Shindy menggeleng-geleng kepalanya.
"kami nggak sengaja bertemu..!".
Nova memicingkan matanya ke Shindy.
"kakak bohong kan? ".
Shindy lagi-lagi menggeleng kuat.
"benar..! saya tidak berbohong"
"kenapa kakak bicara formal? emang kami polisi atau pengacara apa..? ". gerutu Kaisha.
Shindy tak tau mau jawab apa, karna ia benar-benar belum siap beradaptasi dengan situasi mendadak ini.
"ya sudah.. kakak mandi aja sana..! Kak Dylan akan kembali nanti malam karna pekerjaannya banyak di kantor..! ". Nova bangkit dari ranjang Shindy.
"baju nya udah ada dilemari kak! udah kami siapkan". Kaisha juga bangkit mengekori Nova.
Shindy menarik nafas panjang setelah pintu tertutup. "bagaimana bisa aku tertidur? kok bisa tidurku begitu? aku fikir tidurku yang seperti itu hanya sama papa dan mama. kenapa dengan tuan muda Melviano bisa begitu? ".
Shindy tak pernah seperti ini setelah kedua orangtuanya tiada, tidurnya se nyenyak apapun kalau ada yang membuka pintu kamarnya aja ia akan terbangun.
.
.
Shindy memakai baju santai milik Nova yang sangat pas di tubuhnya, hanya saja celananya gantung karna kaki Shindy lebih panjang dari kaki Nova.
Shindy menatap sekeliling kamar nya kini, "kok bisa kamar ini jauh lebih besar dari kamar aku dulu ya? ".
Shindy menggeleng-geleng kepalanya, ia berjalan ke arah balkon dan terkesima melihat keindahan taman Melviano belum lagi ada gedung di depan nya.
"apa itu kamar Pelayan? ". gumam Shindy menebak.
"kamar pelayannya pun sangat besar".
Shindy mengira gedung permainan khusus anak-anak itu hotel mini yang khusus buat kamar pelayan.
"apa yang harus aku lakukan? sekarang aku sudah di kota pusat dimana mereka semua ada disini..! ". Shindy teringat paman dan bibi, sepupunya yang ada di kota besar ini juga.
bisa dibilang perusahaannya di kota pusat tapi rumah di kota sebelah, bisa disebut keluar kota juga.
"tapi hutangku masih banyak sama tuan muda melviano..! aku nggak mungkin tenang bebas darinya sebelum hutangku lunas.. ".
Shindy memutar kepalanya mendengar dering ponselnya, ia berlari kecil mengambil ponselnya dimeja nakas.
"halo bos..? ". sapa Shindy.
"kamu dimana shindy? banyak job ini.. ".
"maaf boss..! saya ada di kota besar mengikuti tuan saya yang baru.. " tolak Shindy.
"oh.. begitu ya..! ya sudah.. ".
Shindy menghela nafas setelah menutup panggilannya.
"apa aku boleh bekerja disini? ". gumamnya pelan.
Shindy terlonjak kaget mendengar pintu diketuk.
Nova, Kaisha dan Keyzo masuk bergerombolan.
"kakak ipar..? ". Keyzo memekik memanggil Shindy, sontak saja Nova membekap mulut Keyzo.
Shindy yang tak nyaman dengan panggilan itu, hanya tersenyum kikuk.
"maaf kak..! Kak Keyzo emang suka ceplas-ceplos..!" jelas Kaisha dengan tingkah Keyzo.
Keyzo yang dibekap Nova menatap berbinar ke Shindy yang sangat ideal bisa dikatakan tipe ideal Keyzo banget..
Kaisha membawa nampan makan sore ke arah Shindy.
"maaf kak lama ngasih makan siangnya..! takutnya kakak nggak bangun maka nya kami menunggu kakak bangun aja.. ". ucap Kaisha dengan senyum lebarnya.
Keyzo berhasil melepaskan diri dari Nova dan berlari ke arah Shindy. Shindy kaget saat Keyzo menggenggam kedua tangannya.
"waah.. kakak ipar cantik sekali.. pantas saja kak Dylan membawa kakak kemari! " binar senang Keyzo.
Shindy tersenyum canggung.
"kami bukan memiliki hubungan seperti yang anda bayangkan tuan.."
"tuan? " beo Nova dan Kaisha.
"ck.. sayangnya nggak ada mommy sama granma disini..! apa perlu kita vidio call dengan mommy? ". keyzo bersemangat hendak mengeluarkan ponselnya.
Nova dengan sigap menahan tangan Keyzo,
"lepas kak! ". pinta Keyzo serius.
Kaisha menggeleng kepalanya.
"ayo makan kak! kalau melihat mereka aja sudah pasti nggak akan selesai-selesai.. ".
Shindy merasa hangat saat ini, entah mengapa hatinya begitu nyaman di dekat ketiga saudara itu.
