4. Berhenti berkarier

'' Nona Karen, apa benar jika anda dikabarkan akan mundur dari dunia permodelan?'' tanya seorang wanita dengan sebuah alat perekam di tangannya.

'' Nona, apa alasan anda melakukan ini? Apakah ini bersangkutan dengan berakhirnya hubungan nona dengan Tuan Jason?'' tanya seorang laki-laki.

Saat ini disebuah agensi terbesar di kota itu sedang ramai dengan para wartawan. Seperti biasa, berita terbaru adalah incaran para wartawan tersebut. Karen notabenenya yang merupakan salah satu model dari agensi tersebut sedang ramai dikerubungi banyak wartawan.

Telah banyak kabar yang beredar jika Karen Ramsey akan mengundurkan diri dari dunia permodelan yang sudah membesarkan namanya. Tentu saja para fans dan haters tidak tinggal diam akan kemunculan berita tersebut.

Beberapa orang mencoba melindungi Karen yang sudah terhimpit banyak wartawan. Perempuan itu merasa sesak karena tubuh dan pikirannya terus didesak oleh para wartawan.

'' Baiklah disini kata maaf saya ucapkan terlebih dahulu. Apabila kalian-kalian semua mendengar jika saya mengundurkan diri itu bukan fakta yang sebenarnya. Lebih tepatnya disini saya sudah menyelesaikan masa kontrak saya yang sudah habis. Terima kasih saya ucapkan kepada kalian semua yang selama ini sudah membantu dan mendukung saya hingga sekarang. Dan sekarang saya akan lebih berterima kasih lagi jika kalian semua mau berpatisipasi untuk mendukung saya atas keputusan ini,'' jelas Karen di depan awak media.

'' Apa ini karena hubungan anda dengan Tuan Jason yang telah berakhir? Dikabarkan jika ada orang ketiga diantara kalian, apakah itu benar?'' tanya wartawan.

'' Hubungan saya berakhir atas persetujuan dari kami masing-masing. Tidak ada sangkut pautnya sekalipun hubungan saya dengan berakhirnya karier saya. Terima kasih buat kalian yang sudah perduli terhadap saya selama ini,'' ucap Karen.

'' Nona apa yang akan anda lakukan setelah ini? Apa anda akan menikah dengan pria yang anda cintai nanti?''

'' Apa suatu saat anda berencana akan meneruskan karier di dunia entertainment lagi? '' cecar wartawan itu.

'' Nona Karen bisakah kita bertanya lebih lanjut lagi?'' dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk Karen.

'' Maaf semua. Jika kalian bertanya saya akan kemana setelah ini, maka jawabannya adalah saya tidak tahu. Saya masih belum memiliki rencana pasti akan kemana setelah ini. Namun tujuan utama saya melakukan ini adalah karena saya ingin beristirahat dari pekerjaan yang selama ini sungguh-sungguh melelahkan bagi saya,'' jawab Karen.

'' Lalu bagaimana dengan rencana pernikahan? Apakah benar jika anda akan menikah dalam waktu dekat?''

Karen bungkam atas pertanyaan tersebut. Ia lebih memilih meminta maaf kepada para wartawan dan meninggalkan mereka semua yang sangat ingin tahu kehidupannya. Jika dulu Karen sangat menyukai wartawan mengulik hidupnya, tetapi sekarang tidak. Ia hanya ingin terbebas dari dunia palsu yang selama ini ia jalani.

Karen terus berjalan meninggalkan awak media dan paparazi. Dengan dibantu beberapa orang suruhannya, Karen berhasil menaiki mobil yang membawanya menjauh dari desakan para wartawan. Karen menghela nafas, sungguh ini di luar dugaannya.

Ia tidak menyangka kabar berhentinya dari dunia pekerjaan akan seheboh ini. Padahal dulu-dulu sekalipun Karen membuat sensasi, berita publik tidak seheboh seperti sekarang. Biarlah, Karen akan membiarkan banyak berita menerpanya untuk saat ini. Ia yakin lambat laun berita ini akan sirna dengan sendirinya. Ia sudah lama di dunia entertainment jadi ia banyak tahu bagaimana seluk-beluk dunia tersebut.

