Ke esokan harinya Dylan terbangun seperti biasa, ia menjalankan aktifitas kesehariannya seperti biasa,
"hmm... sarapan apa ya? " gumam Dylan
Dylan adalah pria yang dingin dan arogan tapi kalau sendirian di pulau terpencil atau dimanapun maka sisi lainnya akan muncul, seperti berbicara sendiri.
Dylan masak makanan ala paris dan memanggangkan daging mentah untuk black di dalam oven.
.
.
"Come on Black..! kita harus kembali" Dylan membuka kandang hewan peliharaannya.
Black dengan patuh mengikuti Dylan, hewan berbulu hitam itu memasuki mobil Dylan dan duduk manis di bangku belakang mobil dylan.
Dylan masuk ke mobilnya dan menghidupkan mesinnya.
"bersiaplah Black...! kemungkinan akan ada yang mencari masalah dengan kita". Dylan menepuk kepala Black beberapa kali.
Black mengibas-ngibaskan ekornya persis seperti kucing peliharaan.
benar firasat Dylan, baru sebentar perjalanannya ada gerombolan pria berbadan besar menghalangi jalannya.
"ck...! Branz sampai kapan kau mencari masalah denganku? ". desis Dylan dengan wajah datarnya.
Branz adalah psikopat sinting yang terobsesi mengalahkan Dylan, tapi caranya sangatlah pengecut selalu menyuruh orang lain untuk mengalahkannya..
Dylan keluar dari mobilnya bersamaan Black melompat keluar dari pintu keluar Dylan tadi.
orang-orang yang berniat membunuh dylan terkejut melihat hewan buas menyeramkan di samping Dylan, apalagi hewan itu menunjukkan taringnya dan mengeluarkan cakarnya seperti sudah bersiap-siap menerkam.
"kalian seharusnya takut padaku..! bukan pada peliharaanku ". ejek Dylan menepuk kepala Black.
"banyak bacot ...! singkirkan peliharaanmu". teriak salah satu dari mereka.
"ck...! aku nggak membawanya tapi kalian yang memancingnya keluar". kata Dylan dengan santai tanpa merasa bersalah sama sekali telah membuat kaki lawannya gemetar ketakutan.
Dylan menyeringai melihat hal itu,, "hanya badan kalian aja yang besar!" ledek Dylan.
"apa katamu hah? "
"bos.. apa kita bisa menghabisinya.? "bisik rekannya.
Dylan melipat tangannya dengan santai dan bersandar di mobilnya,, "jadi apa enggak? ". tanya Dylan dengan malas.
mereka malah maju dengan ragu-ragu karna hewan peliharaan Dylan benar-benar terlihat menakutkan, black malah mendekat hingga mereka menjerit ketakutan dan lari kocar-kacir memasuki mobilnya lagi..
Dylan menahan tawanya sekuat tenaga, bahkan ada yang sampai terkencing di tempat saking takutnya dengan Black.
"sudah black..! ayo masuk"
Black pun kembali memasuki mobilnya, tanpa melakukan apa-apa lawan Dylan sudah berlarian hanya karna melihat hewan buasnya.
"kau membuat mereka ketakutan Black..! apa kau nggak bisa bersembunyi sebentar saja hmm? aku nggak selemah itu untuk kau bantu". Dylan berkata sambil mengusap kepala Black yang terlihat begitu manis tak seperti tadi terlihat menakutkan.
.
.
Dylan tiba di mol kota K,
"tunggulah disini black..! aku keluar sebentar untuk membeli boneka Kaisha..! jangan keluar ok.. " Dylan menutup pintu mobilnya dan menguncinya seperti biasa.
Dylan berjalan santai memasuki gedung mol kota K, walaupun nggak sebesar Mol MattGroup tapi tak membuatnya gentar memasuki mol itu, Dylan dan Nova di latih mommy Kaira supaya nggak pernah menilai rendah orang lain.
"itu.. tuan muda dylan ya? "
"ya ampun.. tuan Dylan sangat tampan dilihat aslinya"
"astagah..! mimpi apa aku semalam? "
"aaahhh...!! "
banyak kata-kata dari pengunjung mol yang syok melihat Dylan ada di mol ini, berita kedatangan Dylan sampai ke direktur utama Mol kota K dan langsung mendatangi Dylan yang ada di toko boneka.
"suatu kehormatan bagi kami atas kedatangan anda tuan muda". ucap semua pekerja tetap di mol kota K.
Dylan melihat sekilas lalu kembali mencari boneka yang cantik menurutnya yang pasti sangat pas dengan adik kecilnya..
"jika kalian menyambutku seperti ini lagi jangan harapkan aku menginjakkan kaki ke tempat ini". kata Dylan dengan dingin.
seketika mereka semua berkeringat dingin, mereka segera menunduk hormat dan membubarkan diri sudah tau maksud kata-kata Dylan.
"ck.. penjilat dimana-mana..! " umpatnya pelan.
