...⚜⚜⚜...
...HOTEL ROYAL...
Suasana di ballroom sudah tampak ramai, banyak kerabat yang mulai berdatangan. Mereka saling menyapa satu sama lain, sembari mulai duduk di meja yang sudah dipersiapkan.
“Kalian sudah datang?” seru ayah.
“Hallo adik ipar?”
“Wah keponakanku sudah datang.”
“Hallo Bibi?”
Tampak keakraban yang terjadi disana.
“Ha, ha, sini-sini. Ini adalah pertemuan pertama keluarga Chu di tahun ini, ayo silahkan duduk,” ucap ayah menyapa semuanya.
“Dasar wanita siluman tua, pakaiannya begitu mencolok, pasti mau membuat ulah lagi,” batin Qinli.
Kebetulan Chu Guiqian (kakak besar Chujing) datang ke acara itu. Biasanya ia dan putranya membuat masalah, oleh karenanya Qinli kurang menyukainya.
“Qingyin, kapan kalian mau mempunyai anak?” tanyanya kemudian.
“Bibi kami belum siap, tidak perlu tergesa-gesa,” jawab Qingyin sambil menaruh kembali gelas minumnya.
“Cepatlah mempunyai anak selagi muda, jangan membuat ayahmu khawatir,” ucapnya sedikit mengejek.
“Terimakasih bibi, sudah mengingatkanku,” ucap Qingyin malas.
Sedangkan Qinli cuek dan malah memilih menghabiskan makanannya ketimbang ikut ngobrol.
Crak .. crak ... suara decapan Qinli yang sedang asik makan.
“Oh, untung saja Chengwen tidak membuatku hawatir, tidak seperti seseorang yang masih mengandalkan istri untuk menafkahinya,” ucap Bibi Guigian seolah mengejek Qinli.
“Bu, Anda terlalu berlebihan, tetapi juga tidak salah,” ucap Chengwen bangga.
“Kakak besar, menantu laki-lakimu kan bukan orang biasa.”
“Ho ho ho, benar juga,” ucap bibi bangga.
“Chengwen punya bisnis sendiri, tidak seperti seseorang, aku benar-benar kasihan pada Qingyin.”
Sedangkan Qinli masih membiarkan mereka berceloteh seenak mereka.
Kunyah ... Kunyah ...
Bibi Guiqian memberi kode pada menantunya untuk mengeluarkan hadiah untuk ayah Qingyin.
“Ehem ...”
Menantunya segera merespon, lalu menyerahkan sebuah kotak kado, berukuran besar dan berwarna merah pada ayah Qingyin.
“Paman, karena ini pertama kali kita berkumpul, jadi aku mempersiapkan sebuah hadiah untukmu. Mohon Anda terima hadiahku!” ucapnya sambil menyerahkan kado itu sambil membungkuk.
“Wah! Bagiku sudah cukup kau datang, tidak perlu sungkan-sungkan seperti ini. Ha.. ha ... ha ... Chengwen benar-benar perhatian.”
Lalu diterimalah kotak kado tersebut hingga ayah Qingyin terkejut akan isinya.
“Ini ...!” Ucapnya terkejut.
“Mangkuk Chinghua?” ibu pun ikut terkejut akan hadiah itu.
“Benar, aku tau paman suka porselen, jadi aku menghabiskan enam ratus tujuh puluh lima juta untuk membeli dinasti Yuan, mangkuk Chinghua ini.”
“Aku memberikannya pada paman, aku harap paman menyukainya!”
“Enam ratus tujuh puluh lima juta!”
“Qinghua Dinasti Yuan.”
Mata Qinli seolah mampu mendeteksi bahwa di dalam mangkuk itu ada energi jahatnya.
Energi jahat yang sangat kuat ini ... ini barang imitasi yang ditaruh di dalam kuburan, kemudian menumpuknya dengan energi gelap lalu terbentuklah energi jahat ini. Mangkuk ini tidak hanya palsu, tetapi juga mendatangkan “KEMALANGAN.”
”Wah, Chengwen sudah menghabiskan banyak uang."