"hiya...! "
Shindy spontan menjatuhkan sendoknya melihat berkelahian Nova dan Keyzo yang benar-benar gesit dan tak terbaca. dan mulutnya makin terbuka lebar melihat Kaisha malah mendukung Nova beberapa menit lalu bersorak menyemangati Keyzo seolah berbeda orang.
"apa hanya aku yang kebingungan disini? mereka berkelahi kan? seharusnya dilerai kenapa malah dibiarkan? ". batin Shindy dengan gelisah.
Shindy hendak melerai perkelahian kakak adik itu tapi Kaisha menahannya..
"kakak nggak akan bisa melerai mereka..! hanya kak Dylan yang bisa menghentikan perkelahian mereka.. lagian itu hanya perkelahian saudara kak".
"tapi perkelahian seperti itu bukan hal biasa! mereka bisa patah tulang". selah shindy
Kaisha terkikik.
"kak Nova sedang mengajari kak Keyzo, kak..! jangan terlalu khawatir.! mending kakak makan ya? "
"bagaimana aku bisa makan dengan situasi seperti ini..? ". jerit Shindy dalam hati.
Kaisha yang seolah mengerti.
"kak.. lanjutkan di matras aja..! kakak cantik ini nggak bisa makan".
Nova merangkul leher Keyzo yang berontak minta dilepaskan
"kakak ipar.. tolong aku kakak ipar.! ". Keyzo malah meminta tolong pada Shindy, Kaisha membekap mulut Keyzo dengan tawa hambarnya yang terlihat menggemaskan.
"jangan khawatir kak.. kami nggak akan saling membunuh tapi saling mengajari". tutur Nova dengan senyum cerahnya.
kedua gadis cantik itu menggeret Keyzo keluar dari kamar Shindy.
Shindy terpaku dengan situasi saat ini.
"apa mereka benar-benar keluarga Melviano yang terhormat? kenapa mereka terlihat normal? setauku orang kaya raya saling berebut tahta dan jago bersikap manis tapi busuk dibelakang ".
malam harinya Shindy sudah akrab dengan ketiga saudara Dylan, mereka berkumpul di ruang tamu dengan kekocakan masing-masing hanya Shindy yang masih diam tapi sudah mau tertawa dan tersenyum mendengar curhatan kedua gadis cantik nan bawel itu, belum lagi Keyzo yang gila memanggilnya calon kakak ipar.
"saya mohon jangan panggil begitu..! tuan muda bisa marah". memelas Shindy
"maka nya jangan bicara formal dong! ". celutuk Keyzo.
"baiklah..! kakak akan berusaha tapi jangan panggil begitu ya? ". bujuk Shindy.
Keyzo mengangguk-ngangguk.
bunyi sepatu pantofel menghentikan tawa mereka, Kaisha bangkit dan berlari ke arah pintu keluar bertepatan Dylan memasuki pintu mansion.
biasanya Dylan tak mengeluarkan suara tapi ia bisa meletakkan posisi dimana ia harus mengeluarkan suara dan tak mengeluarkan suara langkah kakinya.
"kakak...? beli apa..? kami nggak buat makan malam karna terlalu seru bermain dengan kakak cantik".
Kaisha memeluk Dylan dengan manja.
Shindy sudah tau kalau Kaisha dan Keyzo adik-adik Dylan, wajah mereka sudah menjelaskan semuanya. didalam mansion Kaisha dan Keyzo tak memakai topeng wajah.
Dylan menoleh ke pelayan yang membawa beberapa tentengan makan malam dari luar.
"waah... kebab ada kak? " tanya Kaisha sumringah.
Dylan menarik pinggang adiknya yang hendak mendekati pelayan membawa kantong kresek nya.
"kakak..! ".
"makanan itu nggak akan lari". ujar Dylan dengan senyum tipisnya mengecup pelipis Kaisha.
"jangan heran kak melihat mereka begitu! ". bisik Nova.
Shindy menoleh ke Nova dan menggeleng kepalanya pertanda dirinya tak heran karna menurutnya Dylan sangat baik pada orang asing sepertinya jadi ia bisa menebak dylan pasti lebih baik lagi pada adik kandungnya.
"kami belum tau nama kakak tau". dumel Keyzo.
"eeh.. kenalkan nama kakak Shindy Sartika". Shindy memperkenalkan diri pada Keyzo.
"sartika?". gumam Keyzo dan Nova.
"kayaknya nama itu nggak asing..! ". seru Keyzo.
Shindy hanya tersenyum tanpa menjawab, ia sudah bisa menebak sartika adalah nama perusahaan peninggalan orangtuanya.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Truely Jm Manoppo
semiga berjodoh ya Shindy sama Dylan
2024-07-12
0
Tha
kyknya shindi jadi sama dylan
2022-01-06
5
.
suka banget kak 😍😍
2022-01-06
1