HAPPY READING ALL😘
BUDAYAKAN MEMBERI LIKE DAN KOMEN KETIKA SELESAI MEMBACA, TERIMAKASIH 🙏
.
.
Qinli memandang nanar kepergian istri dan sahabatnya itu, sedangkan sang sopir malah mengejeknya.
“Saudaraku, penglihatanmu lumayan unik ya-
“Bukan seperti yang kau pikirkan ...” ucap Qinli sambil menyandarkan dagunya pada pintu mobil.
Sedangkan matanya masih mengikuti kemana istrinya pergi. Terlebih sahabat istrinya itu memberikan sebuah kode tangan yang tak terbaca. Sontak hal itu membuat pertanyaan besar pada Qinli.
Qingyin dan sahabatnya masuk klub dengan saling merangkul bagaikan sepasang kekasih.
...⚜⚜⚜...
...KLUB MALAM...
Sesampainya di dalam klub, ia pun langsung memesan sebuah minuman pada salah satu bartender.
“Wu, berikan arak terbaik untukku!”
Sedangkan mereka masih saja bermesraan sambil menuju sebuah kursi di depan bartender.
“Sayangku, aku sangat merindukanmu, aku kira kau sudah melupakanku ...” ucapnya.
“Akhir-akhir ini aku sangat sibuk, dan aku mendapatkan masalah di tempat kerja,” ucap Qingyin memberikan sebuah penjelasan.
“Pekerjaan tidak akan pernah selesai, sayang...”
“Malam ini, kau jangan memikirkan hal-hal yang tidak menyenangkan. Ayo kita bersenang-senang,” ajak pacar wanita Qingyin.
“Oke, tidak mabuk tidak pulang! CHEERS!” seru mereka bersamaan sambil bersulang.
TING!! ...
Malam itu mereka benar-benar mabuk bersama, tak terasa sudah empat botol bir mereka habiskan.
KLANG ... bunyi botol ke empat masuk bak tempat botol bekas.
“Kau yang paling mengerti diriku ... kalau bukan karena aku waktu itu menghindari perjodohan keluarga, aku juga tidak akan ...”
“Aku juga tidak akan punya tekanan besar seperti sekarang!” Qingyin mulai meracau karena terlalu mabuk.
“Kau telah melalui semua ini dengan susah payah, sayangku.”
“Ayo habiskan minuman ini,” ucapnya sambil tersenyum licik.
KLANG!!! .... GLUK ... GLUK ...
Qingyin benar-benar minum sedangkan sahabatnya itu hanya menempelkan ujung gelas pada bibirnya tanpa sedikitpun meminum bir itu.
Sepersekian detik berikutnya Qingyin pun mabuk, dan ahirnya sahabatnya itu membawa Qingyin pergi.
TAP ... TAP ... TAP ...
Satu persatu tangga mulai mereka naiki hingga sampailah mereka disebuah kamar di lantai atas.
Pintu kamar itu terbuka dan tampilah seorang lelaki dari dalam sana dengan sebuah senyuman mesum.
Ia pun merengkuh tubuh Qingyin lalu membaringkannya di sebuah ranjang king size.
“Jangan menyalahkan aku,” gumamnya sambil menutup pintu kamar.
KLEK ...
“Siapa suruh kau tidak bersedia bercerai dengan orang cacat itu, jadi aku juga tidak punya cara lain lagi,” seringainya licik sambil menatap tubuh Qingyin dengan penuh nafsu.
Terlebih tubuhnya begitu menggoda bak gitar spanyol. Malam itu pula gaun yang dipakai Qingyin begitu tipis sehingga membuat lekukan di setiap inchi tubuhnya terlihat jelas.
Ha ... ha ... ha ....
Di kamar itu pula ia sudah menyiapkan sebuah kamera untuk merekam kegiatan panas mereka nanti.
SREK ... SREK ... HE ... HE ...
