"Hallo Tuan Qin! Namaku Jiangze, sama seperti Direktur Jiang, aku adalah bawahannya Jiangshao."
"Aku baru saja dipindahkan ke Yangcheng, dan bertanggung jawab atas proyek hiburan Grup Jiang."
"Ke depannya, mohon bantuannya Tuan Qin."
"Tidak perlu sungkan Tuan Jiang, tapi kerjasama yang dikatakan Direktur Jiang barusan ..."
Mereka berdua bersalaman hingga Direktur Jiang menuangkan sebuah teh untuk mereka. Entah kenapa pakaian yang dipakai oleh Direktur Jiang kali ini sangatlah se**, membuat belahan da**nya sedikit terlihat menonjol.
"Aku dengar Anda membuat obat salep, dan obat itu yang menyembuhkan jerawat di wajah kakaknya Walikota Yangcheng, Liuzheng."
"Grup Jiang ingin bekerja sama denganmu mengembangkan salep kecantikan ini," ucap Jiangze dengan berbinar.
Sementara itu Qinli minum teh sambil mendengarkannya presentasi.
"Aku percaya dengan adanya bantuan Grup Jiang, Provinsi Jiang akan menjadi sumber merk terdepan," ucap Jiangze bersemangat.
" ... dan aku bisa membuat salep kecantikan ini menjadi produk paling sukses."
Saking semangatnya presentasi, mata Jiangze sampai bergambar uang dollar.
"Dan Anda akan menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan baru."
"Aku? Pemegang saham mayoritas?" tanya Qinli tidak mengerti.
Jiangze tampak membetulkan kacamatanya.
"Begini, Grup Jiang yang akan bertanggung jawab untuk memproduksi dan menjual salep yang Anda buat."
"Saham Anda sebesar delapan puluh persen, dam saham Keluarga Jiang sebesar dua puluh persen."
"Ba ... bagaimana?"
Qinli pun segera memikirkan hal tersebut.
"Kalau dilihat dari panggilan mereka terhadap nama besar Liuzheng, kemampuan Grup Jiang sepertinya punya peranan besar bagi seluruh Provinsi Jiang."
"Kalau mereka sebagai fondasinya, penggunaan obat ini juga akan berkembang pesat ..."
"Ini ..."
Qinli tampak memikirkan hal ini secara serius. Sedangkan Jiangze tampak cemas menunggu hasil keputusan dari Qinli.
"Dilihat dari tampangnya yang ragu-ragu ... apa mungkin! Dia tidak puas karena sahamnya terlalu kecil."
Karena terlalu panik, Jiangze memberi kode pada Direktur Jiang agar membantunya.
UHUK .. UHUKK ... UHUKK!!
Untungnya Direktur Jiang pandai membaca kode, ia pun mengangguk lalu mendekati mereka berdua.
"Tuan Qin, demi menebus kesalahan kemarin, aku dan Jiangze sudah meminta persetujuan Tuan Muda Jiang."
Ia pun menyerahkan sebuah map dengan tulisan diatasnya "KONTRAK PEMINDAHAN HAK ATAS SAHAM ASOSIASI HUANGTU" pada Qinli.
"Kami akan memberikan tempat rekreasi terbesar di Yangcheng untuk Tuan Qin."
"Mohon diterima."
Tapi Qinli menolak, terlebih ia amat terganggu dengan pakaian Direktur Jiang yang belahan da**nya terlalu rendah. Hingga map yang baru saja disodorkan ke arah Qinli lalu ditangkisnya dengan segera, hingga tepat menutupi belahan da**nya Direktur Jiang tadi.
EMPUK
"Direktur Jiang terlalu sungkan, masalah kemarin sudah dibereskan oleh Anda sendiri, aku tidak akan menerima hadiah ini."
Direktur Jiang agak sensi hingga ahirnya ia pun kembali bersuara.
"Tuan Qin, kalau Anda tidak menerimanya itu berarti Anda masih belum memaafkanku."
"Dan Tuan Muda Jiang pasti akan menyalahkanku."
Qinli pun membanting cangkirnya agak keras.
"Kalau Direktur Jiang bersikeras seperti ini, maka pertemuan hari ini tidak perlu dilanjutkan lagi," seru Qinli sedikit jengah dengan situasi ini.
"Aah ... Tuan Qin kalau tidak mau juga tidak masalah, aku akan menyimpannya kembali," ucap Direktur Jiang sedikit menyesal.
Lalu Liangzeng mulai menawarkan hal lain pada Qinli.
"Kalau sudah seperti ini, mohon diterima kartu emas ini."
"Kedepannya, kalau Anda masuk keluar seluruh klub hiburan yang ada di bawah nama Grup Jiang,
Anda tidak akan dikenakan biaya."
"Kalau begitu, terimakasih Tuan Jiang."
