Saat Qinli memandang foto tersebut, ketiga orang dibelakangnya sudah siap melahap Qinli. Sedangkan Chu Zitan menggebrak meja.
PLAK!!
"Qinli, apa masih ada yang ingin kau katakan!" gertaknya.
Dengan santainya Qinli bertanya, "Dapat dari mana foto-foto ini?"
"Aku tidak menanyakan hal itu! Jawab jujur, wanita ini siapa?"
Qinli kemudian duduk dengan tenangnya lalu mengambil ponselnya dari saku.
"Gadis ini sebelumnya terluka, dan tidak punya rumah, setelah aku menyelamatkannya, dia secara sukarela bekerja di toko obat China."
"Aku akan menelponnya biar kalian mengerti ..."
TUUT ...
Ponsel Qinli terlihat menghubungi Liang Qing.
TUUT ...
KLAK ...
"Hallo, bos, ada masalah apa?"
10 menit kemudian...
"Ternyata begitu ..."
"Wanita yang ada di foto ini namanya Liang Qing, dia tidak punya orangtua, dari kecil, dia dilatih oleh organisasi khusus, dan tidak punya tempat tujuan, jadi aku membiarkannya tinggal."
"Kau seharusnya memberitahu kami lebih awal."
Chu Zitan masih tampak tidak percaya. Sedangkan ibunya Qingyin menjadi malu sendiri.
"Qinli, bukannya kami tidak percaya padamu, tapi situasi seperti ini ... kau mengerti 'kan ... ho ho ho ..."
"Tidak apa-apa ..." ucap Qinli terlalu lelah hingga bersandar di kursi.
Sedangkan Qingyin lalu menggandeng lengan Qinli untuk naik ke atas.
"Cepat naik ke atas, sudah malam, jangan mengganggu istirahat ayah dan ibu," ucap Qingyin sambil menaiki tangga dengan posisi menyeret Qinli agar ikut dengannya.
Sedangkan di bawah, ketiga anggota keluarga yang lainnya sibuk mengemasi alat-alat yang akan digunakan untuk mengeksekusi Qinli tadi. Mereka memasukkannya pada satu kantong dengan tulisan "Alat-alat untuk mematahkan kaki Qinli."
"Cepat simpan, jangan biarkan Qinli melihatnya," ucap ibu setengah panik.
Di tengah tangga, Qinli teringat sesuatu hingga berhenti untuk naik.
"Oh iya ..."
"Grup Jiang dan kita bekerja-sama membuka perusahaan baru, besok mereka akan datang ke rumah untuk tanda tangan kontrak."
Qinli pun menoleh menatap istrinya.
"Grup Jiang? Apakah itu perusahaan keluarga yang paling tertinggi di seluruh Provinsi Jiang?" tanya Qingyin tidak percaya.
.
.
Keesokan harinya.
Wakil dari Grup Jiang sudah mendatangi kediaman Keluarga Chu.
"Nona Chu, Anda hanya perlu menandatangani kontrak ini."
Lalu Qingyin segera menandatangi surat kontrak tersebut.
"Selamat kepada Nona Chu karena telah menjadi CEO di perusahaan baru, aku harap kita bisa bekerja-sama dengan baik untuk ke depannya."
"Terimakasih atas kerja keras Tuan Jiang, kedepannya kalau ada yang tidak aku mengerti di bisnis ini, mohon bantuan Tuan Jiang ya."
"Nona Chu tidak perlu sungkan, aku mendengar Tuan Qin berbicara tentang Anda sebelumnya..."
Jiangze terus berbicara tanpa henti, bahkan ia sangat bersemangat ketika membicarakan semua keahlian yang dimiliki oleh Qingyin.
"Senang membantu orang, dipekerjakan secara khusus di perusahaan terdaftar, primadona kampus, lulusan mahasiswi unggul, murid berprestasi, dan pintar berbisnis."
"Ternyata aku di mata dia ..." guman Qingyin malu-malu.
Entah dapat informasi dari mana, tetapi Jiangze benar-benar pandai memuji orang dan pandai berbicara.
"Qinli pergi ke Jiangcheng lagi hari ini, apa karena mengurus pembukaan perusahaan baru?" gumam Qingyin sambil menutupi mulutnya dengan map cokelat itu.
Meskipun lirih tetapi Jiangze mendengar perkataan Qingyin.
"Tidak seperti itu. Tuan Qin sebelumnya mengandalkan uang dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah membuka batu giok darah yang bernilai ratusan juta,
".... oleh karena itu, Tuan Muda Jiang dari Grup Jiang meminta tolong padanya untuk mencari sepotong giok darah."
"Dan dia hanya membutuhkan waktu beberapa hari untuk menemukannya."