Di mobil Karen banyak melamun. Setelah keputusannya mengakhiri kontrak, ia yang sekarang adalah Karen yang biasa. Bukan Karen glamor yang suka pamer kemewahan dan keanggunan. Ada sedikit rasa tidak rela ketika Karen memilih keputusan ini, namun ia yakin suatu saat dirinya pasti tidak akan menyesal.

Mengingat perjalanan karirnya yang dulu hingga sekarang, sudah banyak manis pahit pengalaman Karen rasakan. Hidup di dunia palsu menjadikan Karen sering mendapat persepsi yang selalu bertentangan akan dirinya di kehidupan normal. Jika Karen yang sesungguhnya adalah wanita yang sederhana maka di dunia entertainment ia harus menjadi sosok lain yang fenomenal agar namanya dikenal banyak orang.

Karen sudah memutuskan jika mulai sekarang ia akan menjadi dirinya sendiri. Menjadi pribadi yang selama ini selalu tertutupi oleh topeng kariernya yang sebagai model. Banyak kepalsuan yang Karen ciptakan,namun sejatinya ia tidak pernah suka melakukan itu. Dan sekarang Karen tersenyum, ia telah bebas. Ia akan mencari kebahagiaannya sendiri dengan tidak menjadi sosok lain dalam dirinya. Karen akan kembali pada sosok Karen yang dulu. Karen yang merupakan gadis sederhana dan tidak suka yang neko-neko.

'' Tunggu, aku bahkan bukan seorang gadis lagi,'' gumam Karen merasa konyol akan dirinya. Bisa-bisanya ia masih berpikiran jika ia masih gadis padahal gelar itu sudah raib kala ia tengah frustasi-frustasinya waktu diputuskan oleh Jason.

Memikirkan Jason, Karen rasa dirinya sudah cukup aman untuk tidak memikirkan laki-laki itu. Karen berhasil menghilangkan pikirannya tentang Jason semenjak ia melakukan malam itu bersama Marvel. Entahlah sekarang yang ada di pikiran Karen hanya efek dari kejadian itu.

Sesampainya di pelataran rumahnya, Karen langsung turun dan bergegas masuk ke dalam rumah. Untung saja wartawan tidak sampai mencari tahu hingga ke rumah Karen. Jadi perempuan itu sedikit bernafas lega sekarang.

'' Karen, apa-apaan kamu? Bisa-bisanya kamu keluar dari pekerjaan tanpa persetujuan dari om?'' cecar Om Damino yang merupakan paman kandung Karen.

'' Aduh, om!!! Karen capek nih! Masa iya baru pulang langsung kena omel dari om sih. Mending sekarang om kupasin Karen mangga muda yang ada di kulkas. Kemarin Karen habis beli banyak dan sekarang Karen pingin makan,'' jawab Karen.

'' Jelasin dulu kenapa kamu melakukan ini? Apa ini gara-gara Jason? Karen dengar!! Jika ini gara-gara laki-laki itu, om bakal cari perhitungan sama dia,''

'' Ini bukan karena Jason, om. Udahlah enggak usah bahas dia lagi,'' ucap Karen kemudian berjalan ke arah dapur. Karen sangat tidak sabar untuk mengunyah mangga yang sangat ia inginkan saat ini.

Karen pun langsung menuju kulkas kemudian membukanya. Di dalam kulkas, Karen disuguhi pemandangan yang menampilkan banyak kumpulan mangga muda yang ia borong kemarin. Karen membeli mangga-mangga itu dari tukang jualan yang ia temui di pinggir jalan.

'' Kalau kamu enggak kerja, kita gimana? Om udah enggak ada duit lagi,'' ucap Damino mengikuti Karen ke dapur.

Damino mengamati tingkah keponakannya yang mulai mengupas mangga muda. Damino sedikit berpikir, bukankah Karen tidak menyukai rasa asam? Lalu mengapa sekarang perempuan itu malah memakan mangga muda yang jelas terasa asamnya.

'' Sejak kapan Om Damino punya uang? Selama ini kan Om Damino numpang hidup sama Karen,'' balas Karen sembari menggigit mangga muda yang sudah ia kupas.