Belum sempat ia melakukan aksi bejatnya, pintu kamar itu digedor-gedor dari luar.
DUK ... DUK ... DUK ...
“Ck ... siapa?”
Dari luar terdengar suara.
”Aku ke sini untuk mengantarkan alat pengaman,” serunya.
“Para gadis mengambil uang, dan melakukan pekerjaannya dengan baik ...”
Krekkk ... Pintu terbuka, sehingga muncullah Qinli disana.
“Surprise...”
“Qin ... Qinli ....” ucapnya kaget sehingga ia pun beringsut mundur beberapa langkah.
Sedangkan di depan pintu sudah terlihat teman wanita Qingyin yang sudah berhasil dibekukan Qinli dan kini sedang pingsan.
“Kenapa malah kau yang muncul?”
Qinli mulai berjalan memasuki kamar itu dan melihat Qingyin tak sadarkan diri diatas ranjang.
“Qinli, kau jangan salah paham, aku lihat Qingyin mabuk jadi aku ...” ucap Minghao mulai ketakutan.
“Menjaganya....” belum sempat ia menyelesaikan ucapannya Qinli sudah terlebih dulu menghajarnya.
BAMMM!!!
Qinli menghajar Minghao dengan membabi buta. Hingga ia jatuh tersungkur mengenai sudut meja.
Uhukkk!!
Mulut Minghao mulai mengeluarkan darah, kemudian Qinli mulai mendekatinya dengan sorot mata penuh kemarahan.
“Katakan, bagaimana kau ingin mati?” ucap Qinli.
Minghao pun menunduk hormat padanya sembari memohon.
“Tolong ampuni aku, a ... aku akan segera pergi, dan tidak akan muncul lagi.”
“Ampuni aku, aku tidak akan berani lagi Tuan Qin, Bapak Qin! Lihat, aku sudah dipukul olehmu sampai muntah darah!” ucapnya sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada.
“Oke, kalau begitu pergilah, jangan pernah muncul lagi,” seru Qinli.
“Terimakasih! Terimakasih!” ucap Minghao sambil berlalu.
Tetapi tidak disangka Minghao mencoba menguhunuskan sebuah pisau pada Qinli dari arah belakang.
SWOSSHHH!!!
“Matilah kau Qinli ...”
Tiba-tiba Minghao menyerangnya dari arah belakang. Beruntung Qinli bisa menghindarinya.
“Sebelumnya, aku sudah melepaskanmu dua kali, tidak disangka kau tetap tidak berubah, kalau begitu jangan salahkan aku lagi.”
SYUTT ... KRAKK ...
Qinli tepat menyerang Minghao pada dua buah telurnya dengan sebuah jarum miliknya, sehingga ia pun jatuh terkapar dengan mulut penuh busa.
GEDEBRUKK!!
“Pergi!” teriak Qinli sambil menendang Minghao hingga terlempar ke luar kamar.
Sesudahnya Qinli segera menutup pintu kamar.
KRAKK!!
“Untung saja hari ini aku melihatnya,” ucap Qinli sambil memandangi istrinya.
Dengan tenaga dalamnya ia pun mengobati istrinya dari pengaruh minuman tadi dengan jarum akupuntur miliknya yang berpadu dengan bantuan tenaga dalam miliknya.
HUU ... UGH
Perlahan-lahan ahirnya Qingyin membuka matanya.
“Kau sudah bangun, bagaimana perasaan mu?” tanya Qinli dengan bahagia.
“Aku merasa...” Ucap Qingyin setengah sadar.
Hingga ia membuka matanya dengan lebar karena kaget saat melihat Qinli di depannya.
PLAKK!
“Dasar biadap!” Seru Qingyin marah.
“Barusan aku menyelamatkanmu, dan kau malah memukuliku, apa maksudmu?”
“Menyelamatkanku?!” ucap Qingyin tak percaya.
