“Tidak mungkin, biasanya tetanggaku yang membantuku menjaganya, dan tidak pernah ada masalah.”
“Kau benar-benar tidak bertanggung jawab sebagai ayah, bisa-bisanya menyuruh tetangga menjaga anakmu,” seru Ibu Qingyin tidak terima.
“Istriku sudah lama meninggal, aku juga harus menyekolahkan anakku!”
Ia pun terisak-isak sembari menceritakan kisah pilu hidupnya. Sedangkan Qinli sudah mulai menganalisa pasien dan mau menentukan hal apa yang akan diambil setelah ini.
“Wajah anak ini menghitam, auranya bagai sutera halus, gejalanya seperti keracunan.”
“Uhuk ... uhuk ...”
Di saat Qinli sedang menganalisa pasien, dari arah luar terdengar beberapa keributan. Datang segerombolan orang yang mau mengacau di tempat Qinli.
“Aku dengar tidak berapa lama ini, dokter ini baru saja mendapatkan surat praktik kedokteran, lalu sekarang berani membuka toko obat China untuk mengobati pasien?” teriak salah satu diantara pengacau.
“Apa! Dia baru mendapatkan surat praktik kedokteran?” ucap yang lainnya.
“Bukankah ini namanya penipuan?”
“Cepat tutup tempat ini!”
“Cepat bawa anak ini ke rumah sakit!”
Semakin banyak yang berkomentar semakin banyak yang menghujat dan meragukan Qinli.
Mereka semakin memanaskan situasi yang terjadi disana.
Bahkan diantara mereka ada yang membawa kamera untuk mengabadikan moment keributan di toko obat China milik Qinli. Terlihat bibi dan Chengwen tertawa kecil atas keributan itu.
Sedangkan Qingyin merasa sangat hawatir pada Qinli. Bapak pasien tadi masih terisak, tetapi kemudian ia bangkit dan ikut menyerang Qinli dengan perkataan yang menyakitkan.
“Bilang dari awal kalau kau tidak bisa mengobatinya!”
“Bukankah ini namanya mau mencelakai putraku!”
Qinli yang masih konsentrasi sedikit terganggu. Ahirnya ia pun tidak tahan, Qinli segera membentak bapak itu.
“Kondisi anak Anda sekarang sangat kritis, tidak bisa menundanya lagi!” gertak Qinli.
“Uhuk ... uhuk ... ayah!”
Bahkan anak kecil itu sudah mengeluarkan darah hitam dari mulutnya. Seketika hal itu membuat panik keadaan di sana. Qinli pun bertindak cepat. Ia segera membuka selimut anak itu dan mulai melakukan pengobatannya.
“Cepat semuanya minggir!” teriaknya.
“Hou ... Houliang , ugh, kau jangan menakut-nakuti ayah!”
Sementara itu Qinli sedang memusatkan pikirannya dengan memakai jarum akupuntur yang dipadukan dengan tenaga dalamnya, dan ia pun mulai beraksi.
(Kelangsungan hidup semua ciptaan saling berhubungan erat dengan delapan meridian ekstra, delapan meridian ekstra tidak berkaitan langsung dengan Zang-Fu, juga tidak ada koordinasi eksterior dan interior.)
(Lima organ zang melambangkan seluruh tubuh manusia, enam organ Fu melekat pada lima organ Zang, dan meridian sebagai terowongan Zang-Fu, bisa dikatakan punya pengaruh terhadap cara kerja tubuh.)
(Jika meridian lancar maka tubuh akan sehat, seperti halnya air dapat mengapungkan dan menenggelamkan perahu.)
Dalam bayangan Qinli sudah tergambar titik-titik mana yang akan ditancapkan jarum itu, hingga ahirnya semua jarum itu melesat pada titik yang ber-masalah di tubuh anak kecil itu.
“Riyue, Xuanji, Shangxing, Taiyi, Huagai, Taibai, Tianshu ....” seru Qinli seolah menyuruh jarum-jarum tadi untuk menuju ke titik-titik anggota tubuh yang disebutkan Qinli barusan.
Tak lama kemudian anak kecil itu memuntahkan makanan dari mulutnya.
“Hou ... Houliang ...” teriak ayahnya.
Setelah tak kuasa menahan harunya, ia pun memeluk putranya.
“Nak, ayah minta maaf ...” ucap bapak itu sambil meneteskan air matanya.
“Uhuk ... uhuk, a ... Ayah” seru Houliang ketika mulai sadar.
Orang tua itu segera memeluk putranya dengan terisak. Sedangkan dari mulut anak kecil itu terlontar sebuah kata sederhana. Ia hanya meminta sebuah makanan.
“Aku sangat lapar, aku ingin makan hamburger.”
“Hu hu, oke ... oke,” ucap ayahnya.
“Ayo kita beli sekarang,” ajaknya kemudian dengan kondisi masih banjir air mata.
“Dia sudah baik-baik saja,” ucap Qinli sambil merapikan alat kerjanya.
“Kalau masih merasa khawatir, kalian boleh ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.”
Bapak itu menoleh dan tak lupa berterimakasih pada Qinli.
“Anda benar-benar dokter hebat!” ucap bapak itu sambil mengatupkan kedua tangannya serta menangis haru.
Sementara itu terdengar riuh tepuk tangan dari gerombolan pengacau tadi. Ternyata mereka terpukau akan kehebatan Qinli yang bisa menangani pasien dengan cepat dan tepat.