'' Haish, kamu kan keponakan om yang paling baik. Jangan ungkit masalah itulah,'' ucap Damino sambil menyengir. Benar-benar tidak menunjukkan sikap laki-laki yang sudah tua renta. Sekarang saja usia Damino bahkan sudah memasuki setengah abad.

'' Jadi rencana kamu setelah ini apa?'' tanya Damino berikutnya. Pria paruh baya itu kemudian mengambil tempat duduk di samping keponakannya yang sudah mulai mengupas mangga kedua lagi.

'' Kita pindah dari kota ini. Karen masih memiliki cukup tabungan untuk menampung kehidupan kita nantinya. Om tidak usah khawatir, Karen sudah menyiapkan jatah uang bulanan seperti biasa buat om. Nanti kalau uang kita habis Karen akan bekerja keras lagi supaya kehidupan kita tercukupi. Untuk saat ini Karen hanya ingin beristirahat. Karen ingin menikmati hasil kerja keras Karen selama ini,''

'' Ya sudah terserah kamu. Om ikut saja. Yang terpenting, kamu jangan sampai kecapekan''

'' Tumben om perhatian?'' tanya Karen sembari mengernyitkan dahi.

Damino diam saja mendengar perkataan keponakannya. Walaupun dia sosok paman yang tidak bertanggung jawab untuk benar-benar mengurus Karen, tetapi laki-laki tua itu sangat menyayangi keponakannya. Selama ini Damino tahu bagaimana sepak terjang kehidupan Karen. Menjadi anak yatim-piatu sejak kecil tidaklah mudah bagi Karen.

'' Karen, kemarin om enggak sengaja menemukan benda yang mirip termometer di kamar kamu. Benda itu enggak cuma satu melainkan ada banyak. Om memang tidak pernah menikah tapi om enggak buta dengan benda tersebut,'' ucap Damino berikutnya.

'' Om,'' pekik Karen setelah mengerti maksud Damino.

