RIBUT .. RIBUT ...
Jalanan tempat pertokoan obat China milik Qinli begitu ramai. Tentu saja hari itu begitu ramai, karena kedua toko obat itu sudah mulai berkompetisi. Apalagi ini menyambut reputasi mereka.
"Ada apa ini? Kenapa begitu banyak orang?"
"Qian Kun Tang dan Tang Bohuai, sinshe terkenal di Yangcheng, bersaing menyembuhkan penyakit, apa kau tidak tahu?"
"Pasti akan sangat ramai."
Di depan Pengobatan Tradisional China Group Tang sudah banyak orang yang antri.
"Terima kasih sinshe."
Begitu pula dengan sebaliknya. Toko obat milik Qinli juga sudah ramai.
"Dokter Qin sangat hebat, setelah aku diakupuntur, aku merasa jauh lebih baik."
"Benar, benar, walaupun dokter Qin masih muda, tidak disangka ilmu kedokterannya benar-benar luar biasa."
Tuan Tang sempat mendengar semua kasak kusuk pasien Qinli.
"Bocah itu lumayan juga, aku menjalankan praktik kedokteran selama lebih dari tiga puluh tahun mendapatkan ilmu kedokteran ini."
"Dia tidak melakukan kesalahan apa pun dari tadi."
Ia pun memberikan kode pada salah satu muridnya agar pergi berobat dan mengacau pengobatan milik Tuan Qin.
"Ehem .."
Ia pun memijit pelipisnya.
"Fiuh ... selanjutnya."
"Halo dokter ..."
"Penyakit ini..."
Sementara itu di Qian Kun Tang.
"Selanjutnya ..."
Anak buah Tuan Tang sudah mulai beraksi di pengobatan Qinli. Wanita berbaju **** itu mulai beraksi.
"Dokter ... akhir-akhir ini aku merasa pusing dan penglihatanku kabur, dan juga sesak dada, apa ada cara untuk menyembuhkan penyakitku?" seru wanita itu.
"Aduh, aku sudah tidak tahan lagi, tolong bantu aku periksa penyakitku."
"Tidak perlu terburu-buru, aku harus meraba urat nadimu dulu."
"Dokter, tolong periksa penyakitku dengan baik ya."
Setelah memeriksa dengan tenaga dalamnya, Qinli menyimpulkan.
"Aneh, denyut nadinya stabil dan kuat, lima organ zang juga tidak ada masalah, sepertinya tidak ada penyakit," batin Qinli.
Sedangkan di toko sebelah terdengar teriakan, "Aaa ...!"
"Ugh ..." teriak pasien itu.
"Kau baik-baik saja kan?" ucap mereka panik.
Bahkan dari mulutnya keluar busa.
"Pasien sudah tidak bisa bertahan lagi, cepat bawa ke rumah sakit!"
"Unit, gawat darurat bukan? disini ..." seru Sinshe Tang.
Lalu beberapa pengunjung mulai meragukan kehebatan Sinshe Tang, hingga satu persatu pengunjung mereka mulai pergi.
"Ayo kita pergi dari sini ... kita ke Qian Kun Tang untuk berobat saja, Sinshe Tang tak bisa diandalkan."
Lalu mereka mulai menuju ke klinik pengobatan Qinli.
"Sinshe Tang benar-benar tidak bisa diandalkan, kalau tau dari awal, lebih baik aku ke Qian Kun Tang saja!"
"Benar."
Sementara itu di seberang jalan, atau lebih tepatnya di klinik pengobatan Qinli. Wanita suruhan Sinshe Tang mulai beraksi kembali.
"Aduh, kepalaku pusing sekali, aku sudah tidak tahan lagi."
GOYANG ... GOYANG ... GEDEBUK ...
Wanita itu berakting seolah ia pingsan.
"Orang ini... dokter cepat periksa orang ini!"
"Hng ... kau jangan merasa puas pada diri sendiri dulu." Ucap Shinse Tang dengan kesal.
"Kalau kau tidak bisa menyembuhkannya, berarti kita imbang."
SWOSSSHHH ...
"Hmm .. kelihatannya hanya bisa ... menggunakan jarum akupuntur (paling besar)," seru Qinli.
"Aku harus memeriksanya dengan sangat teliti, kalau sampai salah tusuk titik, maka kemungkinan akan menjadi cacat.
Qinli pun mulai berhitung mundur ... tiga ... dua ... satu ... hingga wanita yang berpura-pura itu ketakutan.
"Ugh ... dokter Qin, aku tidak sakit, tidak sakit, ha ha ha ..."
Ia pun segera tersadar.
"Pengobatan Tradisional China Group Tang yabg menyuruhku ke sini, tolong lepaskan aku!"
"Tuan Tang, kau kalah," seru Qinli.
Wanita suruhan Sinshe Tang itu menangis tersedu-sedu. Tetapi di seberang sana, Sinshe Tang berteriak tidak terima.