Ahirnya Qinli menerima kartu emas dari Jiangze.
"Fiuh ..." ucap Jiangze dan Direktur Jiang dengan lega.
"La ... lalu, mengenai kerja sama obat salep ... menurut Anda ..." ucap Jiangze sambil menuangkan teh pada cangkir Qinli.
"Hmm ..."
"Begini saja ... Grup Jiang sediakan lini produksi dan salurkan distribusinya, masing-masing saham dibagi lima puluh persen, istriku yang akan menjadi pemegang sahamnya, bagaimana?"
"Bagus sekali, kalau begitu, besok aku akan mengantarkan kontraknya untuk Anda," ucap Jiangze bersemangat.
Sedangkan Direktur Jiang terpesona, "An ... Anda setuju?"
Lalu ponsel milik Direktur Jiang berbunyi.
KRING...
"Hmm .."
"Tuan Qin, supplier batu kasar Provinsi Jiang akan tinggal sementara di Villa Tianhao kami. Jika Anda tertarik ..."
"Kalau begitu, aku tidak akan mengganggu kalian lagi," ucap Qinli sembari bangkit dari tempat duduknya.
"Baik, Anda pasti sibuk."
.
.
Qinli segera menuju gudang yang ditunjukan oleh Direktur Jiang.
"Bos, barang pesananmu semuanya ada disini," ucap salah satu penjaga gudang tersebut.
"Iya, terimakasih sudah bekerja keras."
Lalu Qinli mulai bekerja memilih batu diantara banyaknya kotak batu kasar giok. Waktu terus berputar dengan cepatnya.
**TIK TOK ... TIK TOK ...
BRAK!! ZZTT** ...
Qinli terus memotong satu persatu batu kasar tersebut. Hingga ia pun kelelahan.
"Hah, lelah sekali ..."
"Beban kerja ini, sepertinya ... harus memikirkan cara lain."
"Tidak disangka giok darah begitu langka, hmm ..."
Ia pun melihat kesekelilingnya yang penuh dengan tumpukan batu.
"Oh iya! Aku ingat waktu itu ..."
"Tidak tahu apakah masih bisa merasakannya seperti sebelumnya, aku akan mencoba."
Akhirnya Qinli menggunakan tenaga dalamnya untuk mencari batu itu.
Dengan menyerap energi dari batu-batu tersebut ahirnya Qinli menemukan batu tersebut.
"Ketemu..."
Sementara itu di Kediaman Keluarga Chu, hampir seluruh anggota Keluarga Chu marah dengan Qinli.
"Ini sudah subuh, sebenarnya dia akan pulang ke rumah atau tidak?" batin Qingyin.
KREKK ...
Pintu rumah terbuka, muncullah Qinli disana.
Hampir ke empat pasang mata memandang tajam ke arah Qinli.
"Hmm ..." Qinli jadi kikuk sendiri.
"Ada apa ini?" gumamnya dalam hati.
"Ayah, ibu, Qingyin... sudah larut malam kenapa belum tidur?" tanya Qinli basa basi.
Sementara itu anggota keluarga yang lainnya masih bungkam menunggu Qingyin untuk berbicara terlebih dahulu. Dengan posisi duduk kaki menyilang dan kedua tangan bersedekap di depan dada, Qingyin mulai menginterogasi suaminya.
"Mantra pemikat apa yang diberikan wanita penggoda yang ada di toko obat China itu padamu?" seru Qingyin yang sedang marah pada Qinli.
Qingyin benar-benar terlihat sangat marah malam itu.
"Wanita penggoda di toko obat China?" ucap Qinli yang kebingungan.
Qinli pun mencoba mengingat siapa yang dimaksud oleh Qingyin.
"Kau lihat sendiri!" gertak Qingyin sambil menunjuk pada deretan foto diatas meja.
Memang saat itu diatas meja banyak berserakan foto-foto, tetapi Qinli belum melihat dengan jelas foto siapakah itu. Karena tidak mendapat respon dari Qinli, ibu mertuanya ikut memaki Qinli.
"Dasar anak tidak berpendidikan!" Ibu Qingyin juga ikut marah pada Qinli.
"Kalau kau ingin selingkuh, maka tinggalkan Keluarga Chu secepatnya! Jangan merusak nama baik Qingyin!"
"Ini ..."
Qinli mulai mengamati satu persatu foto ditangannya tersebut. Ia pun mulai merangkai kata-kata yang tepat agar situasi saat itu tidak semakin memanas, karena hampir seluruh anggota Keluarga Chu menghakiminya saat itu juga.
.
.
...🌹Bersambung 🌹...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
geswim
😍😍😍😍😍😍😍😍😍
2023-04-25
1
geswim
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
2023-04-25
0
JOE NATHAN ALFARYZy
next next next next
💚💚💚💚💚💚💚
2023-02-01
1