2. Penjajah Wanita

Marvel Lawrence pria matang yang sekarang tengah mengelola perusahaan kecil hasil kerja kerasnya selama ini. Pria berusia 29 tahun tersebut sangat menyukai dunia bisnis namun dirinya tidak cukup ahli.

Marvel merupakan anak kedua di keluarga Lawrence. Marvel memiliki kakak kandung laki-laki yang bernama Marco Lawrence dan adiknya yang sedang menempuh pendidikan bernama Mario Lawrence. Marco sudah menikah dan memiliki keluarga kecil sedangkan Mario hampir menyelesaikan studi S3 nya. .

Dengan keluarga yang tidak memiliki anak perempuan di dalamnya, menjadikan kehidupan Marvel tidak lepas dari yang namanya persaingan. Ia memiliki dua saudara laki-laki yang selalu lebih unggul darinya. Walaupun Mario lebih muda tetapi adik dari Marvel tersebut telah berhasil membantu bisnis ayahnya. Dan untuk Marco, sekarang dia sudah memiliki keluarga dan memberikan dua cucu cantik dan tampan bagi keluarga Lawrence.

Ayah Marvel selalu mendidik keras ketiga putranya. Beliau selalu memberikan banyak pelajaran agar ketiga putranya berhasil sukses di masa depan. Sama-sama anak kandung tetapi sering kali Marvel merasakan ada yang berbeda dari sikap ayahnya. Ayah Marvel selalu membanggakan putra sulung serta bungsunya. Tidak pernah sekalipun ayahnya memuji Marvel baik itu dalam sikap maupun prestasi.

Marvel akui dirinya memang tidak sehebat Marco yang berhasil mengembangkan perusahaan ayahnya dan juga ia tidak secerdas Mario yang tengah menempuh pendidikan S3 nya di usia yang ke 25. Terkadang Marvel sangat muak ketika ayahnya selalu memuji kedua saudaranya di depannya sendiri. Setiap kali Marvel gagal dalam suatu upaya selalu saja ayahnya membanding-bandingkan dirinya dengan kakak dan adiknya.

Hampir setiap hari Marvel muda selalu ribut dengan ayahnya. Entah karena sikap Marvel yang pembangkang atau kebodohan laki-laki tersebut. Ibu Marvel sendiri merasakan perubahan sikap putra keduanya. Walaupun Marvel sering melawan nasihat orang tuanya namun ibu Marvel tetap menyayangi putranya tersebut.

Dulu Marvel muda sering kali membuat onar di sekolah hingga jenjang perkuliahan pun masih tetap membuat onar. Terkadang ibu Marvel merasakan sedih jika melihat tingkah putra keduanya. Namun ia juga menyadari jika sikap sang suami lah yang berhasil membuat karakter anaknya menjadi seperti itu.

Di usia yang ke 25 Marvel berhasil menyelesaikan gelarnya. Ia merasa senang karena selama ini pendidikannya tidak pernah terganggu walaupun dibumbui dengan sikap minusnya selama proses pendidikan. Marvel sangat berharap ayahnya merasa bangga dengan dirinya yang berhasil lulus walaupun dia tidak masuk cumlaude.

Namun harapan tetaplah menjadi harapan, kekecewaan itulah yang dirasakan oleh Marvel. Sesampainya di rumah Marvel bukannya mendapat pujian atas keberhasilannya namun sang ayah malah hanya beroh ria saja. Kala itu ayah Marvel lebih bangga terhadap putra bungsunya yang berhasil masuk ke perguruan tinggi di Amerika untuk melanjutkan S2 dan S3 nya.

'' Gue juga kan lulusan luar negeri. Tapi mengapa bokap bangganya sama dia yang baru masuk,'' gumam Marvel di dalam kamarnya.

Setelah lulus Marvel tidak langsung bekerja ia hanya menjadi pengangguran yang suka menghabiskan uang orang tua. Keluar masuk club hanya untuk mencari kesenangan begitu lah kebiasaan Marvel. Selama di luar negeri pun Marvel juga sering melakukan itu.