.
.
Sementara itu di Bandara Kota Jiang.
"Qinli, disini!" panggil Tuan Muda Jiang sambil melambai ke arahnya.
Beberapa wanita di belakangnya berbisik-bisik.
"Bukankah dia Tuan Muda Jiang dari Grup Jiang?"
"Orang seperti apa yang bisa membuat dia menjemputnya di bandara secara langsung!"
"Tidak disangka, kau begitu cepat menemukan giok darah! Kau sudah menghabiskan waktu banyak, kan?" ucap Tuan Muda Jiang dengan sangat bahagia.
“Tidak butuh banyak usaha,” seru Qinli.
Setelah cukup berbasa-basi, ia pun mengajak Qinli untuk menuju kediamannya.
“Ketika ayahku mendengar bahwa kau akan datang, dia langsung menunda beberapa kegiatan sosial beberapa hari ini hanya untuk menunjukkan rasa terimakasihnya secara langsung kepadamu.”
“Ini pertama kalinya aku melihat ayahku begitu perhatian, ha ha ha ...”
“Aku harap giok darah ini tidak akan mengecewakan Tuan Jiang," ucap Qinli.
Ternyata di depan mereka sudah ada ayah Tuan Jiang, Jiang Limin ayahnya Jiangjun yang sedang menunggu kedatangan tamu besar mereka, yaitu Qinli.
“Kau adalah dokter hebat yang telah menyelamatkan ayahku ya? Benar-benar anak muda yang menjanjikan.”
“Terimakasih atas pujian Paman Jiang, aku hanya tahu sedikit tentang ilmu kedokteran kuno,” seru Qinli.
Paman Jiang Limin segera meletakkan sebuah kotak yang berisi batu giok darah tersebut di atas meja.
“Bagaimana dengan giok darahnya ayah?” tanya Jiangjun hawatir.
Raut ketakutan mewarnai wajah kedua pemuda itu. Mereka takut bahwa batu giok yang ditemukan Qinli tidak sesuai keinginan ayahnya.
“Tidak disangka ... Tuan Qin menemukan giok tujuh warna yang paling sulit ditemukan selama beberapa dekade untuk Keluarga Jiang.”
“Maksud ayah, giok tujuh warna yang pernah dilelang dengan harga dua puluh dua triliun lima ratus enam puluh miliar rupiah?” ucap Jiangjun terkejut.
“Benar, giok ini adalah giok yang bisa ditemukan secara kebetulan, bukan dengan pencarian, tidak disangka bisa melihat giok ini selama sisa hidupku.”
“Mereka mengatakan terakhir kali giok tujuh warna muncul bertahun-tahun yang lalu, dan dilelang dengan harga jual puluhan triliun rupiah!”
“Tuan Qin, benar-benar bintang keberuntungan kami, kau telah benar-benar membantu kami kali ini.”
“Bagus kalau paman menyukainya,” ucap Qinli.
TAP ... TAP ... TAP ...
Setelah cukup lama berbincang dengan paman Jiang, mereka kemudian meninggalkan Paman Jiang dan keluar dari ruangan tersebut. Jiangjun berjalan memimpin sedangkan Qinli berada di belakang. Tiba-tiba Jiangjun mengatakan sesuatu pada Qinli hingga membuat mereka berhenti sejenak.
“Oh ya ...”
“Terahir kali Anda meminta bantuanku ...” ucap Jiangjun.
“Hmm ...” Qinli hanya berdehem.
“Mengenai keberadaan orangtuamu, aku telah mengumpulkan beberapa desas-desus.”
Jiangjun kemudian menyerahkan sebuah amplop berwarna cokelat pada Qinli. Saat Qinli mau membukanya, Jiangjun menghalanginya.
“Informasi ini tidak sepenuhnya akurat, kau lihat dulu ...”
Lalu dengan hati-hati, Qinli mulai melihat isi amplop tersebut. Ia sedikit tercengang karena isi amplop tersebut memperlihatkan foto kedua orangtuanya sedang berada di sebuah tempat parkir dan mau masuk ke dalam sebuah mobil.
“Seperti yang kubilang, sebagian besar berita ini tampak misterius dan tidak bisa dipercaya," ucap Jiangjun kemudian.
“Sebenarnya masih ada satu berita lagi yang tidak tertulis di dalamnya, dalam dua tahun ini, orangtuamu pernah muncul sekali di [Shangjing].”
.
.
...🌹Bersambung 🌹...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
geswim
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
2023-04-25
3
geswim
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
2023-04-25
2
JOE NATHAN ALFARYZy
next next next next
💙💙💙💙💙💙💙
2023-02-01
0