“Wah, barang berharga senilai enam ratus tujuh puluh lima juta," ucap ibu bangga.
“Memang benar, ada energi jahat!” ucap Qinli tetap menatap mangkuk itu dari tempat duduknya.
“Ehem ... adik ipar seharusnya juga mempersiapkan hadiah ‘kan, boleh kita tau apa itu?” ucap Chengwen mulai menyebalkan.
“Oh, maaf aku lupa adalah menantu laki-laki cacat yang tinggal di rumah mertua, mengandalkan adik untuk menafkahinya, pasti tidak punya uang kan? Aku hari ini akan dipromosikan sebagai kepala divisi.”
“Divisi kami juga kekurangan tukang sampah, gaji satu bulan juga tidak banyak, sekitar dua koma dua juta, bagaimana kalau aku merekrutmu secara diam-diam, ha ha ha ...”
BANG!!!
Qingyin menggebrak meja dengan gelas minumnya.
“Kakak ipar, terimakasih atas kebaikan Anda. Walaupun begitu, Qinli juga tetap keluargaku, ini bukan tempatmu untuk berbicara seenaknya,” ucap Qingyin terkesan marah.
“Ha ha ha, iya-iya, tapi hadiah pun tidak mampu membelinya, aku hanya merasa dia tidak pantas untukmu.”
BRAKK!!!
Kini giliran Qinli yang menggebrak meja.
“Aku terburu-buru hari ini, jadi tidak membawa hadiah, tapi-
“Bu-bukankah kau bisu, kenapa sekarang bisa berbicara,” ucap Chengwen panik.
“Lupakanlah!” kini istri Chengwen mulai ikut berbicara.
“Walaupun kau membawa hadiah, kau juga tidak akan bisa memberikan apa-apa, kalau bisa berbicara pun tetap saja kau orang tidak berguna,” Ucapnya angkuh sambil bersedekap.
“Tapi tidak peduli aku memberikan hadiah apa, hadiahku setidaknya lebih berguna daripada barang palsu yang diberikan oleh kakak ipar,” ucap Qinli tepat sasaran.
“Apaa ...,” ucap ayah ibu kaget.
“Qinli, apa maksudmu! Aku menghabiskan enam ratus tujuh puluh lima juta hanya untuk membeli barang ini!”
“Bocah tengik! Kalau kau tidak mampu membayarnya, kau juga tidak boleh membuat tuduhan palsu pada Chengwen!” ucap bibi tidak terima.
“Tidak peduli berapapun uang yang kau keluarkan, barang ini memang “PASTI BARANG PALSU!” ucap Qinli percaya diri.
PRANG!!
“Kau ... omong kosong! Dasar orang tidak berguna! Atas dasar apa kau bilang barang yang kuberikan itu palsu!”
"Kenapa ia bisa tau! Ti-tidak mungkin!" batin Chengwen.
Orang itu bilang, ”Dijamin tidak ada orang yang bisa mengetahuinya!”
“Baiklah aku hanya ingin membuktikannya padamu!” Ucap Qinli sambil mengusap rambutnya.
“Qinli tutup mulutmu!” gertak ayah.
“Chujing, Qinli benar-benar tidak tahu sopan santun! Tidak apa-apa kalau dia iri pada Chengwen, tapi dia juga tidak boleh menyebar rumor tidak benar!” ucap bibi tidak terima.
“Qinli, kau tidak boleh kasar seperti itu, Chengwen juga adalah kakak ipar kita.”
Qingyin pun ikut-ikutan membela mereka.
“Kakak ipar?”
“Barang antik yang diberikan oleh kakak ipar bukanlah barang palsu biasa.”
“Walaupun itu barang palsu, tapi ini adalah niat baiknya.”
“Dan hari ini adalah pesta keluarga Chu.”
KRAKKK________
“Barang palsu?”
“Bolehkah aku melihatnya, apa benar barang itu barang palsu atau bukan?”
Tiba-tiba walikota Liu datang bersama Wu Fangmao.
“Pak... walikota Liu, kenapa Anda bisa kesini?” Sapa Chengwen dengan sumringah.
TAP ... TAP ...
“Tak disangka Anda mengenalku, seorang ketua divisi kecil, dan secara khusus datang ... Aku akan perkenalkan pada kalian, ini adalah Pak Liu, Walikota Yangcheng!”
Chengwen pun sudah mempersiapkan dirinya untuk menjabat tangan Pak Walikota, sayangnya yang dijabat oleh Pak Walikota adalah Qinli yang ternyata berada di belakang Chengwen.
“Kebetulan sekali, tidak disangka bisa bertemu dengan Tuan Qin, aku sangat berterimakasih banyak untuk masalah kemarin,” ucap pak walikota sambil menjabat tangan Qinli.
“Tidak apa-apa, tidak perlu sungkan,” ucap Qinli tidak enak hati.
Jangan ditanya wajah Chengwen yang sudah pucat pasi karena malu.
“Pak ... Pak Walikota Liu, Qinli dulunya orang yang bisu cacat, apa Anda salah mengenali orang,” Chengwen masih bersikap membela diri agar tidak terlalu malu di depan keluarga besar Chu.
“Aah ... cacat? Kau ...” wajah Walikota Liu sudah berubah menjadi tidak suka, bahkan di bayangan Chengwen sudah muncul kedua tanduk merah di kepalanya.
Hal itu sontak saja membuat nyali Chengwen menjadi ciut.
“Aa ... aku adalah Chengwen, baru naik jabatan menjadi ke, ke, ke, ke, kepala divisi ...” ucapnya beringsut.
“Tuan Qin, apa ada konflik antara kau dan Chengwen?”
“He.. he ... tidak ada.”
“Dia adalah kakak iparku, kami barusan hanya berdiskusi tentang barang antik ini, apakah benar barang palsu atau bukan.”
Walikota Liu segera memperhatikan barang yang dimaksud oleh Qingli.
“Barang antik? Bukankah ini mangkuk Qinghua!”
“Kakek Wu, kau adalah seorang ahli pengecekan barang antik, kemari dan lihatlah.”
“Ha ha ha, sudah lama aku tidak melakukan pengecekan, tapi aku ahli dalam bidang Qinghua ini!”
Kakek Wu mulai meneliti mangkuk itu secara teliti.
“Ehem, kalau dilihat dari warnanya, mirip seperti barang asli Dinasti Yuan.”
“Fiuh...” ucap Chengwen lega dari arah belakang.
“Itu sudah pasti, aku menghabiskan banyak uang untuk membelinya, kelihatannya saudara Qinli sudah keliru ha ha ha ...”
“Anda juga merasa ini barang asli?” Qinli mulai meragukan kemampuan Kakek Wu.
Kakek Wu berbalik, ”Oh, kau meragukanku? Lalu kenapa kau merasa ini adalah barang palsu!”
“Bukankah seperti itu?” ucap Qinli yakin pada intuisinya.
“Ha ha ha ha ha ! Ahirnya aku tahu kenapa Pak Walikota Liu begitu memujimu,” ucap Kakek Wu bangga.
PLAK ... PLAK ... ia pun memukul bahu Qinli dengan bangga.
“Benar ini adalah “BARANG PALSU!”
“Mangkuk Qinghua ini memang terlihat asli, kalau dilihat dengan dekat, ada bekas lama pada lapisan kaca ini.”
“Meskipun teknik penggambaran pola dekoratifnya canggih, tapi kurang akan pesona romantisnya, pada kenyataannya, ini adalah barang palsu imitasi.”
“Barang palsu ini, juga disimpan di dalam kuburan bersama mayat dalam jangka waktu tertentu. Dan akan menimbulkan kemalangan.”
“Huaaa ... cepat bersihkan tanganmu!” ucap ibu panik.
Hingga bibi pun memarahi Kak Chengwen.
“Chengwen! Kenapa kau memberikan barang seperti ini!”
“A .. aku juga tidak tahu ...” ucapnya mengelak.
Tiba-tiba kakek Wu merangkul pundak Qinli.
“Namamu Qinli 'kan bocah, barang imitasi ini dibuat sangat mirip dengan aslinya, tidak disangka kau bisa mengetahuinya.”
“He he he ...”
“Ini artinya penglihatanmu lumayan bagus! Ayo kita berkumpul bersama kapan-kapan.”
“Sudah-sudah, Tuan Qin adalah orang pentingku!”
“Sejujurnya, aku hanya ingin bertemu denganmu, ingin berbicara sebentar denganmu.”
“Ayah, kalian makan dulu, aku keluar sebentar, aku akan segera kembali,” pamit Qinli pada keluarga Chu.
“Oh, iya ...”
Bibi pun mulai merasa tidak enak pada ibu karena telah mengejeknya tadi.
“Wah, Hanying, menantu laki-lakimu punya hubungan baik dengan Pak Walikota. Lebih hebat daripada Chengwen.”
“Aa ... aahh, kami tidak bersedia menceritakannya, aku takut akan ada kesalahpahaman antara kedua keluarga, siapa yang tahu Walikota Liu datang kemari mengunjungi kita ...” ucap ibu Qingyin.
Ho .. ho ...
“Walikota Liu, Anda ada masalah apa, cepat beritahu aku,” ucap Qinli ketika mereka sudah di luar ruangan.
“Sejujurnya, ayahku yang sebelumnya kau sembuhkan, ahir-ahir ini mulai sakit lagi setelah datang ke rumahku.”
“Ahirnya, dalam dua bulan ini, istriku dan anakku bahkan aku juga mulai merasa tidak enak badan.”
“Tapi ketika kami pergi memeriksakan diri ke dokter, dokter pun tidak bisa menemukan apapun...”
“Dua bulan ini ...” batin Qinli.
“Apa aku boleh meraba urat nadimu?” tanya Qinli.
“Tentu saja boleh.”
Qinli pun mulai memeriksa urat nadinya, “Ternyata ...”
“Tuan Qin, bagaimana?”
“Walikota Liu, tenang saja, aku ada cara. Tunggu sampai pesta keluarga kami berakhir, aku akan mengunjungi tempatmu, membantu Anda menyelesaikan masalah ini secara tuntas,” ucap Qinli mantap.
“Bagus sekali! Aku akan menunggumu di rumah,” ucap pak walikota dengan bahagia.
Beberapa saat kemudian, pesta pun berakhir. Ayah tampak mabuk malam itu, sampai Qinli harus memapahnya ke mobil.
“Qin ... Qinli, kau, ueekk ... membuatku bangga, he he-
Qinli sudah selesai membaringkan ayah mertuanya di kursi belakang. Tetapi ayah mertuanya masih meracau tidak jelas.
“Uekkk ... a, anak baik ...”
“Fiuh ... kalian pulang duluan, aku mau keluar sebentar,” pamit Qinli.
“Terserah kau,” jawab Qingyin acuh.
BRUM ...
Mobil keluarga Chu ahirnya meninggalkan Qinli sendirian di depan gedung. Ia pun mulai menyalakan GPS-nya.
BIP ...
“Sesuai perencanaan rute, rumah walikota Liu.”
Dengan berjalan kaki, ia pun menuju rumah pak walikota.
DI DEPAN BELOK KANAN!
Yoi ..
“Qinli, kita bertemu lagi! Kali ini aku akan mengirimu ke neraka!” seru Minghao dengan dikawal beberapa anggota preman.
Padahal rute rumah pak walikota tidak terlalu jauh dari sana.
JALAN LURUS SEJAUH LIMA PULUH METER!
.
.
...🌹Bersambung🌹...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
Supriadi
lanjut
2024-05-11
0
Eric ardy Yahya
masih belum cukup ya penghinaan yang diterima sama kamu oleh Qinli , Minghao ? sudah pengecut , menggonggong seperti anjing , kemudian masih belum puas ya cari masalah sama Qinli ? kamu akan menyesal berhadapan sama Qinli
2023-09-22
1
JOE NATHAN ALFARYZy
next next next next
🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤
2023-01-30
0