5. Pulang ke rumah keluarga Lawrence

Setelah satu bulan berlalu baik Karen maupun Marvel tidak saling berkontak lagi. Memang sebelumnya mereka juga tidak pernah saling berkontak jadi pertemuan mereka di club waktu itu hanya mereka anggap angin lalu.

Marvel sendiri juga enggan untuk mencari kabar terlebih dahulu tentang Karen, terakhir yang malah ia dengar jika Karen berhenti dari pekerjaannya.

Dan pada hari ini setelah Marvel berpamitan kepada Jason dan Lala yang merupakan kekasih Jason, Marvel tengah mengemasi barang-barang miliknya yang berada di apartemen. Setelah memikirkan keputusan sulit, akhirnya Marvel lebih memilih pulang ke rumah orang tuanya.

Perusahaan yang ia dirikan sudah tidak bisa ia handle lagi. Walaupun Jason dengan sukarela membantu Marvel tetapi laki-laki itu menolak dan lebih memilih pulang ke rumah keluarganya. Toh, ibu Marvel juga sudah sering menangis menantikan kepulangan anaknya dan hati Marvel juga selalu iba jika melihat ibunya menangis.

Sebenarnya bisa saja ibu Marvel datang ke kota untuk menemui putranya, apalagi di kota yang Marvel tinggali ada juga keluarga kakaknya yang tinggal tak jauh dari apartemen Marvel, namun Marvel yakin jika ego ayahnya lah yang melarang ibunya untuk menemui dirinya.

Sebagai anak yang patuh jadi Marvel memutuskan untuk pulang besok. Ia akan merencanakan nanti tujuannya setelah keluar dari perusahaan ketika ia sudah sampai di rumah. Sudah banyak barang-barang Marvel yang ia masukkan ke dalam kardus. Ada juga beberapa barang yang sengaja Marvel tinggal karena Marvel sendiri sudah tidak membutuhkannya.

Tak lama kemudian pintu apartemen Marvel diketuk. Rupanya ada tamu yang datang. Marvel pun segera berjalan untuk membuka pintu tersebut. Tampak Marco yang merupakan kakak Marvel datang untuk pertama kali ke apartemennya.

'' Udah mau pindah malah baru datang,'' ucap Marvel berbalik masuk ke dalam apartemennya. Marvel bahkan mengindahkan Marco yang masih berdiri di depan pintu.

Marco hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah adik pertamanya. Yang dikatakan Marvel memang benar, jika Marco belum pernah datang mengunjungi apartemen adiknya.

'' Apa benar kamu akan pulang setelah ini?'' tanya Marco kepada Marvel.

'' Hm,'' jawab Marvel sembari memasukkan beberapa helai baju ke dalam koper yang besar.

'' Baiklah, hati-hati di jalan kalau begitu'' balas Marco.

'' Ck, ngapain capek-capek kesini kalau cuma mau bilang hati-hati. Lewat telepon juga bisa,'' ucap Marvel sembari mendengus sebal.

'' Hahahah. Aku kangen sama kamu. Masa kangen sama adek sendiri enggak boleh?'' balas Marco.

'' Najis,'' seru Marvel.

'' Sebelum pulang datang lah ke rumah. Keponakan mu rindu sama paman tertampannya, '' ucap Marco setelahnya.

'' Boleh, sekalian aku mau pinjam mainan Lego mereka,'' jawab Marvel.

'' Hah? Lego? Kamu mau main lego?'' heran Marco.

'' Iya. Anak-anak kamu pasti punya kan?''

'' Hampir semua jenis mainan mereka punya. Bahkan kamar mereka sendiri sudah penuh dengan lautan mainan. Jadi kamu suka main lego?'' tanya Marco.

'' Entahlah. Semenjak beberapa hari yang lalu aku sering suka mainan anak-anak. Ck, kemarin saja aku bahkan membeli boneka,'' ucap Marvel sembari menunjuk boneka beruang yang sudah siap mudik bersama Marvel.

'' Dasar adik aneh,'' balas Marco setelahnya

Marco masih asyik menemani adiknya berkemas. Tepat sore hari barang-barang Marvel siap untuk diangkut. Marco pun mengajak Marvel untuk mampir terlebih dahulu ke rumahnya.

