"bagaimana apa kamu sudah memiliki kekasih nak...?? ". tanya Mely dengan antusias.
Dylan hanya diam dengan senyum tipisnya.
"apa perlu kami carikan perempuan yang setara denganmu?". sambung Matt dengan serius.
"mah..pah.. .. sudahlah jangan paksa Dylan untuk mencari pasangan hidup..! Kaira mau anak-anak Kaira memiliki pasangannya sendiri. Kaira nggak mau Dylan di jodohkan mah.. bagaimanapun Dylan memiliki perasaan, biarkan dia yang mencarinya dan mengenalkannya pada kita.. "
Matt dan Mely saling pandang,, "benarkah cucuku..? kamu memiliki tambatan hati sendiri? ". tanya Mely berbinar.
"hmm... ide mommy nggak buruk granma..! biarkan Dylan mencari calon istri sendiri.. " jawab Dylan dengan santai.
Matt menghela nafas pasrah,, "bagaimana bisa kamu memiliki kekasih? dirimu arogan begini..! setiap di perkenalkan perempuan cantik untuk kamu pacari malah kamu biarkan nggak ditemui sama sekali... "
Kaira membenarkan hal itu begitu juga Mely.
"mereka semua penjilat Granfa..! Dylan nggak suka manusia penjilat yang memiliki maksud tersembunyi hanya karna Dylan putra sulung Melviano.. " bela Dylan dengan tenangnya.
"memang kamu tau tanpa melihatnya..? " tanya Mely penasaran.
"tapp...! hanya sekali lihat saja Dylan langsung tau tanpa harus menemui mereka.. " jawab Dylan lagi.
"jadi kamu menemui mereka sayang..? ". tebak Kaira dengan semua penjelasan Dylan.
Dylan mengangguk sekali..
"dengan cara..? ". tanya Matt.
"menyamar...! ". jawab Dylan singkat.
Mely memijit pelipisnya dan matt menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa..
"mana ada perempuan seperti khayalanmu nak..! hanya ada dizaman mommy mu aja..! bahkan granma aja hanya mengakui 2 wanita yaitu mommy mu dan Onty Ella mu... ". dumel Mely.
"ada mah...! Kaira yakin pasti ada ! jadi biarkan Dylan mencarinya sendiri.. " Kaira membela putranya..
"aku pernah melihat suamiku dijodohkan..! hal itu nggak berumur panjang, apalagi suamiku bilang nggak mencintainya..! jadi dapat aku simpulkan perjodohan belum tentu baik...! " batin Kaira yang mengerti perasaan Dylan nantinya.
Dylan memegang tangan mommy Kaira dan mencium sayang punggung tangan Kaira sama seperti ia kecil dulu..
"buat apa terburu-buru mah..! Kaira percaya dengan pilihan Dylan, dan suami Kaira juga mengerti kalau Cinta tak harus di paksakan.. " Kaira berkata lagi.
Mely dan Matt akhirnya menyetujui perkataan Kaira tapi dengan syarat Dylan harus benar-benar menemukan sosok pujaannya secepatnya.
.
.
Dylan kini ada di kamarnya menatap langit-langit kamarnya
"kekasih...? ". cibir Dylan tersenyum sinis.
"mana ada kekasih yang tulus tanpa memikirkan uang? kuasa? apa salah satu dari mereka nggak akan menerimaku jika aku bukan putra sulung Melviano? hanya mau kekuasaan aja..? zaman sekarang semua wanita sangat serakah...! dan mencari 1 kriteria ku itu sangat nggak mungkin.. " gumamnya dengan nada tak percaya.
Dylan tak peduli dengan pasangannya, mencari tipe idealnya tidak lah mudah..
begitulah keseharian Dylan selalu di desak oleh Mely dan Matt tentang pasangan hidup padahal di umur Dylan sekarang masih senang bermain.
.
.
ke esokan harinya Dylan akan pergi ke Kota A demi melihat kinerja para tentara bawahannya.
"hati-hati sayang..!". Kaira menangkup kedua rahang putra sulungnya.
Dylan tersenyum. "iya mom...!".
"apa perlu Keyzo ikut kak?". tawar Keyzo
"nggak usah..! kamu harus belajar menguasai bahasa negara E..!". tutur Dylan.
Keyzo menggaruk kepalanya yang tak gatal,, "emang kenapa sih suka sekali nyuruh kami harus menguasai bahasa itu..? ".
"karna kami menguasainya.! ". jawab Kaira, Nova dan Dylan bersamaan.
keyzo dan Kaisha saling pandang.
"karna kami menguasainya kalian berdua harus menguasainya.!". sambung Nova dengan santai.
