Shindy Sartika.. itulah namanya..
Shindy adalah gadis periang dan tangguh, dulunya ia hanya gadis kecil nan manja yang tak bisa apa-apa tanpa kedua orangtua nya. tapi sejak kedua orangtuanya pergi untuk selamanya ia tindas oleh paman dan bibinya, bahkan rumah orangtua nya pun dikuasai..
pada akhirnya di usia 17 tahun ia di jual ke pria tua yang gila perempuan, beruntung Shindi bisa kabur dan hidup di kota ini dengan seadanya..
"ckk... aku sudah cukup kuat tapi belum bisa menjatuhkan mereka..! harta kekayaan orangtuaku sudah mereka ambil alih semua karna tanda tangan sialan itu. "
"ck.. penipu...!! ". decak sebalnya.
Shindy melihat situasi ia merasa ada seseorang yang tengah mengawasinya.
"benarkah? tapi disini nggak ada orang..! ". gumamnya menepis perasaan aneh itu.
Shindy menatap seksama Vila di ujung pantai dan tak menemukan tanda-tanda kehidupan.
"tempat itu dingin yang artinya nggak ada manusia disitu..! ". gumamnya mengangguk-ngangguk seolah apa yang ia katakan memang benar.
Dylan seorang Mafia yang terlatih dengan baik, ia bisa menghilangkan tanda-tanda keberadaannya supaya tak di ketahui musuh jadi wajar Shindi tak tau ada Dylan di tempat itu.
Dylan kembali memasuki Vilanya dan menatap gadis itu dari balkon kacanya yang tertutup tirai.
"apa gadis itu sedang kesal..? ". tebak Dylan dengan wajah datarnya.
"kenapa Black nggak menyerangnya..? apa karna dia nggak berbahaya..? ".
Dylan menebak semua perkiraan yang terjadi dengannya. gadis asing yang ada di kawasannya.
"bagaimana pun dia gadis bodoh..! seharusnya dia tau dimana ada rumah pasti ada penghuninya..! nggak seharusnya dia mandi di tempat terbuka seperti itu..! bagaimana jika ada pria mata keranjang yang melihatnya? "
"eeh..?? apa pedulimu Dylan? kenapa kau protes? dasar aneh..! "
Dylan menepuk-nepuk kedua pipinya sendiri berusaha mengabaikan gadis asing itu.
selama gadis itu baik-baik saja Dylan tak mempermasalahkannya tapi kenapa gadis itu bisa ada di sini? itulah yang membuat Dylan penasaran.
Dylan melihat ke arah gadis itu dan mengerutkan keningnya ada gerombolan preman mendekati gadis itu..
"jadi tebakanku benar ada orang lain dikawasanku..! " gumam Dylan menatap dingin mereka semua.
Dylan melipat kedua tangannya di depan dada ingin melihat kemampuan gadis itu, entah mengapa Dylan merasa gadis itu bisa menjaga diri dilihat dari kepekaannya yang bisa tau kalau dirinya sedang mengawasi gadis itu..
"apa mau kalian? ". tanya shindi dengan malas.
"kapan kau bayar hutangmu cantik? ". tanya salah satu dari mereka yang bisa ditebak ketua preman itu..
"kan udah aku bayar lunas..! hutang yang mana lagi katamu hah?? ". tanya shindi dengan tatapan datarnya melihat mereka semua satu persatu.
"kapan kamu bayar? ". tanya yang lainnya meremehkan.
"apa...? ". Shindy makin menatap dingin mereka semua.
"kapan kamu bayarnya cantik? kamu sama sekali belum bayar..! sama siapa kamu kasih uangnya? ". tanya si ketua dengan songongnya.
Shindy memicingkan matanya.
"bagaimana kalian tau tempat ini..? ".
"kami mengikutimu...! ". jawab preman yang lain dengan angkuh.
"hebat juga ya kau bisa masuk dikawasan ini..! apa hubunganmu dengan tuan pemilik Vila itu..?? ". tanya si ketua menunjuk Vila Dylan.
Shindy melihat Vila itu dan menggedikkan bahunya dengan acuh.
"aku nggak ada hubungan apapun..! malah aku mengira Vila itu nggak ada pemiliknya..! "
"hahahaha.. !!"
"gadis ini berusaha membodohi kita ketua..! "
"ahaha...!! "
"dasar bodoh..! apa kau nggak lihat betapa terawatnya Vila itu hah?? kau bilang Vila itu tak berpenghuni...?? ".
Shindy baru menyadari kebodohannya yang tak menyadari hal itu.
"kau harus bayar hutangmu sekarang atau layani kami jadi hutangmu lunas"
kata si ketua dengan tatapan menjijikkannya.
Shindy menatap dingin mereka semua yang telah berani mengikutinya sudah pasti melihat lekukan tubuhnya tadi.
