Sesampainya di kantor, Marvel langsung menuju ke ruangan kakaknya. Terlihat Marco juga sudah datang dengan berbagai berkas di tangannya.
'' Kak,'' ucap Marvel setelah mengetuk pintu.
'' Eh kamu sudah datang. Bentar kakak panggil sekretaris kakak dulu buat antar kamu ke ruangan kamu,'' jawab Marco.
Marvel mengambil tempat duduk di sofa ruangan kakaknya. Hari ini Marvel resmi menjabat sebagai COO di perusahaan kakaknya. COO merupakan jabatan yang berada di bawah CEO. Di mana COO bertugas untuk menjalankan operasi perusahaan sehari-hari sehingga aktivitas marketing, sales, logistik, administrasi menjadi tanggung jawab dari COO.
'' Marvel kamu kenapa? Kayanya lelah banget?'' tanya Marco yang menyadari jika adiknya terlihat kelelahan.
'' Ini semua gara-gara Karen. Masa iya Marvel disuruh mengurus Calendula?'' gerutu Marvel.
'' Calendula memang sangat aktif. Lagian kamu ini bagaimana sih? Suami ya tugasnya memang begitu,''
'' Ah percuma curhat sama kamu kak. Jawabannya persis seperti ayah yang sok bijak,''
'' Kamu kalau dinasehati selalu seperti itu. Lagian apa kamu tidak kasihan sama Karen? Perjuangan dia selama kamu enggak ada berat loh, apalagi waktu dia melahirkan. Behh kakak sampai,,,'' ucapan Marco terpotong karena kedatangan sekretarisnya.
Sekretaris Marco datang setelah mengetuk pintu kemudian masuk. Seorang wanita cantik yang anggun tersenyum ramah kepada kedua kakak beradik tersebut. Sekilas Marvel terpesona akan kecantikan sekretaris kakaknya. Wanita itu terlihat elegan dan santun.
'' Diandra, tolong antar Marvel ke ruangan yang sudah disiapkan kemarin,'' perintah Marco kepada sekretarisnya yang bernama Diandra.
'' Baik pak,'' jawab Diandra kemudian tersenyum manis.
Marvel pun beranjak dan berpamitan kepada kakaknya. Dengan berjalan beriringan bersama Diandra, membuat Marvel tak henti-hentinya terpesona akan senyum manis yang selalu terlihat dari bibir Diandra.
'' Nah, Pak Marvel ini ruangan bapak. Nanti semisal bapak butuh bantuan atau ada yang ingin ditanyakan, bapak bisa menghubungi saya,'' ucap Diandra setelah sampai. Wanita anggun itu kemudian menunjukkan ruangan yang akan ditempati oleh Marvel.
'' Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih. Tapi apakah kita bisa berkenalan lebih informal lagi? Rasanya akan lebih enak jika kita saling mengenal dengan hubungan yang lebih dekat. Saya ini adiknya Kak Marco jadi kamu akan lebih sering bertemu dengan saya,'' ucap Marvel.
'' Baik pak,'' balas Diandra.
'' Panggil aku kamu aja. Terus kalau berdua jangan panggil pak, Ok?'' ucap Marvel seraya mengerlingkan matanya.
Diandra tertawa kecil menanggapi sikap Marvel. Wanita itu pun kemudian berpamitan untuk melanjutkan kerjanya. Sementara Marvel juga akan memulai pekerjaannya hari ini.
...****************...
Sore hari Marvel diajak pulang Marco untuk mampir ke rumahnya. Marvel menuruti saja keinginan sang kakak.
'' Kamu berencana mau menambah adik buat Calendula kapan?'' pertanyaan yang dilontarkan Marco kepada Marvel seketika langsung membuat laki-laki itu tertawa.
'' Belum kepikiran,'' jawab Marvel singkat. Mana mungkin Marvel memikirkan hal seperti itu, dua minggu lagi saja ia akan berpisah dengan Karen.
Marco hanya ber oh ria menanggapi jawaban Marvel. Sama sekali tidak ada kecurigaan di hati Marco jika rumah tangga adiknya sedang ada masalah.
Sesampainya di rumah Marco, kedua kakak beradik tersebut disambut heboh oleh Keyla dan Kevin yang sedang bermain. Kedua bocah tersebut langsung berhamburan memeluk papa dan paman mereka.
'' Paman, Calendula sama Tante Karen juga ada disini loh'' sorak Keyla dan Kevin bersamaan.
