“Ya ampun! Ini adalah batu giok di dalam giok yang jarang ditemukan!” ucap pembawa acara itu berbinar.
“Dan ini adalah batu giok darah alami yang hanya bisa terbentuk selama ribuan tahun!”
“Ini sebuah takdir bisa melihat giok langka ini, aku merasa hidupku sangat berharga!”
“Aku tawar dua ratus dua miliar rupiah.”
“Aku tawar dua ratus dua puluh lima rupiah.”
“Aku mau giok ini, aku tawar dua ratus tujuh puluh miliar rupiah.”
Dari lantai teratas terlihat dua orang pemimpin tertinggi pemilik kompetisi batu giok ini sedang mengamati kompetisi di bawah.
“Orang ini tidak disangka menemukan giok darah yang langka!”
Sementara itu, seorang kakek di belakang pemuda itu terbatuk-batuk.
“Uhuk uhuk ... uhuk uhuk ...”
“Kakek! Penyakitmu ini sepertinya semakin lama semakin parah...” ucap pemuda itu terlihat sangat hawatir.
“Huft, aku sudah tua, badan juga semakin tua semakin tidak berguna lagi, tidak tahu apakah selama sisa hidupku ini bisa ...”
“Uhuk uhuk ...”
Di dalam sapu tangan kakek sudah ada noda darah ketika ia terbatuk, tetapi ia menutupi hal itu dari cucunya itu. Sementara itu di bawah, palu sudah di ketuk.
DUG ... DUG ...
Empat ribu lima ratus triliun rupiah ... DEAL!
“Selamat kepada [Perhiasan TANJI] telah memenangkan kompetisi ini dengan harga lelang sebesar empat ribu lima ratus triliun rupiah.”
HUAAA ... seru Tuan Tan bahagia.
Sementara itu di lantai bawah, sorak-sorak pengunjung saling bersautan.
“Kompetisi kali ini benar-benar memperluas cakrawalaku.”
“Dan harga ahir empat ribu lima ratus triliun rupiah ini pasti menjadi sebuah legenda yang sulit untuk dilampaui!!”
Sesaat sebelum Qinli melangkah pergi, Tuan Tan mengucapkan terimakasih secara lansung di atas panggung.
“Tuan Qin ...”
“Aku benar-benar berterimakasih padamu hari ini,” ucap Tuan Tan sambil membungkuk.
Sementara itu Tan Zijin dengan tersenyum membawa piala kemenangannya itu di belakang ayahnya.
“Kalau bukan karenamu, reputasi TANJI hari ini akan hancur, aku minta maaf atas keraguanku padamu!”
“Tuan Tan, Anda terlalu berlebihan, aku tidak memasukkannya ke dalam hati.”
Qinli pun kembali ke arah Tuan Tan dan membantunya berdiri.
“Demi menunjukkan rasa minta maafku atas nama Tanji, aku akan menyerahkan seluruh uang dari lelang batu giok darah ini kepada Tuan Qin.”
“Tuan Tan, aku ...” Qinli pun tidak enak hati padanya.
“Sudahlah Qinli, kau jangan menolaknya, kau sekarang adalah penyelamat kami,” Tan Zijin pun ikut bersuara.
“Dan di kompetisi kali ini, kami telah mendapatkan reputasi bisnis.”
“Kedepannya, TANJI akan bisa berdiri kokoh di seluruh Provinsi Jiang, terima sajalah.”
Belum sempat Qinli menjawab penawaran Tuan Tan dan Tan Zijin dari arah belakang muncul beberapa orang berpakaian rapi menuju pada dirinya.
“Hallo Tuan Qin,” sapa mereka.
“Tuan Jiang, penyelenggara kompetisi dengan tulus mengundang Anda untuk datang ke rumah Jiang. Tuan Qin, mohon terima undangan ini.”
Kemudian ia pun menyerahkan undangan itu pada Qinli. Lalu sesudah itu Qinli segera meninggalkan kompetisi tersebut untuk menuju kediaman Tuan Jiang.
Sebuah mobil mengantarkannya kesana.
WUZZ ...
Di dalam mobil ia memandangi undangan itu dengan seksama. Sampai perjalanan itu terasa singkat baginya.
“Sudah sampai Tuan Qin.”
Qinli segera turun dari mobil lalu diantar oleh salah seorang petugas yang berada disana.
“Tuan Qin sudah sampai, OVER,” lapor salah satu petugas pada petugas lain dengan menggunakan earpiece.
Sedangkan Qinli memandang takjub rumah mewah di depannya itu.
“WOAH ...”
Karena beberapa lukisan di rumah itu begitu mewah, ia pun mengabadikan hal itu lewat ponselnya.
CEKLEK ... CEKLEK ....
“Tuan Qin, lewat sini.”
TOK .. TOK ...
“Tuan muda, Tuan Qin sudah sampai.”
