"Shangjing ... apa informasi ini benar?" tanya Qinli.
"Aku juga baru mendapatkan informasi ini, masih menyuruh orang untuk memeriksa kebenarannya. Kalau sudah di konfirmasi, aku akan segera memberitahukanmu."
"Kalau begitu, tolong ya saudara Jiang," ucap Qinli penuh harap.
Beberapa waktu kemudian Qinli diajak Tuan Muda Jiang untuk pergi ke Hotel Quanji.
.
.
...⚜⚜⚜...
...HOTEL QUANJI...
Tuan Muda Jiang sengaja mengajak Qinli untuk jalan-jalan berkeliling kota, termasuk mengenalkan hotel milik keluarganya.
"Hotel ini milik adikku, juga termasuk hotel terkenal di Kota Jiang."
"Aku akan membawamu mencicipi hidangan khas mereka."
Tiba-tiba datanglah seorang wanita dari arah belakang.
"Jiangjun!"
"Kau sudah berjanji mau membawaku pergi jalan-jalan, kenapa baru datang?" ucap wanita itu sambil berpangku tangan.
Ternyata dia adalah Jianran adik Jiangjun.
"Semalam aku terlalu bersemangat sepanjang malam karena maslah giok yang kamu ceritakan, sampai lupa harus menemani adikku pergi jalan-jalan hari ini," ucap Jiangjun merasa bersalah.
Sedangkan Jiangran sudah kecewa dan terlanjur marah. Lalu Jiangjun memperkenalkan adiknya pada Qinli.
"Saudara Qin, dia adalah adikku, Jiangran."
"Jiangran, sepertinya aku pernah melihatnya di majalah," gumam Qinli.
"Dengar-dengar dia adalah wanita
karir sukses yang berusia dua puluh tahun, mendirikan perusahaan makanan dan minuma, memonopoli pasar makanan dan minuman di kota Jiang."
"Hallo, namaku Qinli."
Qinli pun berusaha mengulurkan tangannya pada Jiangran, sayangnya ia malah acuh dan membuang muka.
"Hmph..."
"Kenapa masih bengong, cepat masuk ke ruangan dan pesan makanan!"
"Tidak menemaniku jalan-jalan, sekarang malah aku yang harus menemanimu," seru Jiangran dengan kemarahan penuh.
Bahkan ia pun membiarkan uluran tangan Qinli begitu saja, bahkan mungkin sampai membuat tangan Qinli kebas karena terlalu lama menunggu.
Karena tak enak hati, Jiangjun merangkul Qinli dan mengajaknya untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.
"Adikku ini punya sedikit masalah, tidak suka bergaul dengan pria, mohon Saudara Qin maklumi dia."
Sedangkan dari arah belakang Jiangran masih bisa mendengar ucapan mereka. Kini ia pun sudah bersiap untuk memangsa mereka berdua.
"Apa yang kau bisikan tadi? Berbicara buruk tentangku ya!" gertak Jiangran dari arah belakang.
"To ... long ..." batin Jiangjun.
"Tidak ... peduli!" batin Qinli.
Tiba-tiba dari kejauhan ada seorang karyawannya yang datang dan berteriak.
"Direktur Jiang, ada masalah!"
"Manager Niubi, kau tidak lihat disini ada tamu, kenapa panik seperti itu," gertak Jiangran sambil bersedekap dada.
"Ada karyawan yang ingin melompat dari atas gedung, pengawas keamanan telah membawa orang naik ke atap!"
"Apa!" ucap Jiangran panik.
"Hentikan, harus hentikan dia, aku sekarang kesana! Segera lapor polisi!" ucapnya kemudian.
Jiangran segera berlari menuju lift, sedangkan Manager Niubi menelpon polisi.
"Hallo! Kami dari hotel Quanji, aku ingin lapor..."
"Saudara Qin, aku benar-benar minta maaf, tadinya mau mengajakmu kesini untuk makan. Tidak disangka malah bertemu masalah seperti ini."
"Karena sudah menganggapku sebagai saudaramu, jadi Anda tidak perlu sungkan, ayo kita lihat sama-sama."
"Jika kebetulan mereka membutuhkan bantuan, mungkin kita bisa membantu mereka," ucap Qinli memantapkan hati.
Lalu mereka benar-benar menyusul Jiangran ke atap hotel. Memang benar disana terlihat seorang wanita yang siap melompat dari atas gedung.
"Jika kau punya permintaan silahkan ajukan, Direktur Jiang sebentar lagi sampai, dia pasti akan berusaha memenuhi permintaanmu!"
"Benar, benar cepat kembali!" seru seorang koki yang kebetulan ada disana.
Belum sempat wanita itu melangkah, terlihat Jiangran sudah sampai di atap gedung.
"Jangan gegabah, aku akan berusaha memenuhi permintaanmu!"
Sorot wanita itu berubah menjadi merah menyala.
"Benarkah?" ucap wanita itu.
