Kedatangan Qinli jelas membuat Qingyin kaget, terlebih dia bisa berbicara saat ini.
“Qinli kau ...”
“Bisa berbicara?” Tanya Qingyin terkejut.
Tanpa menanggapi istrinya, Qinli melangkah maju menuju Ibu Liu. Sedangkan Minghao mengumpat karena kesalnya.
“Menantu laki-laki tidak berguna, masih berani menunjukkan kehebatannya, benar-benar membuat keluarga Chu malu!”
Qinli tetap berjalan santai tanpa menghiraukan sekitarnya, perhatiannya hanya terfokus pada Ibu Liu.
“Qinli, apa yang mau kamu lakukan? Aku sudah cukup kesulitan, jangan menambah masalah lagi untukku!” ucap Qingyin hawatir.
“Kau tenang saja, aku yang sekarang berbeda, sesekali aku harus melakukan tugasku sebagai seorang suami,” ucap Qinli sambil menoleh ke arah istrinya.
“Bukankah hanya bisa berbicara? Kau masih tetap tidak berguna dan kau masih ingin menunjukkan kehebatanmu di depan Qingyin?” ucap Minghao meragukan apa yang akan Qinli lakukan.
Dengan mantap-nya Qinli berucap, “Aku punya cara menyembuhkan jerawat yang ada pada ibu ini!”
Ha-ah, hampir semua terperanjat akan perkataan Qinli barusan. Tetapi tak sedikit pula yang meragukan kemampuannya saat ini. Bahkan banyak kasak kusuk yang mulai terdengar di lantai itu.
“Oh ternyata dia adalah menantu laki-laki cacat yang masuk Keluarga Chu, bukankah dia tidak bisa berbicara?”
“Bahkan dia hanya mengandalkan uang istrinya untuk hidup, sekarang dia membual tanpa malu-malu dan berkata dia bisa menyembuhkannya. Benar-benar konyol.” Ucap yang lainnya menimpali.
“Kenapa nona keluarga Chu bisa jatuh cinta pada orang seperti dia?”
Banyak sekali terdengar kasak-kusuk dari sekelilingnya tetapi Qinli tetap berpegang teguh pada pendiriannya.
“Hmm, atas dasar apa aku harus mempercayaimu?” Ucap Nona Liu tak percaya.
“Jika tidak bisa menyembuhkan jerawatmu, aku bersedia menanggung semua akibatnya, kau boleh melakukan apa saja padaku,” ucap Qinli berusaha menengahi.
“He he he, oke, kau harus menyembuhkannya! Kalau tidak bisa, jangan salahkan aku karena kejam padamu!” ucap Ibu Liu sambil menyeringai jahat.
“Qinli, apa yang kau lakukan! Kau baru bisa berbicara dan kau malah ingin menimbulkan masalah lagi bagiku?” Ucap Qingyin hawatir.
Bahkan tanpa sadar tangannya memegang salah satu lengan Qinli, sampai Qinli berusaha sambil meyakinkannya. Ia pun mulai mendekatkan tubuhnya ke arah istrinya sambil membisikkan sesuatu.
“Jerawat yang ada di wajahnya itu sebenarnya karena panas dalam ...”
“Kalau kau sedang tidak sibuk, bantu aku siapkan bahan tradisional China ...”
Karena Qinli terlalu dekat dengan tubuhnya, membuat Qingyin sedikit merona. Tetapi ia segera mengubah mimik wajahnya. Terlebih ia juga meragukan kemampuan suaminya.
“Apa bisa?” tanya Qingyin kembali.
“Seharusnya bisa,” ucap Qinli santai.
Lalu Qingyin segera mempersiapkan apa yang disuruh suaminya, sedangkan Minghao semakin menyudutkan Qinli.
“Qinli, aku ingin lihat bagaimana kau akan berakhir! Kau hanya menambah masalah untuk Qingyin, aku tidak akan mengampunimu.”