CEKLEK
“Tuan Qin, aku sudah menantikan kedatangan Anda! Ayo silahkan masuk.”
Ternyata Qinli disambut langsung oleh putra tertua keluarga Jiang, Jiang Jun. Sedangkan di dalam sudah ada kakeknya yang duduk lemah diatas kursi, Jiang Guozhong.
“Hari ini, penampilan Tuan Qin di kompetisi benar-benar memperluas cakrawalaku.”
“Tuan Jiang, terimakasih pujiannya. Tapi kenapa Anda mengundangku malam-malam begini, apa ada sesuatu yang penting?” tanya Qinli.
“Ha ha ha, sebenarnya tidak ada sesuatu yang terlalu penting, tapi ada yang membuatku sangat penasaran,” ucap Tuan Muda Jiang sambil menuangkan teh untuk Qinli.
“Setelah Tuan Qin memotong giok itu, kenapa Anda terus memotongnya?”
“Apa mungkin dari awal Anda sudah tau kalau di dalamnya tersimpan giok darah?”
“Emm, ketika aku memegang giok itu, tanganku merasa hangat dan juga merasa ada yang ganjal.”
“Jadi aku penasaran dan terus memotong untuk melihatnya.”
“Oh, ternyata begitu.”
Dari arah belakang, kakek Tuan Jiang Guozhong terus terbatuk-batuk.
UHUK .. UHUK ... UHUK ...
“Aku ingin meminta tolong pada Anda untuk membantuku mencari sepotong giok darah, apakah Tuan Qin ...”
Saat Tuan Jiang meminta tolong, arah mata Qinli terus melirik ke arah sang kakek.
“Kenapa? Apakah ada sesuatu yang aneh di tubuhku?” tanya kakek.
“Sejujurnya, kondisi Anda sudah, tidak bisa disembuhkan, takutnya ...”
“Oh, tidak disangka Tuan Qin ternyata mahir dalam ketrampilan medis!”
“Aku membuat toko obat China di Yangcheng, kalau Anda tidak keberatan, bolehkah aku meraba urat nadimu?”
“Kau, sinshe?” tanya Tuan Muda Jiang kaget.
“Kami telah mencari dokter terkenal dimana-mana, tapi tidak ada yang bisa menyembuhkan penyakitku.”
“Karena Tuan Qin ahli dalam ketrampilan medis, tidak ada salahnya membiarkan dia memeriksaku,” ucap Kakek Jiang Guozhong.
Qinli mulai memusatkan pikirannya lalu menggunakan ilmu tenaga dalamnya untuk membaca apa yang sudah terjadi di dalam tubuh kakek Jiang Guozhong.
WUSH ...
“Tidak disangka energi jahat ini sudah mau melahap unsur energinya.”
Qinli pun menyerang energi jahat itu dengan tenaga dalamnya tepat pada pusatnya.
SYUTT ... Bubar!
......Satu jam kemudian...
SYUTT ...
“Huh, aku sudah merasakan enakan,” seru kakek Jiang bahagia.
“Aku hanya menekan penyakit Anda untuk sementara waktu. Kalau ingin menyingkirkan penyakit ini sepenuhnya, harus cari akar penyakit ini dari tubuh Kakek Jiang sendiri.”
“Aku selalu menjaga kakekku, dan jarang sekali ke luar rumah. Ini ...” ucapan Tuan Muda Jiang terhenti.
“Hm, kalau boleh tahu, apakah Kakek Jiang ada menerima barang berharga baru-baru ini?”
“Barang berharga ...”
Kakek Jiang mulai mengingat-ingat ... dan Tuan Muda Jiang berseru ,”Ada! Bantal giok!”
“Bantal giok ini kemungkinan diambil dari kuburan.”
“Kalau berhubungan jangka panjang bisa menyebabkan kematian!”
Kakek Jiang kemudian mengingat sesuatu.
“Pa ... pantas saja, aku merasa seluruh tubuhku kedinginan ketika tidur menggunakan bantal giok ini!”
“Aku kira ...”
“Kakekku sudah lama sakit, tidak disangka Tuan Qin adalah seorang dokter yang baik hati ...”
“Aku tidak peduli kau bisa menemukan giok darah atau tidak, keluarga Jiang akan menyetujui satu permintaan dari Anda, apa pun itu.”
“Tuan Jiang terlalu sungkan, menyembuhkan penyakit dan menolong orang adalah tugasku.”
“Tapi, mencari giok darah tidak masalah ...”
“Aku hanya punya satu permintaan.”
.
.
...🌹Bersambung🌹...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
JOE NATHAN ALFARYZy
mantap
2023-01-31
1
JOE NATHAN ALFARYZy
next next next next
💜💜💜💜💜💜💜
2023-01-31
0
JOE NATHAN ALFARYZy
next next next next
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2023-01-31
1