Hari ini setelah satu minggu yang lalu Damino berpamitan kepada Karen untuk pergi ke luar kota, sekarang berdirilah Damino di depan rumah keluarga seseorang. Satu minggu yang lalu Damino berpamitan dengan alasan diajak teman ke luar kota untuk melakukan bisnis. Karen pun percaya dan mengijinkan pamannya untuk bepergian jauh selama satu minggu.
Sebelum masuk ke dalam rumah seseorang tersebut, Damino menelepon Karen. Ia merogoh ponsel yang berada di dalam sakunya. Damino mencari kontak nama keponakannya lalu menekan ikon hijau untuk melakukan panggilan.
" Halo,om. Om dimana? Satu minggu pergi, baru hubungi Karen sekarang? Om sudah tua, Karen takut om lupa jalan pulang," ucap Karen di seberang sana.
" Sembarangan kalau ngomong!! Karen om kehabisan uang dan sekarang om lagi di tempat teman om. Om akan share alamat teman om, kamu jemput om sekarang ya?" ucap Damino.
" Hish, ok! Om segera kirim alamatnya, nanti Karen susul om'' jawab Karen.
Setelah panggilan dari Karen terputus, Damino memutuskan masuk ke dalam rumah tersebut. Untung satpam penjaga rumah itu memberikan ijin agar dirinya bisa bertamu. Tak lupa Damino menerapkan perilaku kesopanan agar dirinya tidak dicurigai sebagai orang jahat.
'' Permisi, apa saya bisa bertemu dengan tuan rumah ini?'' tanya Damino kepada seorang pelayan yang baru saja ia temui.
'' Maaf sebelumnya anda ingin bertemu dengan siapa ya?'' tanya balik pelayan itu.
'' Saya ingin bertemu dengan Tuan Marvel dan keluarganya,'' jawab Damino.
'' Baiklah anda boleh masuk dan duduk dulu di ruang tamu, sementara saya akan memanggilkan Tuan Marvel terlebih dahulu'' balas pelayan itu.
Damino mengangguk saat dipersilahkan untuk duduk di ruang tamu di kediaman rumah Marvel. Rumah yang sangat besar sempat membuat Damino terkagum-kagum ketika awal masuk tadi. Ada banyak barang-barang mewah yang menghiasi ruang tamu. Semoga kali ini pilihan Damino tepat untuk berkunjung ke rumah mewah milik keluarga Lawrence.
Beberapa menit berlalu belum ada tanda-tanda kemunculan akan kedatangan salah satu anggota keluarga tersebut. Damino maklum mungkin kesibukan lah yang menjadi alasannya. Damino menggenggam tangannya erat, berkat usahanya satu minggu ini mencari ayah kandung bayi Karen, akhirnya usaha Damino berhenti di rumah ini.
Dari seminggu yang lalu Damino memang kembali ke kota asalnya untuk mencari tahu informasi tentang laki-laki yang telah menghamili keponakannya. Dengan berbekal petunjuk alamat sebuah club yang menjadi tempat favorit Karen untuk menghabiskan waktu, akhirnya Damino menemukan satu nama laki-laki yang kurang lebih satu bulan lalu bersama Karen.
Damino mendapatkan informasi dari seorang bartender yang sudah lama mengenal Karen. Katanya bartender itu sempat melihat Karen yang berjoget bersama seorang pria. Padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah sekalipun Karen mau menerima tawaran banyak laki-laki yang ingin dekat dengannya ketika di club.
Damino kemudian menyogok petugas CCTV yang ada di club agar mau menunjukkan beberapa rekaman satu bulan belakangan. Dan pencarian Damino berhasil. Ia menangkap keponakannya yang sedang bercumbu mesra sepanjang jalan menuju salah satu kamar yang berada di club tersebut.
Damino merekam jelas wajah laki-laki itu. Ia pun kembali menanyakan siapa nama laki-laki itu kepada orang-orang yang sering datang ke club. Ada salah satu diantara mereka yang mengatakan jika nama laki-laki itu adalah Marvel.
Walaupun modal satu nama saja tidak cukup tetapi Damino cukup bernafas lega. Ia terus mengorek informasi tentang Marvel hingga sekarang lah dirinya bisa berada di rumah keluarga laki-laki tersebut. Dengan keberanian penuh, Damino memutuskan untuk menemui Marvel.
Yang Damino dengar jika sekarang Marvel tinggal bersama kedua orang tuanya. Damino akan memperjuangkan Karen agar cucu dan keponakannya mendapat status.