'' Vel, ingat!! Di rumah jangan buat ulah terus. Kasihan ibu dia sudah tua,'' nasehat Marco ketika ia dan Marvel dalam satu mobil untuk pergi ke kediaman Marco.

'' Tergantung sikap si tua itu,'' balas Marvel.

'' Kamu sudah dewasa dan ayah sudah tua, tidak bisakah kalian berdamai. Rumah akan lebih hangat jika kalian memiliki hubungan yang baik,''

'' Lihat saja nanti,'' balas Marvel kemudian mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Seketika pandangan Marvel tertuju pada jalanan yang ia lewati. Benar yang dikatakan Marco jika hubungannya dengan sang ayah sudah lama renggang. Sama-sama memiliki ego tinggi sehingga membuat keduanya nampak sangat berjauhan padahal tinggal satu rumah.

Sesampainya di rumah kakaknya Marvel disambut hangat oleh istri dan anak-anak kakaknya. Marvel sedikit pangling ketika melihat keponakannya yang sudah bertambah besar.

'' Aishh, baru beberapa bulan paman tidak kesini kalian sudah sebesar ini. Pertumbuhan kalian cepat sekali hm,'' ucap Marvel kepada kedua keponakannya.

'' Tentu paman, kita kan suka makan sayur'' jawab keponakannya yang perempuan. Gadis kecil itu merupakan anak pertama dari pernikahan kakaknya. Keponakan pertama Marvel bernama Keyla Marissa Lawrence sedangkan adiknya yang laki-laki bernama Kevin Marcelino Lawrence.

'' Baiklah, kalian memang keponakan paman yang hebat. Oh ya bolehkah paman pinjam mainan Lego kalian? Kalian pasti punya lego kan?'' ucap Marvel.

'' Punya paman. Apa paman mau bermain bersama kami?'' sorak kedua keponakannya. Mereka tampak berantusias senang ketika Marvel setuju untuk bermain Lego bersama mereka.

'' Kok aneh? Kamu suka main lego kayak Keyla dan Kevin, Vel?'' tanya kakak ipar Marvel yang bernama Amanda.

'' Dia memang aneh sayang,'' sahut Marco merangkul istrinya di depan adiknya sendiri. Marvel pun hanya memutar bola matanya malas melihat wajah menyebalkan Marco ketika pamer kemesraan di depannya.

Marvel lebih memilih bergabung dengan keponakannya untuk bermain Lego. Biarlah kali ini sebelum ia pulang ke rumah, Marvel akan memuaskan keinginannya untuk bermain Lego. Marvel sendiri juga merasa aneh, ada keinginan yang sangat kuat ketika Marvel ingin memainkan mainan yang biasa disebut Lego itu.

'' Benar-benar mainan yang tidak cocok dengan umur ku,'' batin Marvel menatap kumpulan Lego yang ditata rapi di kamar keponakannya.

...****************...

Setelah puas bermain bersama keponakannya kemarin, hari ini Marvel resmi meninggalkan apartemen miliknya. Dengan mengendarai mobil pribadi yang ia punya, Marvel membelah jalanan menuju rumah keluarganya sendirian. Tanpa supir, Marvel sudah terbiasa mengendarai mobil hingga jarak jauh.

Sudah lama sekali Marvel tidak menginjakkan kaki di kota kelahirannya. Ada banyak perubahan yang ia lihat. Seingat Marvel terakhir kali di kotanya belum memiliki mall mewah tetapi yang sekarang Marvel lihat sudah ada dua mall yang baru Marvel temui . Kurang lebih perjalanan selama satu hari penuh berhasil Marvel lalui. Tentunya Marvel juga beristirahat di rest area guna menghindari ancaman kecelakaan. Marvel masih sayang nyawa jadi laki-laki itu berkendara cukup santai hari ini.

Tinggal beberapa meter lagi, rumah keluarga Marvel terlihat. Ia sudah menyiapkan hati jika ayahnya akan mengatakan dirinya yang tidak sukses di kota. Marvel sudah sangat kebal akan perlakuan ayahnya, sehingga tujuan ia sekarang pulang adalah hanya untuk menemui ibunya.

Sesampainya Marvel di halaman rumah keluarga Lawrence, ia sudah disambut hangat oleh ibunya bersama wajah datar ayah Marvel. Marvel sangat senang ketika melihat ibunya yang berlari terlebih dulu untuk memeluk putra keduanya.