Hampir setiap hari juga kedua orang tua Marvel merasa pusing dengan kelakuan putra keduanya. Ketika kakaknya sibuk mengurus bisnis ayahnya dan juga adik bungsunya yang tengah menempuh pendidikan, si Marvel malah berleha-leha dengan kebiasaan buruknya yang suka menjajah banyak kaum wanita.

Lambat laun Marvel tidak tahan dengan sikap ayahnya. Karena setiap hari ia selalu mendapat perlakuan tidak adil oleh ayahnya akhirnya Marvel memutuskan untuk keluar rumah. Marvel keluar rumah bukan serta merta keluar dan menjadi pengangguran, tetapi disini Marvel bertekad akan membangun perusahaannya sendiri tanpa campur tangan kedua orang tuanya.

Ibu Marvel sempat tidak mengijinkan, namun karena Marvel terus membujuk ibunya akhirnya restu ibunya berhasil ia dapatkan. Ibu Marvel mengijinkan asal Marvel membangun usahanya di kota yang sama dengan kakaknya yaitu Marco. Marvel pun setuju toh kota yang dimaksud juga merupakan kota yang akan menjadi tujuannya untuk berkarier.

Marvel memulai usahanya dengan bantuan sahabatnya yang bernama Jason Mraz. Mereka sudah bersahabat cukup lama sehingga hubungan erat terjalin hingga sekarang.

Empat tahun sudah berlalu dan kini Marvel berhasil mendirikan perusahaan kecil. Walaupun kecil tetapi dia cukup bersyukur setidaknya ayahnya sudah tidak lagi mengatai dirinya sebagai anak yang selalu memiliki banyak kekurangan dari kedua saudaranya.

Disini perusahaan Marvel tidak sepenuhnya berdiri sendiri, di balik perusahaan itu ada perusahaan besar yang menanamkan modal dan saham yang cukup besar. Siapa lagi jika bukan perusahaan Davies. Perusahaan raksasa yang banyak memiliki anak cabang.

...****************...

Meninggalkan masa lalu Marvel, malam ini seperti biasa Marvel akan menghabiskan waktunya di club. Tinggal di sebuah apartemen yang kecil sering kali membuat Marvel kesepian. Jika dulu ada Jason yang menjadi teman bermainnya sekarang sangat jarang. Jason begitu sibuk hingga waktu untuk dia berak saja tidak banyak. Terlalu lebay memang namun yang Marvel tahu jika Jason dan asistennya adalah workaholic sejati.

Marvel pergi ke club dengan mengendarai mobil. Setelah sampai di tempatnya, laki-laki itu kemudian turun lalu dengan secepat kilat ia sudah berada di ujung pintu masuk club. Baru selangkah ia menginjakkan kaki di tempat favoritnya, mata Marvel sudah disuguhkan pemandangan yang sangat mencolok.

Bagaimana tidak, di dance floor yang penuh dengan manusia tetapi mata Marvel hanya berpusat kepada seorang perempuan yang sedang berjoget dan sangat menikmati alunan musik. Perempuan itu terus berjoget hingga setetes demi setetes keringat mulai membasahi pelipisnya. Marvel menelan ludah, tidak biasanya ia akan beraksi cepat hanya dengan memandang perempuan itu. Tak ingin membuang waktu Marvel pun mendekati perempuan yang asyik berjoget dengan dunianya.

Marvel memandangi wajah perempuan tersebut. Sangat jelas kecantikannya dan Marvel juga mengenal perempuan ini. Tanpa sungkan dan bertanya Marvel pun ikut menggoyangkan tubuhnya mengikuti gerakan perempuan tersebut. Musik yang dimainkan semakin bertempo cepat membuat siapa saja yang mendengarnya akan terhipnotis untuk ikut meliukkan tubuhnya.

" Hai, aku Marvel" sapa Marvel mulai membuka obrolannya.

" Marvel? Sahabat laki-laki brengsek itu?" balas perempuan tersebut.

" Iya. Apa ada masalah nona Karen? Benar kan jika nama anda adalah Karen?" ucap Marvel.

" Tidak ada. Btw kamu mengenal aku juga ya," balas Karen.

" Perempuan secantik kamu mana bisa untuk dilewatkan. Ah sial tunangan Jason begitu cantik tetapi laki-laki itu malah mencampakkannya," ucap Marvel yang sangat tahu jika sahabatnya tengah mengejar seorang wanita yang bernama Vanilla Jasmine.

