisa ada di situ? apa sebenarnya yang terjadi? apa gadis itu memang kesasar? atau memang penunggu pantai? tapi kenapa terlihat sangat nyata?? " batin Dylan mengusap rambutnya dibawah pancuran showernya.
.
.
ke esokan harinya Dylan pergi lagi ke kota K mencari gadis yang menjadi beban fikirannya tadi malam. walaupun Dylan pria arogan dan tak peduli tapi di tempatnya yang sepi ada perempuan membuatnya penasaran apa yang terjadi..
biasanya tak ada perempuan atau pun laki-laki yang masuk ke kawasannya itu, terlebih lagi Black tak menyerang perempuan itu..
"benar-benar penunggu pantai? kenapa nggak terlihat lagi? " gumam Dylan mencari sosok gadis itu..
cukup lama Dylan berkeliling akhirnya ia kembali dengan tangan kosong tak menemukan gadis itu..
Dylan menatap datar lampu merah di depannya kini,, "bukan salahku...!! kalau terjadi sesuatu padanya bukan salahku "
Dylan berusaha menenangkan diri seolah menasehati diri bukan dialah yang salah jika perempuan itu dalam masalah.
.
.
"kamu kemana lagi sayang? " tanya mommy Kaira dengan wajah datarnya.
"mommy..! ". cengir Dylan menyalami Kaira dan melebarkan senyum nya yang menawan.
"hai.. cucu granma...? " Mely merentangkan tangannya ke Dylan
"Granma? granfa? kok cepat baliknya.. " Dylan memeluk Mely dan matt bergantian.
Nova dan Kaisha yang sedang mengunyah snack menatap kakak sulung dan mommynya yang sedang perang tatapan mata tapi Dylan terlihat seperti tak tau apa-apa..
"sudah lah kak.. dek.. Kak dylan emang suka gitu kan? lagian kak dylan kan jago beladiri.. " kata Keyzo membuat kakak beradik yang memiliki kecantikan yang khas itu menoleh padanya..
"kamu juga jangan balapan muluk..!" Nova melempar kacang polongnya ke Keyzo.
Keyzo menangkapnya dan mengunyahnya dengan santai membuat Kaisha tertawa cekikikan, Nova melempari lagi adiknya yang suka balapan itu..
"udah kak..nanti habis Kaisha masih mau". Kaisha merebut kacang polongnya dari Nova.
Nova menarik nafas panjang,, "awas aja kalau udah dimarahin daddy baru tau.. "
"Keyzo ngapain lagi coba kak? Keyzo kan udah belajar giat bisa menguasai ilmu beladiri kakek dan daddy bahkan bisa menjinakkan bom.. apalagi masalahnya? boleh kan Keyzo bersenang-senang sedikit...! lagian nggak akan ada yang ngenalin Keyzo kok selagi pakai topeng wajah.. "
"terserah kamu dek...! kalau mommy tau habis kamu". celutuk Nova dengan kesal.
"mommy nggak akan tau kalau kakak nggak ngasih tau..! lagian daddy dukung Keyzo yang penting bisa jaga diri.. "
"ck...! " decak pelan nova.
"hello kak..!! Keyzo udah besar..! bisa dong bermain-main, kan guru privat kami lagi libur". bela Keyzo dengan santainya.
"kenapa sih kak Nov dan kak Keyzo selalu berantem kayak tom and jerry.. " celutuk Kaisha
Nova menatap kaget adiknya,, "siapa tom nya..? "
"kak Nov...! ". jawab Kaisha membuat senyum Nova mengembang..
"bagus dek..! dia tikusnya.. " tawa menggelegar Nova
Keyzo mendengus sambil memutar bola mata dengan malas.
Kaisha hanya fokus makan snacknya sambil memperhatikan tawa kakaknya yang sangat cantik bagi Kaisha nova lah yang tercantik tapi bagi keluarganya Kaisha lah yang tercantik walaupun mereka mengakui Nova memang cantik dan manis..
mereka tak terlibat dengan percakapan Dylan dan yang lainnya karna sang kakak yang belum memiliki pujaan hati..
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Khoerun Nisa
hrusnya otor jlaskn brpa taun mereka ini kn JD bingung wlu novel lnjutan
.
2025-02-13
0
Truely Jm Manoppo
kerennnn thor ceritanya 😍
2024-07-11
0
@shiha putri inayyah 3107
rame banget nih kalo anak kembar Pasha sm kaira LG pada ngumpul,,,🤣🤣🤣
2022-02-09
1