“Ter ... ternyata anak itu sudah terselamatkan!”
“Aku kira dia penipu, tidak disangka lumayan hebat!” seru yang lainnya.
PROK ... PROK ... PROK ...
Ahirnya gerombolan tadi segera pergi setelah Qinli berhasil menyembuhkan anak itu. Sedangkan di balik sebuah tembok ada seorang lelaki yang mengumpat kesal sambil tangannya memukul tembok.
“Sial ... sialan!!”
“Tidak disangka dia menyelamatkan anak itu.”
“Malahan dia mendapatkan reputasinya! Jelas-jelas aku memberikan minuman yang didalamnya banyak pestisida untuk anak itu ...”
Wajah Minghao pun terlihat begitu kesal, hingga kilatan kebencian dan kemarahan jelas terlihat disana. Lalu kakek yang memimpin gerombolan tadi mendekati Minghao.
“Tenang saja, biarkan dia senang dalam jangka waktu ini.”
Malam hari ..
Di jalanan yang sudah sepi itu, terlihat seorang lelaki yang sedang bebahagia karena baru saja berobat di klinik Qinli.
“Hallo, istriku, aku bertemu dengan seorang dokter hebat, dijamin malam ini kau akan hamil,” ucap seorang lelaki setengah berlari sambil menelpon istrinya.
Klek ... pintu belakang toko terbuka, Qinli pun keluar dari sana. Wajah dan tubuhnya terlihat sangat lelah dan letih. Ternyata lelaki barusan adalah pasien terakhir Qinli malam tadi.
"Ah ... lelah sekali, harus cepat kunci pintu dan pulang ....” serunya.
Karena ingin segera istirahat, ia pun memilih lewat sana. Ya, Qinli lebih memilih pulang lewat pintu belakang daripada pintu depan. Sayangnya di belakang tokonya adalah sebuah hutan kecil, ia pun harus waspada.
Belum sempat ia melangkah, sudah terdengar suara aneh dari dalam hutan itu.
SRAK ... SRAK ....
Di balik pohon besar itu ternyata ada seorang wanita dengan pedang penuh darah di tangan sebelah kirinya. Sedangkan tubuhnya penuh luka. Ia pun mulai berjalan menuju Qinli.
Bukannya ketakutan, Qinli yang pada dasarnya baik hati pun menawarinya untuk berobat.
“Kau ... datang kesini untuk berobat?” tanyanya dengan wajah polos.
Sayangnya bukan jawaban yang ia dapat, tetapi wanita itu malah setengah berlari ke arah Qinli. Dengan posisi tangannya hampir menyerang Qinli. Sontak saja Qinli berteriak panik.
“Tu ... tunggu, aku dokter disini.”
GEDEBUK!!!
Belum sempat ia sampai pada Qinli, tubuh wanita itu malah terjatuh beberapa langkah di depan Qinli.
“Heh, sepertinya aku harus lembur sepanjang malam!” ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Qinli segera menggendong wanita tadi dan membawanya masuk ke dalam tokonya. Lalu membaringkannya di atas brankar.
TUT ... TUT ... TUT ....
Di tengah aksinya mengobati pasien wanita itu, Qinli teringat Qingyin, agar ia tidak cemas menantinya, ia memutuskan untuk menelpon istrinya tersebut.
Di kediaman Keluarga Chu.
KRING ... KRING ....
“Hallo, Qingyin, aku baru mendapati pasien yang lumayan sulit ditangani ...”
“Jadi, malam ini ... kau tidak akan pulang?” tanya Qingyin sedikit kecewa.
“.... iya, malam ini aku akan tidur disini, kau tidak perlu menungguku.”
Qingyin benar-benar marah, hingga dia memandangi ponselnya dan setengah berteriak pada suaminya itu.
“Kalau begitu, selamanya tinggal di rumah sakit saja!”
“Qinli tengik!!” ucapnya kesal lalu segera mematikan sambungan telepon itu.
Qinli yang menyadari istrinya ngambek segera memikirkan cara untuk membujuknya nanti.
“Aku akan membeli hadiah untuknya lain kali ...”
Setelah itu Qinli lalu memulai menangani pasien kembali. Ia membersihkan luka-luka di tubuh wanita itu. Lalu ia menggunting kalung yang dipakai oleh wanita itu untuk memudahkan ketika ia membersihkan luka-luka itu.
“Ini ...”
Kedua mata Qinli melotot tajam, ia pun membaca tulisan yang terukir di kalung tersebut.
“M119 ... Liang Qing."
“M119 ... adalah orang-orang inteljen militer ....” Qinli pun terkejut mendapati kenyataan bahwa pasiennya kali ini adalah seorang agen rahasia.
“Kenapa bisa muncul disini?” batinnya.
.
.
...🌹Bersambung🌹...
.
.
...JANGAN BOSAN UNTUK MEMBACA KARYA INU KAK, SEMOGA SUKA🙏🤗...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
KuPenjahatUsil
Suka ya suka. Sebwlumnya audah baca cerpen dan nonton movienya di u tube. Kalai ini gue maun rasain mmbaca versi novelnya. Harap sama bagusnya. Semoga sukses utk autornya
2024-07-23
2
Dian Soedarminto
mungkinkah dia dulu jg intelejen...atau ortunya?
2024-05-26
1
Eric ardy Yahya
sudah kuduga , dia pasti akan buka toko obat buat menjatuhkan Qinli . memang tidak tau malu bapak tua ini
2023-09-22
1