"kau fikir hutangku sebanyak apa? apa kau kira tubuhku hanya bernilai 5 Juta..? jangan mimpi...!! dan satu hal lagi aku peringatkan !". jari telunjuk Shindi menunjuk wajah si ketua preman yang sedang memerah karna marah.
"aku memang bodoh tapi aku nggak sebodoh itu menyerahkan tubuhku pada pria seperti kalian..! lagian saat itu aku sama sekali nggak pernah meminjam uangmu..! kau sendiri yang datang memberikan uang 5 juta itu padaku..
aku sudah bayar beserta bunga nya tapi kalian masih menagihnya padaku seperti aku belum membayarnya...! "
seringai Shindy memainkan kuku-kuku panjangnya yang lentik.
"kalian nggak ingin tau apa pekerjaanku? ". tanya shindy dengan senyum menakutkannya..
Glek...!!
benar juga kenapa mereka sama sekali nggak bertanya apa pekerjaan Shindy hingga bisa membayar hutangnya 2 kali lipat dari pinjaman awalnya..
"ck... aku hanya pekerja toko lah.. hahaha...! ". tawa menggelegar Shindy melihat wajah pucat mereka..
"kau jual dir* kan?? ". tebak salah satu dari mereka.
Shindy langsung menampar wajah pria itu hingga sudut bibirnya berdarah, yang lainnya membulatkan mata dengan kaget dengan refleks mereka melangkah mundur dari Shindi..
"hanya kalian yang memiliki otak kotor saja yang berani berpikir begitu...! kalian fikir aku akan hidup luntang-lanting jika aku menjual dir* hah? pikirkan otak kalian yang hanya sekecil otak udang itu..! "
kata ketus Shindy menunjuk wajah mereka semua dengan tatapan nyalangnya.
ia paling benci disamakan dengan perempuan seperti itu.. karna dulu paman dan bibinya beserta sepupunya ingin sekali membuatnya menjadi pelac*r tapi Shindy bisa menjaga kehormatannya sampai sekarang.
"dasar jal*ng....!!". teriak si ketua dengan murka
ketua preman melawan Shindy yang dengan cekatan langsung menghindar.
Shindy memutar tubuhnya memberi trik tipuan dan tiba-tiba ia melebarkan kaki jenjangnya yang indah menendang dagu ketua preman sambil jungkir balik dengan hidung berdarah.
Shindy menyeringai sambil menepuk tangannya dan kakinya yang terkena pasir pantai.
"k.. kau...!! ". si ketua preman syok saat tau Shindy bisa beladiri dan tendangannya pun tak main kuatnya..
"k.. ketua...! ".. teriak bawahannya dengan panik.
Shindy mengibas-ngibaskan tangannya..
"aku menghormati kalian karna memberiku pinjaman tapi beda setelah kalian menilai buruk diriku..! sana pergi sebelum tangan dan kakiku gatal ingin membunuh kalian... "
usir Shindy dengan sinis.
mereka semua berlarian pontang-panting membawa ketua mereka yang masih kesakitan.
Shindy menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu mata nya beralih ke Vila indah di ujung pantai.
"benarkah ada orang didalam sana? ". gumam Shindy penasaran.
Shindy ingin ke vila itu tapi tiba-tiba ponselnya berdering, shindy berlari ke arah jaketnya dan mengangkat panggilan itu..
"iya saya bos!". jawab Shindy langsung ke intinya.
"kau dimana shindy? kami membutuhkanmu untuk menjual tas-tas brandit ini..! ". sambar si bos dengan serius.
"siap bos..! OTW... ". balas Shindy langsung menenteng sepatunya dan berlari ceker ayam keluar dari bibir pantai.
sedari tadi Dylan menatapnya, kini ia yakin gadis itu memang manusia.
"dasar si black macan mesum! ". umpat Dylan dengan pelan.
Dylan tak habis fikir kenapa hewannya tak menyerang manusia lain, ia berfikir Black yang tak menyerang preman itu karna ada Shindi.
"sepertinya aku harus mencari macan betina untuknya..! ". desisnya memijit pangkal hidungnya sendiri.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Sandisalbiah
hadeh.. sepertinya black lebih normal dr pd kamu Dylan.. buktinya black tau cewek cantik dan ada rasa tertarik tp kamu..??? perlu di pertanyakan
2024-09-13
0
Truely Jm Manoppo
Dylan ... 🤣🤣🤣🤣🤣 macan mu dicariin padangang ... tapi kau kapan bro 😃😃😃
2024-07-11
0
@shiha putri inayyah 3107
haduh Dylan km ada2 aja macan mau km cariin pasangan ,,,🤭🤭🤣🤣 kenapa ga cari pasangan buat km sendiri aja....😂😂😂
2022-02-09
1