Dylan melihat boneka boba kesukaan adiknya dan menemukan yang cantik,
"yang warna ini Kaisha belum punya". batin Dylan langsung mengambil boneka boba itu.
setelah melakukan transaksi, dylan langsung meninggalkan tempat itu mengabaikan tatapan takjub para pengunjung mol. tak ada yang berani memotret Dylan karna itu akan membuat Dylan marah.
Dylan juga membeli daging mentah untuk makanan Black.
.
.
Dylan tiba di mansion Melviano.
"keluarlah Black..! " Dylan membukakan pintu untuk peliharaannya.
"Dylan....!! " suara itu membuat Dylan memejamkan matanya.
"mommy." Dylan memutar tubuhnya dan melihat Kaira tengah berkacak pinggang melihatnya.
"kemari...!! " mommy Kaira mengibas-ngibaskan tangannya.
"nanti ya mommy..! Dylan antar black ke kandang dulu ya..? " bujuk Dylan
"kamu masih sempat bernegoisasi dengan mommy sayang? " bentak Mommy Kaira
"kakak..!! " Keyzo menyapa kakaknya dengan tawa canggungnya
"Keyzo sayang kamu urus hewan peliharaannya" perintah mommy Kaira
"iya mommy". Keyzo langsung berlari ke arah Dylan dan mengusap kepala black.
"kakak buat mommy marah tau! ngapain sih pake kabur segala ". bisik Keyzo
Dylan mengusap kepala Keyzo dan dengan langkah kaki pelan mendekati mommy Kaira.
"ayo black ! tuan mu sedang kena sidang dari hakim besar ". Keyzo berkata ke Black seperti berbicara pada manusia saja.
"kakak...?? " Kaisha ada di lantai atas langsung berlari menuruni tangga dan melompat memeluk Dylan
Dylan tersenyum tipis mengusap rambut panjang Kaisha yang tergerai indah.
"kenapa kakak nggak pulang? " tanya Kaisha dengan rajukan khasnya.
"ehehemmm...!! ". deheman mommy Kaira membuyarkan adegan manis mereka berdua.
Kaisha melepaskan pelukannya dari Dylan dan mengerjab polos ke Kaira dan Dylan
"nanti lanjutkan sayang..! mommy mau bicara empat mata dengan kakakmu"
Kaisha akhirnya mengerti dan dengan terpaksa membiarkan mommynya menarik lengan kakaknya..
"ck.. kakak sih pake kabur-kaburan terus..! udah berapa kali kena marah sama mommy tetap aja di lakukan ". dumel Kaisha yang tak habis fikir kelakuan kakak tersayangnya..
Kaisha sangat lengket dengan Daddy dan kakak nya Dylan, karna kedua pria itu sangat mencintainya selalu menuruti kemauannya.
Keyzo masuk ke dalam mansion dan melihat Kaisha tengah mengerucutkan bibirnya..
"kenapa dek? " tanya Keyzo meledek
"kakak...!! " bentak Kaisha yang tau kakaknya yang satu itu mengejeknya.
Keyzo tergelak langsung lari meninggalkan Kaisha yang tengah mengeluarkan tanduknya.
"lebih baik cek mobil kak dylan aja deh". Kaisha berlari ke luar mansion mencari sesuatu yang bisa membuat moodnya membaik.
mommy Kaira membawa Dylan ke ruangan pribadi suaminya..
"kenapa kamu selalu kabur tanpa izin sama mommy hmm? sampai kapan kamu selalu buat mommy khawatir? ". mommy kaira berkacak pinggang menatap putra sulungnya.
"maaf mommy..! dylan bisa jaga diri mom" bela Dylan
Kaira menghela nafas panjang.
"kamu yakin hanya masalah penjilat hmm? apa kamu sedang berusaha menutupi sesuatu yang lain dari mommy? "
"nggak ada yang di tutupi mommy..! dylan hanya mencari ketenangan seperti biasa". jawab Dylan sejujur mungkin.
Mommy Kaira menghembuskan nafasnya dengan kasar,, "kamu pintar berakting sekarang Sayang..! mommy nggak tau lagi kamu ini sedang berbohong atau sungguh-sungguh.. "
Dylan tersenyum tipis,, "dylan berkata jujur mom"
"kamu bisa bebas dari sidang mommy tapi belum lagi kena sidang granma mu..!". peringatan mommy Kaira.
"kalau granma di senyumin aja semua beres mom" gumam Dylan
"apa katamu sayang? ". tanya Kaira tak mendengar apa perkataan Anaknya tadi.
Dylan menggeleng sekali kepalanya dengan wajah polos tak tau apa-apa nya..
Dylan sudah pantas mendapatkan penghargaan dengan kemampuan aktingnya didepan Kaira..
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 207 Episodes
Comments
Khoerun Nisa
aku berharap si Dylan brjodoh SM anak nya sya dn dewa yg mempunyai kekuatan di luar nulur itu pasti seru..
2025-02-13
0
Sandisalbiah
hem.. tetap cool si Dylan mah
2024-09-13
0
Truely Jm Manoppo
🤣🤣🤣🤣 Dylan sudah pintar akting ya
2024-07-11
0