Dengan senyum seolah mengejek, Qinli menoleh pada Minghao ,”Kalau kau berani, kau yang sembuhkan saja!”
“Kau ...” ucap Minhao tidak terima.
“Aarggghhh, awas kau Qinli,” ucap Minghao geram.
Beberapa saat kemudian, Qingyin sudah datang membawa obat yang ia minta.
“Ini obat yang kau minta!” ucap Qingyin sambil memberikan satu paper bag berisi bahan-bahan yang akan diminta oleh suaminya.
“Satu hal lagi, kita buat kesepakatan dari awal, jika terjadi masalah, Keluarga Chu tidak akan tanggung jawab!” ucap Qingyin sedikit mengancam.
Qinli lalu menerima paper bag itu, ia pun segera meracik ramuan untuk menyembuhkan jerawat Nona Liu.
...“Aku tentu saja paham, kalau Keluarga Chu tidak akan membantu masalah ini.”...
...“Tapi aku yang sekarang ...”...
...“Bukan lagi Qinli yang tidak bisa berbicara, yang hanya mengandalkan belas kasihan dari Keluarga Chu.”...
PLETAK!!
Suara-suara indah makin beradu saat ia sedang meramu resep obat untuk Nona Liu.
Qinli mulai mencampur-campurkan semua ramuan itu. Ia benar-benar berkonsentrasi penuh dalam meramu, ia juga mencampurkan energi baik dalam ramuan itu.
DUK ... DUK ... DUK ...
Suara-suara itu mengiringi saat Qinli meramu. Beberapa saat kemudian, ramuan itu ahirnya selesai.
“Oke, ramuannya sudah siap,” ucapnya bangga.
Dengan senyuman merekah, Qinli berbalik dan membawa ramuan itu pada Nona Liu.
“Sudah selesai, nona coba oles obat ini ke wajahmu.”
Seketika wajah Nona Liu pias, karena obat yang diberikan Qinli seperti bubur yang berwarna coklat, pekat dan menjijikkan.
“Iuhhh ....”
“Menjijikkan sekali, mirip seperti ...” gumam seorang wanita di belakang Nona Liu.
“Masih panas, ha ... ha ... ha ....” ledek salah seorang lelaki yang juga penasaran dengan obat yang dibawa Qinli.
Belum lagi aroma yang keluar dari ramuan obat hasil tangan Qinli membuat Nona Liu menutup hidungnya ketika ia mulai mengoles pada wajahnya.
“Bocah, sebaiknya kau jangan membohongiku! Kalau tidak, aku tidak akan mengampunimu!”
Melihat Nona Liu jijik pada hasil ramauannya semakin membuat Qinli mempunyai ide jahil. Dengan semangat empat lima, ia pun membantu Nona Liu untuk mengoles ramuan itu ke wajahnya. Bahkan ia tidak segan mengoles dan meratakannya dengan cara mengusap secara langsung tanpa permisi.
“Ugh ...”
Nona Liu hampir pingsan karena Qinli dengan sengaja mengoles hampir semua ramuan itu ke seluruh wajahnya.
Karena tidak tahan akan baunya, ia pun berlari ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Tetapi jangan ditanya lagi ia pun hampir muntah karena aroma yang menguar dari ramuan itu.
“Ueekkk ....”
Ketika melihat Nona Liu berlari ke kamar mandi, banyak orang yang masih menertawakan kelakuan Qinli barusan.
“Ha ... ha ... ha ....”
“Bocah ini benar-benar kacau ...”
“A-apakah akan berfungsi?” tanya Qingyin hawatir.
Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari dalam kamar mandi.
“Aaaa ....!!!”
Tak lama kemudian muncullah Nona Liu dari dalam kamar mandi dengan wajah yang berseri dan bersih dari jerawat.”
“Anak muda, bagaimana kau melakukannya! Benar-benar ajaib,” Ucapnya penuh kebahagiaan.