" Bisakah kamu tidak membahas si brengsek itu? Malam ini aku ingin menghapus namanya dari pikiran ku. So, kamu jangan berani-berani menyebut namanya lagi," ucap Karen merasa muak jika mendengar nama Jason.

" Sure, baby. Kamu cantik malam ini, bisakah aku menemani malam mu?" tanya Marvel selanjutnya.

" No problem," balas Karen setelah itu tubuhnya mulai merapat dengan tubuh Marvel. Karen juga turut mengalungkan kedua tangannya di leher Marvel.

Marvel dengan senang hati menerima perlakuan khusus dari Karen. Sekali-kali dirinya akan mencoba bermain dengan tunangan sahabatnya.

Semakin lama gerakan mereka semakin intens. Kedua tangan Marvel kini juga sudah bergerilya kemana-kemana. Marvel tidak hanya memegang pinggang Karen untuk dekat dengannya, laki-laki itu turut mendaratkan beberapa ciuman panas kepada Karen.

" ****, apa kamu merasakannya?" tanya Marvel mengarahkan tubuh Karen untuk merasakan hawa panas yang menderanya.

" Cih gampangan," celetuk Karen mengejek.

" Mengejek ku hm? Sepertinya kita butuh kamar? Disana aku akan membuktikannya nanti. Do you want?" tawar Marvel kepada Karen.

Karen pun mengangguk menyetujui tawaran dari Marvel. Marvel langsung bergerak cepat. Ia menarik tangan Karen untuk ia ajak check in di kamar yang disediakan di club tersebut. Sepanjang perjalanan menuju kamar Marvel benar-benar tidak tahan. Baginya malam ini Karen sangat menarik hingga Marvel tidak ingin melewatkannya sedetikpun.

" Kamu sungguh tidak sabaran," ucap Karen menyudahi ciuman yang Marvel layangkan kepadanya. Ini bahkan masih di lift tetapi laki-laki itu sudah memberikannya banyak tanda di lehernya.