"Dengan wajah seram dan energi gelap di sekelilingnya, aku hawatir wanita ini, bukan hanya sekedar ingin bunuh diri," gumam Qinli.
"Jangan melangkah maju lagi, cepat kemari!" teriak Jiangran sambil berlari ke arahnya.
Sedangkan Qinli juga hawatir karena Jiangran malah berlari ke arah wanita yang ingin melompat itu.
"Jangan kesana! Ada yang aneh disini!" teriaknya.
Sayangnya wanita yang ingin melompat tadi sudah kemasukan roh jahat. Sehingga ia pun menarik lengan Jiangran agar ikut dia untuk bunuh diri.
"Aku menangkapmu!" ucap wanita itu.
Dan ahirnya wanita itu terjun dari lantai atas dengan menarik Jiangran untuk ikut bersamanya.
"Aaa ... aaa ...." teriak Jiangran.
"Ran ..." teriak Jiangjun panik.
Dengan secepat kilat Qinli sudah berhasil meraih kedua tangan Jiangran dan tangan wanita yang kesurupan itu.
SWISHH
Qinli berhasil menarik mereka ke atas dan melemparnya naik ke atas gedung.
"Aaa ...." teriak Jiangran ketakutan.
Sayangnya Jiangran mendarat diatas tubuh Qinli dengan posisi yang tidak menguntungkan.
Jiangran jatuh tepat di atas Qinli dengan menduduki barang keramatnya. Bahkan sebelum Jiangran jatuh diatas Qinli, ia hampir melihat area terlarang milik Jiangran yang membuat semburat merah muncul di wajah Qinli.
Bahkan alarm di otaknya sudah memberikan warning padanya, "area terlarang".
Jiangran yang jatuh diatas Qinli membuatnya hampir muntah darah karenanya. Mereka jatuh saling bertumpuk dengan posisi terduduk.
BUGH..
Sayangnya wanita yang kesurupan itu sudah bersiap menyerang Qinli.
"Aaaa ...." ia pun sudah melayangkan cakarannya pada Qinli.
"Hati-hati ..." teriak Jiagjun dari kejauhan.
"Grr!!"
Beruntung Qinli lebih dulu menekan energi jahat pada wanita itu.
GEDEBUG... Wanita yang kesurupan itu terjatuh.
Karena Jiangran tidak beranjak dari tubuh Qinli dan tetap duduk diatas perutnya, Qinli menjadi tidak nyaman. Sehingga Qinli tak sengaja memegang pinggang ramping milik Jiangran, yang membuat wanita itu menggigil tidak karuan.
"Nona Jiang, kau tidak apa-apa kan?"
"Hei, tanganmu!" teriak Jiangran tidak suka.
Dengan cepat Qinli meminta maaf padanya.
"Ma ... maaf."
Setelah Jiangran berdiri, Qinli pun segera berdiri dan membersihkan tubuhnya dari debu. Lalu Jiangjun segera mendekati mereka untuk berterima kasih pada Qinli.
"Luar biasa, saudara Qin benar-benar luar biasa, bagaimana kau melakukannya!" ucap Jiangjun sambil menepuk punggung Qinli.
"Tidak ada, hanya saja aku menemukan ada masalah, jadi aku membuat prediksi lebih awal."
"Ada masalah?" ucap Jiangran dan Jiangjun hampir bersamaan.
"Aku hawatir, masalah ini tidak sesederhana yang dipikirkan."
"Aku rasa gedung kalian mungkin telah disihir oleh orang yang belajar ilmu hitam," ucap Qinli sambil memandangi gedung milik Jiangran yang masih diselimuti aura gelap.
Sayangnya Jiangran tidak percaya hal itu.
"Ilmu hitam? takhayul? kau sedang bercanda kan!"
"Ini bukan takhayul, mungkin pernah ada orang yang meninggal di gedung ini."
"Walaupun kau tadi menyelamatkanku, tapi kau juga tidak boleh mengutuk hotelku!" teriak Jiangran marah.
"Qinli, ini ... sedikit aneh kan?" ucap Jiangjun bingung.
"Ilmu hitam semacam ini, dari awal sudah hilang bertahun-tahun lalu."
Sedangkan Jiangran malah berlari ke arah wanita yang kesurupan tadi.
"Manager Niu, bagaimana keadaannya?" tanya Jiangran hawatir.
"Dia sepertinya pingsan."
"Cepat panggil ambulans kesini ..."
"Saudara Qin, selanjutnya serahkan saja pada Ran ..."
"Iya ..."
Mereka pun turun ke lantai bawah.
.
.
...🌹Bersambung 🌹...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
JOE NATHAN ALFARYZy
next next next next
🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡
2023-02-01
1
JOE NATHAN ALFARYZy
next next next next
💖💖💖💖💖💖💖
2023-02-01
0
JOE NATHAN ALFARYZy
mantap
2023-02-01
0