'' Marvel, akhirnya kamu pulang juga. Ibu sangat khawatir sama kamu nak,'' ucap ibu Marvel seraya memeluk anaknya.

'' Baru ingat rumah. Benar-benar anak tidak tahu diri kamu Marvel,'' ucap ayahnya yang melihat ibu dan anak saling berpelukan.

'' Sudahlah yah. Anak baru pulang seharusnya disambut bukan disambat,'' balas ibu Marvel.

'' Jangan dengar kan ayahmu. Ayo masuk! Ibu sudah menyiapkan banyak makanan kesukaan kamu,'' ucap ibu Marvel kemudian menarik tangan Marvel untuk masuk ke dalam rumah.

'' Ah ibu bahkan tidak tahu apa kamu masih menyukai masakan ini. Kamu sudah meninggalkan rumah cukup lama dan ibu tidak tahu keseharian kamu disana. Kakak kamu si Marco juga sangat cuek terhadap adiknya. Benar-benar bukan keluarga impian,'' gerutu ibu Marvel yang baru saja menyuruh Marvel duduk di kursi makan.

Ayah Marvel dan Marvel sendiri hanya diam ketika ratu rumah mereka mulai menunjukkan senjata mengomelnya. Menjadi satu-satunya perempuan di keluarga Lawrence menjadikan ibu Marvel sebagai sosok yang ditakuti oleh keempat pria di rumah itu.

'' Ibu makin cantik sekarang. Apa ibu tidak punya pikiran untuk mencari suami baru? Setidaknya dengan wajah ibu yang cantik, ibu bisa mendapatkan pria tampan yang selama ini ibu idam-idamkan,'' ucap Marvel sembari melirik sekilas ayahnya.

'' Anak kurang ajar,'' dengus ayah Marvel.

'' Nanti dulu berantemnya. Sekarang mari kita makan. Ayah mau lauk apa biar ibu ambilkan?'' ucap ibu Marvel menengahi anak dan ayah yang jarang akur tersebut. Marvel hanya tersenyum melihat muka masam ayahnya.

