"benarkah hanya itu? ". tanya Kaira serius.
Dylan mengangguk..
"sudah ya mom, granma...! Dylan mau mandi terus istirahat...".
terpaksa Kaira dan Mely membiarkan Dylan pergi ke kamarnya,
"mamah yakin pasti perempuan cantik sayang..! ".
tebak Mely ke Kaira
"kenapa mama bisa berpikir begitu? ". tanya Kaira penasaran. ia juga yakin perempuan yang dimaksud Dylan nggak jelek tapi nggak mengira kalau Mely bilang cantik.
"mana ada penjual tas brandit perempuan jelek sayang...! yang ada tercoreng muka bos mereka.. "
jelas Mely.
Kaira mengerutkan keningnya sambil mengangguk membenarkan.
mereka sibuk dengan pembicaraan sosok penjual tas brandit, berbeda dengan Dylan yang sudah terlelap dengan jubah mandi nya..
.
.
di tempat lain Shindi mendapatkan gaji sampai 10 Juta dan uangnya ia gunakan bayar hutang dan hutang hingga di tangannya hanya ada uang berkisar 1 juta dua ratusan..
"lumayan...! yang penting hutang-hutangku lunas..! ". gumamnya lega menyimpan sisa uangnya.
ia masuk ke kos kecilnya dimana kamar mandi ada bak nya cuma kecil dan tak puas mandi terlebih airnya yang keluar dari kran sangatlah sedikit. Shindi membayar kontrakan yang paling murah tak memikirkan kamar mandi yang penting ada tempat ia untuk beristihat.
"huh... airnya mati lagi..! ". desisnya pasrah.
Shindi menutup kran airnya yang hanya keluar setetes dan setetes.
"untung tadi aku udah mandi di mol..! ". serunya pada diri sendiri sambil melangkahkan kaki keluar dari kamar mandinya.
shindi berbaring di atas ranjang kayu nya, yang bisa membuat tubuh siapapun sakit-sakit tapi tidak bagi Shindi yang sudah terbiasa.
shindi mengeluarkan ponselnya dan membuka akun sosmed sepupunya, ia tersenyum miris.
"enak ya menggunakan uang Papa dan Mamaku..!". kata Shindi dengan senyum sinisnya.
Shindi tak menangis karna air matanya mungkin sudah habis sejak usianya 11 tahun sampai 17 tahun penderitaannya di rumah nya sendiri..
Flasback on.
"kamu tanda tangan ini.. dengan begitu kamu nggak akan diantar ke pria tua bangka itu...! "
ancam bibi yuni.
"janji bibi.. setelah itu nggak akan antar Shindi ke bapak itu kan? hiks. hiks...! ".
memelas Shindi begitu menyedihkan.
dengan tangan gemetar shindi menandatangani surat pengalihan warisan itu, namun tanpa di duga ia tetap di kirim ke pria tua itu. disitulah puncak penderitaan Shindi yang harus berjuang kabur dari pria tua itu hingga sampai di titik ini..
Flasback Off.
Shindi meletakkan ponselnya dengan hati-hati lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang tak terlalu tebal.
"andai aku punya kekuasaan untuk menghancurkan kalian..! entah apa salahku dan kedua orangtuaku hingga kalian begitu tega menghancurkan keluargaku.. padahal mama dan papa sangat baik sama kalian membelikan rumah untuk kalian..! dasar manusia kejam...! ".
gumam-gumam Shindi sambil memejamkan matanya lalu masuk ke dunia mimpinya.
.
.
ke esokan siangnya Dylan ada di ruang Kerja Pasha.
"daddy udah pulang? ". Dylan mendekati bangku kebesaran Pasha.
"hmm... tadi malam daddy pulang...! ". jawab Pasha memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
Dylan jadi kasihan melihat Pasha yang terlihat letih.
"biar Dylan yang lanjutkan daddy...! ".
Pasha menatap Dylan lalu mengulas senyumnya. ia tau anaknya sangatlah jenius bahkan bisa meniru persis tanda tangannya sama seperti Nova.
"kamu tau yang harus daddy terima dan tolak kan? ". tanya Pasha dengan senyum tulusnya.
"iya Dylan tau..! ". Dylan membantu Pasha bangkit dari kursinya bertepatan Kaira masuk ke ruangan Pasha sambil berkacak pinggang.
"Hubby...!! ". bentak Kaira dengan kesal
Pasha mengulum senyum manisnya mendekati Kaira. Kaira memegang rahang Pasha..
"kamu masih sakit karna pekerjaanmu yang nggak wajar...! kenapa masih bersikeras bekerja hah..? ". omel Kaira meletakkan punggung tangannya di kening Pasha
"aku ingin cepat pulang supaya bertemu kamu sayang...! ". jawab Pasha dengan senyum manisnya.
Kaira menghela nafas berat .
"ayo kita ke kamar..! aku udah telfon Dr. Ades supaya bisa cek kondisimu..! ".
Kaira beralih ke Dylan.
"kamu nggak apa sendiri sayang? apa perlu mommy bantu? ". tanya Kaira merasa bersalah melihat putranya harus mengerjakan pekerjaan Pasha.
Dylan tersenyum sambil mengecup kening Kaira.
"nggak apa Mommy..! hanya pekerjaan kecil, mommy urus bayi besar mommy aja.. "
Kaira tertawa. "kamu nggak berubah selalu bilang daddymu bayi besar..! "
Pasha hanya diam sambil tersenyum, ia tak tersinggung dengan ejekan Dylan yang sudah di lontarkan sejak masih kecil.
.
.
Dylan menatap berkas-berkas pekerjaan Pasha dan mengerutkan keningnya melihat semua daftar lamaran pekerjaan dari luar kota.
"apa mereka gila? bukankah sudah ada kantor cabang? kenapa melamar pekerjaan di perusahaan pusat..? ". cecar Dylan membuka semua data-data calon karyawan baru.
"ck...! ". Dylan membuka sekilas lalu menutupnya dengan cepat, matanya langsung terfokus dengan potret gadis cantik yang ia kenali
"dia mendaftar di sini? ". gumam Dylan membaca kelebihan gadis itu.
ia tersenyum mengejek melihat tak ada kelebihan Shindi. "berani melamar pekerjaan di perusahaan pusat dengan pengalaman seperti ini? ".
"bodoh...! ". Dylan menutupnya dan tak sengaja sebuah kertas jatuh dari map merah itu.
Dylan mengerutkan keningnya dan mengambil selembar kertas yang terlipat itu lalu membukanya dengan raut wajah penasaran.
"tuan yang terhormat dan terpandang.! saya tau tidak pantas bagi saya melamar pekerjaan di perusahaan anda.. tapi bisakah anda memberi saya pekerjaan? tidak perlu memberi gaji saya yang besar dengan pengalaman saya yang minim bisakah anda hanya memberi saya gaji separuh saja..
saya butuh pekerjaan tetap supaya saya bisa tinggal di kota...! anda yang terpandang janganlah menilai saya sebelah mata...!
saya mengagumi istri anda yang sangat baik pada anak yatim piatu...! bisakah anda berbaik hati mengasihani saya yang seorang anak yatim piatu juga...? ".
hati Dylan terenyuh membaca secarik kertas itu, tak ada yang istimewa dari isi surat itu tapi kenapa Dylan bisa tersentuh.
"yatim piatu..? ". gumamnya pelan.
Dylan menghubungi Bagus putra Ramzi dan Ella. ia meminta Bagus mencari data Shindi sartika dengan segera. sambil menunggu Bagus, dylan mengerjakan berkas lainnya yang butuh tanda tangan Pasha..
Dylan dengan lancar menandatangi berkas itu seolah tanda tangan itu memanglah miliknya..
.
.
Dylan membaca email masuk dari bagus dengan serius entah kenapa hatinya terasa jengkel dengan semua yang terjadi pada Shindi bukan rasa suka tapi rasa kemanusiaannya yang tinggi.
"ternyata manusia seperti itu masih ada di dunia ini...?? ". gumam Dylan mengangguk sinis.
Dylan membuka berkas kerja sama perusahaan kecil Sartika group yang minta kerja sama dengan perusahaan daddynya.
"ck...! keuangan perusahaan ini hancur sekali..! ". decak nya tersenyum miring
"apa aku harus bekerja di perusahaan? sepertinya bermain-main dengan mereka asik juga.! ". gumamnya dengan senyum misteriusnya.
Dylan selesai mengerjakan pekerjaan Pasha dan seperti biasa ia mengambil buku favorit Pasha dan membawanya ke kamar.
berkas-berkas itu akan di ambil oleh Panji, Ramzi atau Mars jadi tak perlu dipusingkan.
Dylan meminta bagus menyimpan 1 posisi manager keuangan di perusahaan Mattgroup untuk Shindi tapi belum menyuruh bagus memecat manager keuangan sebab manager perusahaan Mattgroup sedang mendaftar sekolah yang lebih tinggi di negara A.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Truely Jm Manoppo
thorrrr 🥰🥰🥰🥰
2024-07-11
0
Fina Ina
lnjut thor 💪💪
2022-03-07
4
@shiha putri inayyah 3107
shindi kayanya bakal jd jodohnya Dylan...
jahat jg paman dan bibi shindi sudah mengambil harta keluarga shindi tega jg menjual shindi ....
2022-02-09
1