Hal itu membuat respon dari semua orang yang melihat kejadian itu begitu luar biasa kaget.
“Ba-bagaimana mungkin!”
Ucap mereka hampir terjingkat. Dengan bangganya kini Qinli berucap.
“Sebenarnya produk perusahaan Tianying tidak ada masalah. Masalahnya ada di kondisi tubuhmu yang berbeda, ditambah lagi panas dalam dan pemakaian kosmetik saling berlawanan.”
“Jadi aku menggunakan anti inflamasi untuk menghilangkan panas yang ada di dalam tubuhmu itu, seketika jerawat yang ada di wajahmu hilang secara alami.”
Nona Liu hanya memandang Qinli dengan penuh kekaguman serta meng-iyakan semua perkataan Qinli barusan. Ia bahkan mengangguk berulang kali dari posisi tempat ia berdiri.
Tetapi respon lain diberikan oleh Qingyin.
“Qinli, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana kau bisa menyembuhkannya.”
Dengan santainya Qinli menjawab, “Aku dulu belajar Farmakologi di sekolah.”
Begitu juga dengan beberapa yang masih meragukan Qinli.
“Ya ampun, dia disembukan olehnya!”
“Orang cacat ini ... bagaimana bisa menyembuhkannya?”
Nona Liu teringat akan kondisi saudaranya yang juga mempunyai penyakit. Ia pun mendekati Qinli untuk bertanya lebih banyak padanya.
“Anak muda, apa kau bisa menyembuhkan penyakit lain?”
“Aku tidak akan mengatakan bisa, jika tidak melihat terlebih dahulu kondisi pasien.”
Nona Liu tidak patah arang, ia tetap berusaha membujuk Qinli agar mau membantunya.
“Penyakit pamanku sangat rumit, tetapi jika kau bisa menyembuhkannya, aku akan memberi biaya pengobatan sebesar satu milyar!”
Tanpa berpikir panjang Qinli langsung menjawab,”Oke, aku menyetujuimu.”
“Kau sudah gila, Qinli,” seru Qingyin tidak suka akan keputusan suaminya barusan.
Bahkan saking takutnya, Qingyin menghalangi suaminya ketika mau pergi dengan merentangkan kedua tangannya.
“Kau tidak boleh pergi! Kau bukan dokter, hal semacam ini berbeda dengan menyembuhkan jerawat.”
“Sayang, kau tenang saja, aku punya batasan sendiri.”
“Kau kira kau siapa? Kalau kau mengobati orang sampai mati, Keluarga Chu tidak akan memikul tanggung jawabmu!”
Ahirnya Qingyin geram karena Qinli tetap teguh pada pendiriannya. Tanpa melihat istrinya, Qinli tetap melenggang pergi dan acuh seperti tidak pernah mendengar apapun.
“Qinli ...”
“Fiuhhh ...” ia pun membuang nafasnya secara kasar.
“Kalau terjadi masalah, aku akan menyelesaikannya sendiri! Tidak akan membawa masalah untuk keluarga Chu.”
...⚜⚜⚜⚜...
...Rumah Sakit Kota Yangcheng....
Di depan salah satu kamar ICU, terlihat salah seorang lelaki sedang beradu argumen.
“Dokter, apa benar tidak ada cara lain lagi?” Tanya Liuzheng, walikota Yangcheng.
“Maaf, kondisi pasien semakin memburuk, dan benar-benar di luar ekspektasi kami. Kalau kondisinya seperti ini, resiko operasi akan sangat besar!”
Nona Liu yang melihat hal itu segera menghampiri mereka bersama Qinli.
“Azheng, kenapa paman masuk ICU?”
“Pagi ini, kondisi ayah tiba-tiba memburuk dan sekarang dokter Miji sedang di kamar pasien untuk penyelamatan,” ucapnya hampir putus asa.