"tapi bahasa negara E cukup sulit kak..! masa iya lidahnya harus di putar-putar..! mungkin hanya yang lidahnya pendek bisa menguasai bahasa itu! "
alib Keyzo.
"lidah kakak panjang tuh nggak pendek..!". celutuk Nova.
"nggak usah beralasan..! kalian berdua harus menguasainya..! ". perintah Dylan dengan serius.
Kaisha mengangguk patuh dan Keyzo terpaksa pasrah padahal dirinya baru aja terbebas dari semua pelajaran tak wajar kakak dan daddynya..
"sudah.. sudah... lagian waktunya masih panjang kenapa terlalu keras sama adikmu hmm? ". Kaira mengusap lengan Dylan.
"Dylan hanya mau mereka disiplin mommy..! mommy nggak ingat apa yang dikatakan daddy..? " tanya balik Dylan ke Kaira.
Kaira tersenyum kikuk,, "kamu sama aja sama daddy mu..! terlalu serius tapi daddymu masih bisa di bujuk dan dirayu oleh mereka dan kamu? kenapa nggak bisa di rayu? "
Dylan tersenyum tipis,, "sudah ya mom.. Dylan berangkat.. "
Kaira mengangguk sambil tersenyum hangat. setelah berpamitan dengan keluarga tercintanya Dylan pergi ke kota A membawa black..
.
.
.
siang harinya barulah tiba di kota A yang sudah menjadi kota khas milik prajurit tentara.
"ayo black..!! ". Dylan membukakan pintu mobilnya buat black..
Black melompat keluar dari mobil Dylan. ia langsung mengikuti Dylan yang berjalan tenang memasuki markas bawahannya..
"hormat kami tuan muda...! ". sapa 1000 tentara dengan tegas.
5000 lebih tentara yang lainnya Dylan beri waktu liburan untuk menghabiskan waktu dengan istri dan anak-anak mereka, bagi Dylan keharmonisan rumah tangga itu penting.
tentara terdahulu sudah pensiun sekarang adalah generasi baru yang dilatih langsung oleh tentara kepercayaan sebelum pensiun.
"apa kalian mau liburan?? ". tanya Dylan dengan tenang.
mereka semua saling pandang.
"aku beri kalian waktu liburan 1 bulan untuk berkencan...! hayolah ingat umur kalian? tidakkah kalian ingin liburan? ". tanya Dylan lagi.
"bagaimana dengan markas tuan muda..? ". tanya salah satu dari mereka dengan serius.
Dylan tersenyum tipis,, "markas baik-baik saja.. ! kalian sudah melewati perang sana sini...! sekarang kita sudah bebas dari kata Perang...! banyak dari mereka yang hanya menggunakan cara licik supaya bisa melerai kita semua...! "
"jadi soladaritas kita itu penting...! pergilah cari kesenangan kalian selama 1 bulan penuh.. biarkan musuh kita merasa kalau kita sedang bermain jika aku butuh kalian maka harus datang tepat pada waktu yang di tentukan! ". jelas Dylan dengan enteng.
"baik tuan muda...! ". jawab mereka semua serentak.
Black duduk di samping Dylan seperti di rantai saja, padahal lehernya sama sekali tak terikat.
"bersiaplah..! ". perintah Dylan.
"baik dikerjakan...! ". jawab seluruhnya serentak.
mereka semua langsung bubar bergerak cepat menyusun perlengkapan untuk keluar dari markas..
.
Dylan membaringkan tubuhnya di kasur empuk namun diisi angin di dalamnya letaknya didalam tendanya..
"bagaimana black? apa aku juga harus berkencan? " tanya Dylan ke hewan peliharaannya.
Dylan memerintahkan bawahannya untuk mencari kekasih tapi dirinya sendiri tak juga mencari tambatan hati. Dylan sama sekali tak pernah berpacaran atau sekedar dekat dengan perempuan karna itu membuatnya ilfil..
selama ini ia hanya dekat dengan keluarganya saja Kaisha, Nova dan banyak lagi yang memiliki hubungan istimewa dengan mommynya..
Black mengibas-ngibasi ekornya. Dylan memejamkan matanya malah teringat gadis ditepi pantai itu.
"ck...! kenapa juga aku malah mengingat penunggu pantai itu? ". decak pelan Dylan sambil membuka matanya.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Sandisalbiah
mereka para tuan pengusaha sepertinya di kutuk menjadi bucin bila dgn pasangannya.. termasuk Dylan nantinya
2024-09-13
0
Truely Jm Manoppo
bener tuh grandma n grandfa ... jangan ada perjodohan biar cucu2nya cari sendiri.
Ntar kayak Pasha lag.
2024-07-11
0
Ernadina 86
jangan suka maksa ..di paksa tuh gak enak tau
2023-02-10
1