Episodes
1 1. Patah hati
2 2. Penjajah Wanita
3 3. Menjadi yang pertama
4 4. Berhenti berkarier
5 5. Pulang ke rumah keluarga Lawrence
6 6. Ternyata berbadan dua
7 7. Mencari tahu ayah bayi Karen
8 8. Keputusan Ayah Marvel
9 9. Pernikahan digelar
10 10. Day one after marriage
11 11. Rencana pergi
12 12. Tetap tinggal di keluarga Lawrence
13 13. Satu setengah tahun kemudian
14 14. Marvel akan pulang
15 15. Kepulangan Marvel dan perjanjian
16 16. Menuju apartemen lama
17 17. Menjadi pengasuh Calendula
18 18. Memulai semua dengan yang baru
19 19. Perjanjian baru
20 20. Fake happy family
21 21. Meminta maaf kepada Lala
22 22. Jason tahu
23 23. Perkara makan siang
24 24. Kedatangan Damino
25 25. Akting yang semakin berani
26 26. Hubungan semakin di depan
27 27. Curhat
28 28. Melebihi batas waktu
29 29. Mood buruk
30 30. Anak Jason yang keempat
31 31. Obrolan malam bersama Marvel
32 32. Mario Lawrence
33 33. Mario Lawrence 2
34 34. Sebuah pertanyaan
35 35. Ungkapan sebuah rasa
36 36. Jalan-jalan bersama
37 37. Ada apa dengan Karen?
38 38. Ada apa dengan Karen ? 2
39 39. Berakhir?
40 40. Lima tahun kemudian
41 41. Calendula putriku
42 42. Kehidupan Karen sekarang
43 43. Kedatangan keluarga Marvel
44 44. Kedatangan keluarga Marvel 2
45 45. Kumpul keluarga
46 46. Kumpul keluarga 2
47 47. Mengantarkan Karen pulang.
48 48. Main ke rumah Lala
49 49. Bertemu Marvel
50 50. Kesempatan menjemput Calendula
51 51. Ungkapan Mario
52 52. Karen menghindar
53 53. Mengejutkan Karen
54 54. Baikan?
55 55. Marvel yang egois
56 56. Usaha Marvel
57 57. Mario x Marvel
58 58. Marvel tidak pulang
59 59. Tujuan Marvel sebenarnya
60 60. Pertengkaran
61 61. Kedatangan Hani
62 62. Lebih baik pergi
63 63. Pertanyaan sulit
64 64. Keluarga bahagia
65 65. Pergi mengantarkan makan siang
66 66. Liburan bersama
67 67. Tiga singa jantan
68 68. Berantem kecil
69 69. Marvel perhatian
70 70. Map
71 71. Perkara isi map
72 72. Kepercayaan dan cinta
73 73. Tidak akan terpisahkan
74 74. Marco kecelakaan
75 75. Kabar menyakitkan
76 76. Semua Bersedih
77 77. Kedatangan tamu
78 78. Kemana lagi kamu?
79 79. Dimana kamu Karen?
80 80. Dimana kamu Karen? 2
81 81. Kejam
82 82. Penyerbuan
83 83. Berita buruk
84 84. Bersedih
85 85. Kepulangan Karen
86 86. End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
1. Patah hati
2
2. Penjajah Wanita
3
3. Menjadi yang pertama
4
4. Berhenti berkarier
5
5. Pulang ke rumah keluarga Lawrence
6
6. Ternyata berbadan dua
7
7. Mencari tahu ayah bayi Karen
8
8. Keputusan Ayah Marvel
9
9. Pernikahan digelar
10
10. Day one after marriage
11
11. Rencana pergi
12
12. Tetap tinggal di keluarga Lawrence
13
13. Satu setengah tahun kemudian
14
14. Marvel akan pulang
15
15. Kepulangan Marvel dan perjanjian
16
16. Menuju apartemen lama
17
17. Menjadi pengasuh Calendula
18
18. Memulai semua dengan yang baru
19
19. Perjanjian baru
20
20. Fake happy family
21
21. Meminta maaf kepada Lala
22
22. Jason tahu
23
23. Perkara makan siang
24
24. Kedatangan Damino
25
25. Akting yang semakin berani
26
26. Hubungan semakin di depan
27
27. Curhat
28
28. Melebihi batas waktu
29
29. Mood buruk
30
30. Anak Jason yang keempat
31
31. Obrolan malam bersama Marvel
32
32. Mario Lawrence
33
33. Mario Lawrence 2
34
34. Sebuah pertanyaan
35
35. Ungkapan sebuah rasa
36
36. Jalan-jalan bersama
37
37. Ada apa dengan Karen?
38
38. Ada apa dengan Karen ? 2
39
39. Berakhir?
40
40. Lima tahun kemudian
41
41. Calendula putriku
42
42. Kehidupan Karen sekarang
43
43. Kedatangan keluarga Marvel
44
44. Kedatangan keluarga Marvel 2
45
45. Kumpul keluarga
46
46. Kumpul keluarga 2
47
47. Mengantarkan Karen pulang.
48
48. Main ke rumah Lala
49
49. Bertemu Marvel
50
50. Kesempatan menjemput Calendula
51
51. Ungkapan Mario
52
52. Karen menghindar
53
53. Mengejutkan Karen
54
54. Baikan?
55
55. Marvel yang egois
56
56. Usaha Marvel
57
57. Mario x Marvel
58
58. Marvel tidak pulang
59
59. Tujuan Marvel sebenarnya
60
60. Pertengkaran
61
61. Kedatangan Hani
62
62. Lebih baik pergi
63
63. Pertanyaan sulit
64
64. Keluarga bahagia
65
65. Pergi mengantarkan makan siang
66
66. Liburan bersama
67
67. Tiga singa jantan
68
68. Berantem kecil
69
69. Marvel perhatian
70
70. Map
71
71. Perkara isi map
72
72. Kepercayaan dan cinta
73
73. Tidak akan terpisahkan
74
74. Marco kecelakaan
75
75. Kabar menyakitkan
76
76. Semua Bersedih
77
77. Kedatangan tamu
78
78. Kemana lagi kamu?
79
79. Dimana kamu Karen?
80
80. Dimana kamu Karen? 2
81
81. Kejam
82
82. Penyerbuan
83
83. Berita buruk
84
84. Bersedih
85
85. Kepulangan Karen
86
86. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!