“Apa ....” ucap Nona Liu kaget.
Kini ia menggandeng lengan Qinli serta memperkenalkannya pada Azheng.
“Azheng dia adalah dokter pengobatan tradisional China yang aku temui hari ini. Ilmu pengobatannya sangat luar biasa, pasti bisa menyembukan penyakit paman,” ucapnya percaya diri.
“Kau dokter?” tanya Azheng pada Qinli.
“Iya.”
“Kelihatannya kau baru berumur dua puluh tahun, bolehkah aku melihat lisensi medismu?”
“Maaf aku tidak punya lisensi,” jawab Qinli santai.
“Kak, apa kau bercanda! Aku tidak akan membiarkan orang semacam ini untuk mengobati penyakit ayah!” tolak Azheng dengan marah.
“Aa-ah ...” ucap Nona Liu kecewa.
Bukan hanya kecewa, tetapi ia tidak enak hati pada Qinli. Mau tak mau ia pun meminta maaf padanya dan menyuruhnya pergi.
“Maaf dokter Qin, sebaiknya kau pergi ...”
Tiba-tiba pintu ruang ICU terbuka, muncullah seorang suster berbaju merah muda sambil berkata,” Kondisi pasien melemah, harus segera diselamatkan!”
“A-apa!!” seru Azheng dan Nona Liu hampir bersamaan karena terkejut.
Tak butuh waktu lama, mereka segera berlari dan masuk ke dalam ruang ICU.
Di dalam sana terlihat seorang lelaki cukup umur sedang berbaring lemah diatas brankar rumah sakit. Tubuhnya dipenuhi peralatan medis untuk menopang kehidupan pasien.
“Ayah ...” seru Azheng hampir putus asa.
Ia pun menoleh ke arah dokter, “Dokter Miji bagaimana kondisi ayahku?”
“Aku benar-benar minta maaf, kami sudah berusaha semampu kami.”
Nona Liu menghampiri Azheng untuk memberinya semangat.
“Azheng, dilihat dari kondisi paman, lebih baik kita membiarkan dokter Qin melihatnya, mungkin dia bisa menyembukan paman,” ucapnya hati-hati.
“Aarghhh ... jangan menambah masalah lagi! Kakak lihat bahkan dokter Miji, dokter terbaik yang ada di Yangcheng saja sudah bilang tidak bisa berbuat apa-apa, bagaimana mungkin aku membiarkan bocah yang bahkan tidak mempunyai lisensi medis untuk mengobatinya!” ucapnya sambil memejamkan mata.
Sungguh ini situasi yang tidak pernah Azheng harapkan. Berada di saat ayahnya dalam kondisi yang hampir meninggal membuatnya frustasi.
Tak disangka Qinli sudah mendekati brankar milik ayah Azheng, ia sudah mengamati kondisinya sejak tadi.
“Orangtua ini masih bisa diselamatkan, kalau kau terus menunda waktu, maka dia tidak bisa diselamatkan lagi.”
“Pergi ...!” hardik Azheng pada Qinli.
“Bapak walikota Liu, apa kau berani taruhan denganku,” ucap Qinli.
“Taruhan? Apa yang bisa kau berikan padaku,” ucap Azheng dengan sorot mata yang mengarah tajam pada Qinli.
Ia benar-benar sudah dibuat kesal dengan ucapan Qinli barusan, tetapi sayangnya Qinli masih bersikap santai.
Apakah Qinli bisa menyembuhkan penyakit ayah Azheng? Entahlah ... tunggu up selanjutnya ya..
...🌹Bersambung🌹...
...Jangan lupa like, komen, share, dan favorit kak .......
...🌹🌹Terimakasih banyak🌹🌹...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
Supriadi
lanjut
2024-05-11
0
Putri Minwa
semangat nulisnya ya thor
2024-01-15
1
Budi Yahyo
hanya novel selalu banyak keajaiban
2023-03-13
2