"Qinli, kau jangan senang dulu! Aku adalah sinshe terkenal di Yangcheng."
"Bahkan Liuzheng pun punya rasa hormat padaku!"
"Oh? Sinshe terkenal? Sinshe terkenal yang menggunakan cara curang untuk mengacaukan kompetisi?"
Qinli pun berbalik lalu kembali menekankan sebuah pernyataan untuk Sinshe Tang Bohuai.
"Kau tidak pantas menjadi dokter!"
"Qinli, ingat kau, aku akan menagih hutang ini padamu!" teriaknya tidak terima.
Setelah itu Qinli pun segera masuk ke dalam tokonya. Ia pun melepas jubah dokternya. Lalu menyugar rambutnya.
"Bos, apa perlu aku bereskan orang tadi?"
"Apa lukamu sudah sembuh?"
"Terimakasih atas perhatianmu, luka kecil ini tidak termasuk apa-apa."
"Jika ada yang perlu aku lakukan, jangan segan-segan untuk memberitahuku."
"Kau harus beristirahat di sini dulu untuk memulihkan kesehatanmu."
"Beberapa hari nanti, ada satu hal yang perlu kamu lakukan untukku."
Belum sempat ia meneruskan perkataannya, ponselnya sudah berdering.
KRING ... KRING ...
Qinli pun mengambil ponselnya lalu mengangkat telepon tersebut.
"Halo, apa kabar Tuan Qin?"
"Aku orang kepercayaan Tuan Muda Jiang untuk memberitahukan Anda informasi sumber batu kasar giok."
"Diperkirakan, setelah satu minggu, persediaan barang akan sampai di kota Yangcheng."
"Selain itu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan secara langsung dengan Tuan Qin, tentu saja akan menguntungkan Anda, apakah Tuan Qin tertarik?"
"Karena kau sudah berbicara seperti ini, maka kita bicarakan lagi pada saat kita bertemu," seru Qinli.
"Baiklah, tempat dan jam ketemuannya akan aku kirim ke ponsel Anda."
.
.
...⚜⚜⚜...
...Rumah Tang Bohuai...
Pagi harinya ...
Tang Bohuai sedang menonton berita dari dalam rumahnya yang mewah itu.
... berita siang hari ini.
"Kemarin dua sinshe Yangcheng mengadakan persaingan ilmu kedokteran."
"Tang Bohuai, bos toko obat China Grup Tang kalah dan mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia pengobatan tradisional China."
"Seluruh Grup Tang di serang untuk pertama kalinya dalam sejarah."
Hanya dengan melihat berita pagi itu amarahnya sudah meletup-letup. Harga diri yang sempat ia banggakan hancur sudah. Itu semua karena persaingan bodohnya dengan Qinli kemarin.
Wush .. wush ...
Ia pun menaik turunkan cangkirnya dengan geram. Bahkan mungkin saja sesudahnya akan pecah karenanya.
"Matikan TV-nya!!!" titah Sinshe Tang pada pelayannya.
KRAKK!!!
Cangkir yang ia pegang hancur. Amarahnya benar-benar sudah tak tertahan lagi. Lalu beberapa saat kemudian dari arah pintu terdengar suara pintu di ketuk.
TOK ... TOK ...
"Permisi, apakah Sinshe Tang ada?"
Hati Sinshe Tang masih terasa panas, hingga ia pun menjawab panggilan tamunya dengan penuh emosi.
"Tidak ada, tidak ada!! Pergi!!"
Tetapi sepertinya tamunya itu tidak mau pergi dan tetap bertahan di depan pintu.
"Kalau aku bisa membantumu membalaskan dendam dan menjatuhkan Qinli bagaimana?"
Ia pun mengucapkan kata saktinya demi memancing Sinshe Tang agar membuka pintu rumahnya. Benar saja sesaat kemudian pintu rumah terbuka.
Krak!!
Pintu terbuka
"Kau rupanya!" ucap Sinshe Tang terperangah.
Lelaki itu yang tak lain adalah Minghao, segera menyerahkan secarik kertas padanya.
"Urusan ini, hanya kau yang berhasil melakukannya."
Hingga ia pun kaget membaca isi dari kertas tersebut.
"Ini? resep obat!"
.
.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
Eric ardy Yahya
makin gak kapok si Minghao nih . karena obsesi mau dapat Qinyin , maka dia malah melakukan kejahatan sama si kakek tua hanya demi mendapatkan Qinyin .
2023-09-22
1
Eric ardy Yahya
berarti selama ini , dia hebat karena main curang , wah . ini sih mencoreng nama sinshe nih
2023-09-22
1
[Jinx] Tenjima
patut udah tahan 10 tahun , sikapnya harus baik kepada yg baik , kejam kepada yg kejam .. ini mahh dikasi lepas buat nambah beban dimasa dpn ..
2023-02-20
2