Episodes
1 1. Patah hati
2 2. Penjajah Wanita
3 3. Menjadi yang pertama
4 4. Berhenti berkarier
5 5. Pulang ke rumah keluarga Lawrence
6 6. Ternyata berbadan dua
7 7. Mencari tahu ayah bayi Karen
8 8. Keputusan Ayah Marvel
9 9. Pernikahan digelar
10 10. Day one after marriage
11 11. Rencana pergi
12 12. Tetap tinggal di keluarga Lawrence
13 13. Satu setengah tahun kemudian
14 14. Marvel akan pulang
15 15. Kepulangan Marvel dan perjanjian
16 16. Menuju apartemen lama
17 17. Menjadi pengasuh Calendula
18 18. Memulai semua dengan yang baru
19 19. Perjanjian baru
20 20. Fake happy family
21 21. Meminta maaf kepada Lala
22 22. Jason tahu
23 23. Perkara makan siang
24 24. Kedatangan Damino
25 25. Akting yang semakin berani
26 26. Hubungan semakin di depan
27 27. Curhat
28 28. Melebihi batas waktu
29 29. Mood buruk
30 30. Anak Jason yang keempat
31 31. Obrolan malam bersama Marvel
32 32. Mario Lawrence
33 33. Mario Lawrence 2
34 34. Sebuah pertanyaan
35 35. Ungkapan sebuah rasa
36 36. Jalan-jalan bersama
37 37. Ada apa dengan Karen?
38 38. Ada apa dengan Karen ? 2
39 39. Berakhir?
40 40. Lima tahun kemudian
41 41. Calendula putriku
42 42. Kehidupan Karen sekarang
43 43. Kedatangan keluarga Marvel
44 44. Kedatangan keluarga Marvel 2
45 45. Kumpul keluarga
46 46. Kumpul keluarga 2
47 47. Mengantarkan Karen pulang.
48 48. Main ke rumah Lala
49 49. Bertemu Marvel
50 50. Kesempatan menjemput Calendula
51 51. Ungkapan Mario
52 52. Karen menghindar
53 53. Mengejutkan Karen
54 54. Baikan?
55 55. Marvel yang egois
56 56. Usaha Marvel
57 57. Mario x Marvel
58 58. Marvel tidak pulang
59 59. Tujuan Marvel sebenarnya
60 60. Pertengkaran
61 61. Kedatangan Hani
62 62. Lebih baik pergi
63 63. Pertanyaan sulit
64 64. Keluarga bahagia
65 65. Pergi mengantarkan makan siang
66 66. Liburan bersama
67 67. Tiga singa jantan
68 68. Berantem kecil
69 69. Marvel perhatian
70 70. Map
71 71. Perkara isi map
72 72. Kepercayaan dan cinta
73 73. Tidak akan terpisahkan
74 74. Marco kecelakaan
75 75. Kabar menyakitkan
76 76. Semua Bersedih
77 77. Kedatangan tamu
78 78. Kemana lagi kamu?
79 79. Dimana kamu Karen?
80 80. Dimana kamu Karen? 2
81 81. Kejam
82 82. Penyerbuan
83 83. Berita buruk
84 84. Bersedih
85 85. Kepulangan Karen
86 86. End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
1. Patah hati
2
2. Penjajah Wanita
3
3. Menjadi yang pertama
4
4. Berhenti berkarier
5
5. Pulang ke rumah keluarga Lawrence
6
6. Ternyata berbadan dua
7
7. Mencari tahu ayah bayi Karen
8
8. Keputusan Ayah Marvel
9
9. Pernikahan digelar
10
10. Day one after marriage
11
11. Rencana pergi
12
12. Tetap tinggal di keluarga Lawrence
13
13. Satu setengah tahun kemudian
14
14. Marvel akan pulang
15
15. Kepulangan Marvel dan perjanjian
16
16. Menuju apartemen lama
17
17. Menjadi pengasuh Calendula
18
18. Memulai semua dengan yang baru
19
19. Perjanjian baru
20
20. Fake happy family
21
21. Meminta maaf kepada Lala
22
22. Jason tahu
23
23. Perkara makan siang
24
24. Kedatangan Damino
25
25. Akting yang semakin berani
26
26. Hubungan semakin di depan
27
27. Curhat
28
28. Melebihi batas waktu
29
29. Mood buruk
30
30. Anak Jason yang keempat
31
31. Obrolan malam bersama Marvel
32
32. Mario Lawrence
33
33. Mario Lawrence 2
34
34. Sebuah pertanyaan
35
35. Ungkapan sebuah rasa
36
36. Jalan-jalan bersama
37
37. Ada apa dengan Karen?
38
38. Ada apa dengan Karen ? 2
39
39. Berakhir?
40
40. Lima tahun kemudian
41
41. Calendula putriku
42
42. Kehidupan Karen sekarang
43
43. Kedatangan keluarga Marvel
44
44. Kedatangan keluarga Marvel 2
45
45. Kumpul keluarga
46
46. Kumpul keluarga 2
47
47. Mengantarkan Karen pulang.
48
48. Main ke rumah Lala
49
49. Bertemu Marvel
50
50. Kesempatan menjemput Calendula
51
51. Ungkapan Mario
52
52. Karen menghindar
53
53. Mengejutkan Karen
54
54. Baikan?
55
55. Marvel yang egois
56
56. Usaha Marvel
57
57. Mario x Marvel
58
58. Marvel tidak pulang
59
59. Tujuan Marvel sebenarnya
60
60. Pertengkaran
61
61. Kedatangan Hani
62
62. Lebih baik pergi
63
63. Pertanyaan sulit
64
64. Keluarga bahagia
65
65. Pergi mengantarkan makan siang
66
66. Liburan bersama
67
67. Tiga singa jantan
68
68. Berantem kecil
69
69. Marvel perhatian
70
70. Map
71
71. Perkara isi map
72
72. Kepercayaan dan cinta
73
73. Tidak akan terpisahkan
74
74. Marco kecelakaan
75
75. Kabar menyakitkan
76
76. Semua Bersedih
77
77. Kedatangan tamu
78
78. Kemana lagi kamu?
79
79. Dimana kamu Karen?
80
80. Dimana kamu Karen? 2
81
81. Kejam
82
82. Penyerbuan
83
83. Berita buruk
84
84. Bersedih
85
85. Kepulangan Karen
86
86. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!