Tak lama muncul Amanda dan Karen yang datang bersamaan. Marco langsung mencium kening Amanda begitu melihat istrinya datang. Sedangkan Karen langsung mencium tangan Marvel meskipun laki-laki itu masih terbengong melihat keberadaannya yang juga berada di rumah Marco.
'' Kamu disini? Jadi Kak Marco ngajak aku bareng karena ada kamu disini?'' tanya Marvel kepada Karen.
'' Tadi siang Kak Amanda telepon, katanya daripada suntuk di rumah mending aku main kesini'' jelas Karen tersenyum.
Marvel lupa jika ia harus memerankan drama aneh bersama Karen. Ia pun turut mengikuti perjanjian yang ia sepakati bersama Karen. Toh Marvel juga tidak ingin jika kakaknya mencurigai hubungannya dengan Karen dan berimbas kepada ayahnya nanti.
'' Kalian mending ganti baju dan berisitirahat. Sementara aku sama Karen mau melanjutkan acara memasak kita. Iya kan Karen?'' ucap Amanda kepada Marvel dan Marco.
'' Iya kak,'' balas Karen.
Usai para suami berganti baju, mereka menunggu para istri mereka yang memasak di ruang keluarga rumah Marco. Tentu mereka tidak serta-merta bersantai di ruang keluarga, Marvel dan Marco mendapat tugas dari para istri mereka untuk menjaga anak-anak.
Keyla sibuk belajar membaca bersama Marco sedangkan Kevin bocah kecil itu asyik bermain leggo sendiri. Sedangkan Marvel sibuk menjaga Calendula yang sedang asyik bermain barbie. Sesekali Calendula menangis karena Marvel yang sibuk bermain ponselnya.
Tak berselang lama para istri mereka datang. Karen dan Amanda kompak sama-sama menggunakan daster. Marvel sangat yakin jika daster yang dipakai Karen adalah hasil pinjaman baju dari Amanda. Seperti dirinya yang ikut meminjam kaos dan celana Marco karena sama-sama tidak membawa baju ganti.
Amanda menghampiri kedua anaknya untuk ia ajak mandi sore. Karena hari sudah semakin larut ibu dua anak tersebut sangat tegas untuk menyuruh kedua anaknya mandi. Sedangkan Marco turut membantu sang istri yang kerepotan mengurus buah hati mereka.
'' Kalian nanti pulangnya habis makan malam saja. Sekarang kalian mending beristirahat di kamar tamu terlebih dahulu,'' ucap Amanda.
Karen dan Marvel hanya mengangguk menuruti permintaan kakak ipar mereka. Kemudian bersama Calendula dalam gendongan Marvel, Karen turut mengikuti langkah laki-laki itu untuk masuk ke dalam kamar.
'' Apa kamu ingin mandi?'' tanya Karen setelah berada di kamar mereka.
'' Aku tadi ganti baju terus sekalian mandi,'' jawab Marvel.
'' Ya sudah aku titip Calendula, karena aku mau mandi dulu'' ucap Karen kemudian mengambil beberapa helai baju untuk ia bawa ke kamar mandi.
Marvel hanya berdehem singkat mengiyakan ucapan Karen. Laki-laki itu tampak sangat asyik bermain dengan ponselnya. Beberapa detik Marvel selesai mengetik kemudian muncul beberapa notifikasi pesan yang sempat Karen intip tadi.
'' Oh ya Marvel, apa kamu mendapat undangan pernikahan Jennie dan Fernando?'' tanya Karen belum jadi masuk ke dalam kamar mandi.
'' Dapat, memang kenapa?''
'' Aku juga akan datang ke pesta pernikahannya. Apa kamu keberatan?''
'' Mau mengacau di sana? Tidak masalah, asal jangan bawa-bawa nama ku,''
'' Aku hanya ingin bertemu istri Jason sebentar, mana ada aku mau mengacau di sana'' jawab Karen ketus.
'' Kali aja kamu masih tidak terima diputusin sama Jason,'' celetuk Marvel.
'' Itu sudah lama berlalu. Aku sudah melupakan Jason sejak lama,'' jawab Karen lagi.
'' Iya,,,iya terserah kamu. Lebih baik kamu mandi sekarang, karena keringat kamu sehabis memasak sangat bau. Cepetan mandi,,, sangat menjijikkan baunya'' ucap Marvel sarkas. Karen yang dibilang keringatnya berbau hanya bisa mengelus dada. Memang mulut si Marvel ini perlu disumpal dengan kain wol supaya tidak sembarangan berbicara lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments