Karen dan Marvel sama-sama terkejut satu sama lain. Marvel tidak menyangka jika Karen akan menemui dirinya hingga ke rumah keluarganya. Sementara Karen, masih belum mengerti mengapa Damino menyuruh dirinya untuk menjemput Damino di rumah ini.
Semua yang ada di rumah itu masih terdiam akan kedatangan Karen yang tiba-tiba. Terutama Marvel, laki-laki itu langsung bungkam begitu melihat wajah wanita yang satu bulan lalu sempat tidur bersamanya.
'' Dia Karen, keponakan yang saya maksud. Perempuan yang saat ini tengah mengandung anak dari Tuan Marvel,'' jelas Damino dan seketika membuat Marvel langsung menegang. Semua orang beralih menatap Karen yang terdiam. Sedangkan Karen langsung bisa membaca situasi yang terjadi. Ia berpikir cepat untuk menghentikan Damino agar tidak berbuat lebih jauh. Bagaimana pun Karen masih tidak ingin berurusan dengan Marvel.
'' Maafkanlah om saya karena sudah berbohong. Mana mungkin saya mengandung anak Tuan Marvel. Om Damino lebih baik kita pulang sekarang ya? Om sendiri kan yang nyuruh Karen buat jemput om disini,'' ucap Karen kini menghampiri Damino. Karen pun menarik tangan Damino untuk ia ajak pulang.
'' Cukup Karen! Semua harus jelas hari ini!! Om tidak ingin kamu melahirkan anak tanpa status dari ayahnya. Kamu jangan menutup-nutupi ini lagi atau om berhenti untuk jadi paman kamu,'' ucap Damino penuh ketegasan.
Karen sendiri pun tidak menyangka bagaimana bisa omnya berlaku setegas ini. Sisi lain dari Damino yang baru hari ini Karen dapatkan adalah Damino yang ternyata sangat perduli kepadanya.
Ayah Marvel langsung turun tangan untuk menangani masalah ini. Ia mendudukkan semua orang yang berada di ruang tamu agar membahas masalah ini dengan kepala dingin. Satu persatu masalah pun diceritakan dan dibahas. Karen hanya diam saja ketika omnya menjelaskan secara detail tentang kondisinya.
Marvel sendiri tidak bisa mengelak ketika Damino menunjukkan hasil rekaman CCTV sewaktu ia dan Karen bercumbu di club. Ayah Marvel akhirnya membuat keputusan agar menikahkan keduanya.
'' Maaf sebelumnya, ijinkan saya untuk berbicara dengan Karen sebentar,'' pinta Marvel kepada yang lain.
Marvel memberi kode kepada Karen agar mengikutinya menjauh dari semua yang berada di ruang tamu. Karen pun menyetujui keinginan Marvel untuk berbicara empat mata dengan laki-laki itu. Ada banyak hal yang ingin Karen jelaskan agar tidak ada kesalahpahaman.
Marvel membawa Karen ke taman belakang rumah itu. Marvel mendudukkan Karen di sebuah bangku yang berada di taman. Kondisi taman sepi karena Marvel menyuruh para pekerjaannya untuk meninggalkan ia dan Karen berduaan saja.
'' Dasar ******!'' umpat Marvel begitu mereka berdua telah duduk di bangku taman.
'' Marvel apa maksud kamu?'' tanya Karen tidak mengerti. Karen pikir Marvel akan mengajaknya berbicara membahas masalah ini tanpa melibatkan para orang tua.
'' Aku tahu ini semua adalah rencana kamu. Kamu kan yang menyuruh om kamu itu untuk datang kesini dan merencanakan semua ini. Cih,,, aku sangat yakin jika benih yang ada di dalam kandungan kamu itu bukanlah hasil dari perbuatan ku,'' ujar Marvel menatap depan enggan menatap ke arah Karen.
'' Kamu menuduhku? Apa kamu lupa satu bulan lebih yang lalu kita melakukannya dan usia kandungan ku juga segitu,'' balas Karen.
'' Bisa jadi setelah itu kamu melakukannya dengan yang lain. Mungkin dengan Jason? Secara kamu kan sangat tergila-gila dengan sahabat ku itu,''
Karen langsung menampar pipi Marvel. Lengkap sudah untuk yang ketiga kalinya Marvel mendapat tamparan. Karen tidak takut ketika Marvel membalasnya dengan tatapan nyalang.
'' Kita balik ke dalam, biar aku yang bicara. Aku akan membatalkan rencana pernikahan yang diputuskan oleh ayahmu,'' ucap Karen setelah itu pergi masuk ke dalam.
Karen sudah memutuskan jika ia tidak akan menikah dengan Marvel. Seperti keinginannya semula yang ingin membesarkan buah hatinya sendiri, Karen tidak akan pernah melibatkan Marvel. Sesampainya di ruang tamu, Karen bersyukur karena kedua orang tua Marvel masih disana bersama omnya.
'' Tuan dan Nyonya Lawrence saya tidak setuju dengan pendapat kalian tentang pernikahan ini. Saya hamil itu murni karena ketidaksengajaan, jadi biarkan saya sendiri yang menanggungnya,'' ucap Karen ketika sudah sampai di ruang tamu.
Karen berbicara dengan sopan agar ayah dan ibu Marvel tidak tersinggung. Tak lama Marvel juga datang ikut menyusul mereka semua yang berada di ruang tamu.
'' Benar ayah, ibu. Marvel tidak bersalah, dia yang lebih dulu menggoda Marvel untuk melakukan itu. Lagian apa kalian tidak tahu jika perempuan itu adalah mantan tunangan Jason sahabat Marvel, bisa jadi anak yang ia kandung adalah anak Jason,'' timpal Marvel dengan seringainya.
Saat ini benar keputusan Karen untuk tidak menikah dengan laki-laki seperti Marvel. Melihat tingkah tidak bertanggung jawab laki-laki itu, membuat Karen tahu satu hal jika Marvel bukanlah calon ayah yang baik untuk anaknya kelak.
'' Kalau kalian tidak percaya kita bisa lakukan tes DNA setelah bayi itu lahir. Yang terpenting sekarang pernikahan harus tetap diadakan, saya tidak ingin keponakan saya hamil tanpa suami di sampingnya,'' ucap Damino dan disetujui oleh ayah dan ibu Marvel.
Karen melotot ke arah Damino. Bagaimana bisa omnya mengatakan hal seperti itu? Sebisa mungkin Karen menolak pernikahan ini tetapi omnya malah bersikeras memaksa untuk tetap mengadakan pernikahan.
'' Om Damino bilang apa sih? Kalau Om Damino pengen Karen menikah untuk mendampingi Karen selama hamil, Karen bisa kok menikah dengan pria lain asal bukan Marvel''
'' Nah itu benar. Dia itu pandai merayu, banyak kok nanti laki-laki yang mau sama dia. Jadi jangan libatkan Marvel dalam masalah ini. Kalaupun anak itu terbukti anak Marvel, Marvel bisa kok bertanggung jawab untuk membiayainya asal tidak dengan menikah saja,'' ucap Marvel.
Ayah Marvel masih murka akan kelakuan putranya. Ayah Marvel mungkin akan mempertimbangkan perihal masalah ini jika anaknya menunjukkan sikap yang bertanggung jawab. Namun apa yang ditunjukkan oleh sikap Marvel saat ini benar-benar diluar dugaan Ayah Marvel sendiri.
'' Keputusan saya sudah bulat. Marvel kamu harus tetap menikahi Karen. Dan untuk Karen kamu tidak bisa menolak keputusan saya. Biarkan Marvel bertanggung jawab akan hal ini. Saya percaya itu cucu saya dan saya tidak mungkin menelantarkan cucu saya tanpa status dari keluarga Lawrence,'' putus Ayah Marvel.
'' Tapi yah,,''
'' Tuan Lawrence,,,'' ucap Karen dan Marvel bersamaan.
'' Tidak ada tapi-tapian. Kalian akan tetap menikah. Dan untuk Pak Damino biarkan keluarga kami yang menyiapkan pernikahannya,''
Karen menunduk lemas. Ia ingin menolak tetapi tatapan tajam omnya seolah tidak mengijinkan hal itu. Marvel sendiri sudah meninggalkan ruang tamu, tentu ia kesal akan keputusan dari ayahnya. Sedangkan Ibu Marvel akan selalu mendukung keputusan dari suaminya. Ia sendiri yang akan menasehati Marvel agar setuju akan keputusan ini.
'' Om,'' lirih Karen agar Damino membantunya.
'' Tolong jangan seperti ini Karen! Biarkan om melakukan tugas om sebagai paman yang baik buat kamu. Om cuma mau kamu menemukan kebahagiaan yang selama ini belum pernah kamu rasakan,''
Mata Karen berkaca-kaca mendengar tuturan perkataan dari omnya. Karen pun akhirnya menangis sesenggukan setelah menerima keputusan dari Ayah Marvel.
'' Berjanjilah kamu harus tetap menikah dengan ayah bayi ini. Om akan sangat lega nantinya jika kamu bisa menikah dan memiliki keluarga selain om. Karen dengar! Tidak selamanya om bisa terus sama kamu, om hanya ingin yang terbaik untuk kamu kelak,''
'' Berjanjilah Karen,, untuk tetap menerima pernikahan ini. Biarkan cucu om merasakan kasih sayang seorang ayah. Kamu bisa kan nak?'' ucap Damino seraya memeluk Karen. Karen hanya mengangguk di pelukan Damino. Sampai sekarang Karen masih tidak menyangka jika Damino akan memperjuangkannya hingga berada di titik ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Sundari Sundari
Bagus lho ceritanya,, tp knp kok sepi comentnya ya,, 🤗🤗😘😘
Smangat Thoor sehat slalu ❤️💋❤️🥰🥰
2022-04-20
0