“Jelas-jelas kau mau memperkosaku, dan kau bilang menyelamatkanku!?”
“Aku tidak akan percaya pada omonganmu!”
Qinli hanya terdiam, lalu meninggalkan kamar tersebut.
“Aku tidak melakukannya, terserah padamu mau percaya atau tidak?” ucap Qinli di bibir pintu sebelum pergi.
“Qinli, dasar brengsek, cepat pergi!” hardik Qingyin sambil melempar bantal ke arah pintu.
BUGH!
Beruntung Qinli sudah menutup pintu tersebut.
UGHH!! ... Qingyin berteriak kesal akan hal yang barusan ia alami.
Tiba-tiba kamera di sebelah ranjang berbunyi.
BIPP!!
Qingyin pun menoleh ke arah kamera.
"Ada kamera disana?" gumam Qingyin dalam hatinya.
Sedangkan di sebuah halte, Qinli sedang duduk disana. Lalu ponselnya berbunyi.
TUT ... TUT ...
“Hallo, apa benar dengan saudara Qinli?”
“Oh, kak Liuwan ya, ada apa menelpon malam-malam begini?”
Saat itu, Liuwan masih dalam posisi sedang dicat kukunya disebuah salon.
“Apa masih ada obat salep yang waktu itu kamu kasih padaku? Aku mau membelinya dalam jumlah yang besar.”
“Selain itu, tolong perbarui lagi, tambah efek pemutih kulit!”
“Kak Liuwan mau berapa banyak? Aku harus pulang untuk mempersiapkannya,” ucap Qinli dengan berbinar.
“Aku pesan dua ratus dulu, nanti aku akan mentransfer uang sebesar empat setengah milyar.”
“Tidak masalah, tetapi modal untuk membuat obat ini tidak tinggi, tidak perlu mentransfer begitu banyak uang."
“Aku sudah mendengar cerita dari kakakku, kau mau membuat toko obat China, ke depannya, kau pasti akan memerlukan uang banyak, anggap saja sisanya untuk mensupportmu.”
“Kalau begitu, terimakasih kak Liuwan.”
Sementara itu di rumah Qingyin.
TONG ... Bunyi detak jarum jam.
“Sudah larut malam, kenapa dia belum pulang? Hari ini aku sudah salah paham padanya, apa mungkin dia marah?” gumam Qingyin sambil memeluk bantal di sebuah sofa.
KREKKK!! Pintu terbuka.
Qinli mulai masuk ke dalam rumah.
HENING
Qinli tetap melangkah masuk melewati Qingyin dan mengabaikannya.
“Kenapa kau baru pulang?”
“Aku pergi mengurusi masalah...”
“Anggap saja aku tidak bertanya,” ucap Qingyin sendu.
“Ehem ... itu ... ha, hari ini ....”
Qinli pun mulai menoleh ke arah Qingyin.
“Ada apa denganmu hari ini, kau terlihat aneh.”
“A ... aku mungkin akan dipecat dari perusahaan.”
.
.
...Apakah yang akan terjadi? kita tunggu di up selanjutnya.. semoga suka dengan karya ini, terimakasih 🙏...
.
.
...🌹Bersambung🌹...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
Supriadi
semangat thoor
2024-05-11
0
Eric ardy Yahya
benar sih yang dikatakan Qinli , orang seperti Liu Minghao tidak akan berubah walaupun dikasih kesempatan . memang sih kekerasan bisa membuka pikiran Liu Minghao lebih terbuka lagi sih
2023-09-22
1
Eric ardy Yahya
ternyata ini rencana si Liu Minghao. ketika dia gagal mendapat perhatian Qinyin , dia langsung menculik dan memerkosa Qinyin . hebat juga si Liu Minghao , tapi dia bodoh karena mengira Qinli gak ada di sekitar dia . lihat saja gimana Qinli akan membasmi si bodoh ini
2023-09-22
0