Episodes
1 1. Patah hati
2 2. Penjajah Wanita
3 3. Menjadi yang pertama
4 4. Berhenti berkarier
5 5. Pulang ke rumah keluarga Lawrence
6 6. Ternyata berbadan dua
7 7. Mencari tahu ayah bayi Karen
8 8. Keputusan Ayah Marvel
9 9. Pernikahan digelar
10 10. Day one after marriage
11 11. Rencana pergi
12 12. Tetap tinggal di keluarga Lawrence
13 13. Satu setengah tahun kemudian
14 14. Marvel akan pulang
15 15. Kepulangan Marvel dan perjanjian
16 16. Menuju apartemen lama
17 17. Menjadi pengasuh Calendula
18 18. Memulai semua dengan yang baru
19 19. Perjanjian baru
20 20. Fake happy family
21 21. Meminta maaf kepada Lala
22 22. Jason tahu
23 23. Perkara makan siang
24 24. Kedatangan Damino
25 25. Akting yang semakin berani
26 26. Hubungan semakin di depan
27 27. Curhat
28 28. Melebihi batas waktu
29 29. Mood buruk
30 30. Anak Jason yang keempat
31 31. Obrolan malam bersama Marvel
32 32. Mario Lawrence
33 33. Mario Lawrence 2
34 34. Sebuah pertanyaan
35 35. Ungkapan sebuah rasa
36 36. Jalan-jalan bersama
37 37. Ada apa dengan Karen?
38 38. Ada apa dengan Karen ? 2
39 39. Berakhir?
40 40. Lima tahun kemudian
41 41. Calendula putriku
42 42. Kehidupan Karen sekarang
43 43. Kedatangan keluarga Marvel
44 44. Kedatangan keluarga Marvel 2
45 45. Kumpul keluarga
46 46. Kumpul keluarga 2
47 47. Mengantarkan Karen pulang.
48 48. Main ke rumah Lala
49 49. Bertemu Marvel
50 50. Kesempatan menjemput Calendula
51 51. Ungkapan Mario
52 52. Karen menghindar
53 53. Mengejutkan Karen
54 54. Baikan?
55 55. Marvel yang egois
56 56. Usaha Marvel
57 57. Mario x Marvel
58 58. Marvel tidak pulang
59 59. Tujuan Marvel sebenarnya
60 60. Pertengkaran
61 61. Kedatangan Hani
62 62. Lebih baik pergi
63 63. Pertanyaan sulit
64 64. Keluarga bahagia
65 65. Pergi mengantarkan makan siang
66 66. Liburan bersama
67 67. Tiga singa jantan
68 68. Berantem kecil
69 69. Marvel perhatian
70 70. Map
71 71. Perkara isi map
72 72. Kepercayaan dan cinta
73 73. Tidak akan terpisahkan
74 74. Marco kecelakaan
75 75. Kabar menyakitkan
76 76. Semua Bersedih
77 77. Kedatangan tamu
78 78. Kemana lagi kamu?
79 79. Dimana kamu Karen?
80 80. Dimana kamu Karen? 2
81 81. Kejam
82 82. Penyerbuan
83 83. Berita buruk
84 84. Bersedih
85 85. Kepulangan Karen
86 86. End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
1. Patah hati
2
2. Penjajah Wanita
3
3. Menjadi yang pertama
4
4. Berhenti berkarier
5
5. Pulang ke rumah keluarga Lawrence
6
6. Ternyata berbadan dua
7
7. Mencari tahu ayah bayi Karen
8
8. Keputusan Ayah Marvel
9
9. Pernikahan digelar
10
10. Day one after marriage
11
11. Rencana pergi
12
12. Tetap tinggal di keluarga Lawrence
13
13. Satu setengah tahun kemudian
14
14. Marvel akan pulang
15
15. Kepulangan Marvel dan perjanjian
16
16. Menuju apartemen lama
17
17. Menjadi pengasuh Calendula
18
18. Memulai semua dengan yang baru
19
19. Perjanjian baru
20
20. Fake happy family
21
21. Meminta maaf kepada Lala
22
22. Jason tahu
23
23. Perkara makan siang
24
24. Kedatangan Damino
25
25. Akting yang semakin berani
26
26. Hubungan semakin di depan
27
27. Curhat
28
28. Melebihi batas waktu
29
29. Mood buruk
30
30. Anak Jason yang keempat
31
31. Obrolan malam bersama Marvel
32
32. Mario Lawrence
33
33. Mario Lawrence 2
34
34. Sebuah pertanyaan
35
35. Ungkapan sebuah rasa
36
36. Jalan-jalan bersama
37
37. Ada apa dengan Karen?
38
38. Ada apa dengan Karen ? 2
39
39. Berakhir?
40
40. Lima tahun kemudian
41
41. Calendula putriku
42
42. Kehidupan Karen sekarang
43
43. Kedatangan keluarga Marvel
44
44. Kedatangan keluarga Marvel 2
45
45. Kumpul keluarga
46
46. Kumpul keluarga 2
47
47. Mengantarkan Karen pulang.
48
48. Main ke rumah Lala
49
49. Bertemu Marvel
50
50. Kesempatan menjemput Calendula
51
51. Ungkapan Mario
52
52. Karen menghindar
53
53. Mengejutkan Karen
54
54. Baikan?
55
55. Marvel yang egois
56
56. Usaha Marvel
57
57. Mario x Marvel
58
58. Marvel tidak pulang
59
59. Tujuan Marvel sebenarnya
60
60. Pertengkaran
61
61. Kedatangan Hani
62
62. Lebih baik pergi
63
63. Pertanyaan sulit
64
64. Keluarga bahagia
65
65. Pergi mengantarkan makan siang
66
66. Liburan bersama
67
67. Tiga singa jantan
68
68. Berantem kecil
69
69. Marvel perhatian
70
70. Map
71
71. Perkara isi map
72
72. Kepercayaan dan cinta
73
73. Tidak akan terpisahkan
74
74. Marco kecelakaan
75
75. Kabar menyakitkan
76
76. Semua Bersedih
77
77. Kedatangan tamu
78
78. Kemana lagi kamu?
79
79. Dimana kamu Karen?
80
80. Dimana kamu Karen? 2
81
81. Kejam
82
82. Penyerbuan
83
83. Berita buruk
84
84. Bersedih
85
85. Kepulangan Karen
86
86. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!