Setelah menunggu akhirnya keluarlah tuan rumah keluarga Lawrence. Yang pertama kali menyapa Damino adalah seorang wanita yang mengaku sebagai nyonya tuan rumah itu. Kemudian tak lama disusul suaminya yang sekarang tengah duduk menanti Damino untuk menyampaikan maksud dan tujuannya.
'' Jadi anda bertamu ke rumah kami ingin menemui siapa? '' ucap Ibu Marvel.
'' Tunggu, biarkan dia perkenalkan dirinya terlebih dahulu'' sela ayah Marvel.
Damino menarik nafas sebelum dirinya mulai berbicara. Ia sudah memantapkan keputusan ini jauh-jauh hari, jadi hari ini ia akan siap untuk menanggung segala resikonya.
'' Baik Tuan dan Nyonya Lawrence, perkenalkan nama saya Damino. Saya kesini ingin menyampaikan beberapa hal yang harus diketahui keluarga Lawrence terutama Tuan Marvel,'' jelas Damino
'' Baiklah ceritakan,''
Berlanjutlah cerita Damino mengenai keponakannya yang saat ini tengah mengandung anak dari putra kedua keluarga Lawrence. Ibu dan ayah Marvel sangat terkejut mendengar hal ini. Sejak muda Marvel memang sering melakukan hal seperti itu dengan banyak wanita namun baru pertama kali ini ini ada yang melapor jika Marvel kebobolan hingga membuat seorang wanita mengandung.
Ayah Marvel langsung memanggil putranya untuk menemui mereka yang berada di ruang tamu. Kebetulan hari ini Marvel sedang berada di rumah. Setelah semalam laki-laki itu bermain di club, sepanjang hari ini Marvel belum menunjukkan batang hidungnya. Ayah Marvel menyuruh seorang pelayan untuk memanggil Marvel.
Dengan muka bantalnya, Marvel menemui tamu yang bertemu dengannya. Perasaan Marvel belum lama berada di rumah, tetapi sudah ada yang mencarinya. Marvel ingat selama satu minggu ini ia tidak kemana-mana selain bermain di club hingga pagi. Ayah dan ibu Marvel hanya membiarkannya. Semakin Marvel dilarang maka semakin membangkang anak itu nantinya.
'' Ayah, ibu kenapa panggil Marvel? Siapa tamu yang ingin menemui Marvel?'' tanya Marvel menatap Damino dan kedua orang tuanya.
Begitu melihat Marvel datang dengan penampilan tidak tahu malunya, ayah Marvel langsung berdiri menghampiri Marvel. Seketika tangan ayah Marvel langsung melayang mengenai pipi Marvel. Rupanya ayah Marvel murka atas kelakuan putra keduanya. Ia tidak segan-segan untuk menampar Marvel sebanyak dua kali.
'' Ayah,'' pekik Ibu Marvel melihat sang suami menampar putranya.
'' Ayah, apa-apaan sih? Main tampar Marvel, memang salah Marvel apa?'' tanya Marvel sembari memegangi pipinya yang terasa amat panas.
'' Dasar anak kurang ajar. Menyesal ayah membesarkan anak tidak berguna seperti kamu,'' marah Ayah Marvel.
'' Ibu ayah itu kenapa?'' tanya Marvel kepada ibunya. Tampak dari Ibu Marvel yang berkaca-kaca melihat adegan ini.
'' Masih tanya kenapa? Kamu lihat bapak yang ada disana,'' tunjuk Ayah Marvel kepada Damino yang terduduk di sofa.
'' Dia adalah paman dari keponakan yang telah kamu hamili,'' ucap Ayah Marvel dengan sorot mata yang tajam.
'' Ayah jangan bercanda,'' elak Marvel merasa tidak mengenal Damino apalagi keponakannya.
Dari ruang tamu yang sedang memanas, di luar tampak Karen yang datang ingin menjemput omnya. Setelah mendapat ijin dari satpam, Karen pun memasuki rumah tersebut. Karen heran, siapa teman omnya yang memiliki rumah sebesar ini. Ia pun akhirnya memutuskan untuk masuk dan melihat apakah alamat yang ia tuju benar seperti yang dimaksud oleh omnya.
'' Kamu siapa berani-beraninya memfitnah saya karena telah menghamili keponakan kamu? Mengenal keponakan kamu saja tidak, bagaimana bisa kamu menuduh saya?'' ucap Marvel kini beralih ke Damino.
'' Ayah sama ibu jangan main asal percaya saja. Bisa jadi laki-laki tua ini menipu kita,'' ucap Marvel lagi.
'' Saya tidak menipu. Anda yang telah menghamili keponakan saya,'' balas Damino menatap Marvel.
'' Om,'' sahut Karen yang kini sudah berada di pintu menyaksikan percakapan omnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments