Sementara ini tubuh Qinli masih terlihat penuh dengan aura biru. Sedangkan kini dia berdiri diantara para berandal yang telah tumbang.
"Se... sejak kapan dia menjadi begitu hebat?" ujar Zitan tak percaya.
"Menghilang... Fiuh .." seru Qinli.
Tiba-tiba Qinli sudah berdiri di belakang Chu Zitan dan kini mulai melepas satu persatu ikatan tali di tangannya.
"Cepat tinggalkan tempat ini. Jangan membuat orang rumah khawatir," seru Qinli.
"Argh ... iya!"
Setelah itu Qinli membersihkan pakaiannya. Sedangkan Chu Zitan merasa tidak enak pada Qinli karena selama ini selalu meragukan kemampuannya dan mengejeknya.
"Qi ... Qinli ..."
"Ke ... kenapa?" ucap Qinli sambil menoleh.
"Ehem ... itu! Bulan depan, kampusku mengadakan asosiasi sanak saudara, apa kau bersedia ikut?" ucap Chu Zitan ragu-ragu.
"Ka ... kau jangan berpikir kebanyakan! Aku hanya takut sekelompok orang ini akan balas dendam padaku!"
"Kalau tidak, aku juga tidak akan pergi bersamamu!"
"Hng ..."
Kecanggungan pun terjadi disana.
"Luar biasa, tidak disangka anak ini mengundangku ke asosiasi?" gumam Qinli sambil garuk-garuk pipinya.
"Hmm, oke, aku akan pergi kalau ada waktu!"
.
.
...⚜⚜⚜...
...QIAN KUN TANG...
Keesokan harinya ....
Qinli sudah bersiap memasuki klinik pengobatan miliknya. Di depan toko sudah ada Lian Qing yang menunggunya disana.
"Bos, tugas yang kau berikan sudah aku selesaikan."
"Hari ini, kau bisa ke kantor sales Villa Tianhao untuk mengurusi prosedurnya!"
"Oh, cepat sekali!" ucap Qinli dengan bahagia.
"Hm, sudah saatnya aku membelikan rumah untuk Qingyin, tidak boleh terus-terusan tinggal di rumah mertua," gumam Qinli.
"Ayo, kita pergi sekarang!" ajak Qinli.
"Baik!"
Lalu keduanya mulai naik taksi menuju tempat yang dimaksud Liang Qing.
WUNGG ...
Taksi merah itu bergerak dengan cepat membelah kota Yangcheng.
HOAMM ..
Terlihat beberapa kali Qinli menguap karena terlalu capek beberapa hari ini. Bahkan ia kurang beristirahat dengan cukup.
Tiba-tiba terdengar suara ponsel miliknya berbunyi.
KRING...
Dengan cepat Qinli mengangkat teleponnya.
"Hallo ..." jawab Qinli dengan mata terpejam.
"Saudara Qin, tebak, kabar baik apa yang akan kuberitahukan padamu."
Ternyata Tuan Muda Jiang yang menelponnya.
"Aku membeli sepuluh toko di Jiangcheng untukmu, agar kau bisa membuka toko obat China, toko tersebut ditulis menggunakan namamu."
Tuan Muda Jiang bahkan mengatakannya dengan sangat bahagia sambil menyiram bunga-bunga miliknya.
Sementara itu Qinli kaget dengan perkataannya barusan. Ia pun sampai terbatuk karenanya.
"Uhuk ... uhuk ... uhuk ... se-sepuluh toko!"
"Tidak perlu begitu kaget, sekarang masih dalam tahap renovasi."
"Ka ... kalau begitu, terimakasih banyak Tuan Muda Jiang!"
"Tidak perlu berterimakasih, saudara Qin adalah penolong bagi Keluarga Jiang."
"Aku juga menunggu kedatanganmu ke Jiangcheng."
"Ngomong-ngomong, kapan kau akan datang ke Jiangcheng? aku akan memberimu sebuah villa."
"Aku sudah membeli sebuah villa, tidak perlu menghabiskan uang untukku," ucap Qinli tidak enak hati karena Tuan Muda Jiang terlalu baik padanya.
.
.
Beberapa saat kemudian, ahirnya mereka sampai di Kantor Sales Villa Tianhao. Mereka lalu masuk ke dalam sana.
"Selamat datang ..."
"Selamat datang ..."
Ucap kedua penjaga wanita di depan pintu. Tiba-tiba kepala manager Yangmin menyambut mereka.
"Nona Liang, kenapa Anda tiba-tiba datang, kenapa aku tidak melihat Bos Qin datang bersama Anda?"
"Manager Yang, orang ini adalah bosku, namanya Qinli, pembeli villa [Tianji no 1]," ucap Lian Qing memperkenalkan Qinli padanya.
"Kau adalah pembeli villa mewah kelas atas [Tianji no 1]?" tanyanya seolah meragukan Qinli.
Sebab bagi orang biasa, penampilan Qinli memang biasa, bahkan ia hanya memakai setelan kaos dan celana buat jogging. Pantas saja menager Yang meragukannya.
"Orang desa ini pasti pria simpanan orang, masih saja berlagak mau beli villa mewah," batin Manager Yang.
Ia pun memikirkan sebuah cara untuk menggagalkan Qinli agar tidak jadi membeli villa mewah miliknya.
"Direktur Zhao juga ingin membeli [Tianji no 1] dan dia sudah memberiku tips satu juta dua ratus ribu rupiah ... hng!" ucap manager Yang sambil membenarkan kacamatanya.
"Aku benar-benar minta maaf, [Tianji no 1] yang kau pesan sudah dijual ke orang lain."
Sementara itu pegawai di depan pintu, juga ikut menertawakannya. Mereka sama saja dengan managernya yang suka melihat orang dari kulit luarnya.
"Silahkan kalian berdua pulang, uang muka akan aku kembalikan."
"Jelas-jelas kami duluan yang membayar uang mukanya!" teriak Lian Qing tidak terima.
"Atas dasar apa kau menjualnya kepada orang lain?" ucap Qinli.
"Atas dasar apa? [Tianji no 1] adalah Villa Tianhao paling mewah! Tentu saja orang yang paling cocok tinggal disana adalah orang terhormat."
"Apa moto kalian seperti itu? tidak konsisten?" ujar Qinli kemudian.
"Kalau iya, memangnya kenapa! Pria simpanan sepertimu, tidak pantas tinggal di Villa Tianhao kami!" gertak Manager Yang.
Sementara itu dari kejauhan datanglah atasan mereka dengan beberapa pengawal dibelakangnya.
"Benar!"
Tap ... Tap ...
"Kami hanya menerima tamu yang berasal dari bangsawan dan yang punya status terhormat."
Ahirnya Jiang Chuxue, penanggung jawab Villa Tianhao sekaligus adik tiri Jiangjun datang ke tempat itu.
"Di ... Direktur Jiang, kenapa Anda di sini?" ucap manager Yang ketakutan.
Bahkan ia terlihat pucat pasi saat Direktur Jiang Chuxue datang.
PLAKK!! sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Manager Yang.
"Tapi Tuan Qin adalah tamu Tianhao yang paling terhormat!"
Lalu setelah memberikan pelajaran pada Manager Yang, Direktur Jiang mulai mendekati Qinli.
"Hallo Tuan Qin, aku adalah direktur penanggung jawab Tianhao, Jiang Chuxue. Aku pernah melihatmu di foto Tuan Muda Jiang..." ucapnya memperkenalkan diri.
Mereka lalu berjabat tangan.
"Aku adalah orang yang menghubungimu melalui telepon sebelumnya dan memberitahumu mengenai sumber batu kasar giok."
"Oh, ya, kau rupanya," seru Qinli.
Ia pun meminta maaf untuk kelancangan anak buahnya barusan.
"Maaf, Tuan Qin, orang-orangku telah menyinggung perasaanmu."
"Tidak masalah," ucap Qinli.
Baginya hal seperti itu sudah biasa terjadi.
Sementara itu Manager Yang masih terduduk di lantai sambil memegangi salah satu pipinya yang memerah.
"Ternyata Tuan Qin kenal dengan Direktur Jiang kami ya," ucapnya lirih.
"Aku kenal dengan siapa, itu tidak penting, yang paling penting adalah jangan jual villaku lagi ke orang lain," ucap Qinli sambil memandangnya.
Manager Yang dengan cepat mengangguk.
"Maaf Tuan Qin, aku tidak akan mengulangi kesalahanku lagi," ucapnya menyesal.
Qinli segera berlalu.
"Aku akan kembali lagi, kalau sudah bisa mengurus prosedurnya."
Direktur Jiang yang tidak enak hati segera mengejarnya.
"Maaf telah mengecewakan Tuan Qin, aku akan mengurus villa Anda dengan benar."
Lalu setelahnya ia pun memberikan instruksi pada kedua pengawalnya.
"Mulai hari ini, aku tidak mau melihatnya lagi disini!"
"Baik!" jawab kedua pengawal itu sambil menyeret Manager Yang pergi.
.
.
Sementara itu di klinik pengobatan milik Qinli sudah terjadi keributan. Beberapa wanita mengaku kulit wajahnya rusak karena memakai obat dari Qinli.
"Toko obat China ini menjual obat palsu, lihat wajahku rusak!"
"Benar, aku juga menggunakan obatnya dan sekarang wajahku jadi seperti ini ..."
"Dasar dokter penipu dan tidak bermoral, sama sekali tidak memperdulikan hidup dan mati pasiennya!"
Qinli yang baru saja datang bersama Lian Qing kaget.
"Hm, kenapa begitu banyak orang?"
"Itu dia! penipu yang menjual obat palsu!" teriak wanita itu ketika melihat Qinli datang dari kejauhan.
"Cepat tangkap dia!"
.
.
...🌹Bersambung 🌹...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 291 Episodes
Comments
JOE NATHAN ALFARYZy
mantap
2023-02-01
1
JOE NATHAN ALFARYZy
josssss
2023-02-01
0
JOE NATHAN ALFARYZy